


Ende, Ndori – Tananua Flores | Kamis 25 Juni 2026 Ada pemandangan yang berbeda di Dusun Ipi, Desa Serandori, Kecamatan Ndori. Wajah-wajah penuh sukacita menyambut kedatangan Tim Board Blue Ventures Global yang didampingi Yayasan Tananua Flores. Bukan karena mereka datang sebagai tamu dari berbagai negara semata, melainkan karena masyarakat ingin menunjukkan bahwa perubahan nyata dapat lahir dari kebersamaan dalam menjaga laut.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di balik setiap langkah yang ditempuh, tersimpan sebuah cerita tentang harapan, kerja keras, dan komitmen masyarakat pesisir dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.
Tim Board Blue Ventures Global berdialog langsung dengan kelompok nelayan, kelompok perempuan yang mengembangkan program Save and Loans, menyaksikan prosesi adat pembukaan Penutupan Sementara Rumah Gurita ke-15 sekaligus penutupan ke-16, serta mengunjungi kawasan Penutupan Permanen yang selama ini menjadi simbol komitmen masyarakat dalam menjaga ekosistem laut.
Apa yang mereka lihat di Dusun Ipi bukan sekadar hamparan laut yang indah. Mereka menyaksikan sebuah perubahan yang tumbuh dari bawah, dipimpin oleh masyarakat sendiri.
Program Pengelolaan Perikanan dan Kelautan Berbasis Masyarakat telah membuktikan bahwa konservasi dan kesejahteraan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Ketika masyarakat diberi ruang untuk mengelola sumber daya alamnya, hasilnya bukan hanya laut yang semakin sehat, tetapi juga ekonomi keluarga nelayan yang semakin kuat.
Para nelayan merasakan peningkatan hasil tangkapan. Habitat terumbu karang mulai pulih. Kawasan penutupan sementara dan penutupan permanen menjadi tempat berkembangnya berbagai jenis biota laut. Kelompok perempuan pun memperoleh ruang untuk mengembangkan usaha melalui kegiatan simpan pinjam yang memperkuat ekonomi rumah tangga.
Semua itu menjadi bukti bahwa menjaga laut bukan berarti mengurangi kesejahteraan masyarakat. Justru sebaliknya, laut yang sehat menjadi fondasi bagi kehidupan masyarakat pesisir.
Namun, keberhasilan ini tidak berarti tanpa tantangan.
Dalam dialog bersama Tim Board, para nelayan menyampaikan berbagai persoalan yang masih mereka hadapi. Praktik penangkapan ikan yang merusak dengan menggunakan bom masih terjadi di beberapa wilayah. Kepatuhan terhadap peraturan pemerintah maupun kesepakatan adat masih memerlukan penguatan. Tidak jarang nelayan dari luar wilayah memasuki kawasan penutupan sementara untuk menangkap ikan secara ilegal.
Di sisi lain, kelompok nelayan juga menghadapi keterbatasan sarana patroli. Dengan wilayah pengawasan yang luas, kemampuan masyarakat menjaga kawasan konservasi tentu membutuhkan dukungan yang lebih memadai.
Tantangan-tantangan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan konservasi tidak dapat dibebankan kepada masyarakat semata. Pemerintah, lembaga adat, organisasi pendamping, aparat penegak hukum, hingga seluruh pemangku kepentingan harus berjalan bersama untuk memastikan laut tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi yang akan datang.
Di tengah berbagai tantangan itu, ada satu hal yang patut diapresiasi, yakni tingginya partisipasi masyarakat. Kehadiran Pemerintah Kecamatan Ndori, Pemerintah Desa Serandori, lembaga adat, kelompok nelayan, kelompok perempuan, serta pendampingan Yayasan Tananua Flores bersama Blue Ventures menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci utama keberhasilan.
Lalu, muncul sebuah pertanyaan yang menarik.



Mengapa Ndori menjadi perhatian dunia?
Jawabannya bukan hanya karena lautnya yang indah.
Bukan pula semata karena kekayaan terumbu karang atau sumber daya perikanannya.
Dunia datang ke Ndori karena ingin melihat bagaimana masyarakat menjadi aktor utama dalam menjaga lautnya sendiri. Dunia ingin belajar bahwa konservasi akan berhasil ketika masyarakat dipercaya, dilibatkan, dan diberikan kesempatan untuk mengambil keputusan atas sumber daya yang menjadi penopang hidup mereka.
Ndori telah membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari kota-kota besar. Perubahan besar justru lahir dari desa-desa yang memiliki keberanian untuk menjaga alamnya.
Di Dusun Ipi, masyarakat tidak hanya menjaga laut untuk hari ini. Mereka sedang menabung kehidupan bagi anak cucu mereka. Mereka sedang memastikan bahwa gurita, ikan, terumbu karang, dan seluruh kekayaan laut tetap lestari bagi generasi mendatang.
Inilah wajah Ndori yang sesungguhnya.
Sebuah kawasan pesisir yang mengajarkan bahwa laut bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga warisan yang harus dijaga bersama.
Semoga kunjungan Tim Board Blue Ventures Global menjadi inspirasi bahwa praktik-praktik baik dari Ndori dapat terus berkembang, menguatkan kolaborasi, dan menjadi contoh bagi banyak daerah lain di Indonesia, bahkan dunia.
Karena pada akhirnya, menjaga laut bukan hanya tentang melindungi alam.
Menjaga laut adalah menjaga kehidupan.
Oleh : Jhuan Mary
Eksplorasi konten lain dari Tananua Flores
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
