Menikmati Pangan Lokal, Merawat Kehidupan; Lokamini Pangan Lokal Desa Rutujeja

Ende, Tananua Flores| Pangan adalah jati diri kita, siapa yang menguasai pangan dan benih dia menguasai kehidupan. Pangan adalah jati diri manusia. Badan Pangan Dunia (FAO/Food and Agriculture Organization) menggarisbawahi bahwa pangan lokal merupakan pangan yang diproduksi, dipasarkan, dan dikonsumsi oleh masyarakat setempat sesuai dengan potensi dan kearifannya.

Dalam kegiatan Lokamini yang terjadi di Desa Rutujeja Rabu, 20/07/2022, Hironimus Pala, Ketua Yayasan Tananua Flores (YTNF) menjelaskan bahwa Pangan Lokal merupakan inti dari kehidupan seorang petani. Ka eo kita tedo, tedo apa eo kita ka. Kita mengonsumsi makanan yang kita usahakan atau yang kita kerjakan.

Pangan Lokal Desa Rutujeja Nggoli (Kacang merah). Foto: EW|20/07/2022

Makanan pokok lokal seperti Are (Padi), Jawa (Jagung), Wete (Jewawut), Lolo (Sorgum), Pega (Serealia), Ndelo (Umbi Ganyo), Ura (Kacang-kacangan), Mbape (Jali) begitu melimpah di daerah Rutujeja. Masyarakat dapat mengonsumsi pangan lokal ini karena memiliki kandungan yang bergizi.

Peserta Lokamini Pangan Lokal ini berjumlah 22 orang masyarakat rutujeja yang meliputi Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Pengurus Kelompok Tani, Guru Sekolah Dasar, Murid Sekolah Dasar, dan Staf Pemerintahan Desa. Dalam kegiatan lokamini ini para peserta aktif menyebutkan dan memberikan penjelasan terkait keberagaman pangan lokal di Rutujeja.

Pangan Lokal Desa Rutujeja Lolo Mera (Sorgum Merah). Foto: EW|20/07/2022

Kesempatan ini hendak mengklarifikasi hasil penelitian tentang keberagaman pangan yang ada di Rutujeja. Dalam presentasinya Ketua YTNF memaparkan hasil temuan mengenai jenis pangan, dan hasil olahan pangan lokal. Selain itu beliau juga membahas tentang pengaruh keberadaan pangan industri bagi kesehatan. Pembicara juga menjelaskan tentang peran Lembaga Adat, Lembaga Agama, Pemerintah Desa dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan konsumsi pangan lokal.

Kegiatan yang berlangsung di kantor Desa Rutujeja ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa. Stefanus Benyamin Dadi, sebagai Kaur Perencanaan, mewakili Kepala Desa menyambut baik acara ini. Beliau mengharapkan agar masyarakat tetap menanam, menjaga, serta mengonsumsi makanan lokal ini.  Makanan lokal adalah makanan yang sehat dan bergizi.

Hironimus Pala, Ketua YTNF memaparkan materi Lokamini Pangan Lokal.

Foto: EW|20/07/2022

Pertemuan ini menyepakati perihal menjaga keberagaman pangan lokal yang ada di Desa. Besar harapan bahwa acara lokamini ini menjadi motor penggerak dalam pembuatan Peraturan Desa tantang pangan lokal. Desa Rutujeja dapat terlibat dalam acara festival pangan lokal yang akan diselenggarakan pada waktu yang akan datang.

Desa Rutujeja memiliki potensi untuk memberdayakan pangan pokok lokal. Supu Bugu Kema Mbale. Bekerja dengan keseriusan akan memberikan pertumbuhan dan kesuburan. Apa yang diusahakan dapat menghasilkan kehidupan.Tedo Tembu, Wesa Wela, Peni Nge, Wesi Nuwa. Sehingga dengan demikian setiap kerja dan usaha dapat mencapai kesejahteraan. Mera Tebo Keta, Ndi Lo Ngga. Petuah-petuah sahaja ini menjadi doa dan harapan dalam setiap usaha untuk mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan.

Arnoldus Mage, Staf Lapangan YTNF di Desa Rutujeja mendata keberagaman pangan lokal.

Foto:EW|20/07/2022

Sebagai rencana tindak lanjut masyarakat dapat mengonsumsi pangan lokal sambil menciptakan produk khas untuk dapat dipasarkan baik secara langsung maupun secara online. Pangan Lokal memiliki nilai kearifan dan nilai ekonomis jika terus dirawat dan dijaga.

Desa Rutujeja berada di Kecamatan Lepembusu Kelisoke. Jarak Desa Rutujeja dari Kota Kabupaten Ende sekitar 64 Km, dan jarak dari Kota Kecamatan sekitar 19 Km. Luas Desa Rutujeja 8.05 Km2 dan berada sekitar 1000 MDpl.

 

 

Menikmati Pangan Lokal, Merawat Kehidupan; Lokamini Pangan Lokal Desa Rutujeja Read More »

Para Ibu Desa Detumbewa menghidangkan hasil olahan pangan lokal. Maria Elsin paling kiri tampak depan. Foto:EK

Pejuang Pangan Perempuan untuk Gizi Seimbang Anak-anak Detumbewa

Ende, Tananua Flores| Catatan sejarah Ende Lio mengisahkan dengan jelas perjuangan Pahlawan Marilonga. Marilonga berasal dari Detukeli, Desa Watunggere. Kisah historis itu nampak jelas dalam Benteng Marilonga, suatu benteng pertahanan melawan bangsa Belanda. Narasi heroik untuk merebut kemerdekaan tampak dalam puing-puing benteng dalam rupa tumpukan batu.

Kini ada kisah perjuangan dari satu desa di Detukeli, Desa Detumbewa dalam membebaskan masyarakat dari masalah kekurangan gizi. Dari Desa Detumbewa hadir sosok seorang pejuang pangan yang dengan tekun dan setia berkarya memenuhi kebutuhan gizi anak.  Dialah Maria Elsin (24) seorang perempuan di Dusun Serofai, Desa Detumbewa  yang penuh semangat bertekad untuk mengentaskan masalah kekurangan gizi di desanya. Ibu dari Aprilio (5) ini Sehari-hari ia bekerja sebagai ibu rumah tangga. Di sela kesibukannya, ia aktif sebagai Kader Posyandu dan dipercayakan sebagai Sekretaris BPD (Badan Permusyawaratan Desa) di Desa Detumbewa. Istri dari Yohanes ini pernah mengalami kesulitan lantaran anaknya mengalami kekurangan gizi. Anak aprilio menderita gizi buruk karena tidak menyukai sayuran dan kerap mengonsumsi kue (snack) yang mengandung pengawet dan pewarna. Namun berbekalkan pengetahuan yang diperoleh dari Pendamping Lapangan Yayasan Tananua Flores dan Bidan Desa anak menjadi sehat dan kuat. Setiap hari Elsin menyedikan makanan yang bergizi seimbang untuk putranya.

Perkedel, Saus dan Kroket Ubi Kayu hasil olahan para ibu di Desa Detumbewa. Foto: EK

Pengalaman memulihkan kesehatan anaknya dari masalah gizi buruk ini membuat Elsin aktif Bersama pemerintah Desa, Bidan Desa, Pendamping Tananua, Kader Posyandu dan KPM (Kader pembangunan Manusia) mensosialisasikan tentang makanan yang bergizi seimbang bagi Balita.  Mereka secara bergilir melakukan kunjungan ke 4 dusun di Detumewa untuk mengajarkan cara  mengolah pangan lokal seperti pisang, singkong, keladi, kacang-kacangan serta sayur-sayuran. Bahan pangan itu diolahan secara kreatif menjadi bakwan sayur, kroket ubi kayu ( terbuat dari bahan dasar singkong dan sayur-sayuran),  talam labu  (talam yang terbuat dari buah waluh kuning ), paha ayam (terbuat dari singkong). Makanan sehat nan bergizi tinggi itu kemudian dibagikan kepada ibu hamil dan balita. Kegiatan  Pemberian Makanan Tambahan (PMT)  ini berlangsung setiap bulan di setiap dusun. Maria Elsin berhasil menjadi motivator bagi para ibu di Detumbewa untuk selalu menyediakan makanan yang sehat dari pangan lokal bagi keluarga. Keluarga bisa sehat dan sejahtera berkat pangan lokal, kata Elsin.

Anak-anak Dusun Serofai mendapat makanan tambahan bergizi dari hasil olahan pangan lokal. Foto: EK

Desa Detumewa terletak di wilayah utara Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Flores, NTT. Perjalanan menuju  desa ini ditempuh sejauh 65 Km dari kota Kabupaten Ende. Warga Desa maupun para tamu yang hendak menuju Detumbewa dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Sepanjang jalan terdapat area persawahan yang eksotik. Tatapan mata akan dimanjakan oleh hijaunya tanaman kemiri dan kopi, serta semarak hutan pinus di Hutan Wisata Kebesani di puncak Kajundara. Sejuknya hutan wisata Kajundara menjadi pertanda bahwa Desa Detumbewa sudah semakin dekat.

Penduduk Detumbewa berjumlah  490 Jiwa dengan  117 KK, laki-laki 256 jiwa dan perempuan 234 jiwa (Data Desa Detumbewa Agustus; 2021). Sekitar 90 persen warga berprofesi sebagai petani lahan kering. Mayarakat hidup dari mengolah tanaman pangan dan tanaman umur panjang. Tanaman pangan yang dibudidayakan seperti padi, jagung, umbi umbian, kacang-kacangan, dan pisang. Selain itu para petani juga memiliki tanaman umur panjang seperti kemiri, kakao, dan jambu mete. Hasil dari tanaman pangan digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, sedangkan hasil penjualan  tanaman umur panjang digunakan untuk menunjang kebutuhan jangka menengah seperti biaya kesehatan, pendidikan anak, dan juga biaya-biaya sosial.

Ketersediaan pangan di Desa Detumbewa terbilang cukup. Disini masih terdapat masalah pemenuhan gizi keluarga, terutama gizi balita.  Penyebabnya adalah pola asuh yang salah serta kurangnya pengetahuan orang tua balita tentang makanan bergizi. Menurut penjelasan dari Kementerian Kesehatan penyebab masalah gizi buruk dan stunting antara lain rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktek pemberian makan bayi dan anak, dan rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih (Izwardy, 2018).

Anak pada usia dini membutuhkan gizi yang seimbang untuk tumbuh kembangnya, terutama pada perkembangan otak. Pada usia emas (golden age) 0-6 tahun menjadi masa yang penting dan membutuhkan perhatian dari seorang ibu. Nutrisi yang seimbang menjadi faktor penting dalam proses tumbuh kembang anak. Makanan yang bernutrisi adalah makanan yang tidak mengandung pengawet, pewarna buatan dan pemanis buatan. Anak yang sehat mengonsumsi makanan yang bergizi. Nutrisi yang seimbang bergantung pada tingkat kualitas dan kuantitas makanan. Pada masa pertumbuhan anak membutuhkan konsumsi pangan yang cukup dan bergizi seimbang. Komponen pangan dengan gizi yang seimbang mengandung karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin, mineral dan serat  (Badan POM RI, 2013).

Penulis: Emilia Kumanireng

Editor: Edi Woda

.

Pejuang Pangan Perempuan untuk Gizi Seimbang Anak-anak Detumbewa Read More »

Lokakarya Internal: Satu Hati, Pikiran, Spirit, dan Gerakan

Ende, Tananua Flores| Yayasan Tananua Flores (YTNF) sukses menyelenggarakan Lokakarya Internal Penguatan Organisasi. Lokakarya ini mengusung tema: Satu hati, Pikiran, Spirit dan Gerakan. Lokakarya dibuat untuk menjaga keutuhan Tananua Flores sebagai rumah bersama
Lokakarya ini berlangsung di Rumah Bina Kerahiman Ilahi Jl. Eltari Ende pada tanggal 30 Juni 2022. Lokakarya ini berlangsung alot sejak pukul 08.00-17.00 WITA.

Pembina Yayasan Tananua Flores P. Charles Beraf, SVD memaparkan materi Lokakarya. Foto: Juan Mari

P. Chaerles Beraf SVD, Pembina YTNF memimpin perayaan Ekaristi Pembuka pada Lokakarya ini. Dalam kotbahnya Pater menekankan pentingnya iman dan komitmen dengan tindakan nyata demi perubahan dan Transformasi dalam diri kita dalam menjalankan misi di Tananua ini.
YTNF sebagai organisasi Nirlaba terus berkembang dalam karya dan kerja bersama masyarakat. Lokakarya ini hendak mengoptimalkan organ YTNF baik dalam program maupun sumber daya.

Lokakarya ini bertujuan untuk menguatkan kelembagaan YTNF. Ibu Yulita Eme, Dewan Pembina YTNF mengemukaan bahwa lokakarya ini terbingkai dalam 3 H (Head, Hearth dan Hand). Setiap anggota YTNF baik yang ada di lapangan maupun yang ada di kantor dapat menyamakan pikiran, menyatukan hati, dan menyelaraskan gerakan atau tindakan untuk mencapai tujuan.

Ketua STPM Ende ini menambahkan bahwa moment ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengenal Tananua. Tananua memiliki semangat untuk memberdayakan masyarakat. Untuk semakin berkembang masing-masing elemen menjaring kekuatan bersama dalam menjawabi kebutuhan masyarakat.

Ketua Yayasan Tananua Flores Hironimus Pala memaparkan materi Lokakarya. Foto: Juan Mari

Dalam Lokakarya ini dipaparkan pelbagai perkembangan YTNF berkaitan dengan rencana kegiatan dan pelatihan, Keadaan Staf dan infrastruktur, Penyampaian data organisasi, pengelola program dan donatur serta kegiatan badan pengurus.
Para Pemimpin dan Staf YTNF disatukan oleh visi dan misi yang sama. Sebagai pekerja sosial ada spirit yang menggerakan menuju satu tujuan. Bekerja bukan untuk diri sendiri tetapi bekerja melampaui ego untuk karya yang lebih luas. Dari Aku ke kita dari yang profesional ke yang Vokasional. P. Charles Beraf Menambahkan bahwa Visi Kita harus kuat untuk bekerja keras untuk orang yang terpinggirkan.
Ketua YTNF menambahkan bahwa pekerjaan yang dilakukan menjadi bagian dari aktualisasi diri untuk membuat orang terpinggirikan tersenyum.

Dalam Kesempatan yang sama Direktur YTFN Bernadus Sambut membagikan pengalaman ketika berkarya di YTNF. Spirit Tananua adalah bagian dari diri kita. Ambisi pribadi menjadi tantangan dalam kepengurusan. Agar lembaga ini berkembang pekerjaan dilakukan dengan penuh cinta dan senang hati.
Sebagai Organisasi Nirlaba YTNF perlu memikirkan sumber pendapatan lain. Lembaga donor hanya membiayai program. Dengan perluasan pelayanan masyarakat keberlangsungan YTNF akan tetap eksis.

Pranatacara Hery Se, mengarahkan jalannya acara Lokakarya. Foto: Juan Mari

Lokakarya ini menghasilkan 17 Rekomendasi yang akan diperhatikan oleh seluruh elemen YTNF baik pembina, pengawas, pengurus, pelaksana pengurus serta Staf UKM Pelita.

Lokakarya yang dilakukan membahas tiga program besar yang dikerjakan YTNF antara lain: Program Livelihood, Program Perikanan dan Kelautan, dan Program INCIDENT.

Lokakarya Internal: Satu Hati, Pikiran, Spirit, dan Gerakan Read More »

Nelayan 4 Desa di Wilayah Kecamatan Ndori Antusias Melaksanakan Kegiatan Penutupan Rumah Gurita

Ende, Tananua Flores| Tokoh Masyarakat paran Nelayan Gurita 4 Desa di kecamatan Ndori sangat Antusias melaksanakan kegiatan penutupan rumah gurita. Kegiatan penutupan Rumah gurita di wilayah kecamatan Ndori merupakan pembelajaran yang sangat berharga bagi mereka yang ada di 4 desa yakni desa Maubasa, Sera Ndori, Maubasa Timur dan Maubasa barat.

Kepedulian para nelayan dan tokoh masyarakat  yang berada di kecamatan itu terlihat dari mulai dari proses perencanaan, sosialisasi dan sampai pada implemntasi kegiatan penutupan sementara. Dengan Kelompok LMMA ( Locally Managed Marine Area) yang di bentuk tersebut, para nelayan dan tokoh masyarakat sangat mendukung agar Kelompok LMMA bisa berjalan maksimal untuk bekerja menjaga dan mengelolah perikanan gurita yang berdampak pada peningkatan ekonomi para nelayan dan masyarakat 4 desa di kecamatan Ndori.

Kali ini penutupan lokasi tangkap Gurita tersebut di Fasilitasi langsung oleh Kelompok LMMA dan Tananua Flores  yang dilakukan pada sabtu 4 Juni 2022 di Desa Maubasa, kecamatan Ndori, kabupaten Ende, NTT

Yang terlibat dalam kegiatan itu terdiri dari gabungan para nelayan gurita,nelayan ikan pemerintah desa dan pemerintah kecamatan, Dinas Cabang Kelautan dan Perikatan Propinsi NTT wilayah Ende, nagekeo dan Ngada beserta tokoh masyarakat yang ada diwilayah itu.

Penutupan sementara lokasi tangkap Gurita disepakti selama 3 bulan terhitung mulai tanggal 4 Juni hingga 4 september 2022.

Penutupan sementara perikanan gurita selama tiga bulan yang dilakukan memiliki tujuan edukatif yakni menjadi pembelajaran bagi masyarakat mengenai tata cara pengelolaan perikanan berbasis masyarakat serta bagaimana memberikan waktu dan tempat bagi gurita untuk tumbuh lebih besar dan untuk bertelur/berkembang biak karena gurita (Octopus cyanea) mempunyai masa hidup yang singkat yakni sekitar 18 bulan.

Gurita dewasa betina mampu bertelur 150.000-170.000 telur dan merawatnya sampai menetas. Octopus cyanea diyakini bertelur sepanjang tahun dengan periode pemijahan puncak terjadi pada bulan Juni dan Desember di Tanzania (Guard dan Mgaya, 2015). Dengan siklus hidup gurita yang singkat ini, penutupan sementara menjadi solusi pengelolaan perikanan yang cocok untuk diimplementasikan. Dengan harapan dan targetnya adalah ketika pembukaan penutupan sementara, gurita sudah tumbuh dengan besar dan mempunyai nilai lebih.

Model pengelolaan perikanan yang dilakukan di kecamatan Ndori ini adalah model partisipatif artinya realisasinya konservasi wilayah tangkapan gurita akan berjalan apabila masyarakat sendiri terlibat dalam proses pengelolaan serta ikut mengambil keputusan untuk setiap pilihan yang direncanakan.

Berbicara terkait Kelompok LMMA Pius  I Jodho Menerangkan bahwa Kelompok Pengelolaan perikanan tangkap khususnya gurita adalah sebuah kelompok kerja untuk melakukan upaya yang terintegrasi yakni mulai dari pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pembuatan keputusan, alokasi sumber daya ekosistem dan Hewani, dan implementasi serta penegakan hukum dari peraturan perundang-undangan di bidang perikanan yang dilakukan oleh pemerintah atau otoritas lain yang diarahkan untuk mencapai kelangsungan produktivitas sumber daya hayati perairan dan tujuan yang telah disepakati.

Lanjut dia “ Kelompok ini memiliki peranan penting dalam melakukan pengumpulan informasi, analisis, perencanaan dan bersama mitra melakukan proses pengawasan lapangan di area yang disepakati sebagai wilayah konservasi. Kelompok LMMA ini telah bekerja di empat desa yang menjadi desa di kecamatan Ndori”.Jelasnya

Penutupan sementara area penangkapan gurita bertujuan agar Lokasi tersebut diatur dan di jaga secara baik sehingga gurita bisa berkembang biak yang nantinya akan berdampak pada peningkatan produksi dan pendapatan nelayan itu sendiri.

Pius Jodho dari Tananua Flores mengungkapkan bahwa Penutupan lokasi tangkap gurita ini merupakan bagian dari konservasi wilayah pesisir bagi lokasi-lokasi yang telah di tentukan. Yang perluh dipahami adalah penutupan lokasi tersebut bukan semua jenis komuditas perikanan di tutup tetapi hanya satu jenis saja yaitu Gurita.

“Untuk jenis komuditas lain tidak di tutup dan para nelayan yang kesehariannya mencari gurita tentu bisa mencari di tempat lain lokasi yang tidak masuk dalam area penutupan” ungkapnya

Sementara itu Camat Ndori Paul Marsel Frederikus dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa Pemerintah kecamatan Ndori dan ke 4 desa di wilayah kecamatan itu mendukung penuh terkait dengan kegiatan yang dilakukan oleh para nelayan gurita dan kelompok LMMA

“Kami pemerintah kecamatan dan pemerintah desa mendukung penuh terkait kegiatan penutupan sementara lokasi tangkap gurita ini, sebab dengan kegiatan ini kedepannya akan berdampak pada peningkatan produksi gurita dan pendapatan bagi para nelayan gurita di Ndori”, kata Camat  Ndori itu.

Menurutnya dengan kegiatan penutupan sementara lokasi tangkap gurita maka lokasi yang di tutup tersebut harus dijaga secara bersama oleh semua masyarakat di 4 desa, khususnya nelayan-nelayan yang melakukan aktivitas penangkap gurita.

“ kita juga harus menjaga secara bersama terhadap lokasi yang telah ditutup ini, karena jika selama 3 bulan ini kita menahan diri untuk jangan dulu tangkap saya yakin ketika di buka nanti tentuh hasil penangkapan akan lebih banyak dan itu akan berdampak pada peningkatan pendapatan nelayan itu sendiri”, ujar camat .

Camat itu berharapa kepada kelompok LMMA dan Nelayan yang ada di ndori agar bersama-sama melakukan pengawasan pada lokasi yang telah di tutup sampai 3 bulan baru dibuka untuk melakukan penangkapan kembali.

Lokasi yang di tutup yakni, lokasi Sera Hobakua, Sera Maubasa dan Sera Ipi dari ke 3 lokasi ini kemudian perikanan gurita secara berkelanjutan.

Sementara itu Burhannudin Jua Ketua LMMA di wilayah kecamatan Ndori mangatakan Gurita di Ndori potensinya sangat tinggi hal ini dilihat dari proses pendataan yang dilakukan Enumerator sejak September 2021- april 2022, Jumlah individu gurita yang di tangkap berjumlah 5,706 ekor dengan jumlah produksi gurita 5,864,92 Kg. Lokasi yang paling tinggi jumlah produksinya terdiri dari , Mau mole 1682 Kg dengan jumlah individu gurita 1429 Ekor, Taka 338,10 Kg dengan jumlah individu yang ditangkap 364 ekor dan Ipi Taka Jumlah Produksi 638,60 Kg dengan Jumlah individu gurita yang di tangkap 604 Ekor.

“ Di Ndori ini potensi guritanya sangat tinggi sehingga banyak sekali nelayan dari luar kecamatan Ndori yang melakukan penangkapan disini, dan dari data yang ada sejak September- april ini sudah mencapai 5 ton lebih dan itu belum terhitung sebelum Tananua masuk mendamping disini”, Kata Burhanudin.

Anak mudah yang di percayakan sebagai ketua Kelompok pengelolah perikanan berbasis masyarakat itu menuturkan bahwa nalayan di Ndori melakukan penangkapan gurita sudah lama dan pengetahuan terkait penagkapan gurita banyak belajar dari nelayan luar.

“Nelayan disini banyak belajar menangkap gurita  dari nelayan yang datang dari luar dan mereka menangkap gurita sudah lama sebelum Tananua masuk , dan hasilnya pun sangat banyak”,tuturnya

Nelayan 4 Desa di Wilayah Kecamatan Ndori Antusias Melaksanakan Kegiatan Penutupan Rumah Gurita Read More »

Pengumuman Pelamar yang Lulus Test untuk menjadi Staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022

Ende, Tananua.org |  Menindaklanjuti dari Proses seleksi administrasi dan Tes  Wawancara untuk menjadi staf Yayasan Tananua Flores tahun 2022, dan berdasarkan hasil tes yang di selenggarakan mulai dari tanggal 25,27 dan 28 Mei 2022 dengan ini kami mengumumkan keputusannya sebagai berikut :

  1. Pelamar yang namanya tercantum dalam Pengumuman ini adalah Nama-nama yang dinyatakan LULUS seleksi administrasi dan Tes wawancara untuk Masuk Kerja di Kantor Yayasan Tananua Flores;
  2. Pelamar yang dinyatakan lulus Test Masuk Kerja sebagaimana dimaksud pada Poin 1, Siap bergabung dan mengikuti proses orientasi yang diagendakan oleh kantor Yayasan tananua Flores.
  3. Pelamar yang Lolos test di kantor Yayasan Tananua Flores  siap masuk kantor mulai Tanggal    2 Juni 2022
  4. Pelamar yang namanya tidak tercantum dalam Lampiran Pengumuman ini, dinyatakan TIDAK LOLOSTes Wawancara masuk Kerja di Yayasan Tananua Flores .
  5. Lampiran nama – nama yang Lolos  :
No Nama Jurusan Posisi
1 Marselinus Jago,S.Sos Sosiatri Staf Lapangan
2 Theresia Pare Mere, S.P Pertanian Staf Lapangan
3 Aryana Dos santos, S.Sos Sosiatri Staf Lapngan
4 Sumarni Tanga Akuntansi Keuangan

 

  1. Berdasarkan nama-nama yang telah diumumkan di atas sudah melalui proses panjang dengan melihat tingkat kemampuan dan pengelaman selama proses tes yang dilakukan.
  2. Keputusan Direktur Yayasan Tananua Flores bersifat MUTLAK dan tidak dapat diganggu gugat.

 

Dikeluarkan di Ende

Pada tanggal 31 Mei 2022

Yayasan Tananua Flores

TTD

Bernadus Sambut

Direktur

Pengumuman Pelamar yang Lulus Test untuk menjadi Staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022 Read More »