Daftar Nama yang Lulus Seleksi Administrasi Calon Staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022

Shere Sekarang

Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan terhadap kesesuaian antara dokumen yang diunggah maupun yang di antar oleh pelamar ke kantor yayasan Tananua Flores sejak tanggal 13-22 mei 2022 dengan persyaratan yang telah ditentukan, dengan ini kami umumkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pelamar yang namanya tercantum dalam Lampiran Pengumuman ini, dinyatakan LULUS seleksi administrasi;
  2. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi sebagaimana dimaksud pada Poin 1, berhak mengikuti tahapan tes selanjutnya, yaitu tes wawancara
  3. Jadwal pelaksanaan tes wawancara sebagaimana dimaksud dapat dilihat dilampiran berikut dan diumumkan melalui situs tananua.org
  4. Tempat Test Langsung di kantor Yayasan Tananua Flores

HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CALON STAF YAYASAN TANANUA FLORES TAHUN 2022

DAN JADWAL TES MASING-MASING PESERTA

NO NAMA JURUSAN JADWAL TES WAKTU
I JURUSAN ILMU SOSIAL
1 Apriliance  Manapa Sosiatri 25 Mei 2022 09.00-10.30 wita
2 Ariyana Dos Santos Sosiatri 09.00-10.30 wita
3 Kornelia Veronika Natak Sosiatri 09.00-10.30 wita
4 Maria Karolina Nona Sosiatri 10.30-13.00 wita
5 Antonius M.Z Ngga’a sosiatri 10.30-13.00 wita
6 Wilheltrida R. Pesa Sosiatri 13.00-14.00 wita
7 Marselinus Jago Sosiatri 13.00-14.00 wita
8 Albertus Nara Sosiatri 13.00-14.00 wita
9 Abraham Hobahana Pala Sosiatri 14.00-15.30 wita
10 Kristoforus sato Sosiatri 14.00-15.30 wita
11 Saferius Ngera Sosiatri 27 Mei 2022 09.00-10.30 wita
12 Lodris Yosep Nanga Sosiatri 09.00-10.30 wita
13 Yurminika Seja Sosiatri 09.00-10.30 wita
14 Ludgardis Masu Sosiatri 10.30 -12.00 wita
15 Natalia Y. Nggua sosiatri 10.30 -12.00 wita
16 Yohanes Don Bosco Feli Sosiatri 10.30 -12.00 wita
II JURUSAN ILMU PERTANIAN
1 Silverius Senda Pertanian 25 Mei 2022 09.00-10.30 wita
2 Thomas A. Raja Pertanian 09.00-10.30 wita
3 Benedikta Orgadus Sare Pertanian 10.30-13.00 wita
4 Edison Lengga Pertanian 10.30-13.00 wita
5 Theresia Pare Mere Pertanian 10.30-13.00 wita
6 Hermanus N. Lion (Lamar Online) Pertanian 13.00-14.00 wita
7 Matias K. Ngao (Lamar Online) Pertanian 13.00-14.00 wita
8 Jhon Jefri Mboi Pertanian 14.00-15.30 wita
9 Megah Soraya Rowa Pertanian 14.00-15.30 wita
10 Servasius Ole Ngala Pertanian 14.00-15.30 wita
11 Stefanus Mario Pertanian 27 Mei 2022 09.00-10.30 wita
12 Yosevina Wona (Lamar Online) Pertanian 09.00-10.30 wita
13 Jessica Yuliana Bunga Pertanian 10.30 -12.00 wita
14 Kristina Virna Ndiwa Pertanian 10.30 -12.00 wita
15 Helena I. Misa Pertanian 10.30 -12.00 wita
16 Marianus O. Benda Pertanian 12.00-13.00 wita
17 Egidius Edelbertus Pertanian 12.00-13.00 wita
18 Maria Alacok Mana Pertanian 12.00-13.00 wita
19 Heribertus Yado Mbeda Pertanian 12.00-13.00 wita
20 Fardin Pertanian 12.00-13.00 wita
21 Elisabeth Mogi Pertanian 13.00 – 14.00 Wita
22 Petronela Ina (Lamar Online) Pertanian 13.00 – 14.00 Wita
23 Maria Elisabeth Ndae Pertanian 13.00 – 14.00 Wita
24 Desiderius j. Joka ( Lamar Online) Pertanian 13.00 – 14.00 Wita
III JURUSAN ILMU AKUTANSI
1 Yuliana R. Aquino Akutansi 27 Mei 2022 09.00 -10.30 wita
2 Maria Yustina Tai Komputer ( Konsentrasi Komputer Akutansi 09.00 -10.30 wita
3 Sumarni Tanga Akutansi 09.00 -10.30 wita
4 Sertiana Sare Akutansi 10.30-12.00 Wita
5 Yasinta Florida Dona Akutansi 10.30-12.00 Wita
6 Aloysius Lawe Sare Akutansi 12.00 -13.00 wita
7 Rofinus Sumbi Akutasni 12.00 -13.00 wita
8 Avelina Marisa Ndasa Akutasni 12.00 -13.00 wita
9 Yuliana Tiryanti Manggo Akutansi 12.00 -13.00 wita
10 Natalia L. Muda Akutansi 13.00-14.30 wita
11 Emerensiana Ero Akutansi 13.00-14.30 wita
12 Florentina Sunga Manajemen Pajak 13.00-14.30 wita
13 Yohana selvin Seu Manajemen Keuangan 13.00-14.30 wita
IV JURUSAN INFORMATIKA
1 Anselmus W. P. Ghawa Informatika 27 mei 2022 09.00 -10.30 wita
2 Maria Ernita Saba Informatika 09.00 -10.30 wita
3 Petronela Chanelia Ndua Informatika 10.30-12.00 Wita
4 Fransiska Herlina Kemba Informatika 10.30-12.00 Wita
5 Malinda Claudia Mana Informatika 10.30-12.00 Wita
6 Elia Suryaputra Nori Nepa Informatika 12.00 -13.00 wita
7 Damianus Djogo Informatika 12.00 -13.00 wita

 

Informasi Tambahan :

  1. Untuk tes tertulis semua pelamar yang datang wajib membuat tulisan dengan pilihan tema berikut ini :
  • Debet Mata Air semakin Menurun
  • Rawan Pangan
  • Mengapa Perluh Membuat terasering
  • Pertanian Organik
  • Pangan Lokal
  • Rawan Longsor/bencana Alam
  • Tindakan Mitigasi
  • Pemberantasan hama dan Penyakit alami
  • Upaya pengurangan resiko bencana
  • Mengatasi Lahan Kritis
  • Pemanasan Global
  • Pengembangan Usaha bersama Simpan Pinjam
  1. Durasi waktu wawancara dan tes penyuluhan masing –masing 6 menit
  2. Tulisan itu wajib dibawah disaat tes Wawancara dengan durasi waktu sesuai dengan jadwal yang telah diberikan.
  3. Tes ini dibagi berdasarkan waktu yang telah diberikan dengan timnya masing-masing.
  4. Berpakayan rapih

Daftar Nama yang Lulus Seleksi Administrasi Calon Staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022 Read More »

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022

Shere Sekarang

HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CALON STAF YAYASAN TANANUA FLORES TAHUN 2022

Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan terhadap kesesuaian antara dokumen yang diunggah maupun yang di antar oleh pelamar ke kantor yayasan Tananua Flores sejak tanggal 13-22 mei 2022 dengan persyaratan yang telah ditentukan, dengan ini kami umumkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pelamar yang namanya tercantum dalam Lampiran Pengumuman ini, dinyatakan LULUS seleksi administrasi;
  2. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi sebagaimana dimaksud pada Poin 1, berhak mengikuti tahapan tes selanjutnya, yaitu tes wawancara
  3. Jadwal pelaksanaan tes wawancara sebagaimana dimaksud dapat dilihat dilampiran berikut ini : Yayasan Tananua Flores seleksi 2022
  4. Pelamar yang namanya tidak tercantum dalam Lampiran Pengumuman ini, dinyatakan TIDAK LOLOS seleksi administrasi. Dan keterangan alasan belum terimah sesuai dengan Kebutuhan kerja di Yayasan Tananua dapat dilihat melalui laman /Link berikut Ini :  https://www.tananuaflores.id/p/keterangan-belum-di-terimah-sesuai.html
  5. Lain-lain
    1. Setiap informasi yang terkait dengan seleksi staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022 akan diumumkan secara resmi melalui situs www.tananua.org. Peserta yang mengikuti tes diharapkan mengikuti dan memantau seluruh perkembangan pelaksanaan seleksi melalui situs tersebut;
    2. Tempat test langsung di Kantor Yayasan Tananua Flores mulai jam 09.00 wita selanjutnya Lihat jadwal.
    3. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman ini menjadi tanggung jawab peserta;
    4. Dalam seluruh tahapan pelaksanaan Tes calon Staf Tananua tahun 2022 tidak dipungut biaya;
    5. Kelulusan Peserta adalah prestasi dan hasil kerja peserta itu sendiri. Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, baik dari staf Tananua atau dari pihak lain, maka hal tersebut adalah tindakan yang tidak terpuji kepada peserta, keluarga maupun pihak lain, dilarang memberi sesuatu dalam bentuk apapun sesuai dengan prinsip Tananua dan
    6. Keputusan Direktur Yayasan Tananua Flores bersifat MUTLAK dan tidak dapat diganggu gugat.

Informasi Tambahan :

  1. Untuk tes tertulis semua pelamar yang datang wajib membuat tulisan dengan pilihan tema berikut ini :
  • Tindakan Mitigasi
  • Pemberantasan hama dan Penyakit alami
  • Upaya pengurangan resiko bencana
  • Mengatasi Lahan Kritis
  • Pemanasan Global
  • Pengembangan Usaha bersama Simpan Pinjam
  • Debet Mata Air semakin Menurun
  • Rawan Pangan
  • Mengapa Perluh Membuat terasering
  • Pertanian Organik
  • Pangan Lokal
  • Rawan Longsor/bencana Alam
  1. Durasi waktu wawancara dan tes penyuluhan masing –masing 6 menit
  2. Tulisan itu wajib dibawah disaat tes Wawancara dengan durasi waktu sesuai dengan jadwal yang telah diberikan.
  3. Tes ini dibagi berdasarkan waktu yang telah diberikan dengan timnya masing-masing.
  4. Berpakayan rapih

Dikeluarkan di Ende

Pada tanggal 24 Mei 2022

 

Yayasan Tananua Flores

Bernadus Sambut

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Staf Yayasan Tananua Flores Tahun 2022 Read More »

Pengelolaan Perikanan Gurita di Maurongga Menjadi Sumber Peningkatan Ekonomi 

Shere Sekarang

Ende, Tananua Flores | Desa Maurongga adalah salah satu desa dampingan Tananua Flores yang sedang  berkembang khususnya dalam bidang perikanan.  Dilihat dari potensi yang ada, desa ini memiliki sumberdaya perikanan dengan keanekaragaman spesies yang tinggi. Salah satu jenis perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi adalah gurita. Perikanan gurita di desa Persiapan Maurongga saat ini dimanfaatkan oleh nelayan kecil yang tinggal di wilayah desa Maurongga guna memenuhi kebutuhan ekonomi dan protein keluarga mereka masing-masing. 

Melihat kondisi tersebut, sebenarnya Desa persiapan maurongga mempunyai potensi yang luar biasa jika dikelolah dan dimanfaatkan oleh masyarakat  secara baik. Oleh karena itu Yayasan Tananua dan Yayasan Pesisir Lestari dalam programnya mencoba berkolaborasi bersama masyarakat Maurongga membuat sebuah pengelolaan yang berkelanjutan terkait potensi laut yang mereka miliki. 

Inisiasi pengelolaan perikanan gurita berbasis masyarakat di desa persiapan Maurongga sedianya telah dimulai sejak tahun 2019.  Inisiasi tersebut dilakukan oleh Yayasan Pesisir Lestari (YPL) bersama dengan Yayasan Tananua.  Untuk diketahui Yayasan Tananua adalah  salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang berada di Flores yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat. 

 Adapun Program yang dilakukan oleh Yayasan Tananua dalam mewujudkan pengelolaan perikanan gurita berbasis masyarakat antara lain; site selection calon lokasi pengelolaan perikanan, penyusunan profil perikanan, pendataan perikanan gurita secara partisipatif, melakukan pertemuan diskusi umpan balik data serta memfasilitasi pelaksanaan penutupan sementara lokasi penangkapan gurita.

Dalam kurun waktu 2019 – 2021 Yayasan Tananua telah melakukan inisiasi pengelolaan perikanan gurita berbasis masyarakat di desa persiapan Maurongga. 

Pengelolaan perikanan gurita berbasis masyarakat di provinsi NTT secara umum sangat penting dilakukan demi menjaga keberlanjutan perikanan gurita sebagai sumber ekonomi masyarakat pesisir dan sumber protein masyarakat. Oleh Karena itu akan dilakukan usaha  perluasan model pengelolaan perikanan gurita berbasis masyarakat ke beberapa desa lainnya. Kegiatan ini diawali dengan survei pemilihan desa dampingan baru di provinsi NTT.

Berdasarkan data yang diperoleh dari staf enumerator Yayasan Tananua terdapat delapan nelayan khusus gurita dari total 16 orang nelayan yang ada di desa Maurongga 

Dalam proses pendampingan dan pemberdayaan sejak tahun 2019, Yayasan Tananua juga mendapat dukungan dari mitranya Yayasan Pantai Lestari. Kedua Yayasan ini bekerja dengan model yang sama yakni Pengelolaan perikanan berbasis Masyarakat dengan menekankan keterlibatan serta partisipasi masyarakat secara utuh. 

Adapun jumlah tangkapan gurita yang terdata sejak tahun 2019- 2021 berjumlah 856 ekor dengan berat total gurita 1.553,76 kg. Dengan rinciang; tahun 2019 sebanyak 709,80 kg (361 ekor), tahun 2020 sebanyak 418,56 kg (221 ekor)  dan tahun 2021  berjumlah 425,31 kg ( 274 ekor). 

Proses penangkapan gurita yang dilakukan oleh Nelayan khususnya di wilayah Maurongga saat ini tergolong sederhana. Nelayan umumnya menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan yakni menggunakan pocong sehingga tidak mengaggu dan bahkan merusak lingkungan di mana gurita berkembang biak. Hasil tangkapan tersebut di jual ke pengepul ataupun dijual langsung ke konsumen sehingga harganyapun realtif murah. 

Berdasarkan data yang diperoleh terkait pendapatan nelayan penangkap gurita di Maurongga jika dikalkulasikan sesuai standar harga yang dijual ke perusahan Agrita yang berlokasi di kabupaten Sikka maka pendapatan mereka tergolong cukup meningkat. Rata-rata pendapatan nelayan  dihitung dari proses penangkapan gurita sejak tahun 2019 total berjumlah Rp.14.196.000, tahun 2020 total pendapatan berjumlah Rp. 6.487.000 dan tahun 2021 pendapatan nelayan berjumlah Rp.10.864.000.  Pendapatan ini dihitung dengan harga kisaran  Rp,20.000/ekor- Rp 50.000/ekor. 

Dari perhitungan ini ada beberapa hal yang menjadi catatan penting bagi Yayasan Tananua dan juga  pemerintah kabupaten Ende. Pertama, masyarakat Maurongga khususnya belum punya pasar khusus tersentral di mana masyarakat dapat memperoleh harga gurita yang lebih baik. Kedua, perlu pendekatan yang lebih intens antara pemeritah dan masyarakat Maurongga sehingga masyarakt benar-benar melihat usaha kelautan mereka ini sebagai peluang perekonomian mereka di masa yang akan datang.

Pembukaan Penutupan Sementara oleh Bupati

Kegiatan Pembukaan Lokasi penutupan sementara di Maurongga merupakan momen yang sangat berharga bagi Nelayan maurongga untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait peralatan tangkap gurita yang masih sederhana serta intervensi dari nelayan dari luar wilayah kabupaten yang menangkap  gurita di wilayah mereka. 

Hal itu disampaikan oleh Ismail Usnan Ketua LMMA (Locally Managed Marine Area), Kelompok pengelolaan perikanan berbasis masyarakat di desa persiapan Maurongga kepada Bupati dan Wakil bupati Ende dalam kegiatan pembukaan lokasi tangkap Gurita, pada Rabu 23 Februari 2022. 

Ismail dalam sambutannya menyampaikan kepada Bapak Bupati Ende bahwa “saat ini di wilayah pantai Maurongga  dijumpai banyak  nelayan asing dari luar kabupaten yang menangkap Gurita, umumnya mereka menggunakan alat tangkap yang lebih modern sehingga hasil tangkapanya lebih banyak,  sementara nelayan di Maurongga memperoleh tangkapan gurita dengan jumlah sedikit karena alat tangkap yang sangat sederhana”.

Lebih lanjut Ismail selaku ketua LMMA meminta bantuan sumbangan alat tangkap sehingga masyarakat dan nelayan Maurongga khususnya dapat memperoleh hasil tangkapan yang maksimal. 

 

Ketua LMMA dalam ulasanya juga menjelaskan bahwa dengan kehadiran yayasan Tananua Flores di desa maurongga banyak hal yang sudah dilakukan Yayasan Tananua kepada masyarakat Desa persiapan Maurongga.

“ kami yang sebelumnya masih belum mengenal alat tangkap yang ramah lingkungan sekarang kami sudah bisa mengenalnya, kami sudah bisa membedakan jenis kelamin gurita dan kami mempunyai pemahaman yang baru terkait dengan pengelolaan perikananan gurita dengan tetap melestarikan lingkungan,” jelas ketua LMMA.

Menjawabi, permintaan masyarakat Maurongga, Bupati Ende Djafar Ahmad dan Wakil Bupati Ende Erikos E.Rede menyanggupi permintaan warga masyarakat Maurongga dengan memberikan bantuan peralatan tangkap komplit  berupa Perahu 1 GT sebanyak 3 buah. 

Bupati dalam sambutannya menuturkan bahwa pemerintah kabupaten Ende akan memenuhi permintaan warga masyarakat desa persiapan Maurongga, dan tentu melalui perantara dinas terkait. 

Selain itu dalam acar pembukaan lokasi Tangkapan gurita, Bupati Ende mengatakan bahwa kegiatan  yang dilakukan hari ini merupakan salah satu bentuk komitmen dan tanggung jawab semua komponen masyarakat untuk menjaga spesies gurita agar dapat meningkatkan jumlah produksi yang kemudian  berdampak pada nilai ekonomis bagi para nelayan. 

 “ Hari ini sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kita bersama  komponen masyarakat  yang terlibat dalam kegiatan ini, kita harus menjaga spesies gurita ini, bahasa daerah Ende disebutnya dengan Kubi, Sehingga Kubi ini jumlah produksinya meningkat  berdampak pada nilai ekonomis bagi para nelayan”, Ungkap Bupati Ende. 

Dalam sela-sela sambutanya, Bupati Djafar juga mengucapkan terimah kasih kepada Yayasan Tananua dan yayasan Pesisir Lestari yang telah membantu pemerintah kabupaten Ende dalam memberdayakan masyarakat di desa-desa. Kedepannya diupayakan untuk terus bermitra dengan pemerintah agar program pemberdayaan masyarakat akan tetap berjalan guna membangun Sumber daya manusia ke arah yang lebih baik. 

Berdasarkan data dari Yayasan Tananua Flores selama pendampingan mereka yang diawali dengan proses survei hingga pendataan gurita, tercatat produksi gurita di desa Maurongga sejak tahun 2019 telah mencapai 1,8 ton lebih. Bernadus Sambut selaku direktur Tananua Flores dalam sambutanya mengatakan bahwa “ Jumlah tangkapan gurita yang terdata ini tergolong tinggi karena para nelayan pencari gurita sangat terbatas, sebagimana terjadi di daerah lain pada umumnya.” 

Tananua melihat peluang ini jika di kelolah secara baik tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Dan jujur saja dari proses kebijakan pemerintah sampai saat ini terkait dengan spesies jenis gurita ini sama sekali belum di perhatikan pemerintah. 

“ kita bicara ditataran kebijakan perikanan secara umum tetapi khusus untuk Spesies jenis gurita ini sama sekali belum di lakukan”, kata Bernadus.

 Terkait dengan peningkatan Ekonomi kata Bernadus  “ gurita adalah salah satu potensi yang sangat menguntungkan, sebab saat sekarang ini harga gurita perkilo sudah Rp.50.000- 70.000  dan untuk gurita sendiri 1 ekor bisa mencapai 3-5 kg. 

Di akhir sambutanya, Bernadus Sambut selaku direktur Tananua Flores mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah bermitra dan berkolaborasi mendukung program dan kegiatan yang dilakukan Tananua. 

Kegiatan pembukaan  dan penutupan  lokasi tangkapan gurita ini juga dihadiri oleh beberapa peserta dari instansi-instansi terkait di antaranya badan Dinas dan SKPD terkait, pemerintah Kecamatan , Anggota DPRD Ende, Pihak kepolisian, TNI, pemerintah desa perbatasan, kelompok Nelayan dan masyarakat di desa Maurongga.

Oleh: J.Mari

Editor: Haris

 

 

 

Pengelolaan Perikanan Gurita di Maurongga Menjadi Sumber Peningkatan Ekonomi  Read More »

Petani dan Nelayan harus menjadi Subyek dalam menjalan program Penghidupan berkelanjutan

Shere Sekarang

Ende, Tananua Flores  | Petani dan Nelayan harus menjadi subyek dalam menjalankan Program Penghidupan berkelanjutan di desa. Sebab Program yang ada di desa itu berawal dari potensi yang ada di desa. Agar tidak terjadi tumpang tindih program Tananua dan Program Desa maka perlu ada sinergisitas antar program.

Hal tersebut disampaikan Bernadus Sambut, Direktur Yayasan Tananua Flores dalam sambutannya pada Kegiatan  Lokakarya terkait dengan Sinergisitas Program Tananua dan Program Desa di Aula Bina Kerahiman Ilahi jalan Wirajaya Ende pada kamis 10/02/2022.

Menurutnya bahwa dari pengalaman Yayasan Tananua selama  32 tahun  dalam implementasi program di desa seringkali dianggap sebagai programnya Tananua Flores, begitu pun sebaliknya kegiatan yang difasilitasi Tananua Flores dipikir itu program desa, sehingga hal ini menimbulkan terjadinya tumpang tindih program atau ego antar Program. Selain itu juga selama ini kebanyak pelaksanaan Program Petani ataupun nelayan  di posisi pelaksana sebagai obyek bukan sebagai Subyek sehingga banyak keterlibatan sangat kurang dan rasa memiliki terhadap program sangat sedikit.

“Padahal kalau mau dilihat tujuannya sama yaitu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kalau tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat, mengapa tidak disinergikan saja,  atau mengapa rasa memiliki terhadap program itu sangat sedikit,”kata Bernadus

Lanjut dia “Kedepannya kita harus mensinergiskan program ini dengan pola pendekatan masyarakat petani dan nelayan harus menjadi subyek dalam menjalankan Program sehingga merekapu mempunyai rasa memiliki”, tuturnya.

Melihat tantangan dan potensi di atas maka Yayasan Tananua Flores sangat mengharapkan bahwa kegiatan- kegiatan yang direncanakan bersama masyarakat yang ada dalam Program kerja Yayasan Tananua Flores, juga menjadi bagian dalam perencanaan desa yang akan tertuang dalam RPJMDes dan kesepakatan kerja antara Yayasan Tananua Flores dengan Pemerintah Desa.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh utusan Perwakilan Pemerintah kecamatan di desa dampingan Tananua, Pemerintah Desa, Dinas dan SKPD terkait, BPD , Pemerintah kecamatan kabupaten Nagekeo, pemerintah desa di kabupaten Nagekeo dan Staf Tananua Flores.

Sementara itu Saiful mengatakan  bahwa  melalui  otonomi desa, pemerintah  desa bisa bekerjasama dengan  pihak manapun sesuai dengan  potensi  yang  ada di desa. Namun kerja sama itu harus dilakukan sesuai dengan regulasi.

Kata Syaiful, Proses pendampingan  oleh  Yayasan Tananua Flores dalam melakukan kerja-kerja   dan pemberdayaan di desa sangat bagus karena sesuai dengan potensi yang dimiliki desa itu. Dinas PMD kabupaten Ende sangat mendukung  program  pendampingan yang di lakukan oleh Yayasan  Tananua karena  program tersebut berpijak pada potensi  yang desa miliki.

“Jangan hanya 32 desa tetapi  bisa dilakukan  di ratusan desa di Kabupaten Ende karena desa- desa membutuhkan proses  pendampingan seperti yang dilakukan oleh  Tananua Flores,” katanya.

Syaiful juga mengatakan terkait dengan sinergitas program, Yayasan Tananua Flores sebagai lembaga penyedia jasa layanan teknis juga sudah dilibatkan dalam kegiatan Musrenbang.

Lukas lawa kepala desa Golulada ketika menyampaikan testimoni  kerja Pendampingan Tananua Flores di desa golulada, menuturkan bahwa  kerja pendampingan sangat baik artinya mendamping kelompok petani di desa, kelompok ibu-ibu dasawisma terkait peningkatan ekonomi keluarga, kesehatan dan desa golulada sudah mendapatkan hasilnya.

“Kerja pendampingan tananua sangat baik dan pendampingnya tinggal bersama masyarakat di desa sehingga sentuhan pendampingan itu benar-benar dirasakan petani di desa”tuturnya

Saat ini  pemerintah Desa harus berani membuka diri untuk berkeja sama dengan mitra luar untuk pembangunan masyarakat desa.

Kata Lukas  bahwa Regulasi tidak membatasi untuk bermintra dengan siapa pun,hal ini tergantung keberania dari pemerintah desa saja untuk membangun kerja sama dengan lembaga –lembaga luar.

Kegiatan lokakarya tersebut di akhiri dengan penandatangan berita acara kesepakatan bersama yang di tanda tangani oleh perwakilan pemerintah kecamatan, Desa, BPD dan SKPD dan Tananua.

Berikut Poin-poin yang tertuang dalam berita acara kesepakatan bersama

Pertama, Siap mendukung, bekerja sama dan bersinergi secara sistemik dengan Yayasan Tananua Flores dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan program-program pembangunan Desa.

Kedua, Bersedia mengalokasikan dana untuk program sesuai kebutuhan petani dan nelayan.

Ketiga,Ikut bertanggungjawab atas program-program yang difasilitasi oleh Yayasan Tananua Flores maupun lembaga mitra lainnya untuk kemajuan masyarakat dan Desa

Ke Empat,Siap berkolaborasi dan berbagi peran bersama Yayasan Tananua Flores dalam program-program pemberdayaan petani, nelayan, kaum muda dan perempuan.

Ke Lima, Bersedia mengembangkan koordinasi dan komunikasi yang efektif serta efisien dengan Yayasan Tananua Flores dan mitra lain demi kemajuan pembangunan Desa

Oleh  : Jhuan Mari

 

 

 

Petani dan Nelayan harus menjadi Subyek dalam menjalan program Penghidupan berkelanjutan Read More »

Meraup Jutaan Rupiah hanya menjadi seorang Petani

Shere Sekarang
  • Profesi petani merupakan profesi yang mulia karena petani mampu merawat bumi dan memberi makan bagi bilion manusia dimuka bumi ini.
  • Petani merupakan tokoh penting dalam memainkan peran dalam mengelola bumi/tanah karena dia yang berhubungan langsung dengan habitat hidup semua makluk hidup.
  • Hasil-hasil yang berasal dari kebun para petani berdampak pada pemenuhan kebutuhan pokok atau utama dalam membangun peradaban manusia dan relasi hidup manusia dengan alam dan penciptanya.

Realitas berbicara bagi kebanyakan orang dimuka bumi ini berpendapat dan berpandangan bahwasannya profesi petani sebagai profesi yang kotor, tidak beruntung dan tidak seksi untuk gauli/digeluti. Orang yang berprofesi sebagai petani adalah orang- orang yang tidak beruntung. Cara pandang ini membuat kebanyakan generasi muda bermigrasi ke kota dan tidak tertarik dengan profesi Petani.

Seorang petani muda bernama Emanuel mari (39) tahun yang berasal dari desa Numba kecamatan wewaria, Kabupaten Ende dalam keseharian hidup bersama keluarganya berjuang dan menapaki hidup dengan merawat kebun demi mendapatkan hasil untuk memunuhi kebutuhan hidup keluargannya. Seperti petani pada umumnya pergi kerja pagi pagi dan pulang hampir malam dengan kayu seikat dibahu parang bersarung dipinggang, pisang, ubi dan sayuran ditas yang terbuat dari karung platik. Rutinitas biasa masyarakat petani desa Numba teringat akan adegium klasik orang Lio “Poa no’o koka nai no’o manu, nugu raka bupu tau paga Fai No’o ana” atinya pergi pagi pulang malam kerja sampai mati untuk menghidupkan istri dan anak”.

Dalam perjalanan pendampingan Tananua Flores di desa Numba berjumpah dengan petani Bernama Emanuel Mari yang bercerita tetang pengelaman hidupnya pergi merantau sebanyak dua kali untuk mencari uang di Malaysia,  di tahun 2010 yang pulang dan tinggal dikampung bergabung dengan kelompok tani dan mulai tanam kopi dan kakao. Dengan sangat antusias Eman Mari atau Igen akrabnya dikalangan pemuda kampung bercerita yang disertai dengan pertanyaan pertanyaan yang membuat diskusi makin alot dan seru untuk menggali pengelaman hidupnya. Dalam beberapa kesepatan ceritanya kami berinteraksi dengan menjelaskan kisah kisah sukses beberapa petani dapingan terdahulu dalam merawat kebun samapai pada hasil usahaa tani dari berbagai jenis tanaman mengalami peningkatan produksinya. Tentu ini hanyalah kisah cerita petani lain di desa petani lain tersirat diraut wajanya tentu harus dibuktikan dengan kerja nyata bersama petani benama Eman ini.

Bersama perjalanan waktu pendampingan, tahun 2015 Tananua Flores menyelenggarakan kegiatan bersama petani dampingan dari 23 Desa dampingan Tananua Flores. Pendamping Lapangan diwajibkan hadir bersama beberapa petani dari Desa dampingan untuk mengikuti kegiatan forum Petani Kebupaten yang berlokasi Didesa Wolosambi Kecamatan Lio Timur Kabupaten Ende. Forum ini sebagai ajang Evaluasi dan sharing pengetahuan dan pengelaman petani sekebupaten Ende yang difasilitasi oleh petani bersama Tananua Flores. Dengan kesempatan ini Emanuel hadir tanpa ada misi khusus tapi ia mengatakan “saya coba dan ikut-ikut saja” serta belum tau apa tujuan ikut kegiatan itu. Eman Mari petani Energik dan berberapa petani melewati semua proses kegiatan diselenggarakan selama 3 hari efektif dengan berbagai cerita.

Inisiatif dan antusia para petani dalam proses kegiatan selama 3 hari yang mewakili petani dari desa Numba untuk mengevaluasi Kegiatan bersama Tananua Flores selama 6 bulan dimasing masing desa; Pelatihan Ternak; Pelatihan Penguatan Kapasitas Kader dan Praktek Lapangan /Kunjungan Lapangan dikebun kakao memberikan harapan bagi pendamping yang bertugas di Desa tersebut.

Semua peserta berkesempatan berbagi pengetahuan dan mendapat pengetahuan dan keterampilan baru mulai aktif dan kreatif berbagi dan bercertia dengan petani lainnya. Dan menjadi tantangan pasca Forum Petani itu ada juga petani yang dengan pertimbangan dan perhitungan tertentu mulai mudur karena melepaskan pekerjaan dan  ada beberapa narasi penolakan yang muncul setelah kegiatan berakhir.

Sabtu 10/8/2015 Eman Mari petani muda pemiliki kebun kakao mengundang Pendamping Tananua Flores berkunjunga ke kebun miliknya. Bersama Eman dan istrinya kami menyusuri lembah dan bukit menuju kebun yang berjarak kurang lebih 1500 meter dari rumah pemukiman Desa. Sambil bercerita dan bercanda berbagai kisah perjalanan hidup tidak terasa lelah dan haus kami sampai dikebun tujuan Ae Lemo.

Ae lemo lokasi hamparan pertanian dan perkebunan warga desa diantarannya kebun Emanuel yang terisi dengan berbagai jenis tanaman seperti kakao, kopi, kemiri, marica, pinang, vanili, Lombok, talas, tetapi yang menjadi tanaman dominannya adalah kopi dan kakao. Namun Kondisi kebunnya tidak diatur dan belum dirawat secara baik sebagai mana standard kebun wanatani yang diatur dirawat dengan pemangkasan, dan Pengolahan lahan, sanitasi dan pemupukan serta pengelolaan kebun yang selaras alam/organic.

Petani Kelahiran 1980an mengajak ke pondok lalau bertanya “menurut ame/bapak   Apa yang harus dibuat dengan kebun ini? Dengan senyaum dan santai pendamping Tananua menjawab harus “dirubah”, saya bisa mendampingi untuk merubah ini sampai jadi dan mendapatkan hasil yang banyak. tergantung Eman saja mau atau tidak? tegasnya. Karena semua ini harus bermula dari kemaun dan Komitmen serta kerja keras dan sungguh sungguh untuk merawat secara intens dengan teknologi pertanian yang selaras alam Pemangkasan, Pemupukan, Panen Sering dan Sanitasi (P3S), rehabilitasi, Pergantian Klon/Bibit unggul serta Konsevasi Tanah dan air (Pembuatan Teras, Rorak/Jebakan air, pengembangan Tanaman selah seperti keladi, sereh, Porang dan Pisang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kita bersama akan melakukan menggunakan teknologi dan praktek praktek praktis lungsung dikebun agar lebih focus dan berkelanjutan. Semangat kerja dan keseringan kunjungan kebun menjadi kunci utama kata pendampign Tananua Flores. Kita akan merubah kebun ini menjadi kebun impian keluarga dan tempat wisata serta tempat penyelesai masalah dalam keluarga Eman bersama Istri. Pada saat itu juga dikebun kami berkomitmen untuk menjadikan kebun ini sebagai kebun contoh dan uji terap teknologi pertanian organic yang rama akan lingkungan dan pemilik kebun.

Rawat kebun.

Kegiatan kelompok tani sa ate satu terbentuk pada tahun 2014 beranggotakan 17 orang dengan jumlah perempuan 2 dan Laki-laki 15. Kelompok ini melakukan kegiatan Gaga Gili/ kerja bergilir dikebun anggota kelompok. Melalui akativitas dalam kelompok lahirlah beberapa kesepakatan kesepakatan dan program kerja kelompok untuk membantu sesame anggota kelompok dengan prinsip “ yang ada membantu yang tidak ada dan yang mampu membantu yang tidak mampu”.

Melalui semangat hidup berkelompok ini kreatifitas dan inisiatif mulai muncul untuk melihat kekuatan sumberdaya (potensi-potensi; peluang-peluang kerjasama dan pengembangan potensi lainnya). Maka bersama berjalannya waktu kelompok ini mulai menemukan mimpi bersama mereka untuk mengembangkan potensi unggulan yaitu komoditi kakao dan kopi. Dari hasil pengembangan dan juga pendampingan kelompok tani yang dilalukan ada telihat ada sebuah perubahan cara berpikir cara berindak tetang dunia kehidupan petani. Karena dari sekian banyak petani yang dilatih dan didampingi ada satu orang petani yang dengan kesungguhan hati melihat proses ini sebagai gerakan perubahan yaitu Emanuel mari (39) tahun.

Petani yang akrab disapa Igen Jui petani seusianya memulai gerakan merawat kebun yang baik dengan tahapan Penyedian benih, persiapan Lubang, Persiapan Pupuk, Penanaman anakan, Perawatan dengan teknologi teknologi yang sudah dilatih dan dipraktekan bersama dalam kelompok tani Sa Ate I seperti P3S (Pemangkasan; Pemupukan; Panen sering; sanitasi; Pengendalian hama dan penyakit;) dan teknologi lainnya dicoba dan dipraktik serta aplikasi sacara rutin. Hal ini dibuktikan Eman Mari mengatakan “hasil panen tahun 2017 dari komoditi kakao dan kopi meningkat, ia mendapatkan hasil panen raya buah kakao pada bulan 6-7 berjumlah 517kg berat bersih  dari total 83 pohon kakao produktif, jika dinominalkan dalam angkah uang kurang lebih Rp. 12.925.000 (dua belas juta Sembilan ratus dua puluh lima ribu rupiah) dengan harga @Rp 25.000/kg dan saya memperbaiki rumah dan saya sangat bangga dengan hasil ini tandasnya dengan sunyumannya yang khas.

hasil panen ini membuat saya menjadi bahan cerita warga setempat dan ada warga tani secara sembunyi sembunyi mereka masuk ke kebun saya untuk melihat apa yang saya kerjakan jika saya tidak ada dikebun kata Eman. Peristiwa kunjungan kekebun bpk eman sampai saat ini terus dilakukan oleh warga tani yang ingin mencari tau apa yang dilakukan oleh bpk eman.

Rasa keingintahuan dari warga tani ini membuat Eman mulai memikirkan bagaiman cara untuk berbagi informasi dan cerita sukses bertani dikebun kakao dan kopi dengan pendekatan pertanian yang selaras alami. Keberhasilan usaha pengelolaan kebun yang dibuat Eman bersama kelompok tani Sa Ate I ditanggap oleh Pemerintah dengan menyelenggarakan forum Koptan ditingkat desa Numba dengan  Eman bersama Pengurus Kelompok Tani Sa Ate 1 sebagai Informen/Narasumber untuk bercerita tentang keberhasilan Kelompok dan pengelolaan kebun usaha tani khususnya Kakao dan kopi dengan Teknologi pertanian selaras alam/organik.  Atas dasar apresiasi dan dukungan Pemerintah setempat Kelompok tani Sa ate satu diberi penghargaan dengan mendapatkan bantuan SAPRODI dan kunjungan belajar serta anakan kakao unggul dari pemerintah setempat.

Keberhasilan kelompok Tani Sa Ate 1 dan Eman Mari memotivasi dan mendorong kelompok tani lain dan semua warga desa kembali mengembangkan komoditi kopi dan kakao secara kelompok dan juga individu serta mulai merawat kebun dengan pertanian selaras alam/organik. Kader pertanian asal Kelompok Sa Ate 1 ini menjadi petani Trampil yang selalu diundang dari kebun ke kebun warga untuk melatih dan melakukan praktek bersama petani. Semangat berbagi ini menjadikan kelompok tani sa ate dan Eman Mari sebagai Kader Pertanian kelompok diakui di Desa Oleh pemerintah Desa dengan member SK kepada Kelompok Tani dan EMAN MARI sebagai Kader Pertanian Desa.

Kini Eman sebagai Kader pertanian dan Kelompok Sa Ate telah mendapatkan emas hijau untuk saling menghidupkan diantara petani dari komoditi kakao dan kopi berbasis pangan dan rempah rempah. Kelompok Tani dan Eman berkewajiban untuk mempertahankan dan terus mengembangkan pengembangan pertanian yang selaras alam dengan kelompok tani sebagai wadah untuk belajar bersama, bekerja bersama dan usaha bersama untuk kualitas, kuantitas dan kontinuitas hidup para petani dan usaha tani. Petani hebat, kebun terawat, lingkungan lestari, “Merawat bumi memelihara kehidupan” *****HSLikaLapu****

Meraup Jutaan Rupiah hanya menjadi seorang Petani Read More »