“Panen bukan sekadar saat menghitung hasil yang diperoleh dari sawah. Panen juga menjadi kesempatan untuk menilai bagaimana manusia memperlakukan tanah, mengelola sumber daya alam, memenuhi kebutuhan pangan keluarga, dan mempersiapkan kehidupan generasi mendatang“

Ende,Mautenda Barat – Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan Panen Bersama, Belajar Bersama di Dusun Detuboti, Desa Mautenda Barat, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, pada 14 Oktober 2026, ketika Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, hadir bersama para petani untuk menyaksikan puncak kegiatan kajian uji coba penerapan pupuk organik yang didampingi Yayasan Tananua Flores.
Kegiatan ini melibatkan petani dampingan Yayasan Tananua, para peneliti Universitas Flores, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ende, Badan Penyuluh Pertanian Kecamatan Wewaria, perwakilan dari 24 desa binaan Yayasan Tananua, para mosalaki, pastor Kuasi Tanali, Ketua Stasi Raaweka, serta masyarakat Mautenda Barat.
Pertemuan tersebut mempertemukan pengetahuan petani, kajian ilmiah, pengalaman pendampingan, perhatian pemerintah, dan refleksi iman. Panen padi Organik hasil kajian menjadi titik temu berbagai pihak untuk belajar menjaga Tanah serta Ekosistem yang tekandung didalamnya,konservasi dan dari pengalaman mereka yang setiap hari mengolahnya.
Eksplorasi konten lain dari Tananua Flores
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



