Direktur Tananua Flores Sebut Wartawan Sangat Berperan Sebarluaskan Informasi Kepada Publik

Ende,Tananua.org – Direktur Yayasan Tananua Flores (YTNF), Bernadus Sambut mengatakan wartawan sangat berperan dalam menyebarluaskan informasi penting sehingga publik dapat mengetahui segala aktivitas yang terjadi dan semua kegiatan yang dilakukan.

Hal ini dikatakan Bernadus Sambut dalam konferensi pers yang digelar di aula pertemuan YTNF pada Sabtu (19/06/2021) dalam menyampaikan evaluasi dan laporan kegiatan Penggalangan Donasi dan Pendistribusian Bantuan kepada Korban Bencana di Adonara dan Lembata yang telah dilaksanakan pada 6 – 9 Mei 2021 lalu.

Bernadus menuturkan keterlibatan pers dalam pelaksanaan aksi kemanusiaan ini turut mendukung kepercayaan para donator yang telah mempercayai Tananua sebagai lembaga terpercaya yang dapat menyalurkan bantuan yang diberikan.

“Melalui berita yang ditulis teman – teman wartawan, para donatur merasa yakin bahwa bantuan mereka benar – benar tersalurkan karena berita yang dimuat di media teman – teman kami share lagi kepada para donatur sebagai bukti bahwa kita benar – benar melakukan aksi kemanusiaan itu,” tutur Bernadus.

Bernadus Sambut melanjutkan Tananua sebagai salah satu lembaga pendampingan masyarakat yang sejak awal berdirinya telah terlibat aktif dalam penanganan situasi kebencanaan berkehendak untuk melaksanakan aksi kemanusiaan sebagai bagian dari keprihatinan dan rasa kepedulian terhadap sesama yang mengalami musibah sesuai moto utamanya Kita Satu Keluarga.

“Dengan melihat situasi yang terjadi maka tanggal 06 April 2021 Tananua terpanggil untuk membentuk posko peduli kemanusiaan sebagai respon atas bencana yang terjadi agar dapat menggalang donasi untuk memfasilitasi uluran tangan kasih dari para donatur kepada sesama saudara yang mengalami musibah bencana seperti badai siklon Seroja yang menimpa NTT beberapa waktu lalu,” lanjutnya.

Baca Juga : Tiba Lewoleba Tananua Flores Langsung Salurkan Bantuan Kepada Korban Bencana Lembata

Bertempat di Kantor YTNF jelas Bernadus, pihaknya melakukan open donasi dengan menggalang bantuan kepada semua sahabat, petani dampingan dan para mitra YTNF baik di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri sedangkan semua staf YTNF digerakan menjadi relawan posko sambil bekerja untuk menangani program kerja yang sedang mereka laksanakan.

“Open donasi digalakan selama satu bulan dalam bentuk uang dan barang dengan uang yang terkumpul sebanyak Rp 480.611.478,- dan berbagai barang dari staf dan petani dampingan YTNF. Adapun sumber donasi terbesar berasal dari MISEREOR sebesar Rp 434.074.830,- dan Rp 46.536.648 bersumber dari beberapa mitra dan individu diantaranya bapak Jim Wood (Inggris), Yayasan Bina Desa, IGJ, FIAN Indonesia (Jakarta), ibu Marina, Putra Suardika – PT Tirta Investama Banjar Gumasi ( Denpasar), bapak Yohanes (Jogjakarta), Chalis (Banggai Laut) dan juga YTNF dan stafnya,” jelas Bernardus.

Dikatakan Bernardus, semua dana yang terkumpul dibelanjakan Tananua sesuai syarat yang ada di dalam kontrak kerjasama dengan mitra dimana penawaran dan pengadaan barang dilakukan di Ende dengan pembelanjaan berupa 574 paket peralatan dapur (periuk, kuali, piring, senduk dan gelas), Aqua 425 dos, susu Dancow 400 g 100 kotak, ikan teri 150 kg, sayur 100 paket, buah – buahan yang digantikan dengan bumbu dapur (bawang merah dan bawang putih )100 paket, pakaian dalam anak – anak (laki – laki dan perempuan), pakaian dewasa 974 buah dan kasur 235 buah.

Bernadus mengungkapkan semua bantuan yang telah dipacking didistribusikan dalam dua kloster sesuai dengan daerah tujuan yang telah disepakati yaitu Adonara, Kabupaten Flores Timur dan Lembata yang mengalami dampak bencana terparah akibat badai siklon Seroja di NTT.

“Relawan kita bagi dalam dua tim yaitu 12 orang mengantar 314 paket bantuan ke Lembata yang berangkat dari Ende pada 6 Mei 2021 dan tim kedua berjumlah 10 orang dengan mengantar 260 paket ke Adonara yang berangkat tanggal 7 Mei 2021 dari Ende,”ungkap Bernadus.

Kedua tim menurut Bernadus setibanya di lokasi tujuan langsung diterima mitra Tananua di posko bersama guna melakukan koordinasi lanjutan untuk pendistribusian bantuan karena yang mengetahui situasi riil adalah LSM lokal yang bergabung dalam posko bersama tersebut. Tim Lembata langsung bergabung dengan Posko Barakat untuk melakukan aksi penyaluran bantuan sedangkan tim Adonara didampingi 4 relawan lokal melakukan pendistribusian ke lokasi bencana di sekeliling pulau Adonara.

Hal yang sama juga dituturkan Manajer Office Yayasan Tananua Flores, Hironimus Palla yang turut terlibat langsung dalam pendistribusian dan penyerahan bantuan di Adonara.

Hironimus mengatakan pendistribusian bantuan ke Adonara dibagi lagi dalam dua tim mengingat waktu yang singkat dengan jarak tempuh dari satu lokasi bencana ke lokasi bencana yang lain cukup jauh. Namun dalam waktu 2 hari semua bantuan dapat disalurkan langsung oleh tim relawan YTNF kepada para korban maupun keluarga korban bencana banjir bandang yang ada di seluruh wilayah daratan Adonara.

“Kita gunakan waktu 2 hari ini untuk turun langsung kepada para korban untuk memberikan bantuan ini namun lebih dari itu kita ingin dekat dengan mereka untuk merasakan beban penderitaan yang mereka alami,” tutur Hironimus.

Lebih lanjut Hironimus mengungkapkan kehadiran Tananua di Adonara maupun Lembata bukan saja sekedar memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka namun lebih dari itu Tananua hadir untuk turut ambil bagian dalam memberikan penghiburan kepada mereka agar mereka dikuatkan untuk mampu bangkit kembali dari beban penderitaan psikis sebagai akibat dari musibah bencana yang dialaminya.

“Tananua hadir dengan motto Kita Satu Keluarga sehingga kehadiran Tananua disana untuk turut merasakan beban penderitaan yang dialami saudara kita yang ada disana. Penderitaan saudara kita disana adalah penderitaan kita juga karena kita ada dalam satu keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Posko Keuskupan Agung Ende (KAE), Rm Reginald Piperno Pr dalam kesempatan itu mengatakan kerjasama antara Tananua dan Posko KAE dalam menangani masalah kemanusiaan terutama kebencanaan sudah berlangsung lama sehingga dengan roh dan tekad “Satu Hati Untuk Kemanusiaan” kerjasama ini tetap digalang mengingat musibah bencana itu datang tidak pernah diketahui siapa pun.

Rm Piperno mengungkapkan peran Posko KAE dalam membantu penanganan musibah banjir dalam kerjasama ini adalah melakukan komunikasi dengan Posko Keuskupan Larantuka agar berkoordinasi secara bersama untuk memperoleh data yang akurat tentang situasi terupdate termasuk wilayah dan para korban terdampak bencana agar bantuan yang disalurkan tepat pada sasarannya.

“Meskipun Posko KAE duluan mengantar bantuannya ke sana namun KAE tetap membantu Tananua dalam mendistribusikan bantuannya dengan melakukan komunikasi kepada Posko Keuskupan Larantuka agar tetap berkoordinasi secara bersama dalam membantu penyaluran bantuannya,” ujar pastor Paroki St. Martinus Roworeke ini.

Romo Piperno berharap kerjasama dalam penanganan masalah kemanusiaan ini terus ditingkatkan karena bencana datang kapan dan dimana saja. Tak seorang pun mengetahuinya.***(welano)

 

Sumber : www.jongflores.com

 

Direktur Tananua Flores Sebut Wartawan Sangat Berperan Sebarluaskan Informasi Kepada Publik Read More »

Profil Organisasi

Sejarah Tananua Flores

Didirikan di Waingapu Sumba Timur – NTT pada tanggal 11 September 1985, oleh alm. Nelson Sinaga, Ibu Roslin Dine Manabung dan Huki Rada Ndima. Hadirnya Tananua merupakan wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap kondisi kemiskinan yang melanda kaum papa pedesaan dan pula terhadap rusaknya lingkungan di NTT.

Merupakan sebuah organisasi mandiri dari Yayasan Tananua tanggal 9 Nopember 2009 Hadirnya Tananua Flores merupakan wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap kondisi kemiskinan yang melanda kaum papa pedesaan dan pula terhadap rusaknya lingkungan di Kabupaten Ende khususnya dan pulau Flores umumnya..

1.    MANDAT YAYASAN TANANUA FLORES

Yayasan  Tananua  Flores    didirikan    untuk     mendampingi     masyarakat     yang masih   tertinggal   agar   dapat mengungkapkan pikiran, pendapat   dan    sikap secara    mandiri    serta     meningkatkan     kesejahteraan     mereka.     Bersama dengan    berbagai    pemangku    kepentingan     lain Yayasan     Tananua Flores akan bekerja untuk mendorong kemandirian masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan lahir batin masyarakat tani dan nelayan.

2.   VISI YAYASAN TANANUA FLORES

Visi Yayasan Tananua Flores dalam lima tahun ke depan adalah “Terwujudnya masyarakat tani dan nelayan Flores yang mandiri, solider, sejahtera dan berkelanjutan”. Dalam visi ini, Yayasan Tananua Flores menegaskan lagi fokus programnya untuk melayani petani dan nelayan, baik perempuan,  orang  muda, maupun kelompok disabilitas (difabel) yang hidup di berbagai komunitas dampingannya selama ini. Petani           dan nelayan adalah kelompok masyarakat yang paling ter-pinggirkan selama ini, yang hidup dalam kesenjangan, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun politik. Mereka juga memiliki sumber daya manusia yang terbatas, baik dalam konteks pendidikan, kesehatan serta akses terhadap layanan. Sebagian besar mereka hidup di pedesaan atau daerah pesisir yang tidak memiliki infrastruktur yang baik seperti jalan, listrik, air bersih, telekomunikasi dan sarana dan prasarana lain yang dibutuhkan untuk pengembangan kapabilitas dasar  mereka, seperti sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan.

Melalui kehadirannya Tananua bertekad untuk membangun kemandirian petani dan nelayan, dalam arti mereka mampu memanfaatkan potensi yang ada untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi serta memenuhi kebutuhan kebutuhan mereka, baik kebutuhan dasar maupun kebutuhan sekunder bagi pengembangan diri dan komunitas mereka.

PENJELASAN  VISI  YAYASAN  TANANUA  FLORES:

  • Masyarakat tani dan nelayan: petani, nelayan, perempuan, orang muda difabel yang terlibat
  • Flores: area kerja dengan konteks masalah (kemiskinan, Infrastruktur yang terbatas, kesenjangan pembangunan, SDM terbatas)
  • Mandiri: mampu memanfaatkan potensi yang ada untuk menyelesaikan masalah dalam memenuhi
  • Soldier: Memiliki kepedulian, bela rasa, saling membantu, gotong
  • Sejahtera: terpenuhi hak-hak dasar seperti pangan, papan, kesehatan, ekonomi dan pendidikan, berelasi secara baik dengan sesama, lingkungan dan sang
  • Berkelanjutan: pembendekatan pendampingan dengan memperhatikan aspek sosial, ekologi, ekologi, teritorial (kewilayahan) dan

3.   MISI YAYASAN TANANUA FLORES

Untuk mewujudkan visi di atas, Yayasan Tananua Flores akan melakukan beberapa strategis dasar:

  • Melakukan pendampingan kelompok tani, nelayan, perempuan, anak, difabel dengan menggunakan pendekatan sosial, ekonomi, ekologi dan teritorial untuk peningkatan kapasitas
  • Melakukan advokasi untuk pemenuhan hak-hak petani dan nelayan
  • Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya-upaya kesehatan primer
  • Mengembangkan kapasitas organisasi yayasan di bidang SDM dan keuangan
  • Menjalin jejaring dan kemitraan dengan para donor dan berbagai  instansi
  • Menyediakan layanan keahlian bagi masyarakat sesuai dengan kapasitas

4.  STRATEGI KERJA YAYASAN TANANUA FLORES

  • Penempatan Pendamping yang kreatif, inovatif, berdedikasi dan militansi hidup ditengah masyarakat
  • Peningkatan kapasitas staf organisasi melalui program orientasi dan penguatan kapasitas
  • Melakukan pendampingan kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok orang muda, kelompok anak, kelompok
  • Mensinergikan program-program pengembangan petani dan nelayan dengan
  • Meningkatkan kemandirian, akuntabilitas dan performance
  • Optimalisasi pengembangan, pemanfaatan sumber daya & kearifan lokal

5.   PRINSIP KERJA YAYASAN TANANUA FLORES

  • Keswadayaan
  • Keterbukaan dan
  • Tinggal bersama masyarakat
  • Mulai dari apa yang ada dan dimiliki masyarakat
  • Uji coba oleh petani dalam skala kecil
  • Penyuluhan dari petani ke
  • Mengutamakan kaum marginal

6.  NILAI-NILAI YAYASAN TANANUA FLORES

  • Militansi

Bagaimana kita harus ikhlas, jujur, dan  kerja  keras  dalam  menjalankan,  mengejar, dan berjuang dengan segala kemampuan dan daya upaya, yang kita miliki untuk mencapai target/tujuan organisasi tempat kita bekerja. Selanjutnya kita harus berjuang untuk mencapai target hidup kita, bertindaklah agresif dan pantang menyerah itu kunci utamanya.

  • Dedikasi

Pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu untuk melaksanakan cita-cita yang luhur organisasi demi keberhasilan suatu tujuan;

  • Solidaritas

Kesatuan, persahabatan, saling percaya yang muncul dari tanggung jawab dan kepentingan bersama baik dalam organisasi maupun antar  individu  yang  memiliki sifat satu rasa, satu nasib dan setia kawan.

  • Tanggungjawab-tanggung gugat

Tanggungjawab; Memiliki kesanggupan untuk menentukan  sikap  terhadap  suatu tugas yang diembankan dan kesanggupan memikul resiko dari suatu perbuatan yang dilakukan. Memiliki kemampuan bertindak independen, mampu melihat perilaku dari segi konsekuensi atas dasar sistem nilai.

Tanggung Gugat; kesediaan untuk menggugat tanggung jawab yang sudah diberikan kepada lembaga atau orang yang menerima dan bersedia melaksanakan tugas tertentu

  • Kesetaraan

Persamaan kedudukan, persamaan tingkatan, tak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, sederajat.

  • Kemandirian

Kesiapan dan kemampuan individu staff untuk berdiri sendiri yang ditandai dengan mengambil inisiatif, mengatasi masalah tanpa meminta bantuan orang lain, berusaha dan mengarahkan tingkah laku menuju kesempurnaan.

  • Kekeluargaan

Sebuah rasa yang diciptakan dalam organisasi untuk mempererat hubungan antar karyawan, maupun berkelompok agar timbul rasa kasih sayang dan persaudaraan.

  • Keterbukaan

Suatu sikap dan perasaan untuk selalu bertoleransi serta mengungkapkan kata-kata dengan sejujurnya sebagai landasan untuk  berkomunikasi.  Keterbukaan  berkaitan erat dengan komunikasi dan hubungan antarmanusia.

  • Partisipasi

wujud  keterlibatan  seseorang   staff   dalam   situasi   baik   secara   mental, pikiran atau emosi dan perasaan.

  • Gotong Royong

Bentuk kerja sama staf dalam lingkup organisasi dan bersama masyarakat untuk mencapai hasil positif tanpa memikirkan dan mengutamakan keuntungan bagi salah satu individu atau kelompok saja, melainkan untuk kebahagian bersama.

  1. LEGALITAS

Dalam rangka memenuhi standar legal formal Yayasan Tananua Flores sesuai Undang-Undang Yayasan Nomor 16 tahun 2001 dan nomor 28 tahun 2004 serta peraturan-peraturan lainnya tentang Yayasan maka legalitas formal yang dibutuhkan dan telah diselesaikan oleh Badan Pengurus sebagai berikut;

  1. Anggaran Dasar
  2. Anggaran Rumah Tangga
  3. Akta Pendirian
  4. Pengesahan Menteri Hukum dan HAM RI
  5. Akta Perubahan
  6. Penerimaan Perubahan oleh Menteri Hukum dan HAM RI
  7. Surat ijin operasi dari Kesbangpol Ende
  8. Surat ijin operasi dari Kesbangpol
  9. NPWP
  10. Rekening Bank
  11. Pedoman Personalia dan Keuangan
  12. Standar Operasional Program
  13. Kode Etik Yayasan Tananua Flores

8. PERANGKAT ORGANISASI

Sesuai dengan UU Yayasan nomor 16 tahun 2001 dan Perubahannya nomor 28 tahun 2004 maka perangkat organisasi Yayasan Tananua Flores disebut dengan organ Yayasan, yang terdiri atas:

  • Dewan Pembina
  • Badan Pengurus dan
  • Badan Pengawas

Adapun jabatan-jabatan dalam Organ Yayasan Tananua Flores yang disahkan oleh Notaris dan Pejabat Pembuatan Akta Tanah; Denny Sensisco Lada, S.H., M. Kn, nomor 08 tanggal 08 November 2021 sebagai berikut:

A. Dewan Pembina (5 Orang)

Ketua        : Yulita Eme,S.sos, M.Si

Anggota   :

  • Rd.Dr.Fransiskus Zaverius Maria Dei Dhae
  • Flavianus Senda
  • Lusia Mbae
  • Charles Lamaberaf

B. Badan Pengurus Masa Bakti 2021/2022-2025/2026 (3 orang)

  • Ketua : Hironimus Pala,S.Sos
  • Sekretaris : Elias Mbani, Amd
  • Bendahara : Halimah Tus’adyah,SE

C. Badan Pengawas Masa Bakti 2021/2022-2025/2026 (3 orang)

  • Ketua : Drs Abdul Syukur Mohamad,M.Si

Anggota   :

  • Yohanes Hebi,SH
  • Dr. Imaculata Fatima.

Profil Organisasi Read More »

Pemerintah Desa Podenura Sambut Baik Program Tananua Flores

Nagekeo, Tananua.org│Pemerintah Desa Podenura kecamatan Nangaroro kabupaten Nagekeo Sambut baik Program Perikanan dan Kelautan yang di sosialisasikan oleh LSM Yayasan Tananua Flores. Hal itu di sampaikan sekertaris desa Podenura dalam kegiatan sosialisasi Program Perikanan dan kelautan didesa tersebut Pada (9/6).

“kami pemerintah Desa Podenura dan masyarakat disini sambut baik Program ini sebab program ini bersentuan langsung pada masyarakat nelayan kami disini, yang selama ini mencari gurita”, Kata sekertaris Desa itu.

Menurutnya Pemerintah desa podenura dan beberapa desa yang sudah mendapatkan informasi terkait dengan Program Perikanan dan kelautan ini sangatlah mendukung dengan harapan agar program ini bisa dijalankan secara baik.

“Kami akan mendukung program perikanan ini karena mungkin yang pertama kali focus pengeloaannya pada Perikanan Gurita”, Ungkap sekertaris desa itu.

Sementara itu Direktur Yayasan Tananua Flores Bernadus Sambut  dalam Memberikan Sambutan pada kegiatan sosialisasi tersebut mengatakan bahwa Sosialisasi program Perikanan dan Kelautan itu perluh dilakukan sebab masyarakat di 3 desa ini belum mengenal secara baik Yayasan Tananua

Bernadus Menjelaskan bahwa Tananua Flores adalah Lembaga Swasta atau LSM yang berkerja pada bidang Pemberdayaan. Dan Tananua Flores sendiri  Saat ini mendampingi 27 desa dan 1 kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Ende ende  dan Nagekeo. Salah satu desa yang Nanti Tananua akan Menempatkan Staf Pendampingnya adalah desa-desa yang saat ini diundang dalam Sosialisasi ini.

“ Tananua Flores saat ini mendampingi 27 desa dan 1 kelurahan yang salah satunya desa di wilayah kecamatan Nangaroro,dan Kami akan menempatkan Staf Lapangan yang siap tinggal bersama di desa ini “,Jelas Bernadus.

Lebih jauh Ia menyebutkan bahwa Sosialisasi ini bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat dan pemerintah yang ada disini agar bisa memahami dan mendapatkan keputusan yang pasti, sehingga ketika menjalankan kedepan sudah tidak ada lagi yang mempersoalkan.

“Kami dari Tananua Flores melakukan sosialisasi ini agar masyarakat bisa tau dan dengan sadar menerimannya, sehingga kedepan jangan sampai ada yang tidak senang mungkin hal ini sudah kita pahami secara bersama, siapa tau ada yang belum tau makannya sejak awal kami menginformasikan memang”, sahut direktur.

Direktur Tananua Mengharapkan Desa-desa yang akan menjalankan Program perikanan dan kelautan  Kedepannya bisa menjadi Contoh untuk pengelolaan progam Perikanan dan kelautan di NTT.

Yang terlibat dalam Kegiatan sosialisasi Program Perikanan dan kelautan Tersbeut, Pemeritah Podenura, utusan dari desa Tonggo, KCD Perikanan dan Kelautan Propinsi NTT dan para Nelayan Gurita.

(Clarista)

 

Pemerintah Desa Podenura Sambut Baik Program Tananua Flores Read More »

Tananua Flores Jaga Kepercayaan Donatur dalam Kerja Misi Kemanusiaan

Ende, Tananua Flores.id  – Yayasan Tananua Flores adalah salah satu yayasan yang  dalam kiprahnya  mengusung misi kemanusian. Lembaga yang  telah  eksis puluhan  tahun  di tanah  Flores -Lembata  ini tidak  saja melakukan pendampingan  dan pemberdayaan  pada petani tetapi  menjadi salah satu lembaga swasta yang  selalu berdiri di depan jika ada bencana. Tananua selalu memberikan  peduli  terhadap  korban dan terlibat aktif  membantu  sesama karena  misi kemanusian.

Hal tersebut disampaikan  oleh  Direktur  Yayasan Tananua Flores, Bernadus Sambut saat konferensi pers berakhirnya  program penggalangan  bantuan  kepada korban seroja Flores  Timur  dan Lembata, Sabtu (19/6/2021).

Direktur Yayasan  Tananua Flores mengatakan  bahwa  pasca badai Seroja menerjang NTT  Yayasan  Tananua langsung membuka posko penggalangan bantuan. Dalam satu bulan  Tananua berhasil  mengumpulkan uang sebesar Rp480.611.478. Bantuan  itu bersumber  dari  para donatur  yaitu  misereor bantuan  individu para donatur, petani  dampingan  serta  staf Tananua. Selain bantuan berupa uang, posko Tananua juga menerima bantuan  berupa barang.

Bernadus mengatakan bahwa  dana bantuan itu kemudian digunakan untuk membelanjakan barang perlengkapan  dapur membantu  korban bencana di Adonara dan Lembata. Yayasan Tananua Flores langsung  mendistribusikan ke  korban setelah  berkoordinasi dengan  posko bencana di Adonara dan Lembata.

“Kami antar sendiri ke korban. Kami bertemu dan menghibur mereka  dan memastikan bantuan  itu langsung ke tangan mereka,” katanya.

Bernadus mengatakan bahwa  alasan Tananua selalu bergerak peduli  terhadap korban bencana  karena moto dari  Tananua adalah  kemanusian. Spirit kita adalah  satu keluarga menjadi gerakan  lembaga ini untuk  membantu sesama yang tertimpa bencana  tanpa memandang  suku,  agama dan  golongan.

“Tananua tidak sendirian dalam  membantu  dan menjalankan misi kemanusian. Tananua dipercayakan  oleh para donatur seperti  misereor, sahabat, mitra  dan petani  yang membantu dalam  bentuk  uang  dan kepercayaan,” katanya.

Direktur  Yayasan Tananua Flores mengatakan bahwa dengan berakhirnya  posko bencana  seroja Adonara  dan Lembata maka  pihaknya menyampaikan  terima  kasih  kepada seluruh mitra.

Tananua Flores telah memberikan sesuai dengan kemampuannya  untuk para korban  dan  mengantar langsung bantuan kepada  korban.

“Terima kasih kepada seluruh pihak khususnya misereor, para donatur, sahabat, mitra dan petani  yang telah mempercayakan  bantuan  kasihnya melalui  Tana  Nua. Terima  kasih  kepada posko Keuskupan  Agung Ende tanggap  Covid-19 dan Seroja yang terus berjalan bersama  Tananua dalam  misi kemanusian,” katanya.

Jaga  Kepercayan 

Staf Keuangan Tananua Flores, Halimah mengatakan  pihaknya turun  langsung  ke lapangan  mendistribusikan bantuan  kepada korban  karena menjaga kepercayaan. Menurutnya  untuk mencari donatur  baru  dalam  kegiatan penggalangan  bantuan  seperti  ini  itu mudah  namun  menjaga kepercayaan  dari donatur  itu susah. Tanggung  jawab  itu sangat penting  untuk menjaga kredibilitas  dari  lembaga  dan kepercayaan  dari  para donatur.

“Tananua Flores telah bekerja sama sama dengan Misereor dua puluh tahun lebih dan kerja sama ini  tetap terjalin karena  kepercayaan. Tanggung  jawab  dan kepercayaan  itu bisa dilihat dalam  kegiatan  seperti mengantar langsung bantuan  ke  korban. Hal seperti  itu selalu  kami  jaga dan menjadi tanggung  jawab kami kepada  para  donatur  dan  publik,” katanya.

Halimah  juga mengatakan  bahwa selain kepercayaan , hal  yang  mesti dilakukan  saat di lapangan  adalah koordinasi. Koordinasi dimaksud agar membantu  memudahkan  pendistribusian bantuan  ke  lokasi bencana dan kepada  korban.

“Kita tau bersama  bahwa  pasca bencana  itu  pasti banyak  yang  lakukan aksi penggalangan  bantuan. Maka koordinasi  itu paling penting  agar bantuan  itu  tidak bertumpuk  di  posko. Kami  kordinasi  dengan posko  dan mengantar bantuan  ke  korban,” katanya.

Kesan di Lokasi  Bencana 

Saat mengantar  bantuan  ke  Adonara dan Lembata, rombongan  Tananua Flores dipimpin  oleh, Hironimus  Pala,  salah satu aktivis sosial senior di Flores. Hiro  Pala mengatakan  banyak kesan yang  didapatkan oleh mereka  saat distribusi  dari  Larantuka  ke lokasi  bencana Adonara – Lembata, di Posko dan langsung  dari  korban.

Hiro Pala mengatakan  dari kesan dan pengamalan  yang didapatkan masih  ada orang  lain yang memanfatkan  bencana  untuk mencari keuntungan dan penanganan korban yang belum  maksimal. Dikatakannya bahwa  transportasi distribusi bantuan mengunakan  kapal motor dari  Larantuka itu  sangat mahal pada hal barang yang diangkut  itu  adalah bantuan sosial. Pèmerintah mesti menyiapkan armada khusus untuk distribusi  agar tidak ada yang mencari  keuntungan di tengah bencana.

Hironimus  Pala mengatakan  bantuan  yang  disalurkan  oleh pemerintah  dan  para donatur  menumpuk  di posko. Bantuan  berupa sembako  tidak disalurkan  sepenuhnya  kepada  korban  saat masa tanggap darurat  sehingga masih ada korban  yang mengeluh  tidak mendapatkan bantuan.

“Saat turun ke  lapangan  kami mencari dan menemui mereka dan ada yang  tinggal di kebun, itu kami temukan di Lembata. Mereka mengaku  bantuan sembako  itu  tidak merata  padahal bantuan menumpuk  di posko,” katanya.

Posko Ini Berbeda 

Kordinator Posko KAE Tanggap   Covid-19 dan Seroja  Rm Perno mengatakan  bahwa  posko  ini berbeda dengan  posko lain karena tanggung jawab dan Kepercayan. Tana  Nua  Flores berhasil  menggalang  bantuan dalam  jumlah besar dari  donatur  dan  mitra karena  tanggung jawab dan kepercayaan  yang diberikan.

“Begitu  ada bencana  banyak  posko  yang  muncul melakukan penggalangan bantuan  tetapi  setelah itu  tidak  ada penanggungjawaban publik. Maka orang atau donatur  pasti melihat latar belakang, kredibilitas , siapa yang mengelola  dan bagaimana  penyalurannya. Tananua Flores telah membangun model posko yang baik  dan bertanggungjawab maka terus mendapatkan kepercayaan,” kata Rm Perno.

Posko KAE Tanggap  Covid-19 dan  Seroja menyampaikan terima kasih kepada  Yayasan Tananua yang selalu  berkoordinasi  dan berjalan  bersama dalam  misi kemanusian. Rm Perno mengatakan komitmen dalam misi  seperti  ini tetap  menjadi dasar dari  kiprah  Tananua di tanah Flores- Lembata.*

Sumber dari : http://florespos.net/tana-nua-jaga-kepercayan–donatur-dan-publik–dalam-misi-kemanusiaan

Tananua Flores Jaga Kepercayaan Donatur dalam Kerja Misi Kemanusiaan Read More »

Penggalanga Donasi dan pendistribusian untuk Korban Bencana Adonara dan Lembata oleh Posko Yayasan Tananua Flores

Berangkat dari rasa kepedulian terhadap sesame, rasa cinta kepada keluarga sanak saudara dan saudari yang terdampak bencana Banjir Bandang pada minggu 4 April 2021, Membuat Yayasan Tananua  Flores menjadi terpanggil dalam merespon, menfasilitasi uluran kasih kepada sesame keluarga yang menggalami korban.

Yayasan Tananua adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang bekerja mendampingi masyarakat Pedesaan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Disamping itu Yayasan Tananua Flores juga Terlibat aktif dalam penanganan situasi kedaruratan bencanaan yang menimpah kehidupan Manusia diwilayah Flores dalam moto utama Kita satu keluarga

Peristiwa Bencana alam badai siklon Seroja NTT yang terjadi pada Minggu 4 April 2021 menimpah 20 kabupaten di propinsi Nusa Tenggara Timur, menelan korban jiwa, rumah tinggal dan tempat usaha serta lahan pertanian terutama di kabupaten Flores Timur (pulau Adonara) dan kabupaten Lembata. Melihat situasi ini pada tanggal 06 April 2021 Yayasan Tananua Flores memutuskan untuk membentuk posko kemanusiaan peduli korban bencana banjir bandang Adonara dan Lembata. Dan menggalang donasi melalui penyebaran banner posko kepada semua sahabat, petani dampingan dan mitra Yayasan Tananua Flores serta melakukan komunikasi dengan beberapa mitra, salah satunya MISEREOR German. Dan donasi yang diminta berupa makanan, pakaian dan uang.

Posko Kemanusian bertempat di kantor Yayasan Tananua Flores. Aktivitas open donasi Posko kemanusian itu kurang lebih 1 bulan. Dengan relawan penggerak donasi adalah semua staff Yayasan Tananua Flores, sambil bekerja untuk program yang ditangani sambil menggerakan bantuan termasuk mengajak petani dampingan di desa agar berdonasi terhadap keluarga korban banjir Bandang.

Dari penggalangan donasi selama sebulan Posko Yayasan Tananua Flores  dipercayakan oleh para sahabat, para petani dan MISEREOR dalam bentuk uang Rp. 480.611.478,- sumber donasi; MISEREOR Rp.434.074.830,- dan sisanya sebanyak Rp. 46.536.648,- dari beberapa mitra, individu  termasuk Yayasan Tananua dan staff yang dimasukan sebagai local kontribusi dalam usulan ke Misereor. Pakaian sejumlah….. buah, beras…..kg,

Mengingat banyaknya bantuan darurat yang diberikan oleh berbagai pihak dalam bentuk makanan dan minuman maupun pakaian maka posko Yayasan Tananua Flores dalam berkomunikasi dengan MISEREOR agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan maka bantuan utama yang diberikan berupa paket alat dapur dengan prioritas untuk keluarga korban yang runahnya hanyut dan rusak berat. Selain peralatan dapur juga ditambah air minum, susu, ikan kering, Kasur, pakaian dalam dalam anak-anak dan orang dewasa yang jumlahnya terbatas yang akan diserahkan melalui posko local dan dapur umum.

Dana yang masuk dibelanjakan sesuai syarat dalam kontrak kerja sama kemitraan serta dipublikasikan. Kurang lebih seminggu Yayasan Tananua Flores melakukan penawaran dan pengadaan di Ende kecuali aqua dibelanjakan di Larantuka, Waiwerang dan Lembata  dan kekurangan Kasur untuk korban di Adonara dibelanjakan di Larantuka. Adapun barang yang dibelanjakan berupa 574 Paket peralatan dapur (Periuk, kuali, piring, senduk dan gelas), Aqua 425 dos, susu dancow 400 gram 100 kotak, Ikan teri 150 kg, sayur 100 paket, buah digantikan dengan bumbu (bawang merah, bawang putih) 100 paket, Pakaian dalam; anak-anak (laki dan perempuan), orang dewasa laki dan perempuan semuanya berjumlah 974 buah, Kasur 235 buah.

Relawan mulai berbagi ada yang 2 yang ditugaskan untuk lebih dulu turun kepalangan untuk melihat secara langsung keadaan dilapangan dan melaporkan kepada posko kira-kira apa strategi pendistribusian yang perlu dilakukan agar tepat sasaran dalam arti diterima langsung oleh korban yang tertimpah bencana. Laporan tim dari lapangan karena medan yang agak sulit untuk menjangkau bila masing-masing wilayah ditempatkan 2 orang seperti rencana awal, disarankan tim relawan posko Tananua untuk turun full tim. Maka diputuskan untuk turunkan semua tem relawan Tananua Flores dan berbagi ke dua wilayah tersebut.

Untuk bantuan; paket peralatan dapur diprioritas pertama untuk korban yang kehilangan rumah tinggal, prioritas kedua untuk yang rumah rusak berat. Air, makanan, Kasur dan pakaian diserahkan ke dapur umum atau posko. Agar bantuan tepat sasaran maka Yayasan Tananua Flores bekerja sama dengan posko local seperti Barakat di Lembata dan posko Adonara serta beberapa relawan local dan para lurah dan kepala desa setempat.

Pada tanggal 6 Mei 2021 tim pertama sejumlah 12 relawan untuk mengantar 314 paket bantuan ke Lembata berangkat berangkat menuju Larantuka dan menginap dirumah keluarga bapak………..(Fenta), tanggal 7 Mei 2021 pagi berangkat dari Larantuka dan Siang hari tiba di Lembata. Langsung berkoordinasi dengan Posko Kemanusian local di Lembata yakni posko Barakat dan Bersama 4 orang relawan local (Ben, ………., …….., ………) langsung melakukan distribusi selama 2 hari. Yang didistribusikan kepada korban yang ditampung pada 3 posko penampungan dan pondok kebun )korban yang tinggal pada pondok yang ada dikebun.

Tanggal 07 Mei 2021 tim kedua berjumlah 10 orang relawan berangkat ke Larantuka untuk mengantar 260 paket bantuan buat korban di Adonara menginap dirumah bapak Syarif Wura. Tanggal 08 Mei 2021 berangkat ke Adonara ditemani 4 orang relawan local (Pak Syarif, ibu Ida, pak Khalib dan ibu Meme). Karena lokasi daerah bencana berjauhan maka tim Adonara  dibagi 2 tim dimana tim satu mendidtribusikan paket bantuan ke desa Sagu, Nobo dan Nele Lamadike dan Adonara Pantai sedangkan tim 2 mendistribusikan didesa Oyang Baran, Waibura, Duwanur dan kelurahan Waiwerang. Untuk di Adonara dapur umum sudah ditutup, korban diinapkan pada rumah keluarga dan mereka dapat masak sendiri makanan, kecuali ada 7 kepala keluarga yang nginap pada sebuah musola. Sehingga paket makanan pakaian diserahkan di posko Adonara melalui ibu Veronika Lamahoda.

Sebelum menyerahkan bantuan masing-masing perwakilan tim menyampaikan Turut berduka Cita atas korban bencana badai siklon seroja yang menimpah wilayah NTT dan wilayah kita, Tananua Flores merasa sedih dengan peristiwa ini dan menggerakan donasi dari berbagai pihak baik dalam negeri maupun luar negeri termasuk juga petani dampingan. Mereka percaya pada Tananua sebagai penyalur bantuan mereka. Dan satu donasi yang paling besar berasal dari MISEREOR German. Ambillah makna dari perisitiwa ini untuk menggerakan Nurani seluruh anak manusia untuk saling berbagi. Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada keluarga korban di posko desa dengan melibatkan kepala desa dan lurah setempat.

Para kepala desa, ketua posko dan beberapa perwakilan korban menyampaikan terimakasih kepada MISEREOR dan Tananua Flores yang sudah datang dan melihat secara langsung keadaan kami, ini sebuah penghiburan yang luar biasa walaupun dalam waktu yang singkat, ada diantara penerima bantuan yang meneteskan air mata, apalagi bantuan yang datang dan menyerahkan langsung ketangan korban bukan kepada posko desa atau kabupaten. Bantuan paket peralatan dapur ini kata mereka ini bantuan pertama, padahal Tananua Flores hadir sudah sebulan paska bencana dan situasi daruratnya sudah tutup tanggal 5 Mei 2021. Mereka menitipkan salam dan Doa buat MISEREOR maupun Yayasan Tananua.

Penggalanga Donasi dan pendistribusian untuk Korban Bencana Adonara dan Lembata oleh Posko Yayasan Tananua Flores Read More »

Translate »