Puskesmas Ndori Gelar Pemeriksaan Gratis dan Masal untuk Masyarakat Ndori

Dokter sedang Memberikan Penyuluhan kepada Masyarakat(15/08/24)

Ende, Ndori- 15 Agustus 2024, Kado dari HUT RI ke 79 Yayasan Tananua Flores yang bekerja sama dengan Puskesmas Ndori Gelar Pemeriksaan kesehatan Gratis untuk masyarakat ndori.

Kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis ini ditujukan kepada masyarakat pesisir Ndori yang sebagian besar adalah nelayan. Salah satu tujuan dari kegiatan ini untuk mendeteksi dan mencegah sedini mungkin terkait penyakit rakyat dan juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya polah hidup sehat.

Pemeriksaan dan pengobatan tersebut diselenggarakan di Desa Maubasa tepatnya pasar lama Basa Ulu(15/8)

Masyarakat berdatangan dan sangat atusias terhadap kegiatan tersebut sangat tinggi sehingga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berkesempatan untuk mendapatkan Pelayanan pemeriksaan dan pengobatan itu.

Pemerikasaan itu dimulai pukul 09.00 wita sampai dengan 15,00 wita dengan Tim medis yang diturunkan langsung dari Puskesmas Ndori.

Dokter Bernadina Ivoni Bada, yang menangani pelayanan pemeriksaan itu mengungkapkan bahwa sebagian besar penyakit masyarakat yang mengidap yakni darah tinggi, kolestero, diabetes. Selain itu, kebanyak penyakit karena kerja berat yang tidak teratur.

Dokter sedang Periksa Pasien

Dengan melihat kondisi itu dr. Bernadina menyarankan Warga masyarakat Ndori harus melakukan pengontrolan secara terus menerus agar perlahan penyakit tersebut bisa dicagah.

“ saya menyarankan sebaiknya harus kontrol ke puskesmas secara rutin jika merasakan gejala agar bisa dicegah sedini mungkin, katanya.

Menurutnya penyakit yang mengidap ini belum membahayakan jika proses penangannya yang terus menerus dilakukan, dan masyarakat sebenarnya harus memilih puskesmas menjadi tempat pemeriksaan dan pengobatan biar mendapatkan pelayanan yang serius, tidak harus ada kegiatan seperti ini baru datang.

Lanjut Dokter proses pelayanan pemeriksaan dan pengobatan ini harus

terus berlanjut dimana sebelum melakukan pemeriksaan dari Tim Medis akan melakukan Penyuluhan kepada warga terkait dengan pola hidup yang sehat.

“ kita menyarankan kegiatan seperti ini harus terus berlanjut dan kita siap mendukung untuk melakukan pemeriksaan, dan kalau saya lihat warga/ masyarakat mau mengikuti pemeriksaan jika dilakukan seperti ini secara terbuka, mereka bisa mulai saling mengajak terhadap sesama warga yang lain,”ungkap Dokter

Sementara itu Ahmad Kanggo warga desa Maubasa Barat yang mendapatkan pelayan pemeriksaan itu sangat bersyukur dan berterimah kasih kepada petugas Puskesmas Ndori karena turun langsung menemui masyarakat dan memberikan pelayanan.

“Kami sangat bersyukur, karna mereka mau turun langsung menemui kami, kami berterimah kasih kepada petugas kesehatan karena sudah melakukan pengobatan terhadap kami”, Ucap bapak ahmad dengan penuh gembira.

Sambung Dia, “kami mendapatkan pengobatan, kami juga di periksa mata, Tensi darah, timbang berat badan,Tes kolesterol dan gula”,katanya.

Bapak Ahamad selain berterimah kasih dan memberi apresiasi kepada petugas kesehatan dan Tananua juga mengharapkan kedepan bisa terus berlanjut dan turun kebawah temui warga dan memberikan pelayanan kesehatan.

“Saya juga mengharapkan kedepan petugas kesehatan bisa dilakukan secara rutin dengan pengobatan seperti ini sehingga kami bisa mendapatkan pengarahan yang baik tentang kesehatan, dan mendapatkan pengobatan,”Harapan Ahmad.

Selain Itu koordinator Program Yayasan Tananua Flores Pius I Jodho menutukan dengan melihat antusia masyarakat sangat banyak maka dirinya berharap kedepannya kontribusi yang diberikan oleh Tananua dan Mitranya Blueventures dapat berdampak positif untuk masyarakat Ndori.

Pius menjelaskan Masyarakat Ndori kali ini partisipasinya sangat tinggi dan ini merupakan salah satu nilai sangat postif untuk tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang berfokus dalam memberikan kontribusi positif sebagai mitra pemerintah dan agent of development.

Sambung Dia Seluruh isu kesehatan dalam SDGs diintegrasikan dengan satu tujuan yakni tujuan yang menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat di segala usia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masayarakat dapat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, baik upaya promotif, preventif , deteksi dini, pengobatan, hingga rehabilitatif tanpa terkendala masalah biaya.

Oleh : Jfm

Puskesmas Ndori Gelar Pemeriksaan Gratis dan Masal untuk Masyarakat Ndori Read More »

Pengumuman Kelulusan Tes Wawancara Staf Baru Tananua Flores periode Agustus 2024

Pengumuman disampaikan kepada pelamar yang lulus Tes Wawancara menjadi Staf Baru di Yayasan Tananua Flores tahun 2024. Bersama ini kami sampaikan bahwa berdasarkan hasil seleksi dan Tes Wawancara dalam Perekrutan staf Yayasan Tananua Flores Periode Agustus 2024 diumumkan bahwa Peserta yang Lulus Seleksi dan diterima saat ini adalah

  1. Wenslaus Jando Wawo
  2. Tarsisius Edi Woda,Sp
  3. Yohanes Karol Mbia Wea
  4. Tomas Gebo
  5. Maria Sisilia Virginia Wawo

Untuk Ke lima Peserta ini diharapkan dapat datang ke kantor pada hari Rabu 21 Agustus 2024. Pukul 08.00 WITA.

Sementara untuk peserta lain yang masuk nominasi 10 besar akan dipanggil sesuai dengan kebutuhan di Yayasan Tananua Flores pada waktu mendatang.

Panitia seleksi mengucapkan terima kasih untuk semua peserta yang telah turut ambil bagian dalam Seleksi Perekrutan Staf Yayasan Tananua Flores tahun 2024.

Demikian informasi ini atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Ttd

Direktur Yayasan Tananua Flores

 

Bernadus Sambut

Pengumuman Kelulusan Tes Wawancara Staf Baru Tananua Flores periode Agustus 2024 Read More »

Calon Staf Tananua Flores Tahun 2024 yang Lolos Seleksi Administrasi

Pengumuman Kelulusan  seleksi Administrasi 

Berdasarkan hasil verifikasi  administrasi yang dilakukan terhadap kesesuaian antara dokumen yang diunggah melaluai Link lamaran Online di website Tananua  yang di lamar sejak  kantor tanggal 22 juni -1 agustus 2024 dengan persyaratan yang telah ditentukan, dengan ini kami umumkan hal-hal sebagai berikut:
  1. Pelamar yang namanya tercantum   dalam Pengumuman ini, dinyatakan LULUS seleksi administrasi;
  2. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi sebagaimana dimaksud pada Poin 1, berhak mengikuti tahapan tes selanjutnya, yaitu tes wawancara serta Praktek
  3. Jadwal pelaksanaan tes sebagaimana dimaksud dapat dibagi dalam dua gelombang sebagai berikut :

 Gelombang 1  Tes dilaksanakan pada hari Jumat  tanggal 9 Agustus 2024 : pukul 08.00 Wita dst

Nama Lengkap Jenis Kelamin Tempat, Tgl Lahir
Eusabius Pati Lero Laki-laki Ekoae, 16 Desember 1999
Florentinus J Jou Laki-laki Nangapanda, 27 September 1998
Aprisiol Adelbertus Ndae Laki-laki Puuwona 23 April 2001
Fransiska Rosalinda Bara Perempuan Woloone 31 Agustus 2001
Stefania Meli Perempuan Nangaroro 26 Desember 1999
Tarsisius Edu Woda, SP Laki-laki Fatawaga, 04 Februari 1991
Pierre Charles Sule Laki-laki Nabe,8 September 1991
Ferdinandus Lara Laki-laki Galawea, 04 Juni 1996
Yohanes Karol Mbia Wae Laki-laki Ende, 21 Oktober 1989
    Gelombang 2 –  Tes dilaksanakan pada Senin 12 Agustus 2024, pukul 08.00 Wita Dst
Nama Lengkap Jenis Kelamin Tempat, Tgl Lahir
ALBERTUS SEO Laki-laki Kotabaru,23 Juni 1998
Maria Erminsia Delima Perempuan Wolofeo 20 juni 1999
Tomas Gebo Laki-laki Detuwira, 22 Juni 1993
Rofinus Kanisius Wangge Laki-laki Flores, 29 Juli 1993
WENSLAUS JANDO WOWA Laki-laki Kurulimbu, 28 September 1994
Maria Sisilia Virginia Wawo Perempuan Wolowaru,18/12/1998
YULIANUS SOTER PAPU REGA Laki-laki ENDE,22 JULI 1999
Maria AstyanRastad Toni Naga Perempuan Ende, 12 Mei 2000
Helena Kristiani Mbere Perempuan 1 Januari 1997
  1. Pelamar yang namanya tidak tercantum dalam Pengumuman ini, dinyatakan TIDAK LOLOS seleksi administrasi.

  2. Tempat test langsung di Kantor Yayasan Tananua Flores mulai jam 08.00 wita sesuai jadwal tesnya masing-masing

  3. Dalam seluruh tahapan pelaksanaan Tes calon Staf Tananua tahun 2024 tidak dipungut biaya;

  4. Kelulusan Peserta adalah prestasi dan hasil kerja peserta itu sendiri. Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, baik dari staf Tananua atau dari pihak lain, maka hal tersebut adalah tindakan yang tidak terpuji kepada peserta, keluarga maupun pihak lain, dilarang memberi sesuatu dalam bentuk apapun sesuai dengan prinsip Tananua

  5. Peserta tes yang namanya tercantum pada hari pertama tidak datang dianggap gugur dan kami tidak melayani untuk tes di hari berikutnya.

Demikian Pengumuman ini kami sampaikan atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terimah kasih.

Informasi Tambahan :

  1. Berpakayan Rapih
  2. Bawah dengan alat tulis Masing-masing.

Dikeluarkan di Ende

Pada tanggal 7 Agustus 2024

Panitia Seleksi

Yaysan Tananua Flores

Calon Staf Tananua Flores Tahun 2024 yang Lolos Seleksi Administrasi Read More »

Misereor/KZT-German Gelar Pelatihan Mobilizing Support untuk 9 mitra CSO Indonesia bagian Timur

Dok. Heri Se kegiatan MS 15 Juli 2024. SatunamA-Jogja

Yogyakarta, Tananua Flores| Dalam rangkap Mobilisasi dukungan dari 9 mitra CSO dari Indonesia bagian Timur  Misereor/KZT-German menyelenggarakan kegiatan pelatihan sebagai bentuk persiapan tantangan-tantangan situasi mendatang. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Yayasan SATUNAMA Yogyakarta selama 8 hari efektif, yang dimulai sejak 22 Juli 2024 sampai dengan tanggal 30 Juli 2024.

Yayasan Tananua Flores salah satu CSO mitra MISEREOR di kepulauan Flores- NTT-Indonesia yang berlokasi di Ende mengirim 2 (dua) orang staf untuk terlibat dalam pelatihan Mobilizing Support III Change the Game Academic tersebut.

Sebagai CSO local yang hadir sejak 34 tahun silam itu tetap berkomitmen dengan Isu Pemberdayaan komunitas petani/nelayan dan isu mitigasi dan adaptasi lingkungan hidup  dengan mendorong isu Konservasi Lingkungan berbasis Masyarakat.

Menurut Yayasan Tananua Flores dari hasil kerja lapangan serta mengadvokasi persoalan masyarakat Isu ini diyakini masih sangat relevan dengan sumberdaya lembaga dan kepentingan global. Misereor merupakan salah satu lembaga internasional di jerman yang memberikan dukungan utama kerja-kerja Tananua Flores.

Kegiatan Pelatihan ini menjadi titik awal sebuah perjalanan panjang oleh semua CSO untuk terus berlanjut.

Manager Program Yayasan Satunama Ariawan mengatakan Mobilizing Support adalah upaya menggerakkan berbagai pihak untuk mendukung tujuan bersama, penting bagi CSO/CBO untuk mencapai perubahan positif. Pada poin ini melibatkan pengumpulan, pengorganisasian, dan penggerakan dukungan dalam berbagai konteks, seperti sosial dan advokasi.

Dirinya, menegaskan dengan melibatkan publik, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, mobilisasi dukungan untuk memperkuat argumen dan memperluas pengaruh politik bisa mencapai perubahan yang diinginkan.

Lanjut Ariawan, Mobilisasi Dukungan juga memungkinkan pengumpulan individu atau kelompok dengan minat atau tujuan yang sama, meningkatkan visibilitas, akses ke sumber daya, dan kekuatan tawar.

Peserta CSO yang terlibat dalam kegiatan pelatihan itu terdiri dari Yayasan Harapa Sumba-NTT, Yayasan Sanpukat Maumere-NTT, Yayasan Cannosa Malaka-NTT, Yayasan Kita Juga Manggarai Barat-NTT, Yayasan Sehati Manggarai-NTT, Yayasan Tananua Flores-NTT, Universitas Katolik Waitabula-NTT, SKPKC-Fransiskn Papua dan Yayasan Dedikasi Tjipta Indonesia (PERMATA)-Gowa Sulawesi Selatan. Dari Sembilan (9) Mitra dari Indonesia Timur saling berbagi dan memberi spirit-kolaboratif dengan berbagai isu yang dikerjakan bersama komunitas tapak.

Koordinator bidang Pelatihan Satunama Debora Dwi mengatakan Sebagai mitra nasional Program Change the Game Academy (CtGA) di Indonesia, SATUNAMA Yogyakarta berupaya membantu meningkatkan kemampuan dan kapasitas organisasi-organisasi masyarakat sipil, organisasi komunitas berbasis masyarakat, dan kelompok swadaya dalam hal Mobilizing Support (MS). Kegiatan pelatihan ini salah satu program yang diagendakan bersama dan fokus pada meningkatkan pengetahuan, keterampilan,  sikap melalui metode pelatihan partisipatif-adaptif yang didukung oleh teknologi.

Khusus pelatihan Mobilizing support, mencakup beberapa langkah-langkah trajectory yakni: Pertama, pertemuan pengantar (Leaders Meeting) merupakan kesempatan bagi pimpinan organisasi untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada anggota tim yang akan terlibat dalam pelatihan, serta memastikan bahwa organisasi memiliki kesiapan untuk mengikuti pelatihan dengan maksimal. Pertemuan ini, pimpinan organisasi dapat membahas strategi dan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan setelah pelatihan selesai, serta memastikan bahwa seluruh anggota tim memahami tujuan dan manfaat dari pelatihan yang akan diikuti.

Kedua pelatihan tatap muka (Face to face training). Kegiatan ini dilakukan selama 8 hari kick off dari tanggal, 22-30 Juli 2024 yang berlokasi di balai pelatihan SATUNAMA-Jogjakarta, dengan tujuan memberikan pengetahuan dan skill yang dibutuhkan dalam ranah Mobilizing support. Ini merupakan pelatihan untuk membekali peserta dengan berbagai pengetahuan fundamental dan strategis serta keterampilan Mobilizing support.

Ketiga, Tindak Lanjut Coaching. Pasca pelatihan tatap muka selesai, peserta akan menjalankan aktivitas/project Mobilizing support bagi lembaganya dan akan mendapatkan coaching selama 11 bulan. Tahap ini merupakan program coaching yang bertujuan untuk membantu peserta pelatihan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan membangun sikap dan mindset (pola pikir) yang tepat pada diri peserta pelatihan.

Keempat, Graduation (Face to face) Trajectory Pelatihan Mobilizing support akan ditutup dengan pelaksanaan MS Graduation selama 2 hari yang merupakan bagian dari pembelajaran, peningkatan keterampilan dan pembangunan mindset sebagai seorang (Game Changer).

Lanjut Debora “Keseluruhan trajectory berlangsung selama 11 bulan, dimulai sejak Pertemuan Pengantar (Leaders Meeting) dilakukan. Trajectory ini dimaksudkan untuk memberikan secara penuh, tidak hanya materi pelatihan namun juga memberikan keterampilan serta membangun mindset terkait yang dapat mendukung keberlanjutan kerja-kerja organisasi CBO, CSO dan kelompok Swadaya.

Dok. Heri Se kegiatan MS 15 Juli 2024. SatunamA-Jogja

Kunjungan Lapangan Mitra SATUNAMA.

Ada hal menarik untuk menjadi pembelajaran penting dalam mengembangkan MS ini yakni belajar dari Yayasan Kebaya . Poin pentingnya adalah berkolaborasi dengan semua stakeholder yang ada disekitar komunitas, pemerintah dari level tapak sampai Nasional, Akademisi (professor dan kampus) dan juga Dokter, sehingga terus eksis sampai sekarang.

Selain itu Tantangan  yang dihadapi SANKEBAYA ada keberlanjutan lembaga dan regenerasi kepemimpinan masa depan yang militant dan memiliki pession serta keberlanjutan, sehingga system yang dikembangan sekarang lebih terbuka dan tersistematis untuk keberlanjutan lembaga.

Pada kegiatan pelatihan MS peserta diperkuat dengan Teknik-teknik membuat berita dan video sebagai model dan Bahasa advokasi untuk kampanye dan promosi kerja-kerja bersama untuk menjacapi tujuan bersama.

Pupu Perwaningsi Koordinator/Konsultan program untuk mitra Indonesia mengungkapkan bahwa Latihan MS ini terjadi didasari hasil refleksi tahunan MISEREOR yang melihat Lembaga-lembaga yang terus bergantung pada Donor dan belum memiliki kemandirian yang berkelanjutan dalam penelolaan program atau isu yang dikerjakan.

Konsultan Misereor itu mengharpakan semua dari Latihan ini bisa memberi dampak pada masing masing organisasi mitra untuk berpikir dan memulai menggerakan lokomotif sumberdaya (potensi) organisasi secara efektif.

“Saya mengharapkan kita semua dari Latihan ini bisa memberi dampak pada masing masing organisasi mitra untuk berpikir dan memulai menggerakan lokomotif sumberdaya (potensi) organisasi secara efektif,Mabilizing support akan kelihatan jika kita bekerja sungguh-sungguh secara secara kolaboratif”, Ungkapnya.

Oleh : Heri Se

Misereor/KZT-German Gelar Pelatihan Mobilizing Support untuk 9 mitra CSO Indonesia bagian Timur Read More »

Kapasitas Pendamping Desa Ditingkatkan, Mendukung Kemajuan Kelompok Usaha Tani di Desa

Ende, Tananua Flores | Yayasan Tananua Flores Ende dalam mendukung kelompok usaha Tani di Desa kapasitas pendamping terus ditingkatkan. Langkah dan Kegiatan ini terus dilakukan oleh Tananua agar kemajuan kelompok Tani di desa dampingan dapat terwujud.

Sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan yakni melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan kapasitas Pendamping dengan memberikan materi latihan untuk kemajuan kelompok Tani. Kegiatan pelatihan ini di selenggarakan pada (28/6) di café Myau-Myau jalan Eltari Ende beberapa waktu yang lalu.

Heribertus Se, sebagai maneger program dalam pengantarnya menegaskan bahwa pentingnya peningkatan kapasitas staf agar proses pendampingan terhadap petani, nelayan dan kelompok usaha dapat dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan prinsip kekhasan yang ada pada petani.

Lebih lanjut Heri Se, mengharapkan agar materi yang disajikan dan metode palatihan sesuai dengan kondisi khusus yang terjadi pada petani, nelayan  dan kelompok usaha yang ada saat ini.

Ia menjelaskan, dari refleksi ditemukan bahwa kondisi masyarakat pedesaan berada dalam situasi yang rentan atau miskin dan ditingkat staf adanya kesenjangan kapasitas antar staf sehingga hasil program yang dicapai juga tidak memadai.

Manager Program itu mengungkapkan, perlu dilakukan bedah bersama dalam kelompok dan forum diskusi tentang masyarakat pedesaan yang rentan atau miskin dengan beberapa pertanyaan; Mengapa dan apa penyebabnya?

“ kita perlu melakukan beda bersama dalam kelompok dan forum diskusi agar bisa mengetahui penyebab dan apa rekomendasi yang perluh dilakukan”, Ungkapnya.

Sementara itu, Hironimus Pala selaku Fasilitator dari kegiatan itu mengatakan bahwa dalam pelatihan ini proses yang akan dilalui dengn pendekatan orang dewasa dan yang menjadi narasumber utama adalah peserta.

Senior Tananua itu menjelaskan Perluh dipahami kondisi saat ini agar menjadi Landasan berpikir untuk Staf dalam melakukan Pendampingan.

Menurut Hironimus fenomena dasar yang dialami oleh masyarakat desa saat ini, dari berbagai diskusi yang ditemukan sekurang-kurangnya tiga faktor utama penyebab terjadinya kemiskinan diantaranya, faktor internal (men-talitas petani), faktor eksternal  (pengaruh dari luar) dan faktor alam (bencana dan wabah penyakit). Tiga alasan tersebut saat ini sedang menjerat umat manusia rentan terutama petani dan nelayan pedesaan termasuk  desa-desa wilayah dampingan Tananua Flores.

Upaya  membangun mengetas kemiskinan, perubahan iklim, kebencanaan melalui upaya penataan pangan, perkonomian, kehidupan social, lingkungan hidup diwilayah komunitas petani dan nelayan melalui pemberdayaan kelompok tani dan kelompok nelayan rupakan misi dari pendampingan Yayasan Tananua Flores dilakukan 5 tahun belakangan.

“ kemiskina masyarakat pedesaan disebakan oleh berbagai factor antara lain: Tidak memiliki lahan, SDM rendah, Hidup tanpa mimpi atau cita-cita, Budaya (wurumana), Terlilit hutang, gali lobang tutup lobang, Tergoda pinjaman harian (ofline maupun online), Ijon, judi (ofline dan online), Pola hidup konsumtif dan boros,”

Lanjut dia “masyarakat kita Tak ada Tabungan untuk masa depan, Pengelolaan keuangan yang belum bagus, dampak bantuan uang maupun barang cuma-cuma dari pihak luar, SDM mengelolah keuangan terbatas,Sumber daya alam terbatas, Daya kerja yang rendah (malas), Bermental Bos, bergaya seperti orang kaya dan instant, Pola Hidup ikut selera, gagal panen”, Ungkap dia.

Dari Laporan Hasil evaluasi Yayasan Tananua Flores ditemukan didesa-desa dampingan Yayasan Tananua Flores ada kelompok yang mulai melakukan arisan kelompok, usaha simpan pinjam dan yang usaha lainnya. Kendala teknis yang terjadi ditingkat kelompok adalah bagaimana membukukan dan mempertanggung-jawabkan keuangan secara baik, hal ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan usaha kelompok. Untuk itu sebagai langkah awal dimulai dengan pembukuan UBSP, sehingga menjadi model belajar dilihat dari praktek yang sudah dilakukan oleh kelompok Iwatolo desa Rutujeja dan kelompok Satojoto desa Kebirangga Selatan.

Sementara itu dalam materi teknik pembukuan keuangan kelompok dan UBSP, Halimah Tu’sadyah mengungkapkan bahwa pentingnya pembukuan keuangan bagi UBSP, karena ini merupakan nadi dalam UBSP, kalau salah kelolah UBSP bisa mati atau tutup atau juga bubar. Maka pembukuan merupakan bagian  penting dalam mengatur tentang  keuangan usaha kelompok termasuk UBSP. Salah satu alasannya adalah uang merupahkan hal sensitive yang berpotensi untuk memajukan dan juga memporak-porandakan kesatuan kelompok jika tidak dikelola dengan penuh tanggung jawab.

Ia menuturkan agar pembukuan keuangan dapat berjalan baik dalam usaha bersama maka pengurus dan bagian pengelolah Keuangan usaha kelompok wajib pahan dan pengelolah keuangan wajib bisa mengopersikan pembukuan keuanganm usaha kelompok secara transparan, efisisen dan efektif sehingga mampu mengelola  dan  mempertanggungjawabkan keuangan secara baik. Karena itu latihan ini sebagai salah satu teknik dasar yang wajib dilakukan oleh staf dalam mendampingi kelompok tani yang mengembangkan usaha bersama baik itu usaha simpan pinjam ataupun usaha lainnya . ’’tutupnya’’.

Ditulis : Ansel

Editor : HP&HT

 

Kapasitas Pendamping Desa Ditingkatkan, Mendukung Kemajuan Kelompok Usaha Tani di Desa Read More »

Translate »