Lowongan Kerja Tananua Mei 2023

Berasal dari: Direktur Yayasan Tananua Flores

Di tujukan Kepada Para Pencari Kerja di Kabupaten Ende dan pulau flores Sekitarnya.

Isi Pengumuman:

Disampaikan bahwa Yayasan Tananua Flores membutuhkan seorang tenaga kerja/Staff untuk ditempatkan sebagai bagian umum/kesekretariatan dengan Kualifikasi sebagai berikut:

Syarat Umum

  1. Pendidikan Minimal D3 dan S1
  2. Umur maksimal 35 Tahun
  3. Menguasai Komputer (Word, Exel, Power Point, dll)
  4. Mampu bekerja dalam Tim dan komunikatif
  5. Dapat Mengendarai Sepeda Motor dan memiliki Sim C
  6. Bisa Berbahasa Inggris baik lisan maupun Tulisan
  7. Belum berkeluarga dan tidak menikah selama 2 tahun kedepan apabila diterima.

Persyaratan Khusus

  1. Surat Lamaran Tulis Tangan
  2. Curiculum Vitae (Daftar Riwayat Hidup, disertai Alamat Tinggal Lengkap, Nomor kontak/HP dan email)
  3. Foto kopy ijazah terakhir 1 lembar
  4. Foto kopy transkip nilai 1 lembar
  5. Foto kopi KTP 1 lembar
  6. Foto Pas ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar
  7. Surat keterangan pengalaman bekerja, bagi yang sudah pernah bekerja (sertifikat Penghargaan).
  8. Surat keterangan dari lembaga/ tempat kerja sebelumnya yang menyatakan pernah bekerja dan alasan mengapa berhenti. (bagi yang sudah pernah bekerja)
  9. Surat Pernyataan belum berkeluarga dan tidak menikah selama 2 tahun kedepan apabila diterima.
  10. Penerimaan secara online, mulai dari Tanggal 11 -14 Mei 2023, dibuka mulai 07.00 – 00.00 wita

Persyaratan-pesyaratan tersebut diatas di scan dalam bentuk PDF dan dikirim secara online

Form Lamaran Kerja

Kepada Direktur Yayasan Tananua Flores dengan Alamat : Jl. Gatot Subroto, Lorong Bita Beach. Gang Ke 3 Kiri, Ende, NTT. melalui link berikut ini:

Jika anda Lolos tahap pertama (seleksi administrasi) maka saudara dipanggil untu seleksi tahap kedua (wawancara dan praktek)  langsung di Kantor Yayasan Tananua Flores untuk seleksi lebih lanjut. Apabila anda lolos tahap kedua maka akan dilanjutkan ketahap ketiga dengan chekup lengkap kesehatan.

Demikian Pengumuman ini atas Perhatian dan kerjasamanya diucapkan Terimakasih.

Ende 11 Mei 2023

Ttd

 

Bernadus Sambut

Direktur

 

Lowongan Kerja Tananua Mei 2023 Read More »

Buka Rumah gurita oleh Mosalaki Ria Bewa

 

Ndori Ende. Tananua Flores|  Seremonial adat pembukaan Lokasi penutupan sementara rumah gurita di desa Serandori kecamatan Ndori Resmi dibuka oleh Camat Ndori. sebagai simbol Tanda dibukanya lokasi tangkap gurita tersebut yakni Mosalaki Ria bewa  memberi makan leluhur dan minta restu  agar lokasi yang ditutup dengan resmi dibuka sehingga bisa memberi kesempatan yang baik bagi nelayan gurita di Ndori untuk menangkapnya.

Kegiatan pembukaan penutupan sementara Rumah gurita ini diselenggarakan di dusun Ipi desa Serandori pada 03/5/2023. 

Turut terlibat dalam proses pembukaan penutupan sementara Rumah gurita tersebut terdiri dari para kepala desa di wilayah pesisir,Tokoh adat, Imam Masjid, Ketua LMMA dan seluruh anggota kelompok Watukaka Serandori. 

Kegiatan tersebut di inisiasi oleh kelompok Gurita watukaka mulai dari rencana penutupan hingga pembukaan lokasi penutupan sementara yang digelar hari ini.

Sebagai tuan Rumah di dusun Ipi serta mewakili ketua kelompok Watukaka Sulaiman Ahmad dalam sambutannya mengatakan bahwa Pembukaan lokasi tangkap gurita yang kedua adalah bagian dari rencana LMMA. Dengan harapan penutupan kedua bisa memberikan dampak ekonomi bagi nelayan Ndori. 

“Kami menginisiasi penutupan ini, karena kami sadar dengan penutupan sementara yang pertama gurita kami tangkap sangat banyak dan sangat membantu nelayan kami”, katanya. 

Sebagai Tokoh agama Sulaiman  juga menjelaskan bahwa sejak pembentukan pertama kelompok Watukaka sudah mulai merencanakan untuk menutup lokasi tangkap. Dan untuk Serandori itu potensi gurita sangat banyak, selama ini yang melakukan penangkapan terbanyak salah satunya nelayan dari Ndori. 

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Tananua Flores yang telah memberikan informasi-informasi baik kepada nelayan kami sehingga dengan informasi itu kami bisa menginisiasi untuk menutup dilokasi yang ada di wilayah desa kami”, ujarnya.

Sementara itu Camat Ndori Paul Marvel Frederikus dalam sambutannya menuturkan bahwa penutupan yang kedua semoga bisa lebih bermanfaat bagi peningkatan Ekonomi  nelayan. 

Camat juga menyampaikan bahwa sejak kegiatan itu dijalankan di kecamatan Ndori dampak nyata yang bisa dilihat adalah tidak ada lagi penangkapan yang menggunakan alat tangkap tidak ramah terhadap lingkungan. 

“Kita bersyukur dengan kegiatan buka tutup tangkapan gurita yang menggunakan Bom sudah tidak ada lagi”, ungkap camat.

Selain itu ada beberapa informasi terkait dengan pengelolaan ruang laut, camat menyebutkan bahwa nelayan dan LMMA harus lebih proaktif untuk melakukan proses pengawasan dan juga memberikan informasi kepada masyarakat harus lebih masif. 

Sebagai gambaran bahwa dengan Penutupan sementara lokasi tangkap gurita ini anggota kelompok Watukaka mulai turun ke laut untuk menangkap gurita. Dan kurang lebih 20 menit salah seorang nelayan sudah berhasil menangkap sebanyak 3 ekor dengan masing-masing ukuran 1,8 kg 1 ekor, 1,2 kg 1 ekor dan 0,8 kg 1 ekor. 

Semua nelayan di lokasi itu merasa puas dan siap untuk melanjutkan proses penutupan lokasi lain ke depannya.

 

Oleh : Jhuan

 

Buka Rumah gurita oleh Mosalaki Ria Bewa Read More »

Membangun Kesadaran dengan Refleksi Spiritualitas 

Ende, Tananua Flores | Membangun kesadaran Spiritualitas Kader, kaum Muda dan Pengurus Kelompok Tani pada 23 Desa dampingan Yayasan Tananua Flores  adalah sebuah bentuk dorongan  agar semakin mengenal diri dan potensi –  potensi yang dimiliki setiap Desa. 

Hal itu disampaikan Hari Se manager Program Tananua Flores di  Mautenda barat saat kegiatan refleksi spiritualitas yang digelar setiap Rayon pada (14/3).

Menurutnya Kegiatan itu di bagi ke dalam 7 Rayon yakni Rayon Wewaria & Detusoko (Desa Randoria, Desa Wolotolo Tengah, Desa Mautenda Barat dan Desa Mbotulaka yang tempat di Desa Mautenda Barat yang dimulai pada tanggal 13-14 Maret 2023 

Sementara Rayon Maukaro (Desa Kebirangga Selatan, Desa Kolikapa; Desa Natanage; Desa Kamubheka bertempati di Desa Natanage dimulai pada tanggal 14-15,  Rayon Nangapenda (Desa Malawaru dan Mbobhenga  bertempat di Desa Malawaru dimulai pada tanggal  17-18,  Rayon Detukeli (Desa Maurole Selatan; Desa Unggu dan Desa Detumbewa bertempat di Desa Maurole Selatan pada tanggal 16-17, dan  Rayon Lepembusu Kelisoke (Desa Mukureku Sa Ate dan Desa Rutujeja bertempat di Desa Mukureku Sa Ate pada tanggal 20-21 Maret 2023. 

Lanjut Heri bahwa kegiatan itu sudah diagendakan dan juga sudah diatur jadwalnya, dan yang akan dilakukan  kedepannya adalah Rayon Maurole dan Kota Baru Dataran (Desa Watukamba; Desa Detuwulu; Desa Ndondo; Desa Tou Barat bertempat di Desa Watukamba pada 29-30 dan Rayon Kota Baru Pegunungan (Desa Pise, Hangalande, Liselande, dan Tiwusora bertempat di Desa Pise pada tanggal 30-31 Maret 2023.

Kegiatan refleksi Spiritualitas itu menghadirkan 50 orang/rayon dengan melibatkan  unsur peserta dari kalangan kaum muda, kader pemimpin local dan pengurus Kelompok dari desa-desa dampingan.

Kegiatan ini sebagai waktu yang penting  untuk melihat dan merefleksi perjalan hidup dalam kerja-kerja sosial agar dapat mendalami iman dan kepercayaan diri dalam karya pewartaan. 

Kader mudah yang telah lama bergelut dengan masyarakat desa itu  mengatakan Refleksi spiritualitas pada masa pertobatan Agung bagi umat Katolik itu harus wajib dilakukan sebagai ungkapan keterbatasan sebagai manusia dalam melaksanakan kerja-kerja sebagai petani. 

“ kerja-kerja kita sebagai petani, kaum muda, kader- kader pemimpin desa dan pengurus Kelompok tani yakni membangun kesadaran agar semakin mengenal diri  dan mengenal potensi- potensi yang dimiliki oleh setiap desa kita masing-masing, dengan mulai membangun kelompok dan masyarakat agar memiliki pedoman  hidup dalam menyelesaikan berbagai masalah kaum muda pada zaman sekarang ini”, kata Heri.

Dia juga menyampaikan bahwa meningkatkan semangat dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan adalah satu kesatuan atau bagian integral yang tak terpisahkan dari kesejahteraan hidup umat manusia dalam mempererat rasa persaudaraan antara kaum muda yang beriman kepada kristus.

Selain itu, Heri Se Juga mengharapkan semua peserta yang terlibat dalam kegiatan itu bisa mengikuti sampai selesai agar bisa menemukan kekuatan dan kelebihan serta meningkatkan kapasitas yang lebih baik lagi.

Sementara itu Kepala Desa Mautenda Barat Robertus Yohanes Moda Saga mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama yang baik antara pemerintah desa dan Yayasan Tananua Flores, sehingga kedepannya bisa membantu dalam menemukan dan memberi pengetahuan serta keterampilan bagi petani, kaum muda, kader dan pengurus Kelompok untuk membangun desa. 

Kepala Desa tersebut juga menuturkan Kegiatan Refleksi spiritual ini baru pertama kali  dilakukan untuk petani, hal ini sangat penting dan baik untuk ditindaklanjuti.

“Kegiatan ini sangat baik dan baru pertama kali kita lakukan, sehingga ini menjadi sangat penting bagi kita kedepannya untuk menindaklanjuti”, tutur dia.

Refleksi Kerja-kerja pendampingan Tananua Flores

Dalam kerja-kerja pendampingan Tananua Flores terhadap petani merupakan sebuah misi kemanusiaan untuk membantu sesama dari keterpurukan. Kerja nyata yang dijalankan oleh Tananua adalah sebuah bentuk panggilan hidup untuk bertanggung jawab pada karya pelayanan. 

Pastor Paroki Kuasi Pe’I Bhenga RD. Mardianto Juliarta Dopo Seka mengatakan dalam Refleksinya Kader Desa, pengurus, dan kaum muda memiliki tanggung jawab dan melaksanakan karya pelayanan. Spiritualitas Galilea harus bertumbuh dan menjiwai karya pelayanan dalam kerja-kerja  secara pribadi dan bersama-sama

RD.Mardianto mengartikan kerja-kerja pendampingan Tananua Flores bersama Petani, Kelompok Tani, Kader desa, dan Kaum Muda adalah sebagai Pelayanan Kepada Allah. Katannya Karya adalah  aktif dalam bekerja/aktivitas manusia,  Allah saja bekerja apalagi kita manusia, penciptaan manusia merupakan puncak dari kerja Allah. 

Pastor menjelaskan Ciptaan Allah harus bekerja sungguh-sungguh, berpartisipasi, ulet dan tekun dalam profesinya. Kerja adalah dari program Allah yang diberikan oleh Allah. Bekerja adalah sebuah kewajiban dan tanggungjawab untuk menjawab perintah Allah. Pertanggungjawaban yang Aktivitas dan kreatif dalam karya bersama merupakan Panggilan pelayanan untuk bertanggungjawab terhadap karya Allah. 

Melayani adalah tanggapan terhadap panggilan untuk mengikuti Yesus. Panggilan untuk melayani membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga dan dirinya sendiri. “aku datang melayani bukan untuk dilayani”. Makna Kerja itu lebih kepada keuntungan untuk diri sendiri (saya) tapi Pelayanan merupakan mengorbankan diri untuk orang lain (Mereka)”. Disini kita hadir dengan Adanya keterlibatan langsung dengan rasa simpati dan empati dalam menyelesaikan karya Bersama dengan orang lain. Yesus menaruh belas kasihan terhadap semua orang. Kerja dengan Hati mendapatkan puas dan kebahagiaan. Pelayanan Yesus adalah kerja tidak mencari untung tetapi lebih pada nilai kemanusiaan. 

Melayani harus bebas dari Beban, menerimanya dengan suka cita dan membuatnya dengan sungguh-sungguh untuk menghasilkan sesuatu yang baik. Dalam melayani tentu kita harus Mengorbankan waktu dan tenaga untuk melakukan pelayanan. Orang yang melayani selalu merasa senang, Bahagia dan sukacita. 

Bertumbuh/berkembang adalah sesuatu yang baik dalam hidup karya seseorang akan diuji daya serap dan pengaruhnya. Ungkapan khas bertumbuh sebagai makna pada hal-hal yang positif. Pelayanan kita berpola pada biji sesawi untuk bertumbuh dan berkembang. Atau kita mau bertumbuh dan berkembang bagi sesama kita. 

Sibuk adalah Zaman kita sekarang ini amat sangat sibuk atau dengan kata lain dunia dengan kesibukan tingkat tinggi. Apakah kita merasa sibuk atau Sibuk sibukan yang tidak direncanakan atau mendadak dan spontan. Kesibukan pada suatu program yang jelas dan sungguh – sungguh bekerja dengan arah yang sudah dibuatnya itu sangat baik, sehingga mana Sibuk  yang punya orientasi dan program kerja yang jelas.

 Diam/Naru/Kee: kita harus ada waktu untuk diam/hening dalam kesibukan kita. Diam yang paling baik adalah diam dalam Tuhan (Doa). Doa adalah kekuatan bagi kita untuk merefleksikan dan memikirkan untuk pertemuan kita dengan Tuhan.

Bersama Galilea sebagai tempat pelayanan untuk berjalan dalam kebersamaan suatu Kelompok. Kita adalah makna pelayanan, dan kerja – kerja kita sebagai kebiasaan dan habitus baru dalam hidup berkelompok .

Kita memiliki harga diri maka harus tunjukan bahwa kerja kita sesuai dengan harga diri. Kader, orang muda dan pengurus Kelompok adalah orang – orang pilihan yang memiliki kemampuan dan kapasitas serta kreativitas  untuk membangun kehidupan melalui pelayanan karya kita. 

Modal tanggungjawab sebagai pelayan bagi sesama dan harus memiliki komitmen dengan pilihan kita dengan tanggung jawab. Tujuan modal untuk tumbuh dan berkembang dalam pelayanan dan karya kita. Memiliki tujuan orientasi yang jelas dengan komunikasi yang baik dan benar. Komunikasi harus baik dan penting dengan anggota, ketua dan pengurus dalam Kelompok kita. 

Kepercayaan; pada diri sendiri, sesama dan kepada Tuhan. Kita ibaratkan sebagai sekelompok perempuan yang berjalan ke Galilea, kita semua adalah orang terpanggil. Kita berada di dalam perjalanan untuk mewartakan kabar gembira kepada sesama kita. Kita disuruh pergi untuk berjumpa dengan Tuhan walaupun jalan terjal dan berat. Sadarkah kita bahwa kita pada jalur menuju ke Galilea. Jangan lupa kita sebagai kader, pengurus Kelompok, dan kaum muda harus dan wajib memberikan waktu untuk keheningan melalui Doa.

Kegiatan refleksi spiritualitas ini sangat penting untuk petani dampingan dan kesempatan untuk berbagi antara petani dan menemukan persoalan Bersama dalam merawat dan mengembangkan hidup bersama dalam komunitas pedesaan.

Ditulis oleh : HS

Membangun Kesadaran dengan Refleksi Spiritualitas  Read More »

Pengelolaan Ekosistem laut Ndori harus berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat

Tim Penyelam untuk Monitoring Habitat

Ende, Tananua Flores | Ekosistem di wilayah pesisir Ndori berperan sangat besar untuk menjaga kelestarian Habitat laut sekaligus menjaga sumber daya alam laut yang ada didalamnya. Keberlanjutan Habitat laut ndori akan sangat bergantung pada pengelolaan yang dilakukan masyarakat Ndori itu sendiri,

Siprianus Seru ,Kepala Seksi Konservasi perairan dan pengelolaan Wilayah pesisir dan Pulau-pulau Kecil pada Dinas kelautan dan perikanan Provinsi NTT cabang ende, Nagekeo dan Ngada Mengatakan, Pemerintah lewat Dinas Cabang Kelautan dan Perikanan yang ada di Ende sejak berkolaborasi dengan Tananua Flores sudah melakukan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan wilayah konservasi dan pemerintah sangat apresiasi dan berterima kasih kepada Tananua karena beberapa pekerjaan sudah dibantu dan kerjakan.(15/2)

“ Kami sangat bersyukur kepada Tananua sebab beberapa pekerjaan kami sudah dikerjakan oleh Tananua dan mitra nya, selain itu dengan kerja pendampingan yang dilakukan Tananua Masyarakat Ndori sudah merasakan dampak yang positif dengan peningkatan pendapatan mereka”, ungkap Dia pada kegiatan monitoring habitat laut di Ndori.

Menurutnya Target pendampingan Tananua pada khususnya pengelolaan ekosistem wilayah pesisir dengan pintu masuknya adalah gurita jenis Octopus Cyanea tetapi untuk menjaga kelestarian wilayah pesisir sudah dilakukan secara Umum dan manfaat dapat dirasakan oleh masyarakat Ndori.

Selain itu, dari pendampingan yang dilakukan oleh Tananua sudah mempengaruhi sebagian masyarakat Ndori di wilayah pesisir tidak hanya nelayan gurita tetapi secara umum masyarakat yang ada pesisir dengan tujuan Biota-biota laut lainnya selain gurita dengan sendirinya terjaga dengan baik.

Koordinator Program Yayasan Tananua Flores Pius I Jodho, menyatakan saat ini kondisi wilayah pesisir sangat mengkhawatirkan sebab wilayah itu tingkat abrasinya sangat tinggi. Penyebab utamanya bisa dibilang terkait dengan aktivitas Manusia yang tidak terbatas.

Untuk di wilayah Pesisir Ndori Perlu ada pengelolaan dan perlindungan agar seluruh potensi di pesisir ndori akan tetap terjaga dan masyarakat ndori bisa mengelolanya sesuai dengan kearifan setempat.

Situasi Terkini


Saat ini , Wilayah pesisir kecamatan ndori selalu diperhadapkan dengan Abrasi dan pengambilan Batu dan pasir di wilayah Pesisir secara liar. sementara, lewat Pendampingan yang dilakukan oleh Tananua telah memberikan beberapa pengetahuan tentang menjaga dan melestarikan wilayah pesisir, tentu hal itu menjadi perhatian semuanya jika kesadaran masyarakatnya belum terbangun secara baik.

Dari informasi yang disampaikan oleh Tananua untuk Wilayah pesisir kecamatan Ndori telah melakukan pengelolaan Ruang laut dengan metode yang dipakai adalah buka dan tutup lokasi penangkapan. Lokasi yang ditutup khusus untuk jenis biota Gurita ada 3 lokasi dan bentangannya sampai dengan 140 ha. Lokasi yang ditutup tersebut antara lain, Sera Hobakua, Sera Maubasa dan sera Ipi.

Lokasi yang ditutup selama 3 bulan hasilnya cukup tinggi, dan nelayan gurita sangat senang dan mendapatkan manfaat nya. Dampak dari Pengelolaan ruang laut berbasis masyarakat dengan Buka tutup lokasi tangkap, penangkapan yang tanpa batas dan penangkapan menggunakan alat tangkap yang tidak rama terhadap lingkungan sudah mulai berkurang.

Target dari Yayasan Tananua adalah pengelolaan ruang laut itu harus terus berlanjut yang dengan kesadaran penuh dilakukan oleh nelayan itu sendiri. Hal itu, telah dilakukan oleh nelayan gurita yang menginisiasi untuk melakukan Penutupan yang kedua.

“ kami dari nelayan gurita akan melakukan penutupan yang kedua, dan kami sudah ditentukan waktunya untuk penutupan itu,” Ujar Tato nelayan Gurita

Dia, menjelaskan bahwa dengan penutupan sementara lokasi tangkap nelayan telah banyak mendapatkan manfaatnya dan gurita yang dipanen sehari cukup banyak.

“ saya sebelumnya menangkap gurita lama sekali baru dapat gurita tetapi dengan penutupan sementara ini saya menangkap gurita dengan cepat dapatnya”, Tuturnya.

Wilayah Pesisir Ndori lokasi yang menjadi sasaran monitoring ada di lokasi penutupan sementara yakni lokasi sera maubasa. Dari keadaan habitat bawah laut, kondisi terumbu karang memang ada yang rusak dan karang yang ada saat ini sangat cocok untuk rumah gurita.

Amir, salah satu penyelam dari NTB yang melakukan monitoring di bawah laut mengatakan bahwa posisi karang di wilayah Ndori sangat baik untuk kepentingan keberlangsungan hidup gurita dan sementara untuk kepentingan ekowisata butuh waktu.

“ karang cukup baik untuk keberlangsungan hidup gurita, oleh karena itu nelayan harus menjaganya”, katannya

Pengelolaan Ruang Laut


Locally Managed Marine Area (LMMA ) adalah salah satu kelompok pengelola yang dibentuk oleh masyarakat untuk pengelolaan habitat laut secara berkelanjutan. Di wilayah kecamatan Ndori lembaga LMMA ini dibentuk dengan model pendekatan kawasan. Didalam LMMA itu sendiri kepengurusannya terdiri dari 5 desa yang ada di wilayah pesisir Ndori.

Tugas yang diembankan Lembaga pengelolaan ini melakukan proses pengawasan wilayah pesisir di lokasi-lokasi penutupan sementara, Monitoring Habitat Laut, Melakukan Penguatan kapasitas nelayan terkait dengan menjaga habitat laut , membangun koordinasi para pihak terkait pengawasan dan konservasi serta lainnya.

Kepala desa maubasa Azhar Banda mengatakan terkait dengan pengelolaan kawasan pesisir dan menjaga habitat laut, Desa pesisir di kecamatan Ndori telah membentuk Peraturan kepala Desa bersama.

Peraturan bersama kepala desa ini dibentuk untuk sebuah keberlanjutan dalam pengelolaan kawasan pesisir wilayah kecamatan Ndori.
“ Kami membentuk Permakades ini mempunyai dasar yang utama sesuai dengan UU desa yang memberikan kewenangan desa mengatur potensi desanya, “ Katannya,

Lanjut Dia, Wilayah Pesisir Ndori mempunyai potensi yang luar biasa, baik itu gurita, ikan dan jenis biota lain ini cukup banyak.

Kepala desa Maubasa itu menyatakan bawah tidak hanya mengatur soal pengelolaan tetapi mengatur soal perlindungan biota sebab, pesisir Ndori ini banyak nelayan luar yang menangkap di wilayah ndori baik menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan yang tidak ramah lingkungan.

Senada dengan program Tananua terkait pengelolaan ruang laut, “ kami juga mengatur soal pengelolaan sampah dan pengambilan Batu pasir di pesisir Ndori” ujar kades itu

Pesisir laut Ndori dengan potensi gurita telah memberikan dampak terhadap perekonomian nelayan Ndori. Dari data yang disampaikan Tananua Flores sejak pendampingan September 2021 – Februari 2023 saat ini Data gurita berjumlah 6151 ekor untuk Jantan dan 5318 ekor untuk Betina total 11.469 ekor sementara Produksi gurita 11,942,77 Kg. Data ini di himpun hanya 3 desa yaitu maubasa, maubasa timur dan Serandori.

Dari data itu kemudian menjadi rujukan bagi Pemerintah kecamatan ndori lewat 5 desa di wilayah pesisir Ndori membentuk Permakades bersama untuk menjaga dan mengelola agar lingkungan laut terus lestari dan berkelanjutan.

Oleh : JFM

Pengelolaan Ekosistem laut Ndori harus berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat Read More »

BUKU : Kenangan Peningkatan Status dan Pentabisan Gereja Paroki Marianus Puurere

Klik di sini ya Buku Kenangan PEningkatan Status dan Pentabisan Gereja Paroki Santo Marianus Puurere

“L’amour c’est une mouvement sans retour,” kata Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus. Cinta itu suatu gerakan tanpa kembali. Itulah cinta Tuhan, cinta yang setia. “Jika kita tidak setia, Ia tetap setia, karena Ia tidak dapat menyangkal diri-Nya” (2 Tim 2:13). Cinta Tuhan itu total. “Tidak pernah Tuhan menyatakan diri selain dalam bahasa cinta. Tuhan hanya dapat mencinta
secara total, 100 %. Karena Tuhan adalah cinta, Dia tidak bisa membagi diri-Nya, demikian juga cinta-Nya,” 1 tulis Peter G. van Bremen, seorang imam Yesuit, dan juga ahli fisika atom. Memandang Gereja Puurere yang indah dan megah, dan menyaksikan perkembangan umatnya yang pesat dengan heterogenitas tinggi baik dalam suku, budaya, status sosial, dan usia, kita dapat menyimpulkan bahwa Tuhan telah mencurahkan cinta-Nya yang setia dan total kepada umat Paroki Santo Marinus Puurere.
Namun, banyak orang mengatakan bahwa Gereja Puurere dibangun sangat lama. Jika dihitung sejak peletakan batu pertama pada 19 Maret 2007, maka pembangunan Gereja Puurere berlangsung selama limabelas tahun. Dikatakan juga bahwa Paroki Persiapan Santo Marinus Puurere adalah paroki persiapan yang paling lama menjadi paroki definitif, yaitu delapan tahun lamanya terhitung sejak menjadi Paroki Persiapan pada tahun 2014. Memang manusia dicirikan oleh waktu, dan bagi manusia saat yang satu mengikuti saat yang lain, sehingga ada masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Tetapi tidak demikian dengan Tuhan. “Tuhan itu kekal, dan kekal berarti seluruh waktu diperpadat menjadi saat sekarang yang berlangsung selamanya,” 2 demikian van Bremen. Umat Puurere membangun paroki dan Gerejanya bersama Tuhan. Dalam konteks pengalaman hidup dan bekerja dalam cinta Tuhan yang setia dan total serta dalam waktu Tuhan yang selalu sekarang, masa 1000 tahun silam pun akan terasa seperti baru kemarin, apalagi hanya 15 atau 20 tahun lampau. Atau sekurang-kurangnya, umat Puurere telah belajar untuk sabar; sabar menunggu indahnya waktu Tuhan.
Buku ini menyajikan kisah terbentuknya Paroki Santo Marinus Puurere dan pembangunan Gerejanya, termasuk aula pertemuan, pastoran, kantor sekretariat paroki, dan sebuah kapela biara. Tak bisa dipungkiri bahwa tokoh utama dalam kisah ini tentu saja Tuhan sendiri yang karena cinta-Nya yang setia dan total, hendak hadir dan membangun umat-Nya dan rumah-Nya, bersama semua orang yang terbuka hatinya dan mau berpartisipasi dalam karya penyelamatan Tuhan ini. Mereka semua adalah para pastor paroki, pastor rekan, anggota DPP, anggota panitia pembangunan, para donatur, dan umat Puurere seluruhnya. Semua peran serta dan perjuangan mereka dirangkai dalam buku ini sebagai kado kenangan untuk pendefinitifan Paroki Santo Marinus Puurere pada 5 Juni 2022 dan pentahbisan Gereja Santo Marinus Puurere pada 23 Oktober 2022.

Ada beberapa alasan buku kenangan ini ditulis. Alasan pertama, ialah agar umat Paroki Santo Marinus Puurere bisa menyadari identitas dirinya sebagai warga sebuah paroki yang baru dalam wilayah Keuskupan Agung Ende. Karena manusia hanya dapat mengerti dirinya dalam rajutan sebuah kisah, dan sebuah komunitas terbentuk hanya melalui kisah bersama. Kisah yang baik selalu berdasar pada pengalaman serta penghayatan hidup dan kehidupan. Tanpa penghayatan kehidupan, kisah itu kosong, tetapi tanpa kisah, pengalaman hidup itu bisu.
Alasan kedua, kisah penghayatan hidup yang bernilai perlu diwariskan. Nilai-nilai kemanusiaan dan keberanian iman yang mewarnai dan memberi nafas kehidupan bersama umat Puurere, seperti sikap saling mengasihi yang tulus, semangat pengorbanan yang pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan, persatuan dan kerja sama dalam membangun

paroki dan Gerejanya perlu diwariskan. Zach Richter, seorang sutradara, direktur kreatif, dan desainer Amerika yang terkenal karena karyanya dalam realitas virtual dan media interaktif pernah menulis, warisan adalah bagian penting dari kehidupan yang dijalani dengan baik. Warisan adalah kenang- kenangan yang tak terhapuskan yang bisa hidup selama beberapa generasi. Penyair besar, Maya Angelou pernah mengatakan, jika Anda ingin hidup, tinggalkan warisan; buat tanda di dunia yang tidak bisa dihapus. Tidak diragukan lagi bahwa warisan dapat berguna sebagai sidik jari yang bertahan lama. Generasi mendatang, lanjut Richter, dapat mengingat kehidupan yang benar-benar luarbiasa dari masa lalu itu.
Alasan ketiga, kisah yang baik bersifat transformatif. Kisah-kisah Injil seperti “Anak yang hilang”, “Orang kaya dan Lazarus yang miskin”, “Orang Samaria yang baik hati”, adalah contoh-contoh kisah yang telah mentransformasi kehidupan banyak orang dan masyarakat. Kata Visaya, pengarang Mahabharata: “Kalau engkau sungguh-sungguh mendengarkan sebuah kisah, engkau tidak bisa hidup seperti yang dulu lagi.” Negarawan dan jenderal Yunani Pericles pernah berkata, “Apa yang Anda tinggalkan bukanlah apa yang terukir pada monumen batu, tetapi apa yang dijalin ke dalam kehidupan orang lain”. Dengan membaca kisah penghayatan hidup umat Puurere dalam buku ini, anak cucu, generasi penerus umat Puurere dapat belajar dari sejarah kehidupan para pendahulu mereka untuk meningkatkan mutu kehidupan mereka sebagai umat Allah. Karena mahkota orangtua adalah anak cucu mereka, dan kehormatan anak cucu adalah nenek moyang mereka.

BUKU : Kenangan Peningkatan Status dan Pentabisan Gereja Paroki Marianus Puurere Read More »

Translate »