Bergumul Bersama Masyarakat: Membangun Penghidupan Berkelanjutan

Karya Yayasan Tananua Flores dalam Pendampingan dengan Masyarakat

Buku ini Menyajikan kerja-kerja pendampingan Yayasan Tananua bersama masyarakat di desa-desa dengan mendorong Program Penghidupan berkelanjutan. Kisah-kisah yang tertuang dalam buku ini adalah kisah tentang Pendampingan Tananua bersama masyarakat, baik yang berhasil dijalankan maupun yang belum berhasil. Ada suka dan duka yang tertulis dalam buku ini, yaitu bagaimana menjalani hidup bersama petani di desa-desa dengan memulai dari apa yang mereka bisa. Kisah dalam buku ini menjadi pegangan dan spirit buat pendamping-pendamping Tananua jika berada bersama masyarakat di desa-desa. Buat pendampingan Tananua dan Masyarakat di luar sana jika ingin mengenal tananua dan siapa yang berkenang didalam kerja pendampingan Tananua, buku ini menjadi sebuah historis menjadi media pembelajaran. terimah kasih

Bergumul Bersama Masyarakat: Membangun Penghidupan Berkelanjutan Read More »

Menggagas  Gerak Pagi  Kelompok Tani Lodolata Group Desa Detumbewa; Optimaliasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan

Pengembangan tanaman  pekarangan dapat dijadikan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. Lahan pekarangan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan keluarga.  Riset menunjukkan bahwa lahan pekarangan rumah dapat menyumbangkan pendapatan keluarga sekitar 7- 45 %.

Tanaman yang dikembangkan disekitar rumah dikembangkan sesuai dengan potensi pekarangan. Dengan demikian Penggunaan lahan pekarangan sejatinya melihat nilai guna, kebutuhan keluarga dan potensi pasar.

Tanaman yang dikembangkan di pekarangan menjadi sumber oksigen. Lahan yang tersedia dipekarangan menjadi wahana kegiatan cinta lingkungan bagi keluarga. Penataan tanaman di sekitar rumah menjadi bagian dari estetika rumah.

Marselina Gaa (kedua dari kanan, berbaju hijau) bersama Kelompok Tani Lodolata Group melakukan aktivitas gerak pagi. Foto MG 24/1/2023

Menggagas Gerak Pagi, Kelompok Tani Lodolata Group

Salah satu kerja Yayasan Tananua Flores (YTNF) adalah mendampingi masyarakat pedesaan untuk mengembangkan lahan pekarangan. Pendampingan petani di desa dilakukan bersama kelompok-kelompok tani. Kelompok Tani Lodolata Group bersama Staf  Lapangan YTNF Desa Detumbewa, Marselina Gaa bersama para kepala dusun menggagas aktivitas pengembangan lahan pekarangan. Kegiatan ini diberi nama gerak pagi. Gerak Pagi ini menjadi kegiatan kelompok tani selama satu jam dipagi hari.

Staf yang telah berkarya di YTNF sejak  1998 ini melihat hal ini menjadi moment berharga dalam mendampingi petani untuk mengembangkan tanaman di area pekarangan.  Sejak menjadi staf  Tananua Ibu Selly telah bertugas di Koperasi Kebekolo, Desa Taniwoda, Desa Wolondopo, Desa Lise Lowobora, Desa Nua Lise, Desa Tanalangi, Desa Kereselo, Desa Mukusaki, dan Desa Detuwulu.

Gerak pagi ini dilakukan oleh Kelompok Tani Lodolata Group sebanyak 13 orang. Kegiatan gerak pagi ini dilakukan selama 10 hari untuk 10 areal pekarangan  di Dusun Batebo, Kampung Nuabaru, Desa Detumbewa.  Kelompok Tani ini menyepakati iuran sebesar 10 ribu rupiah untuk pengadaan benih sayur.

Kelompok Tani merupakan kumpulan petani/peternak/pekebun yang memiliki kesamaan kondisi lingkungan dari segi sosial, ekonomi dan sumber daya. Kelompok Tani yang terbentuk memiliki kesamaan kepentingan dan akrab dalam mengembangkan usaha anggotanya. Manajemen Kelompok Tani terdiri dari Planning (perencanaan), Organizing (organisasi), Actuating (pelaksanaan) dan Evaluation (Evaluasi).

Kelompok Tani Lodolata Group Desa Detumbewa, Kecamatan Detukeli, Ende mengolah lahan pekarangan. Foto: MG 2/1/2023

Keberadaan Kelompok Tani menjadi forum belajar berorganisasi dan berusaha tani. Terbentuknya kelompok tani menjadi wahana kerja sama antara petani. Selain itu kelompok tani dapat dijadikan sebagai unit produksi usaha tani. Kelompok Tani dapat memberikan umpan balik tentang kinerja suatu teknologi pertanian.

Potensi Lahan Pekarangan

Sebagai sumber pangan hal yang dapat dikembangkan adalah tanaman holtikultura seperti sayur-sayuran, umbi-umbian dan kacang-kacangan. Selain itu sebagai pelengkap dapat dibudidayakan ternak dan ikan. Ternak yang dikembangkan dapat berupa unggas hias, unggas petelur dan unggas daging (ayam,bebek, dan itik). Ikan yang dapat dipelihara seperti ikan hias, dan ikan untuk produksi daging (lele dan mujair).

Potensi pekarangan amat baik untuk dapat dijadikan sebagai lahan untuk menanam tanaman buah, bumbu, dan tanaman obat. Lahan pekarangan menjadi warung, apotek, lumbung, dan bank. Pengembangan lahan pekarangan untuk konservasi dengan memerhatikan keanekaragaman hayati dapat mendukung agroekology dan pertanian yang berkelanjutan.

Meskipun demikian pemanfaatan lahan pekarangan kurang menjadi perhatian keluarga. Hal ini karena kurangnya pengetahuan dan minimnya pelatihan teknis budidaya tanaman pada lingkungan berskala kecil.

Dalam mengembangkan tanaman pekarangan ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan antara lain: pengolahan tanah, penentuan jenis tanaman, proses pemeliharaan tanaman, dan penyiraman secara kontinyu.

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan mencangkul dan membersihkannya dari tanaman liar. Sedapat mungkin dalam pengolahan tanah menggunakan bahan organik tanpa menggunakan bahan kimia. Selain itu dapat petani dapat pula memanfaatkan media tanam dengan komposisi kompos, tanah dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1.

Ketiga bahan ini kemudian dicampur lalu dimasukan ke dalam pot, polybag, atau limbah plasik (gelas dan botol). Media tanam yang telah disiapkan dibiarkan selama seminggu sebelum ditanami aneka tanaman. Kriteria tanah yang baik adalah memiliki PH yang netral, mendapatkan bahan organik yang cukup dan memiliki ketersediaan hara yang optimal.

Tanaman yang dipilih untuk ditanam di sekitar pekarangan rumah dapat bermanfaat untuk keperluan rumah tangga. Pengembangan tanaman untuk obat dan kesehatan baik untuk kelangsungan hidup keluarga. Tanaman obat khas Indonesia antara lain: sembung, saga, tapak dara, mahkota dewa, brotowali, sambiloto, temu-temuan, mengkudu, mangkokan dan meniran.

Selain itu untuk tanaman yang dimanfaatkan untuk memenuhi keperluan dapur seperti: cabe, tomat, sayuran, bayam, kangkung, mentimun, kacang panjang, umbi-umbian dan terung. Sebagai pelengkap gizi keluarga pekarangan dapat ditumbuhi papaya, pisang, dan jeruk. Demi tujuan estetika dapat ditata aneka tanaman hias yang menarik.

Optimalisasi Lahan Pekarangan

Penentuan tata letak tanaman disesuaikan dengan habitat hidupnya. Pancaran sinar matahari yang cukup akan membantu proses fotosintesis tanaman.  Untuk itu di bagian timur pekarangan dapat ditanami jenis tanaman yang berukuran kecil dan tanaman yang berukuran besar di sebelah barat. Hal ini dilakukan agar tanaman yang berukuran besar tidak menutupi sinar matahari. Tambahan pula populasi tanaman dan jarak antar tanaman akan memengaruhi pemanfaatan air dan unsur hara.

Pemeliharaan tanaman dikerjakan secara teratur dilakukan dengan melakukan penyiangan untuk tujuan kebersihan, keindahan dan mencegah perolehan kompetisi nutrisi tanaman. Sisa tumbuhan liar yang dibersihkan dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau pupuk kompos dengan cara dikuburkan ke dalam tanah.

Lahan Pekarangan Kelompok Tani Lodolata Group diolah secara organik menggunakan daun gamal. Foto MG 23/1/2023

Pada tanaman muda dan baru tumbuh penyiraman dilakukan secara berkelanjutan sesuai dengan kondisi lahan pekarangan. Tambahan pula penting untuk menanam beberapa jenis bunga untuk membantu penyerbukan secara organik oleh lebah. Sebab proses perkembangan tanaman tergantung pada sifat alam.

Tingkat kesuburan dan kelembapan tanah dapat terjaga dengan memanfaatkan kompos dan mulsa nabati seperti dari campuran daun, potongan rumput, kulit telur dan bubuk kopi. Posisi tanaman dengan arah angin yang sesuai untuk pertahanan tanaman. Tanaman yang dikelilingi oleh pagar akan terasa lebih aman dari gangguan angin dan hama. Sementara itu untuk sayuran membutuhkan tanaman pendamping jenis sayuran lainnya untuk mencegah serangga, meminimalisir penyakit dan meningkatkan rasa sayuran.

Pembuatan bedengan akan memperpanjang musim tanam secara signifikan. Namun dalam proses pembuatan hindari penggunaan kayu yang dirawat dengan bahan kimia. Jika area perkebunannya terbatas dapat diterapkan teknik berkebun vertikal untuk meningkatkan sirkulasi dan mencegah jamur. Oleh karena itu pengolahan lahan yang optimal akan menciptakan keberlanjutan pemanfaatan lahan pekarangan. (ed.EWB)

Sumber:

Data Laporan Marselina Gaa Staf  YTNF

Solihin, Eso.,dkk.(2018). Pemanfaatan Pekarangan Rumah Untuk Budidaya Sayuran Sebagai Penyedia Gizi Sehat Keluarga. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Ekawati, Rina, dkk. (2021). Optimalisasi Lahan Pekarangan dengan Budidaya Tanaman Sayuran sebagai salah Satu Alternatif dalam Mencapai Strategi Kemandirian Pangan. PRIMA: Journal of Community Empowering and Services. Universitas Negeri Solo

Cybex.pertanian.go.id

 

Menggagas  Gerak Pagi  Kelompok Tani Lodolata Group Desa Detumbewa; Optimaliasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Read More »

Perda Penyelenggaraan Pangan Ditetapkan, Tananua Flores Memberikan Apresiasi kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Ende.

Ende, Tananua Flores |  Rancangan Peraturan Daerah terkait dengan penyelenggaraan Pangan di kabupaten Ende  berhasil ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah ( DPRD)kabupaten Ende, pada  sidang paripurna jumat (16/12/2022) sore. 

Rancangan peraturan Daerah penyelenggaraan Pangan tersebut adalah buah hasil kerja sama antara DPRD Ende dan Pemerintah kabupaten Ende dalam melindungi  kearifan budaya lokal dan perlindungan terhadap pangan lokal. 

Penetapan Peraturan tersebut mengundang banyak apresiasi  dari masyarakat petani dan nelayan di desa-desa atas sebuah kerja keras. 

Hironimus Pala, Ketua pengurus Yayasan Tananua Flores juga memberikan apresiasi kepada pemerintah dan DPRD Ende atas penetapan peraturan penyelenggaraan pangan dan peraturan pengelolaan keuangan daerah. 

“ kami secara lembaga dan juga dari desa-desa dampingan Kami, memberikan apresiasi kepada DPRD Ende atas penetapan peraturan tersebut”, ujarnya. 

Hironimus menjelaskan bahwa Perda penyelenggaraan pangan adalah peraturan yang dapat melindungi persoalan pangan yang ada pada petani dan nelayan. 

“ Petani dan nelayan mendorong peraturan yang melindungi pangan ini sudah lama, maka dengan penetapan sebuah peraturan ini, kami sangat berterima kasih dan apresiasi penuh kepada pengambil kebijakan di daerah ini ”, katannya. 

Harapannya bahwa dengan perda ini, pangan petani dan nelayan sudah bisa dilindungi dan dilestarikan, dan kepada pemerintah melalui bupati bisa membuat aturan turunannya*** 

 

Perda Penyelenggaraan Pangan Ditetapkan, Tananua Flores Memberikan Apresiasi kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Ende. Read More »

Pengumuman Pelamar Yang Lulus Seleksi Periode Oktober 2022

Pengumuman disampaikan kepada peserta seleksi penerimaan Staf Baru di Yayasan Tananua Flores. Bersama ini kami sampaikan bahwa

Berdasarkan hasil seleksi dalam Perekrutan staf Yayasan Tananua Flores Periode Oktober 2022 diumumkan bahwa Peserta yang Lulus Seleksi dan diterima saat ini adalah

  1. Nikolaus Oktavianus Pega
  2. Wilhelmus Janggo

Untuk Kedua Peserta ini diharapkan dapat datang ke kantor pada hari Kamis 3 November 2022. Pukul 08.00 WITA.

Sementara nama-nama berikut menjadi prioritas apabila ada kebutuhan staf di Yayasan Tananua Flores di waktu mendatang. Nama-nama tersebut antara lain:

  1. Paskalis Malabi Uju Jati
  2. Fransiska Angela
  3. Maxisius P A Sando
  4. Grasela Ayu Reginal Kendo
  5. Fatria Ika Ndati Rhengi
  6. Kornelius Kelinganggo

Panitia seleksi mengucapkan terima kasih untuk semua peserta yang telah turut ambil bagian dalam Seleksi Perekrutan Staf Yayasan Tananua Flores.

Demikian informasi ini atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

 

Ttd

Direktur

 

Bernadus Sambut

Pengumuman Pelamar Yang Lulus Seleksi Periode Oktober 2022 Read More »

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Pelamar Yayasan Tananua Flores

Salam Sehat

Terimakasih Sudah Melamar di Yayasan Tananua Flores

Bapak/Ibu Saudara/I yang namanya tertera di bawah ini dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Yang telah lolos Seleksi Administrasi diharapkan untuk mengikuti Tes Lanjutan pada

Hari/Tanggal: Senin, 31 Oktober 2022

Waktu : Jam 08.00 WITA

Tempat : Kantor Yayasan Tananua Flores, Lorong Bita Beach Ende

1 Adrianus Dwi Haryanto
2 Adventus Dakosta Waso
3 Fatria Ika Ndati Rhengi
4 Fransiska Angela
5 Grasela Ayu Reginal Kendo
6 Kornelius Kelinganggo
7 Maksimus Dionisius Mari
8 Maria Yosefa L.B.Koban
9 Marianus Wora Djoka
10 Maxisius P.A.Sando
11 Nikolaus Oktavianus Pega
12 Oferianus Ratu
13 Oktaviana Itu
14 Ompilus Arsensius Nagu
15 Paskalis Malabi Uju Jati
16 Rofinus Renge
17 Saferius Ngera
18 Silvester Agustinus Hubu
19 Sutrisman Mustafa
20 Theresia Wondo
21 Wilhelmus Janggo
22 Yohanes Antonius Jevote
23 Yohanes Nelson Kapa
24 Yuniati Weti

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Pelamar Yayasan Tananua Flores Read More »

Translate »