Bentuk LPHAM, Tananua sebut sebagai Wadah Monitoring dan Evaluasi Bersama

Ende Detubela, Tananua Flores |Gelar lokakarya bersama antara Pemerintah Desa dan Yayasan Tananua Flores dengan tujuan membentuk Lembaga Pengelolah Hak Alam dan Hak Warga di Desa Detubela kecamatan Wewaria kabupaten Ende, Tananua Sebut sebagai wadah Monitoring dan Evaluasi bersama masyarakat terhadap lembaga yang ada di desa.

Hal itu disampaikan Bernadus Sambut  Direktur Yayasan Tananua Flores dihadapan masyarakat yang berjumlah 53 orang dengan semua tokoh kunci  dari semua lembaga yang ada di Desa Detubela dalam kegiatan Lokakarya yang digelar dikantor desa Detubela pada (14/9).

Direktur Bernadus mengatakan “Tujuan Pembentukan LPHAM ini sebagai Payung semua lembaga yang ada di desa Detubela dan sebagai wadah monitoring dan evaluasi bersama masyarakat terhadap lembaga yang ada di desa”.

“Saya berharap Lembaga ini bisa dibentuk dan berjalan dengan berperan bersama desa untuk membangun dan menjaga keutuhan desa terkhusus dengan melihat hak alam dan hak masyarakat,”harapannya.

Baca Juga : https://www.tananua.org/tanam-apa-yang-kita-makan-dan-makan-apa-yang-kita-tanam/06/

Sementara itu Camat weawari yang diwakili oleh kepala seksi pemberdayaa kecamatan memberikan apresiasi kepada Yayasan Tananua yang sudah berkarya untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan di desa terkhususnya berkaitan dengan pengelolaan Sumber daya Alam yang berdampak kepada kelestarian.

Menurutnya Tananua Flores  adalah salah satu LSM yang masih bertahan sampai saat ini dan sungguh-sungguh bekerja dengan masyarakat membantu desa dengan pendampingan serta kegiatan dan latihan bagi masyarakat desa.

Selain itu Kepala Desa Detubela  Eustakius Kota dalam sambutannya menegaskan bahwa “ kegiatan ini berkelanjutan dengan merujuk pada kegiatan kegiatan yang sudah berjalan terdahulu, maka masyarakat dan semua tokoh penting di desa agar bisa berkerja sama dan terlibat bersama dalam setiap kegiatan yang dilakukan desa maupun Tananua Flores. Mari kita berkerja sama dan berpartisipasi dalam membangun desa kita,” tegasnya.

Dalam Lokakarya yang digelar sampai pada titik puncak terbentuk sebuah lembaga dan struktur kelembagaan LPHAM dan masyarakat mempercayahkan salah satu warga untuk menempati struktur kelembagaan tersebut.

Sebagai sapaan Awal Dominikus Ngera Ketua LPHAM terpilih menyampaikan apresiasi kepada peserta kegiatan dan Tananua Flores yang sudah memfasilitasi pembentukan LPHAM dan pengurus yang sudah dipilih

“saya secara pribadi mengharapkan dukungan kerja sama dari semua komponen dalam struktur yang sudah dipilih dan juga Yayasan Tananua Flores untuk selalu mendampingi dan memberikan latihan dan kegiatan bagi lembaga ini dan masyarakat desa Detubela,” Ujarnya.

Desa Detubela sebagai desa yang sangat baik merespons program ini dan mau bekerja sama dengan berencana untuk memasukan LPHAM dan beberapa kegiatan seperti Perdes Perlindungan Mata Air, Pertanian Organik, Pangan Lokal dan Penguatan kelompok. Selain itu Program ini dari diskusi dan yang dibangun bahwa akan dimasukan dalam Perdes kewenangan desa tahun 2024.

 

Heri Se

Bentuk LPHAM, Tananua sebut sebagai Wadah Monitoring dan Evaluasi Bersama Read More »

Kado HUT RI ke 78 : Tananua Flores Gelar Pemerikasaan Kesehatan Dasar secara Gratis untuk Masyarakat Ndori

Ende Ndori, Tananua Flores | HUT RI ke 78, Yayasan Tananua Flores memberikan kado terbaik kepada masyarakat Ndori dengan menggelar pemerikasaan kesehatan dasar secara gratis. Hal itu disampaikan oleh direktur Yayasan tananua bernadus Sambut pada( 22/8)  ketika dimintai keterangan terkait dengan kegiatan tersebut .

Menurutnya, Tananua dalam kerja pendampingannya menginginkan masyarakat itu sehat, karena tanggung jawab sosial, masyarakat sehat itu adalah penting dan menjadi tugas bersama.

Katanya, “ Kami dari Tananua Flores ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat ndori dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar, yang artinya dengan pemeriksaan ini kita bersama-sama mulai mendeteksi dini terkait penyakit yang dialami masyarakat itu sendiri”,ujarnya.

Direktur Tananua itu menjelaskan bahwa Setiap orang menginginkan hidup yang sehat, diperhatikan dan dilayani secara biak oleh negara dan siapa saja. Jika kesehatan merupakan tanggung jawab setiap pribadi akan tetapi demi kesejahteraan semua orang maka juga menjadi kewajiban untuk turut ambil bagian dalam menjamin kesehatan masyarakat itu sendiri.

Lanjut Dia, Melihat kekurangan ini Tananua sebagai lembaga Pendamping mencoba memberi warna lain dengan berusaha memfasilitasi pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat terlebih khusus di desa dampingan Tananua.

Pimpinan Tananua itu mengutarakan bahwa Tananua secara lembaga melihat jangkau dan akses masyarakat terhadap pos-pos kesehatan susah dan tidak terjangkau maka dengan melihat kondisi ini Tananua membangun kerja sama dengan tenaga kesehatan untuk terjun langsung di tengah-tengah masyarakat agar bisa mendapatkan keluhan secara langsung dari masyarakat itu sendiri.

Bernadus berharap agar masyarakat atau nelayan bisa menyadari dan mengetahui terkait penyakit yang dialimi serta mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tidak hanya itu, tetapi masyarakat nelayan bisa terbangun kesadarannya untuk secara inisiatif jika mengalami gengguan kesehatan dan bisa memeriksa kesehatannya di pusat kesehatan terdekat.

Selain itu camat Ndori Paul Marsel Frederikus, dalam sapaannya memberikan apresiasi kepada Tananua yang telah berjuang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ndori.

Paul juga mengucapkan terimah kasih kepada masyarakat ndori yang sudah turut mengambil bagian dalam  pemeriksaan kesehatan tersebut.

“hari ini luar biasa Tananua menghadirkan Dokter di wilayah kami, terimah kasih banyak kepada Tananua yang telah berjuang untuk masyarakat kami di ndori”

Pimpinanan wilayah kecamatan Ndori itu menegaskan, “Kedepan jika masih ada kegiatan seperti ini, masyarakat harus datang lebih banyak karena ini menjadi penting untuk menjaga kesehatan kita, pencegahan dini itu lebih baik dari pada mengobati” Tegas Camat

Dari pantauan Media Tananua Flores, Pemeriksaan kesehatan itu masih banyak sebagian besar  masyarakat belum terlibat secara penuh, ada sebagian masyarakat nelayan yang belum banyak partisipasi.

Oleh karena itu, Camat Frederikus berharap agar kegiatan pemerikasa kesehatan dasar seperti ini harus terus berlanjut sehingga seluruh masyarakat Ndori bisa mendapatkan pelayanan. Hari ini mungkin masih belum banyak yang mendapatkan informasi, sehingga kedepannya mungkin sudah dengan sendirinya.

Kegiatan pemerikasaan kesehatan dasar itu Tananua Flores mendatangkan Dokter dari puskesmas Wolowaru, dan juga bekerja sama dengan puskemas Ndori. Dari infomasi yang di peroleh sampai saat ini di puskesmas ndori belum ada Dokter yang menempati dan bertugas di puskemas itu, sehingga banyak masyarakat yang ketika sakit enggan berkunjung ke puskemas itu.

Oleh : Mikael

Kado HUT RI ke 78 : Tananua Flores Gelar Pemerikasaan Kesehatan Dasar secara Gratis untuk Masyarakat Ndori Read More »

Tanam Apa yang Kita Makan dan Makan Apa yang Kita Tanam 

Ende, Mautenda Barat | “Tanam apa yang Kita Makan dan Makan Apa yang Kita Tanam” Itulah salah satu materi pembahasan dalam rapat pertemuan semesteran Petani dan Nelayan yang diselenggarakan di Desa Mautenda Barat Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende pada (3/7/2023) lalu. Sebuah Judul yang dipilih oleh Narasumber itu tidak terlepas dari perjalanan panjang kerja-kerja pemberdayaan masyarakat kurang lebih 34 tahun. Dari kerja pendampingan dan pemberdayaan bersama petani kemudian menemukan sebuah pandangan yang perlu diperhatikan dan juga menjadi sebuah refleksi untuk kehidupan petani selanjutnya.  

Hironimus Pala dalam pemaparan materi terkait “Pentingkah pangan lokal bagi kehidupan kita” itu  Menjelaskan saat ini situasi pangan lokal sudah mulai perlahan menghilang. Petani pangan sudah mulai beralih profesi menjadi petani perkebunan. 

Ketua Pengurus itu mengatakan sebenarnya kalau dijaga secara baik sumber pangan lokal itu begitu banyak dan petani tidak mengalami kekurangan.Sumber pangan itu ada di hutan, di sungai, diladang, dikebun, dilaut dan di pasar. 

Menurutnya dari hasil penelitian di setiap desa dampingan Tananua dan diluar desa dampingan Tananua berjumlah 198 jenis pangan yang di budidaya oleh petani. Sementara yang tidak dibudidaya dan liar di hutan dan sungai  kurang lebih berjumlah 78 jenis, total sebanyak 276 jenis sumber pangan  dan  itu tersebar di semua desa yang ada di kabupaten Ende, baik yang di budidaya maupun yang liar. 

Lebih Jauh katanya” Kita petani dan nelayan sebenarnya tidak kekurangan, dari sumber itu saja kalau dijaga dan dikelola secara baik tentu petani dan nelayan hidup baik dan kesehatan terjamin lahir dan batin”.

Hironimus juga merefleksikan kilas balik perbandingan keadaan pangan 40 tahun lalu dengan kondisi kemajuan saat ini, memang mengalami perubahan dan ada yang sudah mulai hilang. 

Sumber pangan lokal di 40 tahun yang lalu sebagai kebutuhan dasar kehidupan petani yang saling berhubungan antara yang satu dengan lainnya. Pangan lokal dalam sejarah panjang kehidupan masyarakat ende dan lio menjadi sebuah dasar hubungan sosial, Adat istiadat,dan pemenuhan hak Alam. Dengan keberadaan pangan yang dijaga secara baik, maka masyarakat pada waktu itu mempunyai kedaulatan atas pangan. Sebut saja sumber pangan pada waktu itu  menjadi alat komunikasi Sosial, sumber obat-obatan dan Sumber pemenuhan gizi bagi anak dan ibu menyusui. Masih banyak lagi manfaat pangan lokal yang belum digali dan diteliti secara baik. 

Sekarang ini sudah tidak ada lagi kedaulatan atas Pangan, sumber-sumber pangan lokal sudah mulai hilang dan ketergantungan kepada pasar industri cukup tinggi, sebab semuanya ditentukan oleh dunia pasar yang notabenenya mengambil nilai lebih dari hasil kerja petani itu sendiri. 

“ kita harus kembali menjaga benih pangan lokal kita, dan kembali mengembangkan agar kedaulatan atas benih dan pangan lokal kita bisa kembali”, ucap Nimus. 

Tidak hanya itu, Pengurus Tananua juga menjelaskan bahwa saat ini pergeseran juga masif dan kehidupan petani sudah ketergantungan kepada tanaman kebutuhan industri. Petani saat ini tanam di lahan untuk pangan sudah digantikan dengan tanaman industri. Lahan untuk pangan sudah mulai hilang.

Dengan kondisi itu” saat ini kita tidak lagi tanam apa yang bisa kita makan tetap tanam apa yang dibutuhkan pasar dan tanaman yang tidak bisa kita makan”,ungkapannya 

Sambung Hironimus bahwa Kondisi ketergantungan kita terhadap pasar yang cukup tinggi sehingga perlakuan kita juga mulai berubah. Makanan yang dikonsumsi oleh kita mulai berubah dengan yang serba instan sehingga dampaknya penyakit muncul bermacam-macam. Gizi pada anak dan ibu menyusui mulai terganggu dan usia Produktif hidup manusia tidak lagi menjakau pada 70an keatas melain distandar 50an. 

Perlindungan atas pangan lokal

Di Pertemuan semesteran yang dilaksanakan selama 3 hari itu, Pemerintah kabupaten Ende dalam hal ini Dinas ketahan pangan Kabupaten Ende juga mensosialisasikan Peraturan daerah Penyelenggaraan tentang pangan. 

Justina sandopi mengatakan saat ini Kabupaten Ende sudah memiliki peraturan daerah penyelenggaraan Pangan dan pemerintah sedang melakukan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat khususnya petani yang ada di desa agar bisa diketahui bahwa pangan sudah ada aturan perlindungannya. 

Justin juga mengucapkan apresiasi kepada  Yayasan Tananua Flores yang telah memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk melangsungkan sosialisasi peraturan daerah terkait penyelenggaraan pangan kepada masyarakat.

“Pemerintah kabupaten Ende dalam hal ini Dinas Ketahanan pangan kami memberikan apresiasi kepada Tananua serta Petani dan Nelayan di pertemuan semesteran ini, Dinas ketahanan pangan mengucapan terima kasih karena telah memberikan waktu untuk sosialisasi peraturan Daerah kepada petani dan nelayan”.Ucapnya

Selain itu Kabid Ketersediaan dan kerawanan Pangan  juga menjelaskan bahwa dengan Perda No 5  tentang penyelenggaraan pangan ini pemerintah desa dan Masyarakat petani dapat mempunyai Rujukan dalam pembuatan Peraturan Desa yang khusus terkait pengaturan tentang pangan. 

Kabag itu menuturkan Kedepannya jika pemerintah desa dan BPD membuat Perdes tentang pangan, hal itu sudah mempunyai rujukan yang jelas dan tidak diragukan lagi. 

Sambung dia, Pangan adalah kebutuhan dasar dan menjadi hak asasi manusia. Manusia hidup butuh makan dan petani sebagai kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan pangan perlu mendapatkan perhatian  serta melakukan pemberdayaan kepada petani agar  petani bisa hidup lebih baik lagi. 

 

Oleh : Jhuan Mari.

Tanam Apa yang Kita Makan dan Makan Apa yang Kita Tanam  Read More »

Lowongan Kerja Tananua Mei 2023

Berasal dari: Direktur Yayasan Tananua Flores

Di tujukan Kepada Para Pencari Kerja di Kabupaten Ende dan pulau flores Sekitarnya.

Isi Pengumuman:

Disampaikan bahwa Yayasan Tananua Flores membutuhkan seorang tenaga kerja/Staff untuk ditempatkan sebagai bagian umum/kesekretariatan dengan Kualifikasi sebagai berikut:

Syarat Umum

  1. Pendidikan Minimal D3 dan S1
  2. Umur maksimal 35 Tahun
  3. Menguasai Komputer (Word, Exel, Power Point, dll)
  4. Mampu bekerja dalam Tim dan komunikatif
  5. Dapat Mengendarai Sepeda Motor dan memiliki Sim C
  6. Bisa Berbahasa Inggris baik lisan maupun Tulisan
  7. Belum berkeluarga dan tidak menikah selama 2 tahun kedepan apabila diterima.

Persyaratan Khusus

  1. Surat Lamaran Tulis Tangan
  2. Curiculum Vitae (Daftar Riwayat Hidup, disertai Alamat Tinggal Lengkap, Nomor kontak/HP dan email)
  3. Foto kopy ijazah terakhir 1 lembar
  4. Foto kopy transkip nilai 1 lembar
  5. Foto kopi KTP 1 lembar
  6. Foto Pas ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar
  7. Surat keterangan pengalaman bekerja, bagi yang sudah pernah bekerja (sertifikat Penghargaan).
  8. Surat keterangan dari lembaga/ tempat kerja sebelumnya yang menyatakan pernah bekerja dan alasan mengapa berhenti. (bagi yang sudah pernah bekerja)
  9. Surat Pernyataan belum berkeluarga dan tidak menikah selama 2 tahun kedepan apabila diterima.
  10. Penerimaan secara online, mulai dari Tanggal 11 -14 Mei 2023, dibuka mulai 07.00 – 00.00 wita

Persyaratan-pesyaratan tersebut diatas di scan dalam bentuk PDF dan dikirim secara online

Form Lamaran Kerja

Kepada Direktur Yayasan Tananua Flores dengan Alamat : Jl. Gatot Subroto, Lorong Bita Beach. Gang Ke 3 Kiri, Ende, NTT. melalui link berikut ini:

Jika anda Lolos tahap pertama (seleksi administrasi) maka saudara dipanggil untu seleksi tahap kedua (wawancara dan praktek)  langsung di Kantor Yayasan Tananua Flores untuk seleksi lebih lanjut. Apabila anda lolos tahap kedua maka akan dilanjutkan ketahap ketiga dengan chekup lengkap kesehatan.

Demikian Pengumuman ini atas Perhatian dan kerjasamanya diucapkan Terimakasih.

Ende 11 Mei 2023

Ttd

 

Bernadus Sambut

Direktur

 

Lowongan Kerja Tananua Mei 2023 Read More »

Buka Rumah gurita oleh Mosalaki Ria Bewa

 

Ndori Ende. Tananua Flores|  Seremonial adat pembukaan Lokasi penutupan sementara rumah gurita di desa Serandori kecamatan Ndori Resmi dibuka oleh Camat Ndori. sebagai simbol Tanda dibukanya lokasi tangkap gurita tersebut yakni Mosalaki Ria bewa  memberi makan leluhur dan minta restu  agar lokasi yang ditutup dengan resmi dibuka sehingga bisa memberi kesempatan yang baik bagi nelayan gurita di Ndori untuk menangkapnya.

Kegiatan pembukaan penutupan sementara Rumah gurita ini diselenggarakan di dusun Ipi desa Serandori pada 03/5/2023. 

Turut terlibat dalam proses pembukaan penutupan sementara Rumah gurita tersebut terdiri dari para kepala desa di wilayah pesisir,Tokoh adat, Imam Masjid, Ketua LMMA dan seluruh anggota kelompok Watukaka Serandori. 

Kegiatan tersebut di inisiasi oleh kelompok Gurita watukaka mulai dari rencana penutupan hingga pembukaan lokasi penutupan sementara yang digelar hari ini.

Sebagai tuan Rumah di dusun Ipi serta mewakili ketua kelompok Watukaka Sulaiman Ahmad dalam sambutannya mengatakan bahwa Pembukaan lokasi tangkap gurita yang kedua adalah bagian dari rencana LMMA. Dengan harapan penutupan kedua bisa memberikan dampak ekonomi bagi nelayan Ndori. 

“Kami menginisiasi penutupan ini, karena kami sadar dengan penutupan sementara yang pertama gurita kami tangkap sangat banyak dan sangat membantu nelayan kami”, katanya. 

Sebagai Tokoh agama Sulaiman  juga menjelaskan bahwa sejak pembentukan pertama kelompok Watukaka sudah mulai merencanakan untuk menutup lokasi tangkap. Dan untuk Serandori itu potensi gurita sangat banyak, selama ini yang melakukan penangkapan terbanyak salah satunya nelayan dari Ndori. 

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Tananua Flores yang telah memberikan informasi-informasi baik kepada nelayan kami sehingga dengan informasi itu kami bisa menginisiasi untuk menutup dilokasi yang ada di wilayah desa kami”, ujarnya.

Sementara itu Camat Ndori Paul Marvel Frederikus dalam sambutannya menuturkan bahwa penutupan yang kedua semoga bisa lebih bermanfaat bagi peningkatan Ekonomi  nelayan. 

Camat juga menyampaikan bahwa sejak kegiatan itu dijalankan di kecamatan Ndori dampak nyata yang bisa dilihat adalah tidak ada lagi penangkapan yang menggunakan alat tangkap tidak ramah terhadap lingkungan. 

“Kita bersyukur dengan kegiatan buka tutup tangkapan gurita yang menggunakan Bom sudah tidak ada lagi”, ungkap camat.

Selain itu ada beberapa informasi terkait dengan pengelolaan ruang laut, camat menyebutkan bahwa nelayan dan LMMA harus lebih proaktif untuk melakukan proses pengawasan dan juga memberikan informasi kepada masyarakat harus lebih masif. 

Sebagai gambaran bahwa dengan Penutupan sementara lokasi tangkap gurita ini anggota kelompok Watukaka mulai turun ke laut untuk menangkap gurita. Dan kurang lebih 20 menit salah seorang nelayan sudah berhasil menangkap sebanyak 3 ekor dengan masing-masing ukuran 1,8 kg 1 ekor, 1,2 kg 1 ekor dan 0,8 kg 1 ekor. 

Semua nelayan di lokasi itu merasa puas dan siap untuk melanjutkan proses penutupan lokasi lain ke depannya.

 

Oleh : Jhuan

 

Buka Rumah gurita oleh Mosalaki Ria Bewa Read More »