Temulawak dan Jahe Menjadi Produk Yang di Cari Saat ini

Ende, Tananua Flores. -Minuman Herbal yang berkasiat tinggi  Temulawak dan Jahe  saat ini menjadi incaran masyarakat kabupaten Ende dan sekitarnnya. Sebab, minuman Herbal itu sangat baik di konsumsi untuk Menamba dan Menjaga daya Tahan tubuh agar tetap sehat.

Hal ini disampaikan Devisi pengembangan ekonomi   Yayasan Tananua Flores Heribertu Se pada 21 juli 2021 di kantor Tananua Flores di saat Meninjau Proses penjualan Produk Minuman berkasiat temulawak dan Jahe  pada unit usaha UKM Pelita .

Menurutnya bahwa temulawak  dan jahe yang di produksi oleh UKM Pelita Tananua Flores dua bulan terakhir ini mengalami lonjakan pembelian dari konsumen atau masyarakat kabupaten Ende.

“kami melihat pada dua bulan terakhir ini  produk di UKM Pelita khusus Temulawak dan Jahe selalu habis dan dari informasi yang kami dapat  begitu banyak masyarakat yang mencari temulawak dan Jahe”, Ungkap Hery

Ia Menyebutkan di tengah situasi pandemic covid 19 ini stok selalu habis, karena banyak masyarakat  yang membeli produk tersebut”, sebutnya

Temulawak dan jahe merupakan Produk Pangan lokal yang  kesehariannya seriang di gunakan masyarakat. Namun, yang menjadi Minuman baekasiat tinggi, UKM Pelita Yayasan Tananua Flores Mengolahnya menjadi sebuah minuman herbal untuk menamba daya tahan Tubuh, melancarkaan peredaran darah, meningkatkan nafsu makan, menjaga kualitas tidur atau meringankan gejala kecapaian atau kelelahan.

“ Temulawak dan Jahe adalah produk pangan lokal berkasiat yang kesehari kita gunakan. Kami dari UKM Pelita hanya mengolahnya menjadi Minuman berkasiat tinggi untuk menjaga kesehatan kita”, Ungkap Se.

Pria yang sering Mendamping kelompok Petani di desa itu menjelaskan bahwa Mendengar Cerita Pengelaman orang yang mengkonsumsi Jahe dan temulawak bahwa minuman itu sangat baik membantu dan  menjaga daya tahan tubuh atau meningkat imun tubuh kita.

Hery se Menambahkan jika animo masyarakat yang mengkonsumsi Minuman Herbal ini mulai meningkat, UKM Pelita akan terus berproduksi dengan jumlah stok yang banyak”,katanya

Beberapa Produk yang di Jual oleh UKM Pelita Tananua Flores adalah Produk hasil Pertanian di desa- desa dampingan dan juga olahan di UKM Pelita.

Saat ini produk yang  ada di UKM pelita antara lain ,

  1. Jahe yang sudah dalam kemasan
  2. Temulawak
  3. Kunyit
  4. Minyak Marme untuk pengobatan kesleo
  5. Minyak kelapa VSO
  6. Kopi arabika
  7. Minyak Kemiri “Muri Numba” untuk Urut dan Minyak Rambut
  8. Kopi Robuta dan beberapa Produk Lainnya.

Oleh : Clarisa

Temulawak dan Jahe Menjadi Produk Yang di Cari Saat ini Read More »

Profil Singkat Desa Raparendu, Kecamatan Nangapanda

Gambaran Kondisi Desa Raparendu

Desa Raporendu merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Nangapenda kabupaten Ende- Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Luas wilayah desa ini adalah 6.24 km² termasuk wilayah yang masih luas dalam Kecamatan Nangapenda Kabupaten Ende. Dengan jumlah   penduduk sebanyak 2.189 jiwa dengan perincian sebagai berikut:  laki – laki  sebanyak 1.077 jiwa dan perempuan sebanyak 1.112 jiwa. Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 639 KK. Jumlah rumah tangga miskin sebanyak 148 KK, termasuk penerima raskin dan yang menerima PKH berjumlah 133 KK. Desa ini merupakan satu dari 17 desa dan kelurahan yang memiliki kode pos 86352. Desa Raporendu secara administrasi berbatasan dengan:

Utara               : Desa Rapowawo

Selatan            : Laut sawu

Timur               : Desa Bheramari

Barat               : Desa Anaraja

Keadaan Topografi

Topografi desa Raporendu berbukit bergelombang dengan tingkat kemiringan di atas 45 % dan ketinggian 0 – 100 mdpl. Kondisi tanahnya lempung berpasir. Untuk mencapai ke ibukota kecamatan dengan jarak sekitar 10 km dan dari kota Kabupaten Ende 20 km. Jarak tempuh dari Kota Ende ke Desa Raporendu sekitar 45 menit, baik menggunakan roda dua maupun roda empat. Dengan keadaan jalan hotmiks membuat mobilitas masyarakat dari dalam dan keluar desa repurendu semakin tinggi. Desa Raporendu berada di jalan tran flores Ende- Bajawa.  Pasar terdekat yang dapat diakses oleh masyarakat desa Raporendu adalah pasar nangapanda yang ada di ibu kota kecamatan. Pasar Nangapanda merupakan pasar mingguan dan biasanya dilakukan setiap hari senin. Kondisi jalan adalah hotmiks karena desa ini berada di jalur trans Flores bagian barat, dan kondisi jalan desa antar dusun adalah rabat beton 99%. Ada 5 Dusun yaitu Dusun Maunggora, Dusun Numba Raba Timur, dusun Raba, dusun Numba, dusun Numba Besa.

Sarana dan Prasarana Pendukung Kehidupan Berkelanjutan:

Ada dua sumber air yang dinikmati oleh masyarakat raporendu yakni: air leding dan air sumur.

Sarana kesehatan

Untuk mendukung kesehatan masyarakat Sarana kesehatan yang dimiliki di desa Raporendu berupa Pusat kesehatan masyarakat Pembantu (PUSTU) yang ada bidan desa.

Sarana Pendidikan:

Pendidikan merupakan salah satu hak dasar yang perlu dimiliki oleh setiap masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut di desa raporendu memiliki tersedia sarana pendidikan berupa Taman Kanak kanak sebanyak 1 buah,  Sekolah Dasar ada 3 buah dan  Sekolah Menengah Pertama ada (1) buah.

Keadaan sosial

Ada 8 kelompok tani dan nelayan namun kelompok hanya sebatas nama kelompoknya saja,tidak ada kegiatan lanjutan dari masyarakat setempat,kecuali ada proyek masuk desa atau bantuan yang datang maka kelompok dapat dihidupkan kembali. Ada beberapa lembaga yang ada di desa Raporendu  Program keluarga Harapan (PKH) , Lembaga Masyarakat Desa, LIMAS, Balai Penyuluham Pertanian, Badan Permusyawaratan Desa, Desa Siaga, Desa Wisata,  Karang taruna dan kelompok tenun ikat. Lembaga – lembaga ini berperan dalam hal meningkatan kapasitas masyarakat desa melalui pelatihan pemberdayaan melalui musyawarah desa (Musdes). Masyarakat desa raporendu pada umumnya memiliki partisipasinya yang sangat besar dalam hal pembangunan rumah, acara pernikahan, khitanan/ sunat, dan kematian didalam lingkungan desa setempat. Semangat gotong royong masih hidup ditengah masyarakat raporendu. Peran perempuan selain mengurus rumah tangga, mereka juga dapat menenun untuk mendapatkan pendapatan ekonomi rumah tangga, menjual kakao, kelapa.dll

Keadaan pangan

Makanan pokok masyarakat desa raporendu dari 20 tahun yang silam sampai sekarang adalah nasi, jagung, ubi kayu, pisang dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka selalu membelinya dipasar, sebagian masyarakat desa di desa Raporendu juga petani selain nelayan

Keadaan ekonomi

Sumber pendapatan utama masyarakat raporendu berasal dari kebun dan laut dan bagi nelayan sumbernya dari ikan, gurita, cumi dan bagi petani adalah sumber pendapatan dari hasil  pertanian kakao, ubikayu, kelapa, pisang dan sumber pendapatan tambahan adalah dari tenun ikat.

Untuk rantai penjualan gurita, yaitu ada yang jual di jalan, dan ada yang jual ke pengumpul gurita ke arubara. Hasil jualan gurita, digunakan untuk biaya hidup sehari-hari, biaya pendidikan anak, biaya kesehatan dan simpan untuk kebutuhan hidup sosial lainnya seperti membangun rumah, wurumana dan lain-lain.

Kesehatan

Angka kelahiran dalam setahun sekitar 10 orang dan angka kematian 4-6 orang setahun.penyakit yang sering diderita oleh warga masyarakat raporendu seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) dan sedikit malaria kedua penyakit ini biasanya disaat pergantian musim,baik musim kemarau maupun musim hujan. Sarana kesehatan ada 4 posyandu dan masyarakat berobatnya ke postu ndorurea puskesmas nangapenda dilakukan minggu ke dua dalam bulan oleh kader posyandu  yang berjumlah 22 orang, perawat,bidan desa mereka melakukan peran untuk memberi motifasi penyuluhan tentang pentingnya kesehatan dan timbang balita, ada beberapa KK yang belum memiliki MCK sekitar 60 KK ini yang termasuk KK miskin terdapat pada dusun maurongga dan dusun Numba untuk menjaga kebersihan bersama dalam desa tersebut maka mereka melakukan gerakkan pembersihan bersama dalam satu bulan sekali dan lebih rutin pembersihannya biasanya mau menjelang hari- hari raya seperti hari ulang tahun Negara Republik Indonesia.

 

 

Profil Singkat Desa Raparendu, Kecamatan Nangapanda Read More »

Cerita Inspirasi dari Kelompok Tani Mbei Mbani

Ende. Tananua Flores. ç Mbei Mbani adalah sebuah kelompok Tani  yang berada di desa Kamubheka Kecamatan Maukaro kabupaten Ende. Kelompok yang di beri nama Mbei Mbani Ini didirikan pada tahun 2016 bersama dengan  perintis awal pendamping Yayasan Tananua Flores.

Terbentuknya kelompok  Tani ini berdasarkan kepedulian masyarakat untuk bisa saling tolong menolong dalam meringankan beban kerja baik di kebun, maupun di komunitas keseharian mereka. Kelompok ini berjumlah 12 orang dimana yang menjadi daftar anggota kelompok hanya nama kepala keluarga. Dalam praktek kelompoknya kadang yang terlibat istri atau  anak atau bisa diwakili orang yang tinggal dalam satu rumah tersebut.

Perjalanan kelompok ini juga tidak selalu mulus, kadang ada  kendala yang dihadapi karena setiap anggota memiliki pemikiran dan dan pendapat yang berbeda. Tapi dengan perbedaan ini yang membuat kelompok Mbei Mbani semakin kuat dalam beraktivitas.

Aktivitas yang dilakukan yaitu lebih fokus di kebun misalnya buka kebun baru, bersihkan kebun untuk tahun kedua dan ketiga, bersih kebun jambu, tanam padi, panen padi dan membantu orang lain diluar kelompok dengan imbalan membayar untuk bisa masuk ke kas kelompok.

Sejak awal kelompok ini sudah bersepakat untuk memenuhi kebutuhan kelompok harus ada kas kelompok dengan iuran pokok dan iuran wajib. Iuran pokok disepakati 50.000/ tahun dan iuran wajib dibayar dengan sistem saat pertemuan bulanan secara bergilir dari rumah kerumah anggota dan anggota yang rumahnya menjadi tempat pertemuan yang menanggung semua biaya Snack. Sejak tahun 2018 kelompok ini sudah berpikir untuk membuat lumbung pangan kelompok yang nantinya akan menyimpan padi atau gabah.

Pada saat pertemuan bulanan kelompok di tahun 2018  saat itu hadir juga Manager program Tananua Flores Bapak Bernadus Sambut dan beliau sangat mengapresiasi keaktifan kelompok ini. Banyak usulan dan masuk dari anggota untuk pendamping Tananua yang sifatnya membangun.

Pada saat itu juga muncul ide untuk penyetoran wajib anggota selain uang juga berupa padi atau gabah per anggota 50 kg/ tahun. Dan pada tahun 2019 rencana ini terwujud. Mulai tahun 2019 modal awal kelompok ini dari padi/gabah 600 kg dari 12 anggota. Tahun 2019 dari 600 kg ini dipnjamkan lagi ke anggota untuk benih yang akan ditanam musim 2019/2020 dengan bunga 25 kg dan ada 11 Anggota yang pinjam, Sehingga total pendapatan ditahun 2020 sebesar 875 kg.

Pada musim tanam Tahun 2020/2021 ada yang pinjam lagi, selain anggota kelompok juga dari luar anggota ada 8 orang. Jumlah pinjaman bervariasi dengan bunga pengembalian yang tetap sama 25 kg. Sehingga pendapatan yang diperoleh ditahun 2021 sebanyak 1.350 kg.

Tujuan dari lumbung pangan ini juga adalah untuk memenuhi kebutuhan di masa paceklik yaitu bulan Januari sampai dengan Maret dimana dimasa ini anggota kesulitan mendapatkan beras sehingga saat itulah pengurus mulai melakukan penggilingan padi dan dijual ke Anggota kelompok.

Lumbung pangan ini terletak di tengah kampung Tanaghiu. Selain lumbung pangan yang di bisa dilihat, ada stok pangan yang selalu ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umumnya yaitu ubi jalar, ubi kayu, labu besi, pisang, dan juga ubi gadung yang stoknya selalu ada yang dapat diambil kapan saja. Hanya untuk ubi gadung ini proses pengolahannya harus lebih ekstra sebelum bisa di makan atau di konsumsi. Ketua kelompok Mbei Mbani Rikardus Roja menyampaikan  bahwa sebagai pengurus kelompok merasa berterima kasih kepada pendamping Tananua Flores yang selalu memberikan motivasi sehingga sampai saat ini kelompok Mbei Mbani semakin kuat.

“ kami juga berterimah kasih kepada yayasan Tananua yang selalu mendampingi kami sehingga kelompok kami semakin kuat dan terus berkembang dalam membangun perekonomian kami” Ujar Rikar

Selain itu Rikar Berterima kasih juga kami sampaikan kepada pemerintah Desa Kamubheka yang selalu mendukung kelompok kami sehingga kelompok ini bisa diakui di tingkat Desa Kamubheka Kecamatan Maukaro Kabupaten Ende. ( Arnol )

 

Cerita Inspirasi dari Kelompok Tani Mbei Mbani Read More »

Pius I Jodho

Pius I Jodho  Biasa di sapa Pius, Lahir di paga pada 11 juli 1967. Sekarang ini bekeraja di Yayasan tananua Flores dan Menetap di ende dengan alamat   Jln Puusambi, Desa Nanganesa Kecamatan Ndona.

Pengalaman Pendidikan:

a). Pendidikan Formal

  • Sekolah Dasar Katolik Paga,1974/1981
  • Sekolah Menengah Pertama Seminari Yohanes XXII Lela Maumere 1981/1984
  • Sekolah Menengah Atas/ SMAk Sint. Gabriel Maumere 1985/1988
  • Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang, 1990-1993

b). Pendidikan Non Formal

Latihan Survey Sosial Ekonomi Nasional(Susenas) 1998, Latihan P3MD 1997, Latihan usaha ekonomi desa simpan pinjam(UED SP) 1998, Kursus Pembaruan Agraria di Mageria-Maumere 2001, Magang Obat Tradisional di Merubetiri, Latihan Legal Drafing di Ende, Latihan Hukum Agraria di Ende 2005, Latihan Komputer di Ende 2005, Latihan kesehatan di Ende 2005, Kajian Peran Lembaga Adat dalam Pengelolaan SDA 2005, Lokakarya Swadana Lembaga 2005, Latihan PACA di Denpasar 2008, Latihan Metode Pendekatan Holystic di Denpasar 2007, Magang pengolahan pangan local Yogja 2011, Magang pengolahan kakao di Masamba, Sulawesi 2013

Pengalaman kerja:

Menjadi Staf Yayasan Tananua sejak 2001 hingga sekarang dengan posisi sebagai berikut:

  • Orientator di Tananua Flore
  • Uji coba sebagai Pendamping Lapangan,
  • Pendamping lapangan tetap
  • Supervisior Program Ekonomi
  • Kepala devisi Pengembangan Usaha

Pengalaman lain :

Pendamping Inpres Desa Tertinggal 1996- 2000 Wonda Kabupaten Ende, Pendamping BDS Di KSU Tiwu Telu, Manager KSU Kebekolo, Ketua Pengawas KSU Kebekolo, Tim Kajian peran lembaga adat dalam pengelolaan sumber daya alam di Komunitas Roga dan Wolomoni Kabupaten Ende, Tim Kajian Rantai Pemasaran Kakao.

Ketrampilam :

  • Dapat mengoperasikan komputer.
  • Sebagai fasilitator, narasumber untuk berbagai program pertanian, kesehatan maupun ekonomi

Pius I Jodho Read More »

Translate »