Pelepasan Pelampung penutupan

Siaran Pers  : Penutupan sementara Lokasi tangkap Gurita di Desa kotodirumali kecamatan Keo tengah kabupaten  Nagekeo

Kegiatan Sosiasliasi Implementasi Penutupan
Kegiatan Sosialisasi Implementasi Penutupan

Siaran Pers 

Penutupan sementara Lokasi tangkap Gurita di Desa kotodirumali kecamatan Keo tengah kabupaten  Nagekeo 

Nagekeo  10 Juni 2022 |  Kawasan konservasi perairan laut merupakan kawasan perairan yang dilindungi dan dikelola dengan sistem zonasi dengan untuk tujuan menjaga kelestarian serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.  Dalam mengelola ruang laut model konservasi dilakukan melalui system buka tutup lokasi tangkap. Desa Kotodirumali ditentukan menjadi pelaksana penerapan sistem buka tutup ini. Secara topografis desa Kotodirumali letaknya berada di wilayah selatan kabupaten Nagekeo, memiliki wilayah laut dan bentang alam  yang cukup luas, dengan jarak tempuh dari Kota ke desa kurang lebih 2,5 jam. 

Pada awal pelaksanaan program, Yayasan Tananua Flores bersama kelompok nelayan gurita bersama pemerintah desa Kotodirumali dan pemerintah kecamatan Keo tengah menerapkan sistem buka tutup lokasi tangkap.  

Dalam menjaga kelestarian serta pemanfaatan  Sumber daya alam di wilayah desa kotodirumali , Pemerintah desa dan Para nelayan yang didampingi Yayasan Tananua Flores Membentuk kelompok pengelola perikanan secara berkelanjutan.  Kelompok tersebut dinamai LMMA (Locally Managed Marine Area )  yang berada di dua desa yaitu desa Kotodirumali dan Desa Podenura kecamatan keo tengah dan kecamatan Nangaroro, kabupaten nagekeo  Nusa Tenggara Timur. 

LMMA merupakan kelompok kerja yang mengelola wilayah kelautan secara lokal dengan mengorganisir para nelayan untuk menjaga ekosistem, mengawasi pelaksanaan sistem buka tutup area tangkapan gurita, menjalin kerjasama dengan mitra untuk upaya-upaya pengelolaan perikanan gurita secara berkelanjutan di wilayah Kecamatan Keo tengah.

Penerapan buka tutup lokasi tangkapan gurita desa kotodirumali yang dilaksanakan sedikit berbeda dengan tempat-tempat lain seperti di Arubara, Maurongga dan Ndori. Di desa kotodirumali, Pemerintah desa, nelayan dan Kelompok LMMA bersepakat untuk penutupan semua jenis komoditas laut sementara di lokasi lain penutupan hanya satu jenis komoditas saja yaitu Gurita. 

Alasan utama melakukan penutupan semua jenis komoditas yang ada di laut, bahwa dari persentase produksi sudah mulai menurun serta berat juga mulai menurun ( Gurita). Selain itu juga, lokasi tersebut dilihat terlalu bebas dan banyak sekali nelayan penangkap dari Luar kabupaten Nagekeo. 

Bentangan Lokasi yang akan di tutup  ada 2 yaitu mulai dari perairan Daja sampai ke perairan Bengga. Jarak antara Daja dan bengga diperkirakan ± 10 km , artinya lokasi yang dilakukan penutupan cukup luas. 

Acara seremonial adat untuk Penutupan sementara lokasi Tangkap Nelayan di desa Kotodirumali

Penutupan Area Tangkapan 

Pengelolaan perikanan berbasis masyarakat dengan sistem buka tutup sudah dilakukan di wilayah NTT khususnya di kabupaten Ende. Sementara itu untuk Kabupaten Nagekeo akan dimulai dari desa Kotodirumali kecamatan Keo Tengah.  Masyarakat dan para nelayan menutup sementara 2 area penangkapan yaitu di perairan Daja dan area Bengga.

Penutupan sementera ini  selama 3 bulan dan mulai  dari tanggal 10 juni 2022 dan dibuka kembali pada bulan 10 september 2022. Penutupan sementara ini adalah bagian dari proses pembelajaran bagi masyarakat tentang pengelolaan perikanan berbasis masyarakat yang masyarakat sebagai pelaku utama.

Di sisi yang lain penutupan sementara ini bagian dari konservasi ekosistem laut serta memberikan waktu dan tempat bagi gurita berkembang biak, bertelur dan tumbuh lebih besar. Gurita spesies Octopus cyanea, mempunyai masa hidup yang singkat sekitar 18 bulan.

Jenis  spesies Octopus Cyanea ini khusus untuk gurita betina dewasa mampu bertelur 150 ribu sampai 170 ribu telur dan merawatnya sampai menetas.  Selain itu Octopus Cyanea diyakini bertelur sepanjang tahun dengan periode pemijahan puncak selama bulan Juni dan Desember.

Dengan siklus hidup gurita Octopus Cyanea yang singkat, penutupan sementara merupakan pengelolaan perikanan yang sesuai untuk diimplementasikan. Harapannya ketika dibuka gurita sudah tumbuh dengan besar dan mempunyai nilai lebih. Tidak hanya pada produksi meningkat tetapi dari sisi lingkungan juga mulai terjaga  dengan baik. 

Data Gurita 

 Proses pendampingan di wilayah Nagekeo dimulai sejak September 2019 khususnya desa kotodirumali dan desa Podenura.  Pendampingan desa tersebut merupakan hasil kerjasama YTNF, Yayasan Pesisir Lestari dan mitra Blue Ventures. Lembaga-lembaga ini merintis program pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan berbasis masyarakat.

Program itu lahir karena adanya degradasinya sumber daya pesisir dan laut akibat perilaku manusia. Penyebabnya adalah terbatasnya pengetahuan akan pentingnya ekosistem laut bagi penghidupan yang berkelanjutan dan keterampilan dalam mengelola sumber daya yang ada secara berkelanjutan.

Keterbatasan pengetahuan akan pentingnya ekosistem laut ditunjukkan dengan adanya perilaku pemboman ikan, penebangan bakau, pengambilan pasir dan batu hijau yang berlebihan, serta penggunaan alat tangkap yang dapat merusak ekosistem laut seperti karang.

Di Site Nagekeo , Kotodirumali dan Podenura Tananua Flores Menempatkan tenaga pendamping dan tenaga pendataan ( Enumerator) untuk melakukan Pendataan terhadap Gurita hasil tangkapan nelayan dan tenaga tersebut diambil dari masyarakat di desa itu.  Data gurita  yang dikumpulkan memberikan gambaran bahwa potensi perikanan gurita di wilayah pesisir selatan Kabupaten Nagekeo sangat  menjanjikan.

Hasil pendataan gurita  September  2021 – maret 2022 oleh 19 nelayan, jumlah tangkapan gurita sebanyak 1874 kg dengan jumlah Individu gurita 1267 Ekor.  Kategori Gurita yang berukuran di atas 2 kg sebanyak 341 kg,  1-2 kg jumlahnya 1,396 kg dan di bawah  dari 1 kg 137 kg.

Total pendapatan nelayan gurita dari September 2021- maret 2022(pendapatan desa dari perikanan gurita) sebesar Rp 66,412,700 juta. Pendapatan gurita ini dihitung berdasarkan harga jual nelayan ke pengepul di desa dengan kisaran  harga gurita Rp 40 ribu-50 ribu/kg.

Terdapat 17 lokasi yang menjadi area tangkapan nelayan kodim. Lokasi terfavorit yang sering dikunjungi nelayan gurita yaitu Daja  94 trip dan Bengga sebanyak 22 trip. Lokasi ini masih berada di area pesisir yang dekat dengan pemukiman warga, sehingga banyak nelayan yang tangkap di daerah itu. 

Melepaskan Pelampung di titik lokasi Penutupan

Mitra LMMA 

Dalam Pelaksanaan kegiatan Penutupan sementara itu, kelompok LMMA di dampingi YTNF dengan Mitrannya YPL dan Blueventure, Pemerintah Desa, pemerintah Kecamatan Keo Tengah, Dinas KCD NTT, Dinas Perikanan dan kelautan kabupaten Nagekeo, Tokoh agama, tokoh masyarakat serta TNI dan Polsek Keo tengah, terlibat dalam menentukan lokasi yang perlu di konservasi dan dilestarikan. 

Upaya dilakukan oleh LMMA adalah  bersama mitra mulai pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pembuatan keputusan, alokasi sumber daya ekosistem dan Hewani, dan implementasi serta penegakan hukum dari peraturan perundang-undangan di bidang perikanan. 

Penerapan Buka tutup lokasi tangkapan gurita dan komoditas lainnya adalah sebuah Model pengelolaan perikanan yang partisipatif artinya  realisasinya konservasi wilayah tangkapan gurita akan berjalan apabila masyarakat terlibat secara langsung  dalam proses pengelolaan serta ikut mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. 

Siaran Pers  : Penutupan sementara Lokasi tangkap Gurita di Desa kotodirumali kecamatan Keo tengah kabupaten  Nagekeo Read More »

Nelayan 4 Desa di Wilayah Kecamatan Ndori Antusias Melaksanakan Kegiatan Penutupan Rumah Gurita

Ende, Tananua Flores| Tokoh Masyarakat paran Nelayan Gurita 4 Desa di kecamatan Ndori sangat Antusias melaksanakan kegiatan penutupan rumah gurita. Kegiatan penutupan Rumah gurita di wilayah kecamatan Ndori merupakan pembelajaran yang sangat berharga bagi mereka yang ada di 4 desa yakni desa Maubasa, Sera Ndori, Maubasa Timur dan Maubasa barat.

Kepedulian para nelayan dan tokoh masyarakat  yang berada di kecamatan itu terlihat dari mulai dari proses perencanaan, sosialisasi dan sampai pada implemntasi kegiatan penutupan sementara. Dengan Kelompok LMMA ( Locally Managed Marine Area) yang di bentuk tersebut, para nelayan dan tokoh masyarakat sangat mendukung agar Kelompok LMMA bisa berjalan maksimal untuk bekerja menjaga dan mengelolah perikanan gurita yang berdampak pada peningkatan ekonomi para nelayan dan masyarakat 4 desa di kecamatan Ndori.

Kali ini penutupan lokasi tangkap Gurita tersebut di Fasilitasi langsung oleh Kelompok LMMA dan Tananua Flores  yang dilakukan pada sabtu 4 Juni 2022 di Desa Maubasa, kecamatan Ndori, kabupaten Ende, NTT

Yang terlibat dalam kegiatan itu terdiri dari gabungan para nelayan gurita,nelayan ikan pemerintah desa dan pemerintah kecamatan, Dinas Cabang Kelautan dan Perikatan Propinsi NTT wilayah Ende, nagekeo dan Ngada beserta tokoh masyarakat yang ada diwilayah itu.

Penutupan sementara lokasi tangkap Gurita disepakti selama 3 bulan terhitung mulai tanggal 4 Juni hingga 4 september 2022.

Penutupan sementara perikanan gurita selama tiga bulan yang dilakukan memiliki tujuan edukatif yakni menjadi pembelajaran bagi masyarakat mengenai tata cara pengelolaan perikanan berbasis masyarakat serta bagaimana memberikan waktu dan tempat bagi gurita untuk tumbuh lebih besar dan untuk bertelur/berkembang biak karena gurita (Octopus cyanea) mempunyai masa hidup yang singkat yakni sekitar 18 bulan.

Gurita dewasa betina mampu bertelur 150.000-170.000 telur dan merawatnya sampai menetas. Octopus cyanea diyakini bertelur sepanjang tahun dengan periode pemijahan puncak terjadi pada bulan Juni dan Desember di Tanzania (Guard dan Mgaya, 2015). Dengan siklus hidup gurita yang singkat ini, penutupan sementara menjadi solusi pengelolaan perikanan yang cocok untuk diimplementasikan. Dengan harapan dan targetnya adalah ketika pembukaan penutupan sementara, gurita sudah tumbuh dengan besar dan mempunyai nilai lebih.

Model pengelolaan perikanan yang dilakukan di kecamatan Ndori ini adalah model partisipatif artinya realisasinya konservasi wilayah tangkapan gurita akan berjalan apabila masyarakat sendiri terlibat dalam proses pengelolaan serta ikut mengambil keputusan untuk setiap pilihan yang direncanakan.

Berbicara terkait Kelompok LMMA Pius  I Jodho Menerangkan bahwa Kelompok Pengelolaan perikanan tangkap khususnya gurita adalah sebuah kelompok kerja untuk melakukan upaya yang terintegrasi yakni mulai dari pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pembuatan keputusan, alokasi sumber daya ekosistem dan Hewani, dan implementasi serta penegakan hukum dari peraturan perundang-undangan di bidang perikanan yang dilakukan oleh pemerintah atau otoritas lain yang diarahkan untuk mencapai kelangsungan produktivitas sumber daya hayati perairan dan tujuan yang telah disepakati.

Lanjut dia “ Kelompok ini memiliki peranan penting dalam melakukan pengumpulan informasi, analisis, perencanaan dan bersama mitra melakukan proses pengawasan lapangan di area yang disepakati sebagai wilayah konservasi. Kelompok LMMA ini telah bekerja di empat desa yang menjadi desa di kecamatan Ndori”.Jelasnya

Penutupan sementara area penangkapan gurita bertujuan agar Lokasi tersebut diatur dan di jaga secara baik sehingga gurita bisa berkembang biak yang nantinya akan berdampak pada peningkatan produksi dan pendapatan nelayan itu sendiri.

Pius Jodho dari Tananua Flores mengungkapkan bahwa Penutupan lokasi tangkap gurita ini merupakan bagian dari konservasi wilayah pesisir bagi lokasi-lokasi yang telah di tentukan. Yang perluh dipahami adalah penutupan lokasi tersebut bukan semua jenis komuditas perikanan di tutup tetapi hanya satu jenis saja yaitu Gurita.

“Untuk jenis komuditas lain tidak di tutup dan para nelayan yang kesehariannya mencari gurita tentu bisa mencari di tempat lain lokasi yang tidak masuk dalam area penutupan” ungkapnya

Sementara itu Camat Ndori Paul Marsel Frederikus dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa Pemerintah kecamatan Ndori dan ke 4 desa di wilayah kecamatan itu mendukung penuh terkait dengan kegiatan yang dilakukan oleh para nelayan gurita dan kelompok LMMA

“Kami pemerintah kecamatan dan pemerintah desa mendukung penuh terkait kegiatan penutupan sementara lokasi tangkap gurita ini, sebab dengan kegiatan ini kedepannya akan berdampak pada peningkatan produksi gurita dan pendapatan bagi para nelayan gurita di Ndori”, kata Camat  Ndori itu.

Menurutnya dengan kegiatan penutupan sementara lokasi tangkap gurita maka lokasi yang di tutup tersebut harus dijaga secara bersama oleh semua masyarakat di 4 desa, khususnya nelayan-nelayan yang melakukan aktivitas penangkap gurita.

“ kita juga harus menjaga secara bersama terhadap lokasi yang telah ditutup ini, karena jika selama 3 bulan ini kita menahan diri untuk jangan dulu tangkap saya yakin ketika di buka nanti tentuh hasil penangkapan akan lebih banyak dan itu akan berdampak pada peningkatan pendapatan nelayan itu sendiri”, ujar camat .

Camat itu berharapa kepada kelompok LMMA dan Nelayan yang ada di ndori agar bersama-sama melakukan pengawasan pada lokasi yang telah di tutup sampai 3 bulan baru dibuka untuk melakukan penangkapan kembali.

Lokasi yang di tutup yakni, lokasi Sera Hobakua, Sera Maubasa dan Sera Ipi dari ke 3 lokasi ini kemudian perikanan gurita secara berkelanjutan.

Sementara itu Burhannudin Jua Ketua LMMA di wilayah kecamatan Ndori mangatakan Gurita di Ndori potensinya sangat tinggi hal ini dilihat dari proses pendataan yang dilakukan Enumerator sejak September 2021- april 2022, Jumlah individu gurita yang di tangkap berjumlah 5,706 ekor dengan jumlah produksi gurita 5,864,92 Kg. Lokasi yang paling tinggi jumlah produksinya terdiri dari , Mau mole 1682 Kg dengan jumlah individu gurita 1429 Ekor, Taka 338,10 Kg dengan jumlah individu yang ditangkap 364 ekor dan Ipi Taka Jumlah Produksi 638,60 Kg dengan Jumlah individu gurita yang di tangkap 604 Ekor.

“ Di Ndori ini potensi guritanya sangat tinggi sehingga banyak sekali nelayan dari luar kecamatan Ndori yang melakukan penangkapan disini, dan dari data yang ada sejak September- april ini sudah mencapai 5 ton lebih dan itu belum terhitung sebelum Tananua masuk mendamping disini”, Kata Burhanudin.

Anak mudah yang di percayakan sebagai ketua Kelompok pengelolah perikanan berbasis masyarakat itu menuturkan bahwa nalayan di Ndori melakukan penangkapan gurita sudah lama dan pengetahuan terkait penagkapan gurita banyak belajar dari nelayan luar.

“Nelayan disini banyak belajar menangkap gurita  dari nelayan yang datang dari luar dan mereka menangkap gurita sudah lama sebelum Tananua masuk , dan hasilnya pun sangat banyak”,tuturnya

Nelayan 4 Desa di Wilayah Kecamatan Ndori Antusias Melaksanakan Kegiatan Penutupan Rumah Gurita Read More »

Pengumuman Pelamar yang Lulus Test untuk menjadi Staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022

Ende, Tananua.org |  Menindaklanjuti dari Proses seleksi administrasi dan Tes  Wawancara untuk menjadi staf Yayasan Tananua Flores tahun 2022, dan berdasarkan hasil tes yang di selenggarakan mulai dari tanggal 25,27 dan 28 Mei 2022 dengan ini kami mengumumkan keputusannya sebagai berikut :

  1. Pelamar yang namanya tercantum dalam Pengumuman ini adalah Nama-nama yang dinyatakan LULUS seleksi administrasi dan Tes wawancara untuk Masuk Kerja di Kantor Yayasan Tananua Flores;
  2. Pelamar yang dinyatakan lulus Test Masuk Kerja sebagaimana dimaksud pada Poin 1, Siap bergabung dan mengikuti proses orientasi yang diagendakan oleh kantor Yayasan tananua Flores.
  3. Pelamar yang Lolos test di kantor Yayasan Tananua Flores  siap masuk kantor mulai Tanggal    2 Juni 2022
  4. Pelamar yang namanya tidak tercantum dalam Lampiran Pengumuman ini, dinyatakan TIDAK LOLOSTes Wawancara masuk Kerja di Yayasan Tananua Flores .
  5. Lampiran nama – nama yang Lolos  :
No Nama Jurusan Posisi
1 Marselinus Jago,S.Sos Sosiatri Staf Lapangan
2 Theresia Pare Mere, S.P Pertanian Staf Lapangan
3 Aryana Dos santos, S.Sos Sosiatri Staf Lapngan
4 Sumarni Tanga Akuntansi Keuangan

 

  1. Berdasarkan nama-nama yang telah diumumkan di atas sudah melalui proses panjang dengan melihat tingkat kemampuan dan pengelaman selama proses tes yang dilakukan.
  2. Keputusan Direktur Yayasan Tananua Flores bersifat MUTLAK dan tidak dapat diganggu gugat.

 

Dikeluarkan di Ende

Pada tanggal 31 Mei 2022

Yayasan Tananua Flores

TTD

Bernadus Sambut

Direktur

Pengumuman Pelamar yang Lulus Test untuk menjadi Staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022 Read More »

Daftar Nama yang Lulus Seleksi Administrasi Calon Staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022

Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan terhadap kesesuaian antara dokumen yang diunggah maupun yang di antar oleh pelamar ke kantor yayasan Tananua Flores sejak tanggal 13-22 mei 2022 dengan persyaratan yang telah ditentukan, dengan ini kami umumkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pelamar yang namanya tercantum dalam Lampiran Pengumuman ini, dinyatakan LULUS seleksi administrasi;
  2. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi sebagaimana dimaksud pada Poin 1, berhak mengikuti tahapan tes selanjutnya, yaitu tes wawancara
  3. Jadwal pelaksanaan tes wawancara sebagaimana dimaksud dapat dilihat dilampiran berikut dan diumumkan melalui situs tananua.org
  4. Tempat Test Langsung di kantor Yayasan Tananua Flores

HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CALON STAF YAYASAN TANANUA FLORES TAHUN 2022

DAN JADWAL TES MASING-MASING PESERTA

NO NAMA JURUSAN JADWAL TES WAKTU
I JURUSAN ILMU SOSIAL
1 Apriliance  Manapa Sosiatri 25 Mei 2022 09.00-10.30 wita
2 Ariyana Dos Santos Sosiatri 09.00-10.30 wita
3 Kornelia Veronika Natak Sosiatri 09.00-10.30 wita
4 Maria Karolina Nona Sosiatri 10.30-13.00 wita
5 Antonius M.Z Ngga’a sosiatri 10.30-13.00 wita
6 Wilheltrida R. Pesa Sosiatri 13.00-14.00 wita
7 Marselinus Jago Sosiatri 13.00-14.00 wita
8 Albertus Nara Sosiatri 13.00-14.00 wita
9 Abraham Hobahana Pala Sosiatri 14.00-15.30 wita
10 Kristoforus sato Sosiatri 14.00-15.30 wita
11 Saferius Ngera Sosiatri 27 Mei 2022 09.00-10.30 wita
12 Lodris Yosep Nanga Sosiatri 09.00-10.30 wita
13 Yurminika Seja Sosiatri 09.00-10.30 wita
14 Ludgardis Masu Sosiatri 10.30 -12.00 wita
15 Natalia Y. Nggua sosiatri 10.30 -12.00 wita
16 Yohanes Don Bosco Feli Sosiatri 10.30 -12.00 wita
II JURUSAN ILMU PERTANIAN
1 Silverius Senda Pertanian 25 Mei 2022 09.00-10.30 wita
2 Thomas A. Raja Pertanian 09.00-10.30 wita
3 Benedikta Orgadus Sare Pertanian 10.30-13.00 wita
4 Edison Lengga Pertanian 10.30-13.00 wita
5 Theresia Pare Mere Pertanian 10.30-13.00 wita
6 Hermanus N. Lion (Lamar Online) Pertanian 13.00-14.00 wita
7 Matias K. Ngao (Lamar Online) Pertanian 13.00-14.00 wita
8 Jhon Jefri Mboi Pertanian 14.00-15.30 wita
9 Megah Soraya Rowa Pertanian 14.00-15.30 wita
10 Servasius Ole Ngala Pertanian 14.00-15.30 wita
11 Stefanus Mario Pertanian 27 Mei 2022 09.00-10.30 wita
12 Yosevina Wona (Lamar Online) Pertanian 09.00-10.30 wita
13 Jessica Yuliana Bunga Pertanian 10.30 -12.00 wita
14 Kristina Virna Ndiwa Pertanian 10.30 -12.00 wita
15 Helena I. Misa Pertanian 10.30 -12.00 wita
16 Marianus O. Benda Pertanian 12.00-13.00 wita
17 Egidius Edelbertus Pertanian 12.00-13.00 wita
18 Maria Alacok Mana Pertanian 12.00-13.00 wita
19 Heribertus Yado Mbeda Pertanian 12.00-13.00 wita
20 Fardin Pertanian 12.00-13.00 wita
21 Elisabeth Mogi Pertanian 13.00 – 14.00 Wita
22 Petronela Ina (Lamar Online) Pertanian 13.00 – 14.00 Wita
23 Maria Elisabeth Ndae Pertanian 13.00 – 14.00 Wita
24 Desiderius j. Joka ( Lamar Online) Pertanian 13.00 – 14.00 Wita
III JURUSAN ILMU AKUTANSI
1 Yuliana R. Aquino Akutansi 27 Mei 2022 09.00 -10.30 wita
2 Maria Yustina Tai Komputer ( Konsentrasi Komputer Akutansi 09.00 -10.30 wita
3 Sumarni Tanga Akutansi 09.00 -10.30 wita
4 Sertiana Sare Akutansi 10.30-12.00 Wita
5 Yasinta Florida Dona Akutansi 10.30-12.00 Wita
6 Aloysius Lawe Sare Akutansi 12.00 -13.00 wita
7 Rofinus Sumbi Akutasni 12.00 -13.00 wita
8 Avelina Marisa Ndasa Akutasni 12.00 -13.00 wita
9 Yuliana Tiryanti Manggo Akutansi 12.00 -13.00 wita
10 Natalia L. Muda Akutansi 13.00-14.30 wita
11 Emerensiana Ero Akutansi 13.00-14.30 wita
12 Florentina Sunga Manajemen Pajak 13.00-14.30 wita
13 Yohana selvin Seu Manajemen Keuangan 13.00-14.30 wita
IV JURUSAN INFORMATIKA
1 Anselmus W. P. Ghawa Informatika 27 mei 2022 09.00 -10.30 wita
2 Maria Ernita Saba Informatika 09.00 -10.30 wita
3 Petronela Chanelia Ndua Informatika 10.30-12.00 Wita
4 Fransiska Herlina Kemba Informatika 10.30-12.00 Wita
5 Malinda Claudia Mana Informatika 10.30-12.00 Wita
6 Elia Suryaputra Nori Nepa Informatika 12.00 -13.00 wita
7 Damianus Djogo Informatika 12.00 -13.00 wita

 

Informasi Tambahan :

  1. Untuk tes tertulis semua pelamar yang datang wajib membuat tulisan dengan pilihan tema berikut ini :
  • Debet Mata Air semakin Menurun
  • Rawan Pangan
  • Mengapa Perluh Membuat terasering
  • Pertanian Organik
  • Pangan Lokal
  • Rawan Longsor/bencana Alam
  • Tindakan Mitigasi
  • Pemberantasan hama dan Penyakit alami
  • Upaya pengurangan resiko bencana
  • Mengatasi Lahan Kritis
  • Pemanasan Global
  • Pengembangan Usaha bersama Simpan Pinjam
  1. Durasi waktu wawancara dan tes penyuluhan masing –masing 6 menit
  2. Tulisan itu wajib dibawah disaat tes Wawancara dengan durasi waktu sesuai dengan jadwal yang telah diberikan.
  3. Tes ini dibagi berdasarkan waktu yang telah diberikan dengan timnya masing-masing.
  4. Berpakayan rapih

Daftar Nama yang Lulus Seleksi Administrasi Calon Staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022 Read More »

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022

HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CALON STAF YAYASAN TANANUA FLORES TAHUN 2022

Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan terhadap kesesuaian antara dokumen yang diunggah maupun yang di antar oleh pelamar ke kantor yayasan Tananua Flores sejak tanggal 13-22 mei 2022 dengan persyaratan yang telah ditentukan, dengan ini kami umumkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pelamar yang namanya tercantum dalam Lampiran Pengumuman ini, dinyatakan LULUS seleksi administrasi;
  2. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi sebagaimana dimaksud pada Poin 1, berhak mengikuti tahapan tes selanjutnya, yaitu tes wawancara
  3. Jadwal pelaksanaan tes wawancara sebagaimana dimaksud dapat dilihat dilampiran berikut ini : Yayasan Tananua Flores seleksi 2022
  4. Pelamar yang namanya tidak tercantum dalam Lampiran Pengumuman ini, dinyatakan TIDAK LOLOS seleksi administrasi. Dan keterangan alasan belum terimah sesuai dengan Kebutuhan kerja di Yayasan Tananua dapat dilihat melalui laman /Link berikut Ini :  https://www.tananuaflores.id/p/keterangan-belum-di-terimah-sesuai.html
  5. Lain-lain
    1. Setiap informasi yang terkait dengan seleksi staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022 akan diumumkan secara resmi melalui situs www.tananua.org. Peserta yang mengikuti tes diharapkan mengikuti dan memantau seluruh perkembangan pelaksanaan seleksi melalui situs tersebut;
    2. Tempat test langsung di Kantor Yayasan Tananua Flores mulai jam 09.00 wita selanjutnya Lihat jadwal.
    3. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman ini menjadi tanggung jawab peserta;
    4. Dalam seluruh tahapan pelaksanaan Tes calon Staf Tananua tahun 2022 tidak dipungut biaya;
    5. Kelulusan Peserta adalah prestasi dan hasil kerja peserta itu sendiri. Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, baik dari staf Tananua atau dari pihak lain, maka hal tersebut adalah tindakan yang tidak terpuji kepada peserta, keluarga maupun pihak lain, dilarang memberi sesuatu dalam bentuk apapun sesuai dengan prinsip Tananua dan
    6. Keputusan Direktur Yayasan Tananua Flores bersifat MUTLAK dan tidak dapat diganggu gugat.

Informasi Tambahan :

  1. Untuk tes tertulis semua pelamar yang datang wajib membuat tulisan dengan pilihan tema berikut ini :
  • Tindakan Mitigasi
  • Pemberantasan hama dan Penyakit alami
  • Upaya pengurangan resiko bencana
  • Mengatasi Lahan Kritis
  • Pemanasan Global
  • Pengembangan Usaha bersama Simpan Pinjam
  • Debet Mata Air semakin Menurun
  • Rawan Pangan
  • Mengapa Perluh Membuat terasering
  • Pertanian Organik
  • Pangan Lokal
  • Rawan Longsor/bencana Alam
  1. Durasi waktu wawancara dan tes penyuluhan masing –masing 6 menit
  2. Tulisan itu wajib dibawah disaat tes Wawancara dengan durasi waktu sesuai dengan jadwal yang telah diberikan.
  3. Tes ini dibagi berdasarkan waktu yang telah diberikan dengan timnya masing-masing.
  4. Berpakayan rapih

Dikeluarkan di Ende

Pada tanggal 24 Mei 2022

 

Yayasan Tananua Flores

Bernadus Sambut

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022 Read More »

Translate »