Buka Lowongan Kerja sampai dengan 22 Desember 2021

Pengumuman  Lowongan Kerja

Di tujukan Kepada Seluruh Pencari Kerja di mana saja berada.

Isi Pengumuman :

Disampaikan bahwa Yayasan Tananua Flores  Sedang Membuka Lowongan Kerja pada Posisi “ Staf Administrasi dan Komunikasi Bahasa Inggris ”

Syarat Umum

  1. Pendidikan Minimal S1, Bahasa Inggris
  2. Umur maksimal 35 Tahun
  3. Menguasai Komputer ( Word, Exel, Power Point,dll)
  4. Memiliki sertivikat Kursus Bahasa Inggris
  5. Mampu bekerja dalam Tim
  6. Dapat Mengendarai Sepeda Motor dan memiliki Sim C
  7. Fasih bahasa Inggris baik lisan maupun Tulisan
  8. Pengelaman Kerja minimal 1 tahun

Persyaratan Khusus   

  1. Foto kopy ijasah terakhir 1 lembar
  2. Foto kopy transkip nilai 1 lembar
  3. Foto kopi KTP
  4. Foto Pas ukuran 3×4, 1 lembar
  5. Foto Kopi Sertivikat Kursus Bahasa Inggris
  6. Memiliki sertivikat Kursus Bahasa Inggris
  7. Surat keterangan pengelaman bekerja , bagi yang sudah pernah bekerja
  8. Daftar Riwayat Hidup, disertai Alamat Tinggal Lengkap dan Nomor HP, email

Penerimaan ini di buka setiap Jam kerja , sejak tanggal 15 – 22  Desember 2021 Pukul 09.00 -16.00 Wita dan Lamaran juga di antar langsung ke Kantor yayasan Tananua Flores disetiap Jam kerja.

Lamaran Langsung Ditujuan Kepada : Direktur Yayasan Tananua Flores, Dengan Alamat : Jl. Gatot Subroto, Lorong Bita Beach. Gang Ke 3 Kiri, Ende, NTT.

 

Demikian Pengumuman ini atas Perhatian dan kerja samannya di ucapkan Terimah Kasih.

Ende, 15 Desember 2021

 

Ttd

Bernadus Sambut

Direktur Yayasan Tananua Flores

 

Buka Lowongan Kerja sampai dengan 22 Desember 2021 Read More »

Ibu-ibu di Arubara ikut Latihan Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga

Ende, Tananua | Tananua Flores Fasilitasi Latihan Pengelolaan Ekonomi Rumah tangga bagi Kelompok Perempuan 88 Arubara Kelurahan Tetandara Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende Provinsi NTT  Pada 29  November 2021

Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga sebagai usaha dan tindakan untuk mengatur keuangan keluarga Pendapatan dan pengeluaran agar cita cita dan kebutuhan keluarga terpenuhi dan tercukupi.

Kegiatan  tersebut  88 bertujuan agar perempuan/ibu rumah tangga mampu memahami dan mengatur arus keuangan keluarga keluarga Pendapatan dan pengeluaran keluarga Nelayan.

“ Kegiatan ini sangat penting dan harus dilakukan bagi keluarga nelayan karena jika kita tidak mengatur uang secara baik dan benar sesuai dengan kebutuhan kita tidak akan mengalami kekurangan “kata Heri Se.

Hery menyebutkan bahwa dalam mengurus Ekonomi Rumah Tangga yang berperan sangat penting ada Istri dan kita adalah Mentri Keuangan Keluarga”, Sebutnya.

Lebih jauh dia menjelaskan Keluarga harus memiliki rencana Arus kas Keluarga yakni catatan sumber-sumber pendapatan keluarga dan mencatat biaya untuk tiap bulan, 6 bulan dan 1 tahun”,  jelasnya.

Setelah pelatihan salah satu peserta kegiatan bernama Fatima Rejab yang akrab di sampa mama Tima Menuturkan “kegiatan ini  sangat penting untuk kami dan yang dibicarakan hari ini saya dan kami semua ini belum perna kami buat dengan catat segala macam, dan terima kasih sudah beri pemahaman bagi kami serta kami coba untuk buat dirumah kami masing masing”,Tutur Tima

Menurut Tima kegiatan ini penting  seharusnya dihadiri juga dengan suami- suami mereka dan kalau ada kelanjutan ke depannya harus dihadiri bersama para suami.

Harapannya Kegiatan ini harus terus dibuat secara berkelanjutan dan dikontrol langsung oleh pendamping Arubara.(Hr)

 

Ibu-ibu di Arubara ikut Latihan Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga Read More »

Tananua Flores Luncurkan Buku Perdana di HUT ke 32

 

Ende, Tananua Flores | Selama 32 tahun Yayasan Tananua Flores telah berkiprah di bumi Flores-Lembata. Kisah- kisah atau jejak perjalanan Kerja Pemberdayaan Masyarakat dikisahkan dalam buku  yang  berjudul “Bergumul Bersama Masyarakat Membangun Penghidupan  yang Layak”.

Buku kisah perjalanan gerakan pemberdayaan  Masyarakat di Flores dan Lembata oleh Yayasan Tananua Flores ini yang diterbitkan oleh Tananua dan diluncurkan saat perayaan syukuran HUT ke -32 di Wisma Emaus Ende, Selasa (9/11/2021).

Karya Tananua dalaam bentuk Buku tersebut diluncurkan secara bersama oleh Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota, Asisten II Setda Ende, Derson Duka, organ Yayasan Tananua Flores serta perwakilan tamu undangan

Bernadus Sambut Direktur YTNF, dalam keterangannya menyebutkan melalui moment tersebut YTNF ingin memberikan sosialisasi serta edukasi kepada semua desa dampingan tananua terkait dengan kehadiran YTNF di tengah Masyarakat di wilayah kabupaten End3e

” Yayasan tananua flores sudah memberikan dampak  positif di tengah masyarakat petani dan nelayan dan masyarakat dengan menciptakan gebrakan baru bagi perbaikan kualitas hidup bersama” Ungkapnya

Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota menyampaikan apresiasi kepada  Yayasan Tananua Flores yang telah melakukan pendampingan kepada masyarakat selama 32 tahun. Uskup menambahkan bahwa dalam kiprahnya Tananua Flores telah memulai dengan hal kecil, namun dampaknya sangat besar dan dirasakan oleh masyarakat yang dilayani.

“Proficiat untuk Tana Nua Flores yang ke-32. Usia ini tidak muda lagi dan sudah melakukan banyak hal untuk masyarakat. Tetap eksis dan berkarya untuk kaum marginal,” kata Uskup Sensi.

Uskup  juga menyampaikan terimah kasih banyak kepada Yayasan Tananua Flores yang telah membantuk Gereja dalam pewartaan ke kampong-kampung yang sulit terjangkau oleh Para pastor karena kekurangan Risors. Dan Tananua sudah Mewartakan hal baik kepada Umat di Keuskupan Agung Ende untuk hidup dalam kebersamaan cinta terhadap sesame, alam semesta dan Makluk hidup yang ada di bumi.

Sementara itu Bupati Ende, Djafar Achmad mengatakan bahwa momen ulang tahun ke-32 ini dimanfaatkan untuk merefleksi sejauh mana kehadiran Tana Nua Flores memberikan manfaat positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Peristiwa berahmat ini menjadi catatan penting sejarah perjalanan Yayasan Tana Nua Flores dalam kiprahnya,” kata Bupati Djafar

Senada dengan pernyataan tersebut perwakilan Akademisi dari STPM St. Ursula Ende Yulita Eme juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Tana Nua Flores. menurutnya apa yang sudah dilakukan oleh YTNF selama ini sudah membawa dampak postif bagi masyarakat bertani dan nelayan

“Saya berharap dengan lahirnya usia baru ini serta kembali dilakukan pengukuhan kepada organ YTNF ini, program YTNF dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah di impikan oleh YTNF dan Masyarat bertani maupun nelayan”. Imbuhnya.

Oleh : Jf

Tananua Flores Luncurkan Buku Perdana di HUT ke 32 Read More »

Rakor Poktan 3 desa

Poktan adalah Kunci dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia di Desa

Ende, Tananua Flores | Poktan dampingan Tananua Flores Gelar Kegiatan rapat Koordinasi Tingkat Desa sebagai upaya untuk mengetahui sejauh mana perkembangan maju atau mundurnya kelompok tani yang ada di desa .

Kali ini  ada 3 Desa yaitu desa Malawaru, Desa Natanangge dan desa Kamubheka yang melakukan Kegiatan rapat koordinasi ini.

Rakor Poktan tersebut di Jalankan oleh poktan di desa-desa dampingan Tananua Flores pada tanggal 2-6 oktober 2021.

Kades Malawaru Patrianus Tonda pada kegiatan Rakor Poktan itu menjelaskan bahwa kelompok tani sangat bermanfaat dalam pembangunan, selain untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya juga bisa untuk menghidupkan banyak masyarakat lainnya.

“ Saya sangat mengharapkan kita semua untuk terus kerkarya lewat wadah kelompok tani ini dan kami di pemerintahan desa kedepananya bisa mengalokasikan anggaran untuk bidang pemberdayaan dengan tepat sasaran,  Selama ini jujur saja  kita lebih banyak fokus pada pembangunan fisik karena kelompok  tani belum tertata secara baik”, Jelas Patris.

Patris Kades Malawaru itu juga mengungkapkan bahwa dengan kehadiran dan dukungan dari Yayasan Tananua Flores maka kami juga akan memplotkan sebagian dana untuk bidang pemberdayaan, karena selain petani bekerja secara fisik, petani juga perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan dalam pengembangan usahanya.

Selain itu Mosalaki Malawaru Suku Naya lebih menekankan pada bagaimana semua anakalo faiwalu bisa menjaga lingkungan yang ada di desa Malawaru.

“Desa kita akan terkenal kalau kita bisa membangun sesuatu yang terkenal misanya wisata Rohani dan Wisata budaya. Saya minta supaya Tananua bisa membantu kami untu membuat pemetaan wilayah dimana lokasi pangan, lokasi tanaman komoditi dan lokasi ternak, sehingga ternak kita harus diparonisasi. Saya juga harus menyampaikan dengan tegas bahwa disekitar wilayah hutan suku tidak boleh ada hewan yang berkeliaran, apabila kedapatan akan didenda secara adat,”tegasnya.

Rakor di Desa Natanangge

Rakor  Poktan juga dilaksanakan  di Desa Natanangge pada (5/10). Dalam Rakor poktan tersebut yang terlibat adalah seluruh anggota kelompok dan Masyarakat yang peduli akan pembangunan dan perkambangan di desa.

Pada kesempatan itu Kepala Desa Natanangge Oktavianus V. Dei mengatakan bahwa pemerintah sangat mendukung kelompok tani sehingga walaupun baru sedikit bantuan yang diberikan oleh pemerintah berupa ternak sapi itu untuk mendorong atau sebagai motivasi dalam berkelompok.

Pemerintah Desa Natanangge mengharapkan kedepannya kolempok tani tidak mati suri lagi, kelompok harus lebih berinovasi agar tujuan pementukan kelompok bisa tercapai.

“ Saya juga mengharapkan untuk kelompok tidak mati suri terkait proyek- proyek yang pernah masuk ke desa yang membuat masyarakat trauma, misalnya proyek yang meninabobokan masyarakat dimana ketika masyarakat bekerja ataupun melakukan sesuatu harus dibayar”,Ujarnya

Lanjut kades itu, “Kita perlu berterima kasih kepada Tananua yang tetap pada konsepnya yaitu konsep pemberdayaan. Ketika anak minta ikan orang tua tidak memberikan ikan, tetapi bagaimana bersama-sama belejar untuk mulai membuat matakail sampai memancing dan mendapatkan ikan”, Kata kades Dei.

Rakor Poktan di Desa Kamubheka.

Pada (6/10) Rakor Poktan di tingkat desa Kamubheka juga dilaksanakan oleh Pemerintah desa, Pengurus dan anggota Kelompok tani yang ada di desa. Kegiatan itu turut hadir juga Staf tananua Flores dan tokoh masyarakat di desa Kamubheka.

Kepala desa Kamubheka Melkior Mengga, mengucapkan terimah kasih banyak kepada Yayasan Tananua Flores yang sudah mendampingi desa selama 6 tahun. Ada perubahan yang terjadi di desa walaupun belum semua kelompok. Tapi ada beberapa kelompok yang sudah lebih baik dari sebelumnya. Melkior juga menyampaikan pemerintah akan fokus untuk perkembangan ilmu pengetahuan bagi pengurus kelompok.

“Ya, jadi tidak saja bekerja secara fisik, tapi ilmu pengetahuan juga perlu sehingga kelompok bisa menciptakan hal-hal baru dan bisa menjadi suatu produk kebanggaan atau kekhasan desa,”ucap Melki

“Saya mengharapkan kelompok untuk tetap bekerjasama dengan Pendamping Tananua dan PPL yang ada di desa. Untuk kelompok yang tidak atau belum aktif kita melakukan kunjungan bersama baik dari pemerintah Desa, BPD, PPL dan Pendaming Tananua supaya kelompok bis aktif kembali,”Ungkapnya

Sementara itu Arnold Mage Pendamping Tananua menjelaskan bahwa kami dari luar hanya sebatas memfasilitasi dan memotivasi. Maju atau mundurnya kelompok itu semua kembali kepada kita yang ada di kelompok atau didesa. Ada banyak model kelompok baik yang ada ditingkat desa atau di beberapa Desa wilayah dampingan Tananua yang bisa menjadi tempat belajar sesama petani.

Menurutnya Setiap kelompok atau organisasi tidak mungkin berjalan mulus atau aman – aman saja, apalagi dengan banyak pikiran dan banyak kepala. Masa lalu itu harus membuat membuat lebih kuat dan menjadi pelajaran untuk tidak mengulangi hal yang sama.

Arnol juga Mengajak Poktan untuk Kembali bersama berjuang mewujudkan kembali mimpi bersama kelompok, agar tujuan bisa terwujud.

“Mari kita terus menjalin hubungan baik dengan semua pihak sehingga apa yang kita mimpikan bisa terwujud. Untuk mewujudkan mimpi  kita tidak saja hanya bekerja secara fisik, tetapi juga ilmu pengetahuan untuk bisa menata kelompok kita sehingga dilapangan berjalan baik administrasi dan pembukuan juga menjadi semakin baik”,kata arnol.

Oleh : ARM

 

Poktan adalah Kunci dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia di Desa Read More »

Sepenggal Cerita Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana Adonara Dan Lembata

Ende, Tananua Flores | Berangkat dari rasa kepedulian terhadap sesame, rasa cinta kepada keluarga sanak saudara dan saudari yang terdampak bencana Banjir Bandang pada minggu 4 April 2021, Membuat Yayasan Tananua  Flores menjadi terpanggil dalam merespon, menfasilitasi uluran kasih kepada sesame keluarga yang menggalami korban.

Yayasan Tananua adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang bekerja mendampingi masyarakat Pedesaan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Disamping itu Yayasan Tananua Flores juga Terlibat aktif dalam penangan-penangan kebencanaan yang menimpah kehidupan Manusia. Dengan Moto Kita satu keluarga maka dalam Perespon Kebencanaan di Flores Timur Dan Lembata merupakan bagian dari Keluarga.

Peristiwa Bencana alam banjir Bandang yang terjadi pada Minggu 4 April 2021 itu, yayasan Tananua tidak tinggal diam, Secara lembaga yang di Pimpin oleh Bernadus Sambut langsung Menginisiasi untuk Pembentukan Posko Kemanusiaan dengan tujuan untuk bisa mengihimpun saudara-saudara kita yang dari jauh untuk bisa berbelas kasih lewat Posko kemanusiaan Tananua Flores.

Pembukaan Posko itu di Ketua oleh Hironimus Pala untuk melakukan kerja-kerja Solidaritas mengajak sahabat, mitra Tananua baik secara individu maupun dengan Lembaga-lembaga NGO. Dalam Kerja Posko kemanusia semua Staf Yayasan Tananua terlibat untuk berdonasi. Tidak juga hanya staf tetapi seluruh desa dampingan Yayasan Tananua yang terdiri dari 25 Desa di wiayah kabupaten Ende juga ikut ambil bagian untuk berkontribusi terhadap tanggap bencana di Flores Timur dan Lembata.

Posko Kemanusian tersebut langsung bertempat di kantor Yayasan Tananua Flores. Aktivitas open donasi Posko kemanusian itu kurang lebih 1 bulan. Selama aktivitas Kerja-kerja Posko seluruh Staf di lapangan yang mendampingi desa untuk mengajak sesame keluraga di desa agar berdonasi terhadap keluarga korban banjir Bandang. Dan Puji syukur masyarakat di Desa pun turut menyumbang, mulai dari Beras, ubi-ubian, sayuran sampai  Pakian. Selain itu individu-individu yang peduli di luar pulau Flores juga ikut menyumbang yaitu  Pakian dan Uang.

Dalam berdonasi dengan jumlah angka sumbangan yang basar adalah Mitra Tananua di Jerman yang Namannya Missereor dengan besar dana sebesar Rp 25000 USD disamping itu ada Mitra lain yang juga ikut berdonasi.

Dari Donasi yang di himpun Posko Kemanusiaan maka,diputuskan untuk pengadakan Prabot Rumah tangga bagi korban bencana di Flores timur Dan Lembata. Sebanyak 574 paket probot Rumah Tangga dan bahan makanan yang di sumbangkan ke keluarga korban di Flores Timur dan Lembata.

Dalam urusan kemanusiaan Tananua Flores berprinsip bantun yang di himpun Posko harus tepat sasaran. Artinya bantuan yang di berikan harus mengena pada kk atau orang yang korban bencana, dan Tananua melakukan hal itu.

Pada tanggal 6-7 Mei 2021 Posko Kemanusian Tananua Flores berserta Staf  berangkat dari Ende untuk mengantarkan bantuan ke Lokasi kejadian yaitu Flores Timur dan Lembata. Dari Ende dalam mengantarkan bantuan Relawan Posko di bagi dalam dua Tim. Tim Lembata di Pimpin oleh Bapak Benyamin dan Ibu Metty sedang Tim Flores Timur di pimpin oleh Bapak Hironimus dan Ibu Halimah.

Tananua berani mengantarkan Langsung bantuan tersebut kepada keluarga korban sebab jauh sebelumnnya dari Posko Kemanusian Tananua sudah mengantongi data keluarga korban di flores timur dan Lembata. Sehingga dari data tersebut kemudian dari tananua menentukan Sumbangan tersebut di Prioritaskan kepada korban bencana benar-benar kehilangan.

Menurut Direktur Yayasan Tananua Flores dalam menentukan sumbangan itu memilihnya Prabot Dapur sebab dari informasi mitra di lokasi kejadian sudah banyak bantuan dalam bentuk makan dan minum serta pakayan sudah banyak.  Sementara Situasi daruratnya sudah lewat oleh karena itu, Kami berpikir bahwa mengantar bantuan dengan klaster terakhir harus bisa menyentuh kepada kebutuhan pokok. Dan kami memilih Prabot Dapur agar korban bisa berusaha untuk mengatasi kemelutan di kemudian harinnya.

Cerita Berlanjut

Bencana Banjir bandang yang berada di kabupaten Flores timur cukup menarik perhatian bagi Dunia. Dan lokasi yang tertimpah bencana berada di pulau adonara dengan titik Kejaadian ada di Kelurahan Waiwerang, Desa Oyan Baran, desa Waiburak dan beberapa perkampungan yang ada di kepulauan adonara tersebut.

Tananua Mengantar bantuan Prabot Dapur kepada keluarga korban sekaligus bertemu langsung untuk membagikan barang bantuan itu kepada kk yang terdampak. Sambil memberi semangat dan motivasi kepada sesame sekaligus mengunjung keluarga-keluarga yang jauh dari sumbangan Pemberintah. Sampai saat ini Banyak bantuan  dari pihak lain  yang tertumpuk Posko Umum dari Pemerintah yang ada di kota larantuka, sehingga masih banyak yang belum tersalurkan dan mengena kepada keluarga korban.

Seluruh Tim mengunjungi seluru titik yang tertimpah bencana dan bertemu keluarga yang korban. Tim Tananua di sambut baik oleh pemerintah  desa dan Kelurahan , sekaligus membantu untuk mendisrtibuskan barang kepada Keluarga yang benar-benar kehilangan semuannya.

Suka duka dan rasa prihatin di Rasakan ketika melihat situasi yang ada di lapangan. Dari fakta yang terjadi semuanya hancur lululantahkan perkampungan dan Rumah-rumah warga di hantam badai banjir bandang. Jalan yang menjadi akses transportasi dan aktivitas Warga rusak parah, Rumah-rumah Warga Rusak dan sebagian di tutup dengan Tanah dan Lumpur.

Dari informasi yang di peroleh puluhan Warga masyarakat yang meninggal dunia. Sementara itu memiluhkan ada keluarga yang 1 orang meninggal, ada yang selamat dari banjir serta ada yang satu keluarga semuannya meninggal.

Inilah Fakta peristiwa bencana banjir bandang yang terjadi di Flores timur dan Lembata. Dan peristiwa itulah yang membuat Tananua terpanggil untuk terjun langsung ke lokasi kejadian.

 

Oleh : Jhuan

Sepenggal Cerita Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana Adonara Dan Lembata Read More »

Translate »