Yulius Fanus Mari

Yulius Fanus Mari

Staf Mel dan Media Tananua

Profil Jhuan Mari

Yulius Fanus Mari, S.Pd., yang akrab disapa Jhuan Mari, lahir di Wologai pada 4 Juli 1987. Ia merupakan pribadi yang memiliki pengalaman dalam bidang pemberdayaan masyarakat, dokumentasi dan publikasi, pengelolaan informasi desa, serta pengembangan komunikasi organisasi.

Pendidikan formalnya ditempuh mulai dari SDI Wologai, SMP Kelimutu Ende, SMA PGRI Kupang, hingga menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Flores pada tahun 2013.

Perjalanan profesional Jhuan Mari banyak diwarnai dengan keterlibatan dalam kerja-kerja masyarakat dan organisasi. Ia pernah terlibat dalam kegiatan penelitian mitigasi perubahan iklim, pendampingan masyarakat, pengelolaan program di komunitas adat, penelitian energi terbarukan, serta berbagai kegiatan penguatan kapasitas masyarakat. Pengalaman tersebut membentuk kemampuannya dalam memahami dinamika masyarakat sekaligus mengembangkan pendekatan komunikasi yang partisipatif.

Sejak November 2020, Jhuan Mari bergabung dan berkarya bersama Yayasan Tananua Flores. Dalam perjalanan kerjanya, ia dipercaya menangani berbagai pekerjaan dokumentasi dan publikasi.

Saat ini, ia dipercayakan sebagai Staf Monitoring, Evaluation and Learning (MEL) dan Media. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam pengelolaan data, dokumentasi pembelajaran program, penyusunan informasi, serta publikasi berbagai kegiatan dan capaian lembaga.

Jhuan Mari memiliki keterampilan dalam mengoperasikan Microsoft Word, Excel dan PowerPoint, mengelola website dan WordPress, mengembangkan konten media sosial, melakukan dokumentasi, mengedit foto dan video, serta mendesain infografis, flyer, banner, baliho dan newsletter.

Ia juga memiliki pengalaman dalam pengelolaan Sistem Informasi Desa (SID) dan mendampingi pengembangan informasi desa.

Selain keterampilan teknis, Jhuan Mari dikenal tekun dalam menulis. Ia aktif mengembangkan tulisan berupa berita, artikel, feature, opini, success story, dan berbagai bentuk tulisan reflektif yang mengangkat pengalaman masyarakat serta kerja-kerja pendampingan di lapangan.

Baginya, tulisan bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pembelajaran, memperkuat suara masyarakat, dan membagikan praktik baik kepada publik.