Halimah Tus’dyah(Bendahara Pengurus Tananua)

Shere Sekarang
Dok.Foto.Halimah

Nama   : Halimah Tus`adyah  dengan panggilan Halimah

Tempat, tanggal lahir : Ndona/Ende, 18 September 1974

Posisi/Jabatan Saat ini: Bendahara Pengurus Yayasan Tananua Flores

Pengalaman Pendidikan:

a). Pendidikan Formal

  • Sekolah dasar Inpres Ndona 3
  • Sekolah menengah Pertama MTS Negeri Ende
  • Sekolah menengah Atas , SMEA NEgeri Ende tahun 1993 jurusan Sekertaris.
  • Pendidikan Tinggi di universitas Flores Fakultas Ekonomi Tahun 2013

b). Pendidikan Non Formal

Latihan Penyadaran Gender Bajawa tahun 1998, Latihan UBSP di Paga tahun 1998, Latihan Pengintegrasian Gender Tahun 2000 di Ende, Latihan Dinamika Kelompok Ende, Latihan Pembukuan Keuangan, Latihan Manajemen Pengelolaan Keuangan LSM di Denpasar, Latihan Komputer di Ende, Latihan Pengelolaan Data ( data base ) di Denpasar, Latihan Kesehatan di Ende, Latihan Bisnis Plan, Latihan E – Comerce Di Jakarta, Latihan Komputer BK3D Ende, Magang Pengelolaan Keuangan Organisasi Nirlaba di Jogjakarta.

Pengalaman Bekerja :

  • Pernah bekerja Pada Perusahan Kancing Baju bagian Paking di Surabaya
  • Pernah bekerja pada PT Waskita Karya Kupang sebagai Kasir
  • Menjadi Karyawati Yayasan Tananua Flores sejak 1995 hingga sekarang dengan Posisi sebagai Kasir , Penata Buku , Manajer Keuangan.
  • Menjadi Bendahara Pengurus Koperasi Simpan Pinjam Kebekolo dari tahun 2005 hingga

Keterampilan yang dimiliki:

Memfasiltasi Pelatihan Penyadaran Gender, Memfasilitasi Latihan Dinamika Kelompok, Memfaslitasi Latihan Pembukuan Keuangan bagi Mitra LSM dan Kelompok, Memfasilitasi Latihan Pengelolaan Ekonomi rumah Tangga

Keterampilan lain yang dimiliki adalah:

  • Dapat Mengoperasikan komputer program Microsof Windows, Microsof Exel dan Power Point
  • Dapat memodifikasi dan mengoperasikan Software Keuangan Quik Books dan Simpling.

Alamat :

Kantor : Jln Gatot Subroto lorong Bita Beach Gang 2 kiri Ende PO.Box 32 – 86318.

Email:tusdayahhalimah@yahoo.com

Rumah : Jln. Kompleks Camat Ndona

 

Halimah Tus’dyah(Bendahara Pengurus Tananua) Read More »

Bernadus Sambut ( Direktur Tananua Flores)

Shere Sekarang

Profil

Bernadus Sambut  biasa di sapa Nadus lahir di    Tengka (Manggarai) NTT pada , 07 April 1965. Saat ini sudah berstatus berkeluarga  dengan di Karuniai anak 2 orang.  Pendidikan Terakhir D3 (Akademi Administrasi Pembangunan).  Alamat  tinggal saat ini di    Jln. D.I. Panjaitan-Kelurahan Paupire-Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende, NTT – Indonesia.

Contak :

Email: bernadus.s7465@gmail.com

Telephone/HP; 0381 23565/ 081353907497

Watsap: 081353907497

Pendidikan:

a). Pendidikan Formal

  1. Sekolah Dasar : SDK Lawi 1973-1979
  2. Sekolah menengah pertama: SMPN I Ruteng 1980-1983
  3. Sekolah Menengah Atas: SMA Karya Ruteng 1985-1987
  4. Perguruan Tinggi:
  5. D3 pada Akademi Administrasi Pembangunan St.Ursula Ende. 1987-1991

 

b). Pendidikan Non Formal

  • Latihan dasar-dasar Kelompok di Ende 1992.
  • Latihan dasar-dasar Konservasi Tanah dan Air yang diselenggarakan oleh Yayasan Tananua di Ende. (1993),
  • Latihan Dasar-dasar Kesehatan rakyat (kesehatan Primer), yang diselenggarakan oleh Yayasan Tananua di Waingapu.(1992),
  • Latihan Manajemen Bambu 1.5 bulan Desember 1994 – Januari 1995
  • Latihan Civil Education Future of Indonesian Leadership (CEFIL) pada USC Satunama Jogya, selama 1 bulan (juni 2005),
  • Latihan Perencanaan Strategis di Waingapu 2005
  • Latihan Gender 1995 di Bajawa
  • Latihan Gender dan Agama di Maumere 1999
  • Mengikuti Musyawarah Nasional dan Bazar tentang UMKM di Solo tahun 2005

Pengalaman kerja

  1. Menjadi Staf Yayasan Tananua sejak 1991 hingga sekarang dengan posisi sebagai

berikut:

  • Ujicoba menjadi pendamping lapangan di desa Demulaka Kecamatan Ndona Januari –Juni 1992.
  • Pendamping lapangan desa Liselowobora 1992 – 1999
  • Supervisor Pengembangan Organisasi dan Ekonomi Masyarakat 2000 -2010
  • Manajer Program 2010 – Juli 2020.
  • Direktur Agustus 2020 – sekarang.
  1. Menjadi Ketua Koperasi Serba Usaha Kebekolo 1998 – 2001

 

Pengalaman lain:

  • Menjadi fasilitator untuk memfasilitasi perencanaan Strategis Desa Kerja sama dengan Dinas Pemebrdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Ende.
  • Menjadi Fasilitator Latihan dinamika Kelompok pada yayasan Tananua Flores.
  • Menjadi fasilitator Latihan Pengorganisasian untuk PPL kerja sama dengan Dinas Kehutanan.
  • Tim Pemetaan CSO kerjasama dengan Oxfam.
  • Fasilitatator gender.
  • Nara Sumber tentang peran LSM dalam Pemberdayaan masyarakat kerjasama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan.
  • Menjadi Nara Sumber Penguatan Kapasitas organisasi Petani kerjasama dengan Balai Taman Nasional Kelimutu Kab, Ende.

Bernadus Sambut ( Direktur Tananua Flores) Read More »

Hironimus Pala ( Ketua Pengurus Tananua)

Shere Sekarang

Hironimus Pala Sering disebut Nimus  Lahir di Wolomuku (Ende), 9 Nopember 1965 saat ini tinggal  di Ende dengan Alamat Jln. Prof. WZ. Yohanes – Woloweku, Kelurahan Rewarangga, Ende.

Hironimus Menempuh Pendidikan dengan Pengalaman sebagai berikut:

a). Pendidikan Formal

  1. Sekolah Dasar : SDK Wolomuku 1970 – 1976
  2. Sekolah menengah pertama: SMPK Detukeli 1977 – 1980.
  3. Sekolah Menegangah Atas: SPGK Ndao 1980/1981 –1982/1983.
  4. Perguruan Tinggi:
  5. D3 pada Akademi Administrasi Pembangunan St.Ursula Ende. 1984/1985 – 1987/1988
  6. S1 pada Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat St Ursula Ende. 2001/2002 – 2002/2003

b). Pendidikan Non Formal

Latihan dasar-dasar Konservasi Tanah dan Air yang diselenggarakan oleh Yayasan Tananua di Waingapu(1991), Latihan Penguatan LKMD (sebagai anggota LKMD Desa Wiwipemo seksi Lingkungan hidup) oleh Bangdes Kabupaten Ende tahun 1992, Latihan Dasar-dasar Kesehatan rakyat (kesehatan Primer) yang diselenggarakan oleh Yayasan Tananua di Waingapu (1992),

Latihan Manajemen Pengembangan Swadaya Masyarakat pada Yayasan Indonesia Sejahtera Solo, selama 1 bulan (Pebruari 1992), Latihan dan pembuatan Kurikulum wanatani bersama Pokja Wanatani Konsorsium Pengembangan Dataran Tinggi Nusa tenggara (1995), Latihan dan pembuatan Media gender bersama Pokja gender Konsorsium Pengembangan Dataran Tinggi Nusa tenggara.(1998),

Latihan Pendekatan Participatory Rural Apraisal (PRA) dengan pokja PRA Konsorsium pengembangan Dataran Tinggi Nusa tenggara.(1994), Expor training Ekonomi Rakyat pada Yayasan Indonesia Solo, Sejahtera Selama 1 bulan (Agustus 1998), Lokakarya benih pohon bersama dengan ICRAF Bogor.(2000),

Latihan Civil Education Future of Indonesian Leadership (CEFIL) pada USC Satunama Jogya, selama 1 bulan (Agustus 2003), All in CBNRM Review, Planning and Capacity Development Workshop di UPLB College Laguna Philipina (2007), All in CBNRM Evaluation and Planning Workshop di Bangkok Thailand (2008), Latihan DRM oleh Oxfam, Latihan Training Of Fasilitator pada USC Satunama (Desember 2009), Latihan Etos Kerja bersama Pusdiklat BKCU Kalimantan di Atambua (April 2011), Magang People Led Development di India tahun 2014.

Pengalaman kerja

a). Guru pada SDK Welamosa tahun 1983/1984

b). Guru Pada SMPK Pertanian Emanuel Welamosa tahun 1989/1990. c). Menjadi Fasilitator Koperasi pada paroki Emanuel Mautenda 1990. d). Tenaga teknis pembuatan tersie jalan raya Welamosa – Detubela 1990

e). Menjadi Staf Yayasan Tananua sejak 1991 hingga sekarang dengan posisi sebagai berikut:

  • Orientator di Tananua Flores, Tananua Sumba dan Yayasan Geomeno (sekarang Mitra Tani Mandiri), Januari – Maret 1991
  • Uji coba sebagai Pendamping Lapangan, April – Desember 1991 dengan tempat di desa Wiwipemo.
  • Pendamping Lapangan tetap, Januari 1992 – 1995.
  • Supervisor Pengembangan Organisasi dan Ekonomi Masyarakat 1995 – 1997.
  • Supervisor Ekonomi Rakyat 1998 – 1999.
  • Ketua Pengurus Yayasan Tananua  Flores, Agustus 2001 hingga sekarang

Pengalaman lain:

Menjadi fasilitator Pendekatan PRA pada beberapa lembaga mitra antara lain Kasimo Sikka, PSE Ende, Dinas kehutanan Ende, Yayasan Geomeno Ngada, Yayasan Tananua Sumba, Yayasan Tani Membangun Ende.

Fasilitator Pelatihan Penguatan kelompok Tani pada PNT Ende. Dan Yayasan Tani Membangun Ende

Fasilitator Pelatihan PPA untuk Mitra LSM, PPL dan staf BPMD tingkat Kabupaten Ende Tim Pemetaan CSO kerjasama dengan Oxfam Fasilitatator gender

Mengikuti latihan cevil society dan menjadi fasilitator nya.

Tim Fasilitator desa SIAGA- ausaid Kab. Ende

Terlibat dalam Dewan Evaluasi Kota.

Anggota Komisi Penyuluhan Kabupaten Ende

Menjadi anggota komisi pengembangan sosial ekonomi keuskupan agung Ende. Fasilitator Credit Union Gerbang Kasih KAE

Ketrampilan yang dimiliki:

Dapat mengendarai Sepeda motor (SIM C).

Dapat mengoperasikan Komputer program Word, Excel dan power poin serta internet. Dapat memfasilitasi Program Pembangunan masyarakat.secara partisipatif

Penghargaan:

Kusala Swadaya kerja sama Yayasan Bina Swadaya Jakarta dengan Departemen Perdagangan Republik Indonesia nominasi Fasilitator Kewirausahaan Sosial terbaik Indonesia tahun 2013.

Contak : 

Telp. 0381 2708695, HP. 081339456060

E-mai : hironimus.p911@gmail.com, hironimus.p@tananua.org 

 

Hironimus Pala ( Ketua Pengurus Tananua) Read More »

Direktur Tananua Flores Sebut Wartawan Sangat Berperan Sebarluaskan Informasi Kepada Publik

Shere Sekarang

Ende,Tananua.org – Direktur Yayasan Tananua Flores (YTNF), Bernadus Sambut mengatakan wartawan sangat berperan dalam menyebarluaskan informasi penting sehingga publik dapat mengetahui segala aktivitas yang terjadi dan semua kegiatan yang dilakukan.

Hal ini dikatakan Bernadus Sambut dalam konferensi pers yang digelar di aula pertemuan YTNF pada Sabtu (19/06/2021) dalam menyampaikan evaluasi dan laporan kegiatan Penggalangan Donasi dan Pendistribusian Bantuan kepada Korban Bencana di Adonara dan Lembata yang telah dilaksanakan pada 6 – 9 Mei 2021 lalu.

Bernadus menuturkan keterlibatan pers dalam pelaksanaan aksi kemanusiaan ini turut mendukung kepercayaan para donator yang telah mempercayai Tananua sebagai lembaga terpercaya yang dapat menyalurkan bantuan yang diberikan.

“Melalui berita yang ditulis teman – teman wartawan, para donatur merasa yakin bahwa bantuan mereka benar – benar tersalurkan karena berita yang dimuat di media teman – teman kami share lagi kepada para donatur sebagai bukti bahwa kita benar – benar melakukan aksi kemanusiaan itu,” tutur Bernadus.

Bernadus Sambut melanjutkan Tananua sebagai salah satu lembaga pendampingan masyarakat yang sejak awal berdirinya telah terlibat aktif dalam penanganan situasi kebencanaan berkehendak untuk melaksanakan aksi kemanusiaan sebagai bagian dari keprihatinan dan rasa kepedulian terhadap sesama yang mengalami musibah sesuai moto utamanya Kita Satu Keluarga.

“Dengan melihat situasi yang terjadi maka tanggal 06 April 2021 Tananua terpanggil untuk membentuk posko peduli kemanusiaan sebagai respon atas bencana yang terjadi agar dapat menggalang donasi untuk memfasilitasi uluran tangan kasih dari para donatur kepada sesama saudara yang mengalami musibah bencana seperti badai siklon Seroja yang menimpa NTT beberapa waktu lalu,” lanjutnya.

Baca Juga : Tiba Lewoleba Tananua Flores Langsung Salurkan Bantuan Kepada Korban Bencana Lembata

Bertempat di Kantor YTNF jelas Bernadus, pihaknya melakukan open donasi dengan menggalang bantuan kepada semua sahabat, petani dampingan dan para mitra YTNF baik di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri sedangkan semua staf YTNF digerakan menjadi relawan posko sambil bekerja untuk menangani program kerja yang sedang mereka laksanakan.

“Open donasi digalakan selama satu bulan dalam bentuk uang dan barang dengan uang yang terkumpul sebanyak Rp 480.611.478,- dan berbagai barang dari staf dan petani dampingan YTNF. Adapun sumber donasi terbesar berasal dari MISEREOR sebesar Rp 434.074.830,- dan Rp 46.536.648 bersumber dari beberapa mitra dan individu diantaranya bapak Jim Wood (Inggris), Yayasan Bina Desa, IGJ, FIAN Indonesia (Jakarta), ibu Marina, Putra Suardika – PT Tirta Investama Banjar Gumasi ( Denpasar), bapak Yohanes (Jogjakarta), Chalis (Banggai Laut) dan juga YTNF dan stafnya,” jelas Bernardus.

Dikatakan Bernardus, semua dana yang terkumpul dibelanjakan Tananua sesuai syarat yang ada di dalam kontrak kerjasama dengan mitra dimana penawaran dan pengadaan barang dilakukan di Ende dengan pembelanjaan berupa 574 paket peralatan dapur (periuk, kuali, piring, senduk dan gelas), Aqua 425 dos, susu Dancow 400 g 100 kotak, ikan teri 150 kg, sayur 100 paket, buah – buahan yang digantikan dengan bumbu dapur (bawang merah dan bawang putih )100 paket, pakaian dalam anak – anak (laki – laki dan perempuan), pakaian dewasa 974 buah dan kasur 235 buah.

Bernadus mengungkapkan semua bantuan yang telah dipacking didistribusikan dalam dua kloster sesuai dengan daerah tujuan yang telah disepakati yaitu Adonara, Kabupaten Flores Timur dan Lembata yang mengalami dampak bencana terparah akibat badai siklon Seroja di NTT.

“Relawan kita bagi dalam dua tim yaitu 12 orang mengantar 314 paket bantuan ke Lembata yang berangkat dari Ende pada 6 Mei 2021 dan tim kedua berjumlah 10 orang dengan mengantar 260 paket ke Adonara yang berangkat tanggal 7 Mei 2021 dari Ende,”ungkap Bernadus.

Kedua tim menurut Bernadus setibanya di lokasi tujuan langsung diterima mitra Tananua di posko bersama guna melakukan koordinasi lanjutan untuk pendistribusian bantuan karena yang mengetahui situasi riil adalah LSM lokal yang bergabung dalam posko bersama tersebut. Tim Lembata langsung bergabung dengan Posko Barakat untuk melakukan aksi penyaluran bantuan sedangkan tim Adonara didampingi 4 relawan lokal melakukan pendistribusian ke lokasi bencana di sekeliling pulau Adonara.

Hal yang sama juga dituturkan Manajer Office Yayasan Tananua Flores, Hironimus Palla yang turut terlibat langsung dalam pendistribusian dan penyerahan bantuan di Adonara.

Hironimus mengatakan pendistribusian bantuan ke Adonara dibagi lagi dalam dua tim mengingat waktu yang singkat dengan jarak tempuh dari satu lokasi bencana ke lokasi bencana yang lain cukup jauh. Namun dalam waktu 2 hari semua bantuan dapat disalurkan langsung oleh tim relawan YTNF kepada para korban maupun keluarga korban bencana banjir bandang yang ada di seluruh wilayah daratan Adonara.

“Kita gunakan waktu 2 hari ini untuk turun langsung kepada para korban untuk memberikan bantuan ini namun lebih dari itu kita ingin dekat dengan mereka untuk merasakan beban penderitaan yang mereka alami,” tutur Hironimus.

Lebih lanjut Hironimus mengungkapkan kehadiran Tananua di Adonara maupun Lembata bukan saja sekedar memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka namun lebih dari itu Tananua hadir untuk turut ambil bagian dalam memberikan penghiburan kepada mereka agar mereka dikuatkan untuk mampu bangkit kembali dari beban penderitaan psikis sebagai akibat dari musibah bencana yang dialaminya.

“Tananua hadir dengan motto Kita Satu Keluarga sehingga kehadiran Tananua disana untuk turut merasakan beban penderitaan yang dialami saudara kita yang ada disana. Penderitaan saudara kita disana adalah penderitaan kita juga karena kita ada dalam satu keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Posko Keuskupan Agung Ende (KAE), Rm Reginald Piperno Pr dalam kesempatan itu mengatakan kerjasama antara Tananua dan Posko KAE dalam menangani masalah kemanusiaan terutama kebencanaan sudah berlangsung lama sehingga dengan roh dan tekad “Satu Hati Untuk Kemanusiaan” kerjasama ini tetap digalang mengingat musibah bencana itu datang tidak pernah diketahui siapa pun.

Rm Piperno mengungkapkan peran Posko KAE dalam membantu penanganan musibah banjir dalam kerjasama ini adalah melakukan komunikasi dengan Posko Keuskupan Larantuka agar berkoordinasi secara bersama untuk memperoleh data yang akurat tentang situasi terupdate termasuk wilayah dan para korban terdampak bencana agar bantuan yang disalurkan tepat pada sasarannya.

“Meskipun Posko KAE duluan mengantar bantuannya ke sana namun KAE tetap membantu Tananua dalam mendistribusikan bantuannya dengan melakukan komunikasi kepada Posko Keuskupan Larantuka agar tetap berkoordinasi secara bersama dalam membantu penyaluran bantuannya,” ujar pastor Paroki St. Martinus Roworeke ini.

Romo Piperno berharap kerjasama dalam penanganan masalah kemanusiaan ini terus ditingkatkan karena bencana datang kapan dan dimana saja. Tak seorang pun mengetahuinya.***(welano)

 

Sumber : www.jongflores.com

 

Direktur Tananua Flores Sebut Wartawan Sangat Berperan Sebarluaskan Informasi Kepada Publik Read More »

Profil Organisasi

Shere Sekarang

Sejarah Tananua Flores

Didirikan di Waingapu Sumba Timur – NTT pada tanggal 11 September 1985, oleh alm. Nelson Sinaga, Ibu Roslin Dine Manabung dan Huki Rada Ndima. Hadirnya Tananua merupakan wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap kondisi kemiskinan yang melanda kaum papa pedesaan dan pula terhadap rusaknya lingkungan di NTT.

Merupakan sebuah organisasi mandiri dari Yayasan Tananua tanggal 9 Nopember 2009 Hadirnya Tananua Flores merupakan wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap kondisi kemiskinan yang melanda kaum papa pedesaan dan pula terhadap rusaknya lingkungan di Kabupaten Ende khususnya dan pulau Flores umumnya..

1.    MANDAT YAYASAN TANANUA FLORES

Yayasan  Tananua  Flores    didirikan    untuk     mendampingi     masyarakat     yang masih   tertinggal   agar   dapat mengungkapkan pikiran, pendapat   dan    sikap secara    mandiri    serta     meningkatkan     kesejahteraan     mereka.     Bersama dengan    berbagai    pemangku    kepentingan     lain Yayasan     Tananua Flores akan bekerja untuk mendorong kemandirian masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan lahir batin masyarakat tani dan nelayan.

2.   VISI YAYASAN TANANUA FLORES

Visi Yayasan Tananua Flores dalam lima tahun ke depan adalah “Terwujudnya masyarakat tani dan nelayan Flores yang mandiri, solider, sejahtera dan berkelanjutan”. Dalam visi ini, Yayasan Tananua Flores menegaskan lagi fokus programnya untuk melayani petani dan nelayan, baik perempuan,  orang  muda, maupun kelompok disabilitas (difabel) yang hidup di berbagai komunitas dampingannya selama ini. Petani           dan nelayan adalah kelompok masyarakat yang paling ter-pinggirkan selama ini, yang hidup dalam kesenjangan, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun politik. Mereka juga memiliki sumber daya manusia yang terbatas, baik dalam konteks pendidikan, kesehatan serta akses terhadap layanan. Sebagian besar mereka hidup di pedesaan atau daerah pesisir yang tidak memiliki infrastruktur yang baik seperti jalan, listrik, air bersih, telekomunikasi dan sarana dan prasarana lain yang dibutuhkan untuk pengembangan kapabilitas dasar  mereka, seperti sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan.

Melalui kehadirannya Tananua bertekad untuk membangun kemandirian petani dan nelayan, dalam arti mereka mampu memanfaatkan potensi yang ada untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi serta memenuhi kebutuhan kebutuhan mereka, baik kebutuhan dasar maupun kebutuhan sekunder bagi pengembangan diri dan komunitas mereka.

PENJELASAN  VISI  YAYASAN  TANANUA  FLORES:

  • Masyarakat tani dan nelayan: petani, nelayan, perempuan, orang muda difabel yang terlibat
  • Flores: area kerja dengan konteks masalah (kemiskinan, Infrastruktur yang terbatas, kesenjangan pembangunan, SDM terbatas)
  • Mandiri: mampu memanfaatkan potensi yang ada untuk menyelesaikan masalah dalam memenuhi
  • Soldier: Memiliki kepedulian, bela rasa, saling membantu, gotong
  • Sejahtera: terpenuhi hak-hak dasar seperti pangan, papan, kesehatan, ekonomi dan pendidikan, berelasi secara baik dengan sesama, lingkungan dan sang
  • Berkelanjutan: pembendekatan pendampingan dengan memperhatikan aspek sosial, ekologi, ekologi, teritorial (kewilayahan) dan

3.   MISI YAYASAN TANANUA FLORES

Untuk mewujudkan visi di atas, Yayasan Tananua Flores akan melakukan beberapa strategis dasar:

  • Melakukan pendampingan kelompok tani, nelayan, perempuan, anak, difabel dengan menggunakan pendekatan sosial, ekonomi, ekologi dan teritorial untuk peningkatan kapasitas
  • Melakukan advokasi untuk pemenuhan hak-hak petani dan nelayan
  • Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya-upaya kesehatan primer
  • Mengembangkan kapasitas organisasi yayasan di bidang SDM dan keuangan
  • Menjalin jejaring dan kemitraan dengan para donor dan berbagai  instansi
  • Menyediakan layanan keahlian bagi masyarakat sesuai dengan kapasitas

4.  STRATEGI KERJA YAYASAN TANANUA FLORES

  • Penempatan Pendamping yang kreatif, inovatif, berdedikasi dan militansi hidup ditengah masyarakat
  • Peningkatan kapasitas staf organisasi melalui program orientasi dan penguatan kapasitas
  • Melakukan pendampingan kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok orang muda, kelompok anak, kelompok
  • Mensinergikan program-program pengembangan petani dan nelayan dengan
  • Meningkatkan kemandirian, akuntabilitas dan performance
  • Optimalisasi pengembangan, pemanfaatan sumber daya & kearifan lokal

5.   PRINSIP KERJA YAYASAN TANANUA FLORES

  • Keswadayaan
  • Keterbukaan dan
  • Tinggal bersama masyarakat
  • Mulai dari apa yang ada dan dimiliki masyarakat
  • Uji coba oleh petani dalam skala kecil
  • Penyuluhan dari petani ke
  • Mengutamakan kaum marginal

6.  NILAI-NILAI YAYASAN TANANUA FLORES

  • Militansi

Bagaimana kita harus ikhlas, jujur, dan  kerja  keras  dalam  menjalankan,  mengejar, dan berjuang dengan segala kemampuan dan daya upaya, yang kita miliki untuk mencapai target/tujuan organisasi tempat kita bekerja. Selanjutnya kita harus berjuang untuk mencapai target hidup kita, bertindaklah agresif dan pantang menyerah itu kunci utamanya.

  • Dedikasi

Pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu untuk melaksanakan cita-cita yang luhur organisasi demi keberhasilan suatu tujuan;

  • Solidaritas

Kesatuan, persahabatan, saling percaya yang muncul dari tanggung jawab dan kepentingan bersama baik dalam organisasi maupun antar  individu  yang  memiliki sifat satu rasa, satu nasib dan setia kawan.

  • Tanggungjawab-tanggung gugat

Tanggungjawab; Memiliki kesanggupan untuk menentukan  sikap  terhadap  suatu tugas yang diembankan dan kesanggupan memikul resiko dari suatu perbuatan yang dilakukan. Memiliki kemampuan bertindak independen, mampu melihat perilaku dari segi konsekuensi atas dasar sistem nilai.

Tanggung Gugat; kesediaan untuk menggugat tanggung jawab yang sudah diberikan kepada lembaga atau orang yang menerima dan bersedia melaksanakan tugas tertentu

  • Kesetaraan

Persamaan kedudukan, persamaan tingkatan, tak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, sederajat.

  • Kemandirian

Kesiapan dan kemampuan individu staff untuk berdiri sendiri yang ditandai dengan mengambil inisiatif, mengatasi masalah tanpa meminta bantuan orang lain, berusaha dan mengarahkan tingkah laku menuju kesempurnaan.

  • Kekeluargaan

Sebuah rasa yang diciptakan dalam organisasi untuk mempererat hubungan antar karyawan, maupun berkelompok agar timbul rasa kasih sayang dan persaudaraan.

  • Keterbukaan

Suatu sikap dan perasaan untuk selalu bertoleransi serta mengungkapkan kata-kata dengan sejujurnya sebagai landasan untuk  berkomunikasi.  Keterbukaan  berkaitan erat dengan komunikasi dan hubungan antarmanusia.

  • Partisipasi

wujud  keterlibatan  seseorang   staff   dalam   situasi   baik   secara   mental, pikiran atau emosi dan perasaan.

  • Gotong Royong

Bentuk kerja sama staf dalam lingkup organisasi dan bersama masyarakat untuk mencapai hasil positif tanpa memikirkan dan mengutamakan keuntungan bagi salah satu individu atau kelompok saja, melainkan untuk kebahagian bersama.

  1. LEGALITAS

Dalam rangka memenuhi standar legal formal Yayasan Tananua Flores sesuai Undang-Undang Yayasan Nomor 16 tahun 2001 dan nomor 28 tahun 2004 serta peraturan-peraturan lainnya tentang Yayasan maka legalitas formal yang dibutuhkan dan telah diselesaikan oleh Badan Pengurus sebagai berikut;

  1. Anggaran Dasar
  2. Anggaran Rumah Tangga
  3. Akta Pendirian
  4. Pengesahan Menteri Hukum dan HAM RI
  5. Akta Perubahan
  6. Penerimaan Perubahan oleh Menteri Hukum dan HAM RI
  7. Surat ijin operasi dari Kesbangpol Ende
  8. Surat ijin operasi dari Kesbangpol
  9. NPWP
  10. Rekening Bank
  11. Pedoman Personalia dan Keuangan
  12. Standar Operasional Program
  13. Kode Etik Yayasan Tananua Flores

8. PERANGKAT ORGANISASI

Sesuai dengan UU Yayasan nomor 16 tahun 2001 dan Perubahannya nomor 28 tahun 2004 maka perangkat organisasi Yayasan Tananua Flores disebut dengan organ Yayasan, yang terdiri atas:

  • Dewan Pembina
  • Badan Pengurus dan
  • Badan Pengawas

Adapun jabatan-jabatan dalam Organ Yayasan Tananua Flores yang disahkan oleh Notaris dan Pejabat Pembuatan Akta Tanah; Denny Sensisco Lada, S.H., M. Kn, nomor 08 tanggal 08 November 2021 sebagai berikut:

A. Dewan Pembina (5 Orang)

Ketua        : Yulita Eme,S.sos, M.Si

Anggota   :

  • Rd.Dr.Fransiskus Zaverius Maria Dei Dhae
  • Flavianus Senda
  • Lusia Mbae
  • Charles Lamaberaf

B. Badan Pengurus Masa Bakti 2021/2022-2025/2026 (3 orang)

  • Ketua : Hironimus Pala,S.Sos
  • Sekretaris : Elias Mbani, Amd
  • Bendahara : Halimah Tus’adyah,SE

C. Badan Pengawas Masa Bakti 2021/2022-2025/2026 (3 orang)

  • Ketua : Drs Abdul Syukur Mohamad,M.Si

Anggota   :

  • Yohanes Hebi,SH
  • Dr. Imaculata Fatima.

Profil Organisasi Read More »