Tananua Flores gelar diskusi Data Profil Perikanan dan Pembuatan alat Tangkap yang Ramah Lingkungan

Berita Desa Gurita

Nagekeo, Tananua Flores. | Yayasan Tananua Flores gelar diskusi profil data perikanan dan pembuatan peta partisipatif di desa Pedonura kabupaten Nagekeo NTT. Gelar diskusi tersebut diselenggarakan di kantor desa Pedonura pada (24/8)

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari yang di mulai dari 24-25 agustus 2021. Peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari aparatus Pemerintah Desa Kotodirumali,  pemerintah desa Pedonura para Nelayan Gurita serta tim dari Tananua Flores Ende.

Berbicara terkait data saat ini adalah penting sebab dalam melakukan proses pembangunan di bidang apapun di mulai dari data. Data menjadi sumber utama bagi siapapun baik itu pemerintah, swasta  untuk memulai proses perencanaan, proses pembangunan semuannya berbasis pada data.

Pius Jodho dari Tananua Flores menuturkan bahwa untuk Program Perikanan dan kelautan ini Tananua sendiri mengawali dengan data, bersama masyarakat Tananua mulai melakukan survey dan pengambilan data awal sebagai dasar untuk melakukan program Pendampingan.

“Kami Tananua Flores dalam program perikanan dan kelautan itu dimulai dengan Pendataan, yaitu dengan pembuatan profil perikanan dan database lainnya yang berhubungan dengan rencana program pendampingan bisa terarah pada tujuan yang ingin di capai” tuturnya.

Lebih jauh Pius Menjelaskan  di program perikanan ini data profil yang dimaksudkan adalah situasi kehidupan para nelayan  khususnya gurita, jenis alat tangkap, lokasi memancing, hasil tangkapan, waktu memancing, logistik memancing, fasilitas perikanan, rantai pasokan, pendapatan, sumber daya ikan, kalender musim, kelembagaan dan tata kelola,

“ Data yang di maksudkan untuk awal kami memulai seperti situasi kehidupan para nelayan  khususnya gurita, jenis alat tangkap, lokasi memancing, hasil tangkapan, waktu memancing, logistik memancing, fasilitas perikanan, rantai pasokan, pendapatan, sumber daya ikan, kalender musim, kelembagaan dan tata kelola” jelas pius

Sementara itu menurut Pius bahwa informasi tentang data profil perikanan harus dimulai dari awal agar ketikan dalam menjalankan program kedepan bisa bermanfaat untuk masyarakat dan nelayan. Selain itu juga bisa memperoleh klarifikasi atau umpan balik dari masyarakat yang berkaitan dengan informasi yang di sampaikan

Yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah dengan tersedianya data awal dan menjadi dokumen, agar dalam menyusun sebuah perencanaan di masa yang akan datang dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Data yang telah disajikan dapat memberikan gambaran yang lengkap dan dapat terpercaya.

Alat tangkap yang ramah lingkungan

Tananua flores juga memfasilitasi Pelatihan pembuatan alat tangkap yang ramah lingkungan. Dalam kegiatan tersebut di ikuti oleh para nelayan pencari gurita.

Pelatihan pembuatan alat tangkap itu adalah bagian dari para nelayan yang mencari gurita saling belajar bersama dalam pembuatan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Untuk kali ini yang melatih para nelayan di desa pedonura, desa kotodurimali, desa tongggo adalah para nelayan gurita dari lingkungan arubara kabupaten ende.

Belajar membuat alat tangkap Gurita tersebut di fasilitasi langsung oleh Doyan dari arubara. Dalam Penjelasannya bahwa ada 3 alat tangkap yang perluh digunakan oleh nelayan pencari gurita yaitu alat tangakap kepiting, alat tangkap pocong, dan alat tangkap terong.

Menurutnya bahwa jenis alat tangkap ini yang ramah lingkungan tidak merusak ekosistem yang ada di laut, dan bahan-bahan yang dipakai mudah ditemukan oleh para nelayan dan tersedia di pasaran.

Yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah agar masyarakat nelayan gurita di desa podenura, tonggo, dan kotodirumali bisa membuat alat tangkap gurita yang ramah lingkungan dan tetap menjaga ekosistim laut dengan baik.

Dengan adanya pelatihan pembuatan alat tangkap gurita yang ramah lingkungan bisa mendorong nelayan gurita tetap menjaga ekosistem terumbu krang dengan baik, dan diharapkan nelayan gurita bisa membagikan ilmu yg mereka pelajari dari proses pelatihan pembuatan alat tangkap yang ramah lingkungan kepada sesama nelayan gurita yang belum memahami dan belum bisa membuat alat tersebut

Langkah yang perlu di tindak lanjuti, harus adanya dorongan ,motivasi, bimbingan,pengawasan kepada nelayan gurita, agar mereka bisa memanfaatkan alat tangakap gurita yang ramah lingkungan tersebut tanpa harus merusak ekosistim laut.

Oleh : Nelson

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *