Rakor Poktan 3 desa

Poktan adalah Kunci dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia di Desa

Shere Sekarang

Ende, Tananua Flores | Poktan dampingan Tananua Flores Gelar Kegiatan rapat Koordinasi Tingkat Desa sebagai upaya untuk mengetahui sejauh mana perkembangan maju atau mundurnya kelompok tani yang ada di desa .

Kali ini  ada 3 Desa yaitu desa Malawaru, Desa Natanangge dan desa Kamubheka yang melakukan Kegiatan rapat koordinasi ini.

Rakor Poktan tersebut di Jalankan oleh poktan di desa-desa dampingan Tananua Flores pada tanggal 2-6 oktober 2021.

Kades Malawaru Patrianus Tonda pada kegiatan Rakor Poktan itu menjelaskan bahwa kelompok tani sangat bermanfaat dalam pembangunan, selain untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya juga bisa untuk menghidupkan banyak masyarakat lainnya.

“ Saya sangat mengharapkan kita semua untuk terus kerkarya lewat wadah kelompok tani ini dan kami di pemerintahan desa kedepananya bisa mengalokasikan anggaran untuk bidang pemberdayaan dengan tepat sasaran,  Selama ini jujur saja  kita lebih banyak fokus pada pembangunan fisik karena kelompok  tani belum tertata secara baik”, Jelas Patris.

Patris Kades Malawaru itu juga mengungkapkan bahwa dengan kehadiran dan dukungan dari Yayasan Tananua Flores maka kami juga akan memplotkan sebagian dana untuk bidang pemberdayaan, karena selain petani bekerja secara fisik, petani juga perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan dalam pengembangan usahanya.

Selain itu Mosalaki Malawaru Suku Naya lebih menekankan pada bagaimana semua anakalo faiwalu bisa menjaga lingkungan yang ada di desa Malawaru.

“Desa kita akan terkenal kalau kita bisa membangun sesuatu yang terkenal misanya wisata Rohani dan Wisata budaya. Saya minta supaya Tananua bisa membantu kami untu membuat pemetaan wilayah dimana lokasi pangan, lokasi tanaman komoditi dan lokasi ternak, sehingga ternak kita harus diparonisasi. Saya juga harus menyampaikan dengan tegas bahwa disekitar wilayah hutan suku tidak boleh ada hewan yang berkeliaran, apabila kedapatan akan didenda secara adat,”tegasnya.

Rakor di Desa Natanangge

Rakor  Poktan juga dilaksanakan  di Desa Natanangge pada (5/10). Dalam Rakor poktan tersebut yang terlibat adalah seluruh anggota kelompok dan Masyarakat yang peduli akan pembangunan dan perkambangan di desa.

Pada kesempatan itu Kepala Desa Natanangge Oktavianus V. Dei mengatakan bahwa pemerintah sangat mendukung kelompok tani sehingga walaupun baru sedikit bantuan yang diberikan oleh pemerintah berupa ternak sapi itu untuk mendorong atau sebagai motivasi dalam berkelompok.

Pemerintah Desa Natanangge mengharapkan kedepannya kolempok tani tidak mati suri lagi, kelompok harus lebih berinovasi agar tujuan pementukan kelompok bisa tercapai.

“ Saya juga mengharapkan untuk kelompok tidak mati suri terkait proyek- proyek yang pernah masuk ke desa yang membuat masyarakat trauma, misalnya proyek yang meninabobokan masyarakat dimana ketika masyarakat bekerja ataupun melakukan sesuatu harus dibayar”,Ujarnya

Lanjut kades itu, “Kita perlu berterima kasih kepada Tananua yang tetap pada konsepnya yaitu konsep pemberdayaan. Ketika anak minta ikan orang tua tidak memberikan ikan, tetapi bagaimana bersama-sama belejar untuk mulai membuat matakail sampai memancing dan mendapatkan ikan”, Kata kades Dei.

Rakor Poktan di Desa Kamubheka.

Pada (6/10) Rakor Poktan di tingkat desa Kamubheka juga dilaksanakan oleh Pemerintah desa, Pengurus dan anggota Kelompok tani yang ada di desa. Kegiatan itu turut hadir juga Staf tananua Flores dan tokoh masyarakat di desa Kamubheka.

Kepala desa Kamubheka Melkior Mengga, mengucapkan terimah kasih banyak kepada Yayasan Tananua Flores yang sudah mendampingi desa selama 6 tahun. Ada perubahan yang terjadi di desa walaupun belum semua kelompok. Tapi ada beberapa kelompok yang sudah lebih baik dari sebelumnya. Melkior juga menyampaikan pemerintah akan fokus untuk perkembangan ilmu pengetahuan bagi pengurus kelompok.

“Ya, jadi tidak saja bekerja secara fisik, tapi ilmu pengetahuan juga perlu sehingga kelompok bisa menciptakan hal-hal baru dan bisa menjadi suatu produk kebanggaan atau kekhasan desa,”ucap Melki

“Saya mengharapkan kelompok untuk tetap bekerjasama dengan Pendamping Tananua dan PPL yang ada di desa. Untuk kelompok yang tidak atau belum aktif kita melakukan kunjungan bersama baik dari pemerintah Desa, BPD, PPL dan Pendaming Tananua supaya kelompok bis aktif kembali,”Ungkapnya

Sementara itu Arnold Mage Pendamping Tananua menjelaskan bahwa kami dari luar hanya sebatas memfasilitasi dan memotivasi. Maju atau mundurnya kelompok itu semua kembali kepada kita yang ada di kelompok atau didesa. Ada banyak model kelompok baik yang ada ditingkat desa atau di beberapa Desa wilayah dampingan Tananua yang bisa menjadi tempat belajar sesama petani.

Menurutnya Setiap kelompok atau organisasi tidak mungkin berjalan mulus atau aman – aman saja, apalagi dengan banyak pikiran dan banyak kepala. Masa lalu itu harus membuat membuat lebih kuat dan menjadi pelajaran untuk tidak mengulangi hal yang sama.

Arnol juga Mengajak Poktan untuk Kembali bersama berjuang mewujudkan kembali mimpi bersama kelompok, agar tujuan bisa terwujud.

“Mari kita terus menjalin hubungan baik dengan semua pihak sehingga apa yang kita mimpikan bisa terwujud. Untuk mewujudkan mimpi  kita tidak saja hanya bekerja secara fisik, tetapi juga ilmu pengetahuan untuk bisa menata kelompok kita sehingga dilapangan berjalan baik administrasi dan pembukuan juga menjadi semakin baik”,kata arnol.

Oleh : ARM

 

Poktan adalah Kunci dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia di Desa Read More »

Sepenggal Cerita Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana Adonara Dan Lembata

Shere Sekarang

Ende, Tananua Flores | Berangkat dari rasa kepedulian terhadap sesame, rasa cinta kepada keluarga sanak saudara dan saudari yang terdampak bencana Banjir Bandang pada minggu 4 April 2021, Membuat Yayasan Tananua  Flores menjadi terpanggil dalam merespon, menfasilitasi uluran kasih kepada sesame keluarga yang menggalami korban.

Yayasan Tananua adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang bekerja mendampingi masyarakat Pedesaan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Disamping itu Yayasan Tananua Flores juga Terlibat aktif dalam penangan-penangan kebencanaan yang menimpah kehidupan Manusia. Dengan Moto Kita satu keluarga maka dalam Perespon Kebencanaan di Flores Timur Dan Lembata merupakan bagian dari Keluarga.

Peristiwa Bencana alam banjir Bandang yang terjadi pada Minggu 4 April 2021 itu, yayasan Tananua tidak tinggal diam, Secara lembaga yang di Pimpin oleh Bernadus Sambut langsung Menginisiasi untuk Pembentukan Posko Kemanusiaan dengan tujuan untuk bisa mengihimpun saudara-saudara kita yang dari jauh untuk bisa berbelas kasih lewat Posko kemanusiaan Tananua Flores.

Pembukaan Posko itu di Ketua oleh Hironimus Pala untuk melakukan kerja-kerja Solidaritas mengajak sahabat, mitra Tananua baik secara individu maupun dengan Lembaga-lembaga NGO. Dalam Kerja Posko kemanusia semua Staf Yayasan Tananua terlibat untuk berdonasi. Tidak juga hanya staf tetapi seluruh desa dampingan Yayasan Tananua yang terdiri dari 25 Desa di wiayah kabupaten Ende juga ikut ambil bagian untuk berkontribusi terhadap tanggap bencana di Flores Timur dan Lembata.

Posko Kemanusian tersebut langsung bertempat di kantor Yayasan Tananua Flores. Aktivitas open donasi Posko kemanusian itu kurang lebih 1 bulan. Selama aktivitas Kerja-kerja Posko seluruh Staf di lapangan yang mendampingi desa untuk mengajak sesame keluraga di desa agar berdonasi terhadap keluarga korban banjir Bandang. Dan Puji syukur masyarakat di Desa pun turut menyumbang, mulai dari Beras, ubi-ubian, sayuran sampai  Pakian. Selain itu individu-individu yang peduli di luar pulau Flores juga ikut menyumbang yaitu  Pakian dan Uang.

Dalam berdonasi dengan jumlah angka sumbangan yang basar adalah Mitra Tananua di Jerman yang Namannya Missereor dengan besar dana sebesar Rp 25000 USD disamping itu ada Mitra lain yang juga ikut berdonasi.

Dari Donasi yang di himpun Posko Kemanusiaan maka,diputuskan untuk pengadakan Prabot Rumah tangga bagi korban bencana di Flores timur Dan Lembata. Sebanyak 574 paket probot Rumah Tangga dan bahan makanan yang di sumbangkan ke keluarga korban di Flores Timur dan Lembata.

Dalam urusan kemanusiaan Tananua Flores berprinsip bantun yang di himpun Posko harus tepat sasaran. Artinya bantuan yang di berikan harus mengena pada kk atau orang yang korban bencana, dan Tananua melakukan hal itu.

Pada tanggal 6-7 Mei 2021 Posko Kemanusian Tananua Flores berserta Staf  berangkat dari Ende untuk mengantarkan bantuan ke Lokasi kejadian yaitu Flores Timur dan Lembata. Dari Ende dalam mengantarkan bantuan Relawan Posko di bagi dalam dua Tim. Tim Lembata di Pimpin oleh Bapak Benyamin dan Ibu Metty sedang Tim Flores Timur di pimpin oleh Bapak Hironimus dan Ibu Halimah.

Tananua berani mengantarkan Langsung bantuan tersebut kepada keluarga korban sebab jauh sebelumnnya dari Posko Kemanusian Tananua sudah mengantongi data keluarga korban di flores timur dan Lembata. Sehingga dari data tersebut kemudian dari tananua menentukan Sumbangan tersebut di Prioritaskan kepada korban bencana benar-benar kehilangan.

Menurut Direktur Yayasan Tananua Flores dalam menentukan sumbangan itu memilihnya Prabot Dapur sebab dari informasi mitra di lokasi kejadian sudah banyak bantuan dalam bentuk makan dan minum serta pakayan sudah banyak.  Sementara Situasi daruratnya sudah lewat oleh karena itu, Kami berpikir bahwa mengantar bantuan dengan klaster terakhir harus bisa menyentuh kepada kebutuhan pokok. Dan kami memilih Prabot Dapur agar korban bisa berusaha untuk mengatasi kemelutan di kemudian harinnya.

Cerita Berlanjut

Bencana Banjir bandang yang berada di kabupaten Flores timur cukup menarik perhatian bagi Dunia. Dan lokasi yang tertimpah bencana berada di pulau adonara dengan titik Kejaadian ada di Kelurahan Waiwerang, Desa Oyan Baran, desa Waiburak dan beberapa perkampungan yang ada di kepulauan adonara tersebut.

Tananua Mengantar bantuan Prabot Dapur kepada keluarga korban sekaligus bertemu langsung untuk membagikan barang bantuan itu kepada kk yang terdampak. Sambil memberi semangat dan motivasi kepada sesame sekaligus mengunjung keluarga-keluarga yang jauh dari sumbangan Pemberintah. Sampai saat ini Banyak bantuan  dari pihak lain  yang tertumpuk Posko Umum dari Pemerintah yang ada di kota larantuka, sehingga masih banyak yang belum tersalurkan dan mengena kepada keluarga korban.

Seluruh Tim mengunjungi seluru titik yang tertimpah bencana dan bertemu keluarga yang korban. Tim Tananua di sambut baik oleh pemerintah  desa dan Kelurahan , sekaligus membantu untuk mendisrtibuskan barang kepada Keluarga yang benar-benar kehilangan semuannya.

Suka duka dan rasa prihatin di Rasakan ketika melihat situasi yang ada di lapangan. Dari fakta yang terjadi semuanya hancur lululantahkan perkampungan dan Rumah-rumah warga di hantam badai banjir bandang. Jalan yang menjadi akses transportasi dan aktivitas Warga rusak parah, Rumah-rumah Warga Rusak dan sebagian di tutup dengan Tanah dan Lumpur.

Dari informasi yang di peroleh puluhan Warga masyarakat yang meninggal dunia. Sementara itu memiluhkan ada keluarga yang 1 orang meninggal, ada yang selamat dari banjir serta ada yang satu keluarga semuannya meninggal.

Inilah Fakta peristiwa bencana banjir bandang yang terjadi di Flores timur dan Lembata. Dan peristiwa itulah yang membuat Tananua terpanggil untuk terjun langsung ke lokasi kejadian.

 

Oleh : Jhuan

Sepenggal Cerita Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana Adonara Dan Lembata Read More »