Kisah Kelompok Simpan Pinjam Watukaka di Dusun Ippi



Ende, Ndori _ Tananua Flores |09 Maret 2026, Malam itu suasana di Dusun Ippi, Desa Serandori, Kecamatan Ndori terasa berbeda. Tawa kecil dan percakapan hangat terdengar dari rumah tempat anggota Kelompok Simpan Pinjam Watukaka berkumpul. Di tangan mereka ada buku catatan kecil, daftar simpanan, dan secercah harapan yang akhirnya menjadi nyata.
Hari itu bukan sekadar pertemuan biasa. Hari itu adalah momen share out saat ketika tabungan yang mereka kumpulkan sedikit demi sedikit akhirnya dibagikan kembali kepada para anggota, tepat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Bagi sebagian orang, mungkin ini hanya pembagian tabungan. Namun bagi anggota kelompok Watukaka, momen ini adalah buah dari kesabaran, disiplin, dan kebersamaan yang mereka bangun selama bertahun-tahun.
Kelompok Watukaka merupakan salah satu kelompok dampingan Tananua yang berdomisili di Dusun Ippi. Anggotanya terdiri dari nelayan, istri nelayan, serta enumerator perikanan. Kelompok ini dibentuk pada tahun 2022 dan mulai menjalankan kegiatan simpan pinjam pada September 2023.
Namun perjalanan menuju hari bahagia itu tidak selalu mudah. Di awal pembentukannya, kelompok ini memiliki 25 anggota untuk terlibat dalam pengelolaan perikanan. Dalam perjalanan 16 anggota terlibat dalam aktivitas simpan pinjam. Seiring waktu, berbagai keraguan muncul. Ada yang ragu apakah kegiatan menabung bersama benar-benar bisa berjalan lama. Ada pula yang merasa sulit menyisihkan uang di tengah kehidupan keluarga nelayan yang penghasilannya tidak selalu menentu.
Pelan-pelan jumlah anggota yang bertahan menjadi 10 orang. Tetapi justru dari sepuluh orang inilah komitmen itu tumbuh semakin kuat.
Mereka mulai belajar satu hal penting: menyisihkan sedikit penghasilan hari ini dapat menjadi penolong di hari esok. Kebiasaan menabung dalam kelompok mulai dirasakan manfaatnya. Ketika ada kebutuhan mendesak biaya sekolah anak, kebutuhan rumah tangga, atau perbaikan perahu anggota dapat meminjam dari kelompok sendiri tanpa harus bergantung pada koperasi mingguan yang biasanya mengenakan bunga cukup besar.
Sedikit demi sedikit tabungan itu terkumpul. Bulan demi bulan berlalu.
Hingga akhirnya, setelah hampir dua tahun menabung, kelompok Watukaka melaksanakan kegiatan share out pertama sesuai dengan SOP kelompok, yaitu pembagian tabungan secara periodik kepada seluruh anggota.
Momen ini terasa semakin istimewa karena dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus kelompok menyampaikan laporan keuangan secara terbuka. Setiap angka dibacakan dengan jelas: jumlah tabungan yang terkumpul, hasil jasa kelompok, serta total dana yang akan diterima oleh masing-masing anggota sesuai dengan simpanan mereka. Transparansi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan di antara anggota.
Ketika nama demi nama dipanggil untuk menerima bagiannya, wajah-wajah bahagia tak bisa disembunyikan. Tabungan yang terkumpul dari disiplin kecil setiap bulan kini berubah menjadi sesuatu yang nyata sesuatu yang dapat membantu mereka menyambut hari raya dengan lebih tenang.
Sahari Hamzah, salah satu anggota kelompok, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Kami sangat bersyukur bisa menabung bersama di Kelompok Watukaka. Dengan adanya share out ini, kami bisa menggunakan tabungan untuk kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selama ini kami juga sangat terbantu karena bisa meminjam dari kelompok ketika ada kebutuhan keluarga yang mendesak. Kegiatan ini membuat kami lebih disiplin menabung,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan oleh Dasima, seorang ibu rumah tangga yang juga merupakan istri nelayan. Bagi dirinya, kelompok simpan pinjam ini bukan hanya tempat menabung, tetapi juga tempat belajar mengatur keuangan keluarga.
“Melalui kelompok ini kami belajar menabung sedikit demi sedikit. Kadang kami juga meminjam untuk kebutuhan darurat, seperti biaya sekolah anak atau memperbaiki sampan. Saat share out seperti ini kami merasa sangat senang karena hasil tabungan bisa membantu kebutuhan keluarga saat hari raya,” katanya dengan senyum.
Suasana pertemuan sore itu dipenuhi rasa syukur dan kebersamaan. Bagi anggota kelompok Watukaka, kegiatan share out bukan sekadar pembagian uang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan disiplin kecil dapat membawa perubahan nyata dalam kehidupan keluarga mereka. Kini kelompok Watukaka telah melanjutkan kegiatan simpan pinjam ke siklus kedua. Bahkan mereka sepakat meningkatkan jumlah simpanan wajib. Jika sebelumnya simpanan wajib sebesar Rp20.000 dan dana sosial Rp5.000 per bulan, kini simpanan wajib ditingkatkan menjadi Rp45.000 per bulan, sementara dana sosial tetap Rp5.000. Semoga Bermanfaat,***
Ditulis oleh : Agnes Ngura/ Pendamping di site Ndori
Eksplorasi konten lain dari Tananua Flores
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
