Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman: Berbagi itu Indah

Seleksi Benih untuk Meningkatkan Kualitas Produksi

Seleksi Beni Padi

Ende, Wewaria – 17 Januari 2025. Belajar teknologi pertanian berkelanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan produksi hasil panen yang bermutu. Frans Baso menyatakan bahwa pemilihan benih yang baik merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan hasil panen yang berkualitas tinggi serta kuantitas yang maksimal. Berikut adalah teknik sederhana yang dapat digunakan oleh petani, bahkan dengan peralatan dan sumber daya yang terbatas.

Tahapan Seleksi Benih

Berdasarkan pengalaman pendampingan staf Tananua Flores, Didin (Rentes) Lamaba menjelaskan bahwa proses seleksi benih melibatkan beberapa tahap berikut:

  1. Seleksi Fisik Benih:
    • Pemilihan dari Panen Sebelumnya: Pilih tanaman yang memiliki hasil terbaik selama musim panen terakhir, misalnya tanaman dengan buah besar, sehat, dan hasil melimpah. Buah atau bagian tanaman ini akan menjadi sumber benih.
    • Pemeriksaan Visual: Benih yang baik memiliki ciri-ciri berikut:
      • Ukuran seragam (tidak terlalu kecil atau cacat).
      • Permukaan mulus dan tidak keriput.
      • Warna cerah sesuai jenisnya.
      • Bebas dari tanda kerusakan atau serangan hama.
  2. Tes Perendaman Sederhana: Rendam benih dalam air bersih. Benih yang mengapung umumnya tidak layak tanam karena mungkin kosong atau ringan, sementara benih yang tenggelam biasanya berkualitas baik.
  3. Uji Daya Tumbuh: Sebelum ditanam, petani disarankan menguji daya tumbuh benih dengan langkah-langkah berikut:
    • Ambil sejumlah kecil benih (50–100 butir).
    • Letakkan di atas kain basah atau tisu yang dibasahi air.
    • Tutup dengan kain lain dan simpan di tempat hangat selama beberapa hari. Pastikan kain tetap lembap, tetapi tidak terlalu basah.
    • Hitung jumlah benih yang berkecambah dalam 5–7 hari. Jika lebih dari 80% benih berkecambah, benih tersebut layak tanam.

Penyimpanan Benih

Kualitas benih juga sangat bergantung pada cara penyimpanan. Teknik sederhana untuk menyimpan benih meliputi:

  • Gunakan wadah kedap udara seperti botol kaca atau kantong plastik tebal.
  • Simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung.
  • Hindari kelembapan tinggi yang dapat menyebabkan jamur atau kerusakan pada benih.

Penerapan Teknik dari Petani ke Petani

Om Frans bersama Ibu dapat menggunakan teknik ini untuk melatih petani lain dalam kelompok melalui metode berbasis praktik langsung (learning by doing), yang lebih mudah dipahami oleh petani. Berikut langkah-langkah pembelajaran berbasis petani ke petani:

  1. Pelatihan Lapangan Sederhana: Ajak petani lain ke ladang Om Frans sebagai lokasi praktik. Perlihatkan proses seleksi benih mulai dari pengumpulan, pemeriksaan fisik, hingga tes perendaman dan daya tumbuh.
  2. Diskusi dan Berbagi Pengalaman: Dorong petani lain berbagi pengalaman mereka tentang teknik seleksi benih yang pernah digunakan. Bandingkan hasil panen dari benih yang diseleksi dengan benih yang tidak melalui proses seleksi.
  3. Distribusi Benih Pilihan: Setelah pelatihan, Om Frans dan Ibu dapat membagikan benih hasil seleksi kepada petani lain sebagai contoh benih berkualitas. Dorong petani untuk meniru proses ini pada panen berikutnya.
  4. Pendokumentasian Hasil: Buat catatan sederhana tentang teknik yang diajarkan, jenis tanaman, jumlah benih yang diseleksi, dan hasil panen. Informasi ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan metode di musim tanam berikutnya.

Manfaat Teknik Sederhana

Dengan menggunakan teknik seleksi benih sederhana ini, para petani dapat:

  • Mengurangi ketergantungan pada benih komersial yang mahal.
  • Meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.
  • Memiliki benih yang lebih tahan terhadap penyakit dan hama karena berasal dari tanaman lokal yang telah beradaptasi dengan kondisi setempat.
  • Memperkuat ikatan antarpetani melalui pembelajaran berbasis komunitas.

Dengan dukungan dan bimbingan dari Om Frans dan Ibu, teknik ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam meningkatkan produktivitas kelompok tani sekaligus memperkuat keberlanjutan pertanian desa.

Didin Lamaba

Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman: Berbagi itu Indah Read More »

Yayasan Tananua Flores Perkuat Kemitraan Melalui Aliansi Bumi Kita

 

Lombok, 1 November 2024 – Yayasan Tananua Flores terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dengan bergabung dalam Aliansi Bumi Kita (ALIBI). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaringan kerja sama lintas mitra di Indonesia, khususnya dalam bidang konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Konsolidasi Mitra di Lombok

Pertemuan ALIBI yang berlangsung di Lombok, Mataram, menghadirkan tujuh organisasi masyarakat sipil (CSO) dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Yayasan Planet Indonesia, Japesda-Gorontalo, KKI, AKAR, Yayasan Tananua Flores, Tolitoli Labengki Giant Clam Conservation (TLGC), dan JARI.

Agenda utama pertemuan ini adalah pembentukan struktur organisasi Aliansi Bumi Kita, termasuk Badan Pengawas dan Badan Pengurus untuk periode 2025-2029. Selain itu, anggota ALIBI menunjuk tiga Koordinator Bidang untuk mendukung implementasi program, menetapkan goal dan kerangka logis (logframe) program untuk periode 2025-2026, serta menyusun langkah konkret menuju Deklarasi Aliansi Bumi Kita.

Visi Bersama untuk Kelestarian Lingkungan

Aliansi Bumi Kita bertujuan membangun sinergi antarorganisasi untuk menjawab tantangan lingkungan yang kian mendesak. Kolaborasi ini menitikberatkan pada konservasi alam, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan sumber daya secara bijak, terutama di wilayah terdampak seperti Nusa Tenggara Timur.

Kerja sama ini juga menjadi upaya kolektif untuk mempercepat implementasi program pelestarian lingkungan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan jaringan yang lebih solid, Aliansi Bumi Kita berharap dapat menciptakan dampak nyata yang selaras dengan kebutuhan lingkungan dan sosial-ekonomi.

Harapan ke Depan

Melalui jaringan Aliansi Bumi Kita, Yayasan Tananua Flores dan mitra lainnya diharapkan dapat mendorong pembentukan komunitas yang lebih sadar lingkungan. Selain itu, aliansi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan serta menjaga ekosistem pendukung kehidupan.

Konsolidasi lintas organisasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama demi mewujudkan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan visi menjaga bumi Indonesia agar tetap lestari, Aliansi Bumi Kita optimis dapat menciptakan perubahan nyata untuk generasi mendatang.

Oleh : Heri Se

 

 

Yayasan Tananua Flores Perkuat Kemitraan Melalui Aliansi Bumi Kita Read More »

Pertajam Pengelolaan Program Layanan Alam, Tananua & YPI Gelar Pembelajaran Bersama

Pontianak, Tananua Flores | Yayasan Tananua Flores (YTNF) belajar bersama Yayasan Planet Indonesia (YPI) tentang tata kelola program yang efektif dan efisien. Merujuk pada Kerangka Acuan Kegiatan (KAK), kegiatan ini dirancang untuk mendukung YPI dan YTNF dalam mengembangkan kapasitas pelaporan, pelacakan, dan implementasi program yang sejalan dengan target logframe yang telah disepakati.

Peningkatan kapasitas ini akan membantu kedua lembaga dalam mencapai tujuan program secara efisien dan efektif, serta memastikan bahwa anggaran yang digunakan dalam program dapat dikelola dengan transparan dan akuntabel. YPI dan YTNF juga akan berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dalam manajemen organisasi, termasuk penguatan dalam bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pembelajaran (MEL), pengelolaan keuangan, serta pengenalan terhadap konsep-konsep baru seperti Perhutanan Sosial dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Adaptif (PSDAA).

Bernadus Sambut, Direktur Yayasan Tananua Flores, pada kick off hari pertama (1/10) di Hall Neo Hotel, mengatakan, “Kemitraan ini dibangun atas dasar kesetaraan, di mana kedua lembaga saling mendukung dan belajar satu sama lain untuk mencapai hasil yang lebih baik dan berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, YPI dan YTNF berharap dapat memperkuat kerja sama dan memastikan bahwa program yang dijalankan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan lingkungan,” Ungkapnya dalam sapaan pembukaan yang mewakili rombongan.

Dok YTNF bersama YPI
Dok YTNF bersama YPI

Sementara itu  Rusli, Dewan Pengurus YPI menambahkan, “Kegiatan ini penting untuk berbagi melalui Model Transfer Exchange, sebuah pendekatan di mana peserta mengunjungi kelompok model untuk mempelajari metode dan manajemen yang telah terbukti efektif. Metode ini memungkinkan peserta melihat langsung implementasi dari praktik terbaik dan mendapatkan wawasan yang dapat diterapkan dalam konteks mereka sendiri. Pendampingan teknis langsung melalui bimbingan teknis juga diberikan kepada peserta dalam pelaporan, pengelolaan anggaran, dan implementasi konsep baru. Pendampingan ini membantu dalam penyusunan laporan yang akuntabel dan strategi implementasi yang efektif.”ujar Rusli.

Selain itu Hironimus Pala, Ketua Dewan Pengurus YTNF, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk:

Pertama, Menyusun kesepahaman dan kesepakatan bersama dalam Monitoring, Evaluasi, dan Pembelajaran (MEL) untuk logframe proyek bersama di bawah pendanaan Trafigura Foundation;

Kedua, Memastikan manajemen pelaporan dan pengelolaan anggaran yang akuntabel di YTNF, sesuai dengan persyaratan proyek dari Trafigura Foundation;

Ketiga, Membagikan pengalaman dalam manajemen organisasi yang efektif di YTNF, berdasarkan praktik terbaik yang diterapkan oleh YPI;

Ke empat, Memperkenalkan dan mendukung implementasi konsep-konsep baru dalam bidang kesehatan, literasi, dan perhutanan sosial di YTNF.

Halima Thus’Adya menambahkan bahwa kegiatan ini juga diharapkan dapat mewujudkan kesepahaman dan kesepakatan bersama dalam MEL yang diterapkan pada logframe proyek, sehingga memastikan keterpaduan dan kejelasan dalam pelaksanaan proyek.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mencapai kesepakatan manajemen pelaporan dan pengelolaan anggaran yang akuntabel di YTNF, dengan penerapan sistem pelaporan yang transparan dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Trafigura Foundation.

Implementasi praktik manajemen organisasi yang lebih efektif di YTNF juga menjadi salah satu hasil yang diharapkan, hasil dari berbagi pengalaman dan praktik terbaik dari YPI. Kegiatan ini juga mendukung peningkatan kapasitas organisasi dalam mengelola program secara efisien dan produktif.

Selama lima hari di Pontianak, peserta dari Yayasan Tananua Flores dan YPI berbagi pengalaman dalam mendesain program serta melakukan tata kelola program yang efektif, dengan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki lembaga untuk mengembangkan kerja sama dengan donor yang memiliki tujuan yang harus dicapai.

Hari pertama, dilakukan penyelarasan dan pendalaman logframe program antara Tananua Flores dan Planet Indonesia dengan rujukan logframe Trafigura Foundation, untuk menyamakan pemahaman dan cara kerja sesuai nilai-nilai inti organisasi masing-masing.

Adam, yang mewakili Planet Indonesia, menyatakan, “Kita tidak akan memaksakan mitra kita dalam bekerja dengan program ini, namun kita harus saling percaya. Dengan kesetaraan yang dibangun, mitra kita dapat bekerja sesuai kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. Saat ini yang harus kita pastikan adalah outcome, data, serta dokumen yang valid, akuntabel, dan transparan.”

Pada hari kedua, ketiga, dan keempat, peserta mendapat sharing pembelajaran tentang Perhutanan Sosial (PS), konsep dan pengalaman praksis, pengelolaan keuangan, narasi program, pengetahuan praksis literasi, pengembangan program kesehatan, serta evaluasi dan rencana tindak lanjut (RTL) kerja sama yang akan datang.

Kegiatan yang dihadiri oleh pengurus yayasan dan staf manajemen program ini penting untuk meningkatkan kapasitas serta semangat baru dalam mengatur dan mengembangkan program yang kolaboratif dengan koordinasi, komunikasi, akuntabilitas, dan transparansi. Herman Nebon Lion, salah satu peserta, mengatakan, “Saya sangat senang dengan kegiatan ini karena sebagai MEAL saya belajar langsung dari program MEAL di YPI yang telah mengembangkan sistem pendokumentasian yang mudah diakses.”tutup Herman

Kontributor :Hery Se

Pertajam Pengelolaan Program Layanan Alam, Tananua & YPI Gelar Pembelajaran Bersama Read More »

Patroli Rutin di Lokasi Penutupan Tangkap Gurita: Langkah untuk Keberlanjutan

Ende, Flores –  Tananua Flores | Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan patroli rutin, diperlukan persiapan dan arahan yang matang. Persiapan dimulai dengan melakukan analisis terhadap daerah yang akan di patroli. Tim patroli harus mengidentifikasi titik rawan dan melakukan pemetaan yang tepat untuk mengoptimalkan rute yang akan diambil. 

Selain itu, anggota tim juga diwajibkan untuk melakukan briefing sebelum pelaksanaan patroli, guna memastikan bahwa semua anggota memahami tujuan dan prosedur yang harus diikuti. Arahan yang jelas mengenai tugas dan tanggung jawab setiap anggota sangat penting untuk menciptakan koordinasi yang baik selama kegiatan berlangsung. 

Langka selanjutnya, pemberian informasi terkait ancaman yang mungkin dihadapi selama patroli juga harus disampaikan secara detail. Adanya dokumentasi dan laporan setelah selesai melakukan patroli akan menjadi referensi bagi perencanaan kegiatan di masa depan. 

Dengan memanfaatkan teknologi, seperti GPS dan aplikasi pelaporan, pekerjaan menjadi lebih terstruktur dan terorganisir. Melalui langkah-langkah persiapan dan arahan yang sistematis, diharapkan kegiatan patroli rutin tidak hanya dapat meningkatkan keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Partisipasi dan peran masyarakat dalam patroli keamanan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Dalam konteks ini, masyarakat tidak hanya sebagai objek pengamanan, tetapi juga sebagai subjek yang aktif berkontribusi dalam menjaga ketertiban. Salah satu cara partisipasi masyarakat dapat diwujudkan adalah melalui pembentukan kelompok-kelompok patroli swakarsa yang melibatkan warga setempat. Kelompok ini berfungsi untuk melakukan pengawasan secara rutin dan melaporkan berbagai potensi gangguan keamanan kepada pihak berwenang. 

Dengan adanya partisipasi ini, masyarakat akan merasa lebih memiliki tanggung jawab terhadap keamanan lingkungan mereka. selanjutnya, peran masyarakat juga dapat tercermin dalam program-program sosialisasi yang mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga keamanan bersama. Dalam kerangka ini, keterlibatan masyarakat tidak hanya terbatas pada saat terjadinya masalah, tetapi juga berorientasi pada langkah pencegahan. 

Oleh karena itu, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sangat diperlukan agar patroli yang dilakukan dapat berjalan efektif. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta peningkatan rasa aman yang berkelanjutan serta kepedulian sosial yang tinggi di antara warga, yang pada gilirannya akan memperkuat solidaritas dan ukhwah antarwarga di suatu komunitas.

Pada proses patroli yang dilakukan oleh tim keamanan, fokus utama adalah untuk memastikan keamanan dan ketertiban di area yang menjadi tanggung jawab. Proses patroli dimulai dengan penentuan rute yang strategis, di mana petugas bertugas untuk memantau aktivitas mencurigakan dan mengidentifikasi potensi ancaman. 

Selama patroli, tim seringkali menggunakan teknologi terkini, seperti drone dan sistem pemantauan berbasis kamera, untuk mendukung observasi di lapangan. Selain itu, laporan harian yang mendetail disusun untuk mencatat semua temuan yang ditemukan selama patroli, termasuk berbagai insiden yang berpotensi mempengaruhi keselamatan publik. Tim juga berinteraksi dengan masyarakat setempat guna mendapatkan informasi tambahan mengenai lingkungan di sekitar dan untuk meningkatkan kesadaran terhadap faktor-faktor keamanan. 

Penemuan terkait pelanggaran hukum, seperti vandalism atau penyalahgunaan narkoba, akan segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti. Dengan pendekatan yang sistematis dan profesional, proses patroli tidak hanya berfungsi sebagai upaya preventif, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun hubungan positif dengan komunitas dan mendorong partisipasi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

Pelanggaran yang terjadi di lokasi penutupan harus ditangani dengan cepat dan efisien untuk memastikan keselamatan serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Tindakan pertama yang perlu diambil adalah melakukan identifikasi terhadap jenis pelanggaran yang terjadi, baik itu pelanggaran administratif maupun pelanggaran keselamatan kerja. Setelah identifikasi, langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi terhadap dampak dari pelanggaran tersebut.

 Dalam konteks ini, penting bagi pihak berwenang untuk mengadakan investigasi menyeluruh untuk mengumpulkan bukti-bukti yang relevan. Penanganan pelanggaran dapat melibatkan beberapa aspek, seperti pemberian sanksi, pengawasan tambahan, atau bahkan penutupan permanen dari lokasi, tergantung pada tingkat keparahan pelanggaran. Selain itu, komunikasi yang jelas dan terbuka dengan semua pihak terkait, termasuk karyawan dan masyarakat sekitar, sangat penting untuk menjaga transparansi dalam proses ini. Menerapkan tindakan pencegahan di masa depan juga harus menjadi bagian dari rencana tindakan, termasuk pelatihan dan sosialisasi mengenai peraturan yang ada. Tujuan keseluruhan dari tindakan dan penanganan ini adalah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, sehingga mencegah terjadinya pelanggaran serupa di masa yang akan datang.

Penutupan lokasi tangkap gurita memiliki manfaat jangka panjang yang signifikan bagi keberlanjutan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan memberikan waktu bagi populasi gurita untuk pulih, penutupan ini dapat meningkatkan biomassa dan keragaman spesies di area tersebut. Untuk itu, pengelolaan yang lebih baik terhadap sumber daya ini dapat mengurangi tekanan terhadap populasi gurita, yang seringkali dieksploitasi secara berlebihan. 

Pengembalian keanekaragaman hayati di habitat yang dilindungi dapat memperkuat jaringan makanan laut dan meningkatkan kesehatan ekosistem secara keseluruhan. Tidak hanya itu, penutupan lokasi tangkap gurita juga membuka kesempatan untuk penelitian dan pendidikan lingkungan yang lebih mendalam. Masyarakat lokal dapat menjadi lebih sadar akan pentingnya konservasi laut dan berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. 

Dalam jangka panjang, ini dapat mendorong pengembangan ekonomi berbasis ekowisata, yang menawarkan alternatif pendapatan bagi nelayan, sekaligus memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati kekayaan laut yang sama. Oleh karena itu, penutupan lokasi tangkap gurita tidak hanya menguntungkan secara ekologis, tetapi juga memberikan dampak positif secara sosial dan ekonomi bagi komunitas pesisir.

 

Oleh : Jhuan Mari

Patroli Rutin di Lokasi Penutupan Tangkap Gurita: Langkah untuk Keberlanjutan Read More »

Kunjungan Belajar ke Komunitas, Pengurus Tananua Flores Apresiasi terhadap 7 Mitra CSO Misereor

Dok YTNF

Ende, Tananua Flores | Dalam menjalin gerakan advokasi untuk penguatan hak rakyat atas pembangunan, Ketua Pengurus Yayasan Tananua Flores Hironimus Pala memberikan Apresiasi kepada 7 mitra CSO Misereor atas kunjungan belajar(Join Learning Workshop) ke Yayasan Tananua Flores. Apresiasi tersebut diberikan atas pemilihan tempat sebagai kegiatan belajar bersama dari ke 7 mitra Misereor di Indonesia selama 4 hari.

“Saya Apresesia terhadap Teman-teman mitra CSO dan SATARA yang mempercayakan kepada Tananua Flores sebagai tempat kegiatan belajar  kali ini, Selamat datang di wilayah kami dan saya berharap peserta CSO dari semua mitra dapat berproses secara baik dan dapat berbagi kerja-kerja sukses bersama komunitas masyarakat Desa ada di desa dampingan kita”,Ucap ketua pengurus Tananua.

Hironimus ketua pengurus mengatakan Yayasan Tananua Flores merasa sangat terhormat mendapat kunjungan dari para mitra apalagi sampai berkunjung ke masyarakat desa yang menjadi bagian dari kerja-kerja  pendampingan oleh Tananua.

“Kami Tananua Flores merasa sangat terhormat Ketika dikunjungi oleh para mitra, apalagi kita juga akan mengunjungi ke Desa Rutujeja sebagai salah satu Desa dampingan Tananua dalam Kerjasama dengan MISEREOR dengan Program PSDABM (Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat)-Sustainable Livelihood,”katanya.

Kunjungan belajar tersebut diselenggarakan selama 4 hari dari tanggal 9-12 september 2024 di Ende dan Desa Rutujeja. Mitra yang terlibat Bina Desa-Jakarta, Gemawan-Kalimatan, JPIC-Kalimantan, JPIC-Ruteng-NTT, Tananua Flores-NTT, SATTARA-Jambi, CAPPA-Jambi, WAHLI-Jambi, dan juga Tim Misereor-German.

Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman sukses dan gagal melindungi multikrisis di kampung serta Membangun strategi advokasi bersama. Kegiatan Belajar bersama (Join Learning) yang diselenggarakan di Ende dengan Tananua Flores sebagai Panitia Tananua Flores.

Sementara itu Koordinator IJL Tian Manager Program SATARA-Jambi mengatakan bahwa kegiatan kunjungan belajar bersama masyarakat ini sudah dipersiapkan kurang lebih 3 bulan berdasarkan kesepakatan semua Mitra.

Jadi,kegiatan ini akan mencapai beberapa hasil rekomendasi untuk keberlanjutan kegiatan kunjungan belajar bersama( Join Learning) antara lain Peta Landscape Kebijakan dan Regulasi yang Berdampak, Peta Krisis Kampung akibat kerusakan ekosistem, perubahan iklim dan kerawanan pangan, Cerita Perubahan dalam mengelola krisis kampung (People Led Development) dan Rumusan Strategi Advokasi Bersama untuk melindungi hak-hak rakyat atas pembangungn.

Kemudian sambung Herman Rupp mengungkapkan Advokasi harus dilakukan dengan Komunikasi yang baik. Komunikasi mengembangkan organisasi harus yang positif dengan menyorotkan pada solusi-solusi yang ditawarkan

“Kita berkomunikasi harus dapat mengembangkan organisasi secara positif, dalam advokasi harus memberikan solusinya. Komunikasi tidak hanya melihat Niat Anda tetapi niat dari mitra anda dan advokasi Tidak menyodorkan Masalah tetapi menyodorkan solusiny,”Ucap Rupp

Selain itu Cristine perwakilan dari mesereor Jerman mengatakan bahawa isu kemiskinan, system pangan, mewujudkan kehidupan yang beradilanan terhadap iklim dan melindungi keanekaragaman hayati masih relevan, namun dukungan Misereor mulai konsentrasi memperthankan dinamika yang terjadi di Negaranya Sendiri sebagai dampak dari perang Rusia-ukraina dan juga dampak Covid-19.

Dia menuturkan saat ini “Anda semua harus mulai cari cara seperti bagaimana melobi pemerintah beserta lembaga perlemen dan lainnya kemudia jangan berhenti disini dan terus menerus melakukan lobi,”tutur Cristine.

Lanjut Cristine Meningkatkan kesadaran secara terus menerus terkait apa yang dibutuhkan oleh masyarakat kita yakni Kampanye sosial, konferensi pers dan penyadaran melalui media dan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

“Saya berharap Lembaga anda lebih mandiri melakukan menghemat uang dan mencari kontribusi local dan keuangan yang lebih baik dan Tantangan bahwasannya berkomunikasi dengan baik dan berkoordinasi membuat kita lebih tanggu ke depannya. Kita harus selamat bersama-sama dengan kesadaran bersama-sama, atau tidak ada yang selamat,”tutupnya.

Lebih jauh Tim Misereor Jerman  itu menegaskan Kemiskinan, kemarosotan moral, dan penderitaan merupakan salah satu bagian bumi yang diam-diam akan menjadi tempat berkembangnya masalah- masalah dan pada akhirnya akan mempengaruhi seluruh planet.”tegasnya.

****Heri Se****

 

Kunjungan Belajar ke Komunitas, Pengurus Tananua Flores Apresiasi terhadap 7 Mitra CSO Misereor Read More »