Menikmati Pangan Lokal, Merawat Kehidupan; Lokamini Pangan Lokal Desa Rutujeja

Shere Sekarang

Ende, Tananua Flores| Pangan adalah jati diri kita, siapa yang menguasai pangan dan benih dia menguasai kehidupan. Pangan adalah jati diri manusia. Badan Pangan Dunia (FAO/Food and Agriculture Organization) menggarisbawahi bahwa pangan lokal merupakan pangan yang diproduksi, dipasarkan, dan dikonsumsi oleh masyarakat setempat sesuai dengan potensi dan kearifannya.

Dalam kegiatan Lokamini yang terjadi di Desa Rutujeja Rabu, 20/07/2022, Hironimus Pala, Ketua Yayasan Tananua Flores (YTNF) menjelaskan bahwa Pangan Lokal merupakan inti dari kehidupan seorang petani. Ka eo kita tedo, tedo apa eo kita ka. Kita mengonsumsi makanan yang kita usahakan atau yang kita kerjakan.

Pangan Lokal Desa Rutujeja Nggoli (Kacang merah). Foto: EW|20/07/2022

Makanan pokok lokal seperti Are (Padi), Jawa (Jagung), Wete (Jewawut), Lolo (Sorgum), Pega (Serealia), Ndelo (Umbi Ganyo), Ura (Kacang-kacangan), Mbape (Jali) begitu melimpah di daerah Rutujeja. Masyarakat dapat mengonsumsi pangan lokal ini karena memiliki kandungan yang bergizi.

Peserta Lokamini Pangan Lokal ini berjumlah 22 orang masyarakat rutujeja yang meliputi Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Pengurus Kelompok Tani, Guru Sekolah Dasar, Murid Sekolah Dasar, dan Staf Pemerintahan Desa. Dalam kegiatan lokamini ini para peserta aktif menyebutkan dan memberikan penjelasan terkait keberagaman pangan lokal di Rutujeja.

Pangan Lokal Desa Rutujeja Lolo Mera (Sorgum Merah). Foto: EW|20/07/2022

Kesempatan ini hendak mengklarifikasi hasil penelitian tentang keberagaman pangan yang ada di Rutujeja. Dalam presentasinya Ketua YTNF memaparkan hasil temuan mengenai jenis pangan, dan hasil olahan pangan lokal. Selain itu beliau juga membahas tentang pengaruh keberadaan pangan industri bagi kesehatan. Pembicara juga menjelaskan tentang peran Lembaga Adat, Lembaga Agama, Pemerintah Desa dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan konsumsi pangan lokal.

Kegiatan yang berlangsung di kantor Desa Rutujeja ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa. Stefanus Benyamin Dadi, sebagai Kaur Perencanaan, mewakili Kepala Desa menyambut baik acara ini. Beliau mengharapkan agar masyarakat tetap menanam, menjaga, serta mengonsumsi makanan lokal ini.  Makanan lokal adalah makanan yang sehat dan bergizi.

Hironimus Pala, Ketua YTNF memaparkan materi Lokamini Pangan Lokal.

Foto: EW|20/07/2022

Pertemuan ini menyepakati perihal menjaga keberagaman pangan lokal yang ada di Desa. Besar harapan bahwa acara lokamini ini menjadi motor penggerak dalam pembuatan Peraturan Desa tantang pangan lokal. Desa Rutujeja dapat terlibat dalam acara festival pangan lokal yang akan diselenggarakan pada waktu yang akan datang.

Desa Rutujeja memiliki potensi untuk memberdayakan pangan pokok lokal. Supu Bugu Kema Mbale. Bekerja dengan keseriusan akan memberikan pertumbuhan dan kesuburan. Apa yang diusahakan dapat menghasilkan kehidupan.Tedo Tembu, Wesa Wela, Peni Nge, Wesi Nuwa. Sehingga dengan demikian setiap kerja dan usaha dapat mencapai kesejahteraan. Mera Tebo Keta, Ndi Lo Ngga. Petuah-petuah sahaja ini menjadi doa dan harapan dalam setiap usaha untuk mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan.

Arnoldus Mage, Staf Lapangan YTNF di Desa Rutujeja mendata keberagaman pangan lokal.

Foto:EW|20/07/2022

Sebagai rencana tindak lanjut masyarakat dapat mengonsumsi pangan lokal sambil menciptakan produk khas untuk dapat dipasarkan baik secara langsung maupun secara online. Pangan Lokal memiliki nilai kearifan dan nilai ekonomis jika terus dirawat dan dijaga.

Desa Rutujeja berada di Kecamatan Lepembusu Kelisoke. Jarak Desa Rutujeja dari Kota Kabupaten Ende sekitar 64 Km, dan jarak dari Kota Kecamatan sekitar 19 Km. Luas Desa Rutujeja 8.05 Km2 dan berada sekitar 1000 MDpl.

 

 

Menikmati Pangan Lokal, Merawat Kehidupan; Lokamini Pangan Lokal Desa Rutujeja Read More »

Babi Bebas Virus dari Pakan Olahan Kelompok Tani Desa Randoria

Shere Sekarang

Ende-Randoria, Tananua Flores| Kelompok-kelompok Tani di Desa Randoria Dusun Wologeru sejak pagi 14/7/2022  bergiat membuat pakan babi berkualitas. Aktivitas pelatihan ini berawal dari pencaharian bahan baku. Setiap petani menuju ke kebun masing-masing mengumpulkan bahan utama pakan babi.

Bahan utama pakan babi antara lain: batang pisang, buah pepaya, singkong, daun singkong, ketela, dan ubi jalar. Bahan-bahan itu kemudian dipotong menjadi halus. Setelah itu bahan itu dicampurkan bersama dengan tepung jagung, tepung ikan, dedak padi, gula air, serta penyedap rasa makanan.

Anggota Kelompok Tani Desa Randoria menyiapkan pakan babi. Foto: EM/14/7/2002

Pelatihan pembuatan pakan babi ini melibatkan 3 Kelompok  Tani dari Desa Randoria. Kelompok Tani Mekar Baru, Kelompok Tani Selalu Damai dan Kelompok Tani Benteng Gading bersama-sama membuat pakan untuk babi sehat. Peserta pelatihan yang berjumlah 23 orang dengan tekun memotong bahan pakan lokal tersebut. Setiap anggota kelompok aktif menyiapkan pakan babi bersama Elias Mbani (54), Pendamping Lapangan Tananua Flores.

Virus Flu Babi Afrika (African Swine Fever) ASF yang melanda Ende sejak januari lalu menyebabkan kematian pada babi di Desa Randoria. Aloysius Lagu (57) Peternak Babi dari Dusun Wologeru mengeluhkan tentang kondisi babinya yang terdampak Virus ASF. Kini anggota Kelompok Tani di Wologeru membutuhkan babi.

Meskipun demikian semangat untuk berlatih membuat pakan babi berkualitas tetap ada. Aloysius merasa senang dengan pelatihan ini dan berterima kasih dengan pengetahuan pengolahan pakan babi yang diadakan Tananua Flores. Ada pendamping datang kesini saya sangat senang, kami bisa belajar untuk buat pakan, kata anggota Kelompok Tani Mekar Baru, Desa Randoria.

Aloysius Lagu Anggota Kelompok Tani Mekar Baru mengiris batang pisang untuk dijadikan pakan babi. Foto: EM/ 14/7/2022

Hasil dari pelatihan pembuatan pakan babi ini kurang lebih sekitar 60 Kg. Pakan babi yang telah dihasilkan  dapat memberi makan 12 ekor babi  untuk waktu 2 hari.

Pelatihan ini bertujuan agar para anggota Kelompok Tani  dapat mengembangkannya saat memelihara babi baik di tingkat keluarga maupun di tingkat RT. Babi yang dihasilkan pun  sehat dan lebih berkualitas. Dalam pelatihan ini juga dibuat perencanaan dan model pengembangan ternak babi. Hasil dari pakan yang dibuat di tingkat Kelompok Tani ini dapat dimanfaatkan secara pribadi dan dijual di antara anggota Kelompok Tani, jelas Pendamping Lapangan Desa Randoria dan Wolotolo Tengah. (Edi BW)

 

Babi Bebas Virus dari Pakan Olahan Kelompok Tani Desa Randoria Read More »

Kopi Spesial dari Rutujeja masuk pasar UKM Pelita Tananua

Shere Sekarang

Ende-Rutujeja, Tananua Flores| Pagi belum juga cerah. Awan mendung hitam masih berkeliaran di atas langit. Sisa basah hujan semalam masih tampak sepanjang jalan. Basah daun di halaman masih bergerak bersama tiupan angin laut pantai Bita. Genangan air di jalan bergerak sesekali menciprat kendaraan yang lewat. Satu persatu langkah para Staf Tananua bergerak masuk halaman kantor Yayasan Tananua, di lorong Bita Beach-Ende.

Natalia duduk sebentar menanti bersama 2 karung Kopi. Sebentar lagi pegawai UKM Pelita akan tiba. Setelah beberapa waktu pintu akhirnya dibuka dan Natalia bisa menimbang Kopi spesial hasil olahan  fermentasi dari Desa Rutujeja.

Natalia Sara menjual Kopi Ke UKM Pelita. Natalia Sara kedua dari kanan dan Maria Ewo Staf UKM Pelita paling kanan, bersama pemuda Rutujeja. Foto:EW/13/7/2022

Natalia (37) telah menikah dan memiliki 4 orang anak. Bersama Suaminya Simon Ia bekerja sebagai Petani. Sebagai Petani Natalia memiliki tanaman umur panjang seperti kemiri dan kopi, juga beberapa lahan holtikultura untuk mencukupi kebutuhan pangannya.

Padi, jagung, dan sayur-sayuran ditanam dan dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur. Lahan Kopi seluas 1 hektar menjadi sumber pendapatan utama. Hasil dari Kopi yang dipanen mencapai 100 Kg per tahun. Hari ini Natalia bisa menjual 40 Kg Kopi, dengan 1 Kg Kopi seharga 55 ribu. Sementara permintaan dari UKM Pelita cukup tinggi. Hampir lebih dari 100 Kg.

Hadirnya Yayasan Tananua Flores di Rutujeja membawa dampak positif bagi pengembangan kualitas dan kuantitas hasil panen pertanian dan perkebunan. “Karena ada Tananua yang datang motivasi, cerita-cerita begini, akhirnya kami masyarakat bisa penasaran dan mau belajar untuk mengolah kopi menjadi hasil yang baik, kenang Natalia.

Pendamping Lapangan Tananua, Arnold Mage fokus mendampingi kelompok-kelompok tani. Lembaga Tananua mendampingi masyarakat di bidang pertanian, kesehatan, dan pembuatan obat tradisional.

Di bidang pertanian bekelanjutan ada fasilitasi dan pembentukan kelompok tani, pembagian benih sayur, pembuatan pupuk organik padat dan cair, Pelatihan P3S ( pemupukan, panen sering, pemangkasan, dan sanitasi), serta pengolahan pangan lokal menjadi makanan bergizi dan siap santap dengan tampilan yang menarik.

Green Bean Arabica dari Rutujeja, Ende. Foto: EW/ 13/7/2022

Pendampingan masyarakat petani dalam bentuk kelompok lebih efektif dari pada orang per orang. Jika pendampingan orang per orang maka akan membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang dikeluarkan menjadi besar, Kata Benyamin Gosa. Senior Pendamping Lapangan Yayasan Tananua Flores (sejak 1991) ini juga menambahkan bahwa dalam kelompok tani ada nilai gotong royong.

Pendamping Lapangan bertugas untuk mendampingi kelompok tani. Karena itu pendamping lapangan wajib turun kebun serta wajib bimbing kelompok untuk menjadi bagus. Di kebun bisa sambil kerja, sambil ngobrol, dan praktik langsung tentang pertanian cerdas. Pendamping lapangan juga melatih anggota kelompok untuk membuat administrasi yang baik, kata pendamping program INCIDENT ini. (Edi BW)

Kopi Spesial dari Rutujeja masuk pasar UKM Pelita Tananua Read More »

Semesteran Petani Bahas Pengelolaan Pangan Lokal dan Pasar Online

Shere Sekarang

Ende, Tananua Flores | Pertemuan semesteran Kelompok Petani dari 23 desa dampingan Yayasan Tananua Flores diselenggarakan di Desa Kebirangga Selatan, Kecamatan Maukaro Kabupaten Ende. Pertemuan tersebut untuk berbagi  pengalaman dan belajar bersama dengan tujuan meningkatkan ekonomi pada sektor pertanian untuk kesejahteraan bersama.

Kegiatan itu dikemas dalam pertemuan bersar khusus bagi kelompok petani dampingan Yayasan Tananua Flores yang berlangsung dari tanggal 22 -25 Juni 2022. Kegiatan ini dibuka oleh Camat Maukaro, Ignas Kapo, Kamis (23/6/2022.

Kegiatan itu di awali dengan perkenalan diri petani, sekaligus memberikan Kontribusi untuk pertemuan semesteran selama 3 hari.

Hadir pada kegiatan itu Kapolsek Maukaro, Ipda Anton Kewuta, Kepala Desa Kebirangga Selatan, Anton Rani, beberapa kepala desa tentangga, tokoh masyarakat, tokoh agama dan staf Yayasan Tananua Flores.

Hironimus Pala Ketua Pengurus Yayasan Tananua Flores mengatakan, pertemuan semesteran petani adalah agenda rutin lembaga dan juga bagian dari keputusan bersama. Pertemuan semesteran itu juga untuk saling belajar diantara sesama petani anggota kelompok petani.

“Melalui  forum ini petani yang sukses  harus memberikan  pengalaman dan kiat- kiat kepada petani lain. Para petani akan belajar bersama, berlatih bersama dan diskusi serta saling melengkapi,” katanya.

Hironimus  juga meminta petani serta anggota kelompok agar terus mengkempanyekan dan menghidupkan pangan lokal di wilayah  desanya masing- masing. Petani harus makan  dari hasil karya sendiri bukan beli di pasar ataupun inpor dari luar.

“saya mengucapkan terimah kasih kepada petani dan semua undangan yang telah hadir di pertemuan semesteran ini. Forum ini menjadi ruang bagi  kita untuk  belajar bersama menghidupkan  pangan  lokal menuju kesuksesn bersama,” katanya.

Sementara itu Camat Maukaro, Ignas Kapo juga mengajak  kelompok petani untuk menjadi pelopor dalam menggerakan swasembada pangan, khususnya di wilayah desa masing-masing. Petani diminta tidak mengharapkan bantuan yang di berikan orang lain tetapi harus memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki.

“Kita sebenarnya berkelimpahan dengan pangan lokal  dan sudah di warisi nenek moyang kita sejak dulu tetapi  kita  sekarang masih mengharapkan bantuan dari luar atau terima raskin,” katanya.

Camat Maukaro  itu juga menyinggung soal infrastruktur jalan yang aksesnya dari kecamatan Maukaro ke Desa Kebirangga Selatan sangat mengkwatirkan. Kata Camat itu bahwa wilayah yang dipimpinnya saat kondisi jalan yang mengkwatirkan itu dari wilayah maukaro ke desa kebirangga selatan.

“Selamat datang petani dari desa dampingan Tananua Flores, beginilah kondisi jalan di wilayah kami. Jalan di wilayah kami khususnya dari kota kecamatan Maukaro ke desa – desa masih sangat memprihatinkan. Apalagi jalan ini sebenarnya poros tengan yang menghubungkan antara kecamatan Ende dan kecamatan Maukaro” katanya.

Selain itu Ketua panitia dalam kegitan semesteran petani desa dampingan Tananua, Vinsensius Gori mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa solidaritas dan semangat gotong- royong antara petani, Meningkatkan sumber daya para petani, mendukung pemerintah untuk meningkatkan pangan lokal dan menanamkan nilai spiritua l kepada petani dan orang muda. Capaian dari kegiatan ini agar petani memanfaatkan potensi  local yang dimiliki.

Pemasaran produk lokal Secara Online

Kegiatan pertemuan semesteran yang di gelar selama 3 hari itu, sesama anggota kelompok tani mulai sharing pengalaman membangun kelompok dan proses pemasaran yang dilakukan dimasing-masing kelompok.

Dari proses Evaluasi dan diskusi panjang  mereka banyak menemukan beberapa kendala dan peluang yang harus ditempuh oleh kelompok Tani setiap Desa.

Salah satu yang harus di perbaiki adalah kualitas produk dan peningkatan produksi. Sedang peluang yang harus di ambil kelompok adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk memasarkan produk secara online.

Saat ini sudah era dunia Digital, cara kerja kelompok pun harus mengikuti perkembangan teknologi tersebut agar produk Petani bisa dipasarkan  untuk bisa meningkatkan pendapatan ekonomi Petani itu sendiri.

“Pasar saat ini ada di ibu jari dari perangkat yang setiap hari kita gunakan yang salah satunya adalah android,” kata jhuan mari.

Pria yang berasal dari desa Wologai itu mengatakan bahwa era dunia Digital saat ini kalau bicara soal pasar  sebenarnya sudah sedikit mudah karena yang dibutuhkan adalah keterampilan, inovasi dan niat.

“Jika ada niat, inovasi dan kerjasama antara kelompok tentu produk olahan di setiap desa bisa dipasarkan secara Online dan itu mulai langsung dari Desa”. Katanya

lanjut Dia “Kelompok tani bisa memasarkan produknya di pasar online saat ini sebab medianya setiap kita sudah memilikinya,”ujarnya.

Menurut Jhuan bahwa peluangnya sudah ada dan terbuka untuk siapa saja, sekarang tinggal kemauan kelompok dan komitmen untuk menjaga produk agar berkualitas dan  juga Peningkatan kuantitas produksi.

Sebagai Petani saat ini harus bergotong -royong untuk bisa bersaing di pasaran bebas, sebab peluang usaha dan berbisnis sudah terbuka, baik secara digital maupun secara langsung.

” Kita petani harus bersaing dengan produk yang datang dari luar agar produk kita di kenal dan terjual di pasaran online”, tutupnya.

Peningkatan Gizi bagi Bumil dan anak-anak di Desa

Pertemuan semesteran yang dilakukan di Desa kebirangga selatan itu salah satu kegiatan yang menjadi media belajar bersama yakni latihan pengolahan pangan Lokal dengan bahan pangan miliki petani itu sendiri.

Kegiatan Pengolahan Pangan local tersebut di fasilitasi oleh Pendamping Tananua. Pengolahan pangan Lokal itu melibatkan anggota kelompok tani baik itu laki-laki maupun perempuan.

Emilia Kumanireng di awal kegiatan praktek pengolah pangan local dengan mulai memperkenalkan alat dan bahan yang telah disediakan oleh kelompok.

Dia juga menjelaskan Tujuan dari memanfaatkan pangan local untuk makanan tambahan bagi anak-anak dan Ibu hamil.

“ pangan local yang kita miliki saat ini sebenarnya mempunyai Gizi yang sangat tinggi untuk anak-anak dan ibu hamil. Potensi pangan local kita nutrisi gizinya bisa mengurangi stanting,”katannya.

Selama ini yang di praktekan oleh ibu-ibu kader kesehatan di desa hanya mengandalkan makanan tambahan yang datang dari luar bukan memanfaatkan potensi pangan local yang di miliki sendiri.

“ kita selama ini hanya mengandalkan makan tambahan dari luar, kita tidak mengolah potensi pangan local miliki kita sendiri”,ungkapnnya.

Pendamping Tananua itu juga menuturkan bahwa potensi pangan local yang di miliki petani sangat banyak, jika di olah secara baik tentu akan bermanfaat bagi anak-anak dan ibu hamil. Disisi yang lain,jika pangan local menjadi potensi utama maka program pengembangan pangan local akan terus berlanjut* JF-Mari

 

Semesteran Petani Bahas Pengelolaan Pangan Lokal dan Pasar Online Read More »

Pemerintah Desa Hangalande Gandeng Tananua Flores Serahkan SK untuk 3 Kelompok Tani di Dusun Tanda Au

Shere Sekarang

Ende, Tananua Flores | Pemerintah Desa Hangalande Kecamatan Kota Baru Kabupaten Ende  bersama Yayasan Tananua Flores menyerahkan Surat Keputusan  (SK) Kepala Desa tentang pembentukan Kelompok Tani  di Dusun  Tanda Au.

Sebanyak 3 kelompok Tani yang diserahkan SK tersebut di antarannya Kelompok Tani Sa Ate, Kelompok Tani Muri Sama, dan Gare Dau Mbali  pada (15/6/2022).

Dalam kesederhanaan dan penuh makna di depan Rumah bapak Kasimirus Kuswanto Mari  kegiatan itu mendapat apresiasi dari warga setempat.

Masyarakat memaknai dan memahami bahwa kelompok dan berkelompok bagi masyarakat khususnya kelompok tani, Ternak dan Nelayan merupakan wadah atau tempat yang sangat penting sebagai ruang untuk membangun pemahaman bersama, belajar bersama dan  bekerja bersama untuk mencapai tujuan tertentu.

Kelompok sebagai wadah kerja sama menjadi harapan untuk saling membantu, bergotong royong, untuk meringankan pekerjaan anggota dalam pemenuhan kebutuhan bersama, Kelompok juga sebagai wadah atau tempat belajar bersama untuk dapat pengetahuan dan keterampilan serta bina mental/Karakter bagi anggota sekaligus saling belajar dan berbagi pengetahuan diantara kelompok tani.

Realita dalam hidup bermasyarakat tentu sering kita temukan begitu banyak kelompok kerja yang hidup dan terbentuk di desa maupun kota dengan berbagi tujuan dan kepentingan masing masing. Yayasan Tananua Flores selama proses pendampingan dalam kurun waktu 32 tahun sampai sekarang ini sering bergelut dan konsen dalam mendampingi kelompok tani, kelompok ternak dan kelompok Nelayan.

Berdasarkan pengelaman bersama kelompok, Tananua Flores menemukan model dan jenis kelompok yang dengan tujuan dan fungsinya masing-masing dengan kondisi dan keadaan kelompok yang aktif maupun tidak. Aktif dan tidaknya kelompok salah satu alasannya dikarenakan daya ungkit kelompok sendiri lemah, perhatian dan dukungan serta pengakuan dari berbagai pihak terkhusus pengakuan atau legalitas dari pemerintah setempat yang tidak kuat.

Legalitas ini penting sebagai bagian dari esensi dan eksistensi kelompok untuk bersosialisasi dan menjalankan roda organisasi dalam memenuhi kebutuhan anggota dan mendukung proses pembangunan desa lewat kelompok.

Fakta kelompok tani di desa Hangalande yang berkaitan dengan legalitas atau pengakuan berupa Surat Keputusan dari pemerintah setempat menjadi syarat penting dalam berkelompok seperti yang dirasakan oleh kelompok Sa Ate, Kelompok Muri Sama dan Kelompok Gare Dau Mable.

“Selama 11 tahun sejak pemerintah terdahulu sampai sekarang ini kami tidak diberi dan tidak diakomodir dengan surat Keputusan dan bahkan tidak diakui oleh Desa, kelompok kami berjalan saja dikampung Tanda Au ini,” kata Kasimirus Kuswanto Mari.

Selain itu  kepada Media Tananua Bapak Sius Ndale salah satu staf desa Hangalande  mengatakan bahwa SK kelompok ini bisa diterbitkan dan diakui Desa  yakni lewat Proses panjang kerja kemitraan antara Yayasan Tananua Flores Pemerintah desa sehingga bisa  membantu kelompok Tani dalam proses pengesahan dan mendapatkan SK bagi ke-3 kelompok tani yang ada di dusun Tanda Au.

“Desa sudah berusaha bekerja sama dengan Tananua Flores sebagai LSM lokal di Ende untuk membangun desa dengan Konsep peemberdayaan bagi masyarakat desa lewat latihan dan kujungan belajar untuk membagi pengetahuan dan keterampilan lewat kelompok-Kelompok Tani dampinagan” katanya

Dengan Surat Keputusan yang sudah diserahkan oleh desa kepada ketiga kelompok ini harapannya bisa memupuk hidup bersama untuk saling membantu diantara anggota kelompok dalam hidup bertani, bermasyarakat dan dalam kelompok untuk membangun Nua ola di Dusun Tanda Au.

“Kita harus Puu pongo tolo Uju, boka ki bere ae dan Gare sewiwi nunu selema untuk bangun kampung kita” Tuturnya lewat ungkapan menggunakan bahasa adat.

Kata mama Petronela Dona “kami  sanagat bersyukur hari ini kami dapat praktek langsung bersama tim Tananua dengan memberi pengetahuan dan keterampilan kepada kami membuat temulawak, minyak kemiri dan Kami kema ngala minyak kemiri dan kami minta untuk latih juga kami buat kue dan makanan dari bahan pangan lokal dan juga praktek pertania, ternak”.

Lanjut Mama Dona, harapan kedepannya bisa terus berlanjut sehingga kelompok tani kami bisa lebih maju dan mandiri dalam mengelolah potensi yang ada di wilayah desa kami.

Dalam sela sela kegiatan serah terima SK,  Tim  Tananua Flores berkesempatan berbagi pengetahuan dan keterampilan dengan membuat sharing/diskusi penguatan penting hidup berkelompok bagi ketiga kelompok tani, latihan praktek pengolahan Instan Temulawak dan praktek pengolahan minyak kemiri bagi masyarakat dusun Tanda Au. **HSLikaLapu**

 

Pemerintah Desa Hangalande Gandeng Tananua Flores Serahkan SK untuk 3 Kelompok Tani di Dusun Tanda Au Read More »