Gambaran Umum Kondisi Desa Kolikapa

Sejarah Desa

Pada mulanya wilayah ini masih berstatus Dusun dengan tiga rukun tetangga (RT) yakni : Rt Kolikapa I,kolikapa II dan Rt Ndetundopo. Dan pada tahun 2000-2021 wilayah ini akan terjadi pemekaran dari Desa indu yaitu Desa Kebirangga, guna pelayanan kepada masyarakat lebih dekat dan pada saat itu juga wilayah desa kebirangga sudah sangat luas, sehingga wilayah dusun di Kolikapa menjadi Desa Persiapan.

Dari keadaan diatas maka tergeraklah seluruh masyarakat bersama para Mosalaki dan tokoh masyarakat untuk duduk dan bermusawarah dalam hal ini membentuk wilayah dusun menjadi sebuah desa persiapan. Pada saat itu juga masyrakat,mosalaki,tokoh masyarakat bersepakat untuk memberi nama diambil dari sebuah pohon yaitu Koli dan Kapa, kata Koli artinya lontar dan kapa artinya Banyak.

Dihubungkan menjadi KOLIKAPA artinya banyak lontar. Pohon ini juga di jaman duluh nenek moyang di jadikan arak, daunya dijadikan atap ruma, juga dijadikan tas ( rembi ) sebagai tempat untuk simpan barang-barang.

Setelah menyepakati nama itu masyarakat juga memilih Pemimpin sementara menjadi desa persiapan yaitu bapak Aloysius Segu, warga masyarakat Kolikapa.nama desa dan nama pemimpin tersebut  langsung di ajukan ke kabupaten melalui bapak Aloysius Segu kepada bapak Bupati Ende yaitu Bapak Paulinus Domi, pada tahun 2000.Nama tersebut di setujui oleh bapak bupati ende sehingga terjadi desa persiapan selama tiga tahun yaitu tahun 2000-2003.

Setelah persaratan dipenuhi maka bapak bupati ende mengeluarkan peraturah bahawa desa-desa persiapan se kabupaten ende segarah menjadi desa defenitif, saat itu juga masyarakat desa kolikapa membentuk panitia pemiliha kepala desa.tepatnya di bulan mei tahun 2000 masyarakat kolikapa mempunyai pemimpin kepala desa yang baru. Yakni Bapak Aloysiu Segu.

Ditahun 2004 bapak Aloysius Segu di lantik oleh Bapak Paulinus Domi selaku Bupati Ende, menjadi kepala desa kolikapa untuk memimpin selama kurang lebih lima (5) Tahun, dari tahun 2004-2008.

Selanjutnya pergantian pemimpin sebagai berikut:

NO Nama Tahun Keterangan
1. Aloysius Segu 2003-2004 Persiapan
2. Aloisius Segu 2004-2009 Kepala Desa
1. Andreas Renggi 2010-2011 Penjabat
2. Basilius Lima 2011-2016 Kepala Desa
3. Antonius Radja 2017-2019 Penjaba
4. Antonius Radja 2020-2026 Kepala Desa

Demikian Gambaran Umum Desa Kolikapa dari tahun ke Tahun yang bisa kamisampaikan terima kasih.

Download Dokumen : profil desa kolikapa 2021

 

Gambaran Umum Kondisi Desa Kolikapa Read More »

Profil Singkat Desa Raparendu, Kecamatan Nangapanda

Gambaran Kondisi Desa Raparendu

Desa Raporendu merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Nangapenda kabupaten Ende- Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Luas wilayah desa ini adalah 6.24 km² termasuk wilayah yang masih luas dalam Kecamatan Nangapenda Kabupaten Ende. Dengan jumlah   penduduk sebanyak 2.189 jiwa dengan perincian sebagai berikut:  laki – laki  sebanyak 1.077 jiwa dan perempuan sebanyak 1.112 jiwa. Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 639 KK. Jumlah rumah tangga miskin sebanyak 148 KK, termasuk penerima raskin dan yang menerima PKH berjumlah 133 KK. Desa ini merupakan satu dari 17 desa dan kelurahan yang memiliki kode pos 86352. Desa Raporendu secara administrasi berbatasan dengan:

Utara               : Desa Rapowawo

Selatan            : Laut sawu

Timur               : Desa Bheramari

Barat               : Desa Anaraja

Keadaan Topografi

Topografi desa Raporendu berbukit bergelombang dengan tingkat kemiringan di atas 45 % dan ketinggian 0 – 100 mdpl. Kondisi tanahnya lempung berpasir. Untuk mencapai ke ibukota kecamatan dengan jarak sekitar 10 km dan dari kota Kabupaten Ende 20 km. Jarak tempuh dari Kota Ende ke Desa Raporendu sekitar 45 menit, baik menggunakan roda dua maupun roda empat. Dengan keadaan jalan hotmiks membuat mobilitas masyarakat dari dalam dan keluar desa repurendu semakin tinggi. Desa Raporendu berada di jalan tran flores Ende- Bajawa.  Pasar terdekat yang dapat diakses oleh masyarakat desa Raporendu adalah pasar nangapanda yang ada di ibu kota kecamatan. Pasar Nangapanda merupakan pasar mingguan dan biasanya dilakukan setiap hari senin. Kondisi jalan adalah hotmiks karena desa ini berada di jalur trans Flores bagian barat, dan kondisi jalan desa antar dusun adalah rabat beton 99%. Ada 5 Dusun yaitu Dusun Maunggora, Dusun Numba Raba Timur, dusun Raba, dusun Numba, dusun Numba Besa.

Sarana dan Prasarana Pendukung Kehidupan Berkelanjutan:

Ada dua sumber air yang dinikmati oleh masyarakat raporendu yakni: air leding dan air sumur.

Sarana kesehatan

Untuk mendukung kesehatan masyarakat Sarana kesehatan yang dimiliki di desa Raporendu berupa Pusat kesehatan masyarakat Pembantu (PUSTU) yang ada bidan desa.

Sarana Pendidikan:

Pendidikan merupakan salah satu hak dasar yang perlu dimiliki oleh setiap masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut di desa raporendu memiliki tersedia sarana pendidikan berupa Taman Kanak kanak sebanyak 1 buah,  Sekolah Dasar ada 3 buah dan  Sekolah Menengah Pertama ada (1) buah.

Keadaan sosial

Ada 8 kelompok tani dan nelayan namun kelompok hanya sebatas nama kelompoknya saja,tidak ada kegiatan lanjutan dari masyarakat setempat,kecuali ada proyek masuk desa atau bantuan yang datang maka kelompok dapat dihidupkan kembali. Ada beberapa lembaga yang ada di desa Raporendu  Program keluarga Harapan (PKH) , Lembaga Masyarakat Desa, LIMAS, Balai Penyuluham Pertanian, Badan Permusyawaratan Desa, Desa Siaga, Desa Wisata,  Karang taruna dan kelompok tenun ikat. Lembaga – lembaga ini berperan dalam hal meningkatan kapasitas masyarakat desa melalui pelatihan pemberdayaan melalui musyawarah desa (Musdes). Masyarakat desa raporendu pada umumnya memiliki partisipasinya yang sangat besar dalam hal pembangunan rumah, acara pernikahan, khitanan/ sunat, dan kematian didalam lingkungan desa setempat. Semangat gotong royong masih hidup ditengah masyarakat raporendu. Peran perempuan selain mengurus rumah tangga, mereka juga dapat menenun untuk mendapatkan pendapatan ekonomi rumah tangga, menjual kakao, kelapa.dll

Keadaan pangan

Makanan pokok masyarakat desa raporendu dari 20 tahun yang silam sampai sekarang adalah nasi, jagung, ubi kayu, pisang dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka selalu membelinya dipasar, sebagian masyarakat desa di desa Raporendu juga petani selain nelayan

Keadaan ekonomi

Sumber pendapatan utama masyarakat raporendu berasal dari kebun dan laut dan bagi nelayan sumbernya dari ikan, gurita, cumi dan bagi petani adalah sumber pendapatan dari hasil  pertanian kakao, ubikayu, kelapa, pisang dan sumber pendapatan tambahan adalah dari tenun ikat.

Untuk rantai penjualan gurita, yaitu ada yang jual di jalan, dan ada yang jual ke pengumpul gurita ke arubara. Hasil jualan gurita, digunakan untuk biaya hidup sehari-hari, biaya pendidikan anak, biaya kesehatan dan simpan untuk kebutuhan hidup sosial lainnya seperti membangun rumah, wurumana dan lain-lain.

Kesehatan

Angka kelahiran dalam setahun sekitar 10 orang dan angka kematian 4-6 orang setahun.penyakit yang sering diderita oleh warga masyarakat raporendu seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) dan sedikit malaria kedua penyakit ini biasanya disaat pergantian musim,baik musim kemarau maupun musim hujan. Sarana kesehatan ada 4 posyandu dan masyarakat berobatnya ke postu ndorurea puskesmas nangapenda dilakukan minggu ke dua dalam bulan oleh kader posyandu  yang berjumlah 22 orang, perawat,bidan desa mereka melakukan peran untuk memberi motifasi penyuluhan tentang pentingnya kesehatan dan timbang balita, ada beberapa KK yang belum memiliki MCK sekitar 60 KK ini yang termasuk KK miskin terdapat pada dusun maurongga dan dusun Numba untuk menjaga kebersihan bersama dalam desa tersebut maka mereka melakukan gerakkan pembersihan bersama dalam satu bulan sekali dan lebih rutin pembersihannya biasanya mau menjelang hari- hari raya seperti hari ulang tahun Negara Republik Indonesia.

 

 

Profil Singkat Desa Raparendu, Kecamatan Nangapanda Read More »

Bernadus Sambut Direktur Tananua Flores Menghimbau Masyarakat Kabupaten Ende Tetap Patuhi Prokes

Ende, Tananua.Org, Mengingat penyebaran Covid 19 di kabupaten Ende  yang kian hari semakin meningkat, Direktur Yayasan Tananua Flores Bernadus Sambut menghimbau masyarakat kabupaten Ende agar tetap taat pada Protokol Kesehatan yang telah di tentukan. Hal ini disampaikannya di Kantor Tananua flores pada kamis 24 Juni 2021.

Menurutnya  saat ini banyak orang terinfeksi virus ini bukan saja di kota melainkan sudah menyebar ke desa-desa  oleh karena itu Tugas menjaga kesehatan bukan hanya pemerintah tetapi semua masyarakat kabupaten Ende, sebab bebicara kesehatan tidak mesti menyalakan satu sama lainnya melainkan semua masyarakat.

“ Tugas menjaga kesehatan itu  saat ini bukan saja pemerintah melainkan  tugas semua kita masyarakat yang ada di kabupaten ini”, katannya.

Bernadus Menjelaskan Mentaati Protokol Kesehatan jangan sampai tunggu Pihak keamanan Mau Periksa tetapi diri kita harus mempunyai kesadara penuh untuk menjaga kesehatan dari masifnya wabah virus Corona yang ada saat ini.

Dirinnya juga menghimbau agar aktivitas yang melibatkan orang banyak sebaiknnya di batasi dan semua yang menjalankan aktivitas kerja tetap menjaga kesehatan dan taat pada Prokes .

“ Kita harus  membantu pemerintah dengan mentaati Prokes, sehingga jika kita sudah menjalankan itu maka Tugas pemerintah untuk menyelesaikan persoalan terkait dengan kesehatan akan pelan-pelan di perbaiki”, Jelas bernadus.

Direktur Tananu  juga Menghimbau buat para pekerja,pendamping, dan seluruh stakeholder yang berada di wilayah tugas masing-masing agar terus membangun Edukasi  dan contoh terhadap masyarakat sehingga  masyarakat bisa mematuhi Prokes yang berlaku saat ini.

Bernadus Sambut Direktur Tananua Flores Menghimbau Masyarakat Kabupaten Ende Tetap Patuhi Prokes Read More »

Direktur Tananua Flores Sebut Wartawan Sangat Berperan Sebarluaskan Informasi Kepada Publik

Ende,Tananua.org – Direktur Yayasan Tananua Flores (YTNF), Bernadus Sambut mengatakan wartawan sangat berperan dalam menyebarluaskan informasi penting sehingga publik dapat mengetahui segala aktivitas yang terjadi dan semua kegiatan yang dilakukan.

Hal ini dikatakan Bernadus Sambut dalam konferensi pers yang digelar di aula pertemuan YTNF pada Sabtu (19/06/2021) dalam menyampaikan evaluasi dan laporan kegiatan Penggalangan Donasi dan Pendistribusian Bantuan kepada Korban Bencana di Adonara dan Lembata yang telah dilaksanakan pada 6 – 9 Mei 2021 lalu.

Bernadus menuturkan keterlibatan pers dalam pelaksanaan aksi kemanusiaan ini turut mendukung kepercayaan para donator yang telah mempercayai Tananua sebagai lembaga terpercaya yang dapat menyalurkan bantuan yang diberikan.

“Melalui berita yang ditulis teman – teman wartawan, para donatur merasa yakin bahwa bantuan mereka benar – benar tersalurkan karena berita yang dimuat di media teman – teman kami share lagi kepada para donatur sebagai bukti bahwa kita benar – benar melakukan aksi kemanusiaan itu,” tutur Bernadus.

Bernadus Sambut melanjutkan Tananua sebagai salah satu lembaga pendampingan masyarakat yang sejak awal berdirinya telah terlibat aktif dalam penanganan situasi kebencanaan berkehendak untuk melaksanakan aksi kemanusiaan sebagai bagian dari keprihatinan dan rasa kepedulian terhadap sesama yang mengalami musibah sesuai moto utamanya Kita Satu Keluarga.

“Dengan melihat situasi yang terjadi maka tanggal 06 April 2021 Tananua terpanggil untuk membentuk posko peduli kemanusiaan sebagai respon atas bencana yang terjadi agar dapat menggalang donasi untuk memfasilitasi uluran tangan kasih dari para donatur kepada sesama saudara yang mengalami musibah bencana seperti badai siklon Seroja yang menimpa NTT beberapa waktu lalu,” lanjutnya.

Baca Juga : Tiba Lewoleba Tananua Flores Langsung Salurkan Bantuan Kepada Korban Bencana Lembata

Bertempat di Kantor YTNF jelas Bernadus, pihaknya melakukan open donasi dengan menggalang bantuan kepada semua sahabat, petani dampingan dan para mitra YTNF baik di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri sedangkan semua staf YTNF digerakan menjadi relawan posko sambil bekerja untuk menangani program kerja yang sedang mereka laksanakan.

“Open donasi digalakan selama satu bulan dalam bentuk uang dan barang dengan uang yang terkumpul sebanyak Rp 480.611.478,- dan berbagai barang dari staf dan petani dampingan YTNF. Adapun sumber donasi terbesar berasal dari MISEREOR sebesar Rp 434.074.830,- dan Rp 46.536.648 bersumber dari beberapa mitra dan individu diantaranya bapak Jim Wood (Inggris), Yayasan Bina Desa, IGJ, FIAN Indonesia (Jakarta), ibu Marina, Putra Suardika – PT Tirta Investama Banjar Gumasi ( Denpasar), bapak Yohanes (Jogjakarta), Chalis (Banggai Laut) dan juga YTNF dan stafnya,” jelas Bernardus.

Dikatakan Bernardus, semua dana yang terkumpul dibelanjakan Tananua sesuai syarat yang ada di dalam kontrak kerjasama dengan mitra dimana penawaran dan pengadaan barang dilakukan di Ende dengan pembelanjaan berupa 574 paket peralatan dapur (periuk, kuali, piring, senduk dan gelas), Aqua 425 dos, susu Dancow 400 g 100 kotak, ikan teri 150 kg, sayur 100 paket, buah – buahan yang digantikan dengan bumbu dapur (bawang merah dan bawang putih )100 paket, pakaian dalam anak – anak (laki – laki dan perempuan), pakaian dewasa 974 buah dan kasur 235 buah.

Bernadus mengungkapkan semua bantuan yang telah dipacking didistribusikan dalam dua kloster sesuai dengan daerah tujuan yang telah disepakati yaitu Adonara, Kabupaten Flores Timur dan Lembata yang mengalami dampak bencana terparah akibat badai siklon Seroja di NTT.

“Relawan kita bagi dalam dua tim yaitu 12 orang mengantar 314 paket bantuan ke Lembata yang berangkat dari Ende pada 6 Mei 2021 dan tim kedua berjumlah 10 orang dengan mengantar 260 paket ke Adonara yang berangkat tanggal 7 Mei 2021 dari Ende,”ungkap Bernadus.

Kedua tim menurut Bernadus setibanya di lokasi tujuan langsung diterima mitra Tananua di posko bersama guna melakukan koordinasi lanjutan untuk pendistribusian bantuan karena yang mengetahui situasi riil adalah LSM lokal yang bergabung dalam posko bersama tersebut. Tim Lembata langsung bergabung dengan Posko Barakat untuk melakukan aksi penyaluran bantuan sedangkan tim Adonara didampingi 4 relawan lokal melakukan pendistribusian ke lokasi bencana di sekeliling pulau Adonara.

Hal yang sama juga dituturkan Manajer Office Yayasan Tananua Flores, Hironimus Palla yang turut terlibat langsung dalam pendistribusian dan penyerahan bantuan di Adonara.

Hironimus mengatakan pendistribusian bantuan ke Adonara dibagi lagi dalam dua tim mengingat waktu yang singkat dengan jarak tempuh dari satu lokasi bencana ke lokasi bencana yang lain cukup jauh. Namun dalam waktu 2 hari semua bantuan dapat disalurkan langsung oleh tim relawan YTNF kepada para korban maupun keluarga korban bencana banjir bandang yang ada di seluruh wilayah daratan Adonara.

“Kita gunakan waktu 2 hari ini untuk turun langsung kepada para korban untuk memberikan bantuan ini namun lebih dari itu kita ingin dekat dengan mereka untuk merasakan beban penderitaan yang mereka alami,” tutur Hironimus.

Lebih lanjut Hironimus mengungkapkan kehadiran Tananua di Adonara maupun Lembata bukan saja sekedar memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka namun lebih dari itu Tananua hadir untuk turut ambil bagian dalam memberikan penghiburan kepada mereka agar mereka dikuatkan untuk mampu bangkit kembali dari beban penderitaan psikis sebagai akibat dari musibah bencana yang dialaminya.

“Tananua hadir dengan motto Kita Satu Keluarga sehingga kehadiran Tananua disana untuk turut merasakan beban penderitaan yang dialami saudara kita yang ada disana. Penderitaan saudara kita disana adalah penderitaan kita juga karena kita ada dalam satu keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Posko Keuskupan Agung Ende (KAE), Rm Reginald Piperno Pr dalam kesempatan itu mengatakan kerjasama antara Tananua dan Posko KAE dalam menangani masalah kemanusiaan terutama kebencanaan sudah berlangsung lama sehingga dengan roh dan tekad “Satu Hati Untuk Kemanusiaan” kerjasama ini tetap digalang mengingat musibah bencana itu datang tidak pernah diketahui siapa pun.

Rm Piperno mengungkapkan peran Posko KAE dalam membantu penanganan musibah banjir dalam kerjasama ini adalah melakukan komunikasi dengan Posko Keuskupan Larantuka agar berkoordinasi secara bersama untuk memperoleh data yang akurat tentang situasi terupdate termasuk wilayah dan para korban terdampak bencana agar bantuan yang disalurkan tepat pada sasarannya.

“Meskipun Posko KAE duluan mengantar bantuannya ke sana namun KAE tetap membantu Tananua dalam mendistribusikan bantuannya dengan melakukan komunikasi kepada Posko Keuskupan Larantuka agar tetap berkoordinasi secara bersama dalam membantu penyaluran bantuannya,” ujar pastor Paroki St. Martinus Roworeke ini.

Romo Piperno berharap kerjasama dalam penanganan masalah kemanusiaan ini terus ditingkatkan karena bencana datang kapan dan dimana saja. Tak seorang pun mengetahuinya.***(welano)

 

Sumber : www.jongflores.com

 

Direktur Tananua Flores Sebut Wartawan Sangat Berperan Sebarluaskan Informasi Kepada Publik Read More »

Translate »