Misereor/KZT-German Gelar Pelatihan Mobilizing Support untuk 9 mitra CSO Indonesia bagian Timur

Shere Sekarang

Dok. Heri Se kegiatan MS 15 Juli 2024. SatunamA-Jogja

Yogyakarta, Tananua Flores| Dalam rangkap Mobilisasi dukungan dari 9 mitra CSO dari Indonesia bagian Timur  Misereor/KZT-German menyelenggarakan kegiatan pelatihan sebagai bentuk persiapan tantangan-tantangan situasi mendatang. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Yayasan SATUNAMA Yogyakarta selama 8 hari efektif, yang dimulai sejak 22 Juli 2024 sampai dengan tanggal 30 Juli 2024.

Yayasan Tananua Flores salah satu CSO mitra MISEREOR di kepulauan Flores- NTT-Indonesia yang berlokasi di Ende mengirim 2 (dua) orang staf untuk terlibat dalam pelatihan Mobilizing Support III Change the Game Academic tersebut.

Sebagai CSO local yang hadir sejak 34 tahun silam itu tetap berkomitmen dengan Isu Pemberdayaan komunitas petani/nelayan dan isu mitigasi dan adaptasi lingkungan hidup  dengan mendorong isu Konservasi Lingkungan berbasis Masyarakat.

Menurut Yayasan Tananua Flores dari hasil kerja lapangan serta mengadvokasi persoalan masyarakat Isu ini diyakini masih sangat relevan dengan sumberdaya lembaga dan kepentingan global. Misereor merupakan salah satu lembaga internasional di jerman yang memberikan dukungan utama kerja-kerja Tananua Flores.

Kegiatan Pelatihan ini menjadi titik awal sebuah perjalanan panjang oleh semua CSO untuk terus berlanjut.

Manager Program Yayasan Satunama Ariawan mengatakan Mobilizing Support adalah upaya menggerakkan berbagai pihak untuk mendukung tujuan bersama, penting bagi CSO/CBO untuk mencapai perubahan positif. Pada poin ini melibatkan pengumpulan, pengorganisasian, dan penggerakan dukungan dalam berbagai konteks, seperti sosial dan advokasi.

Dirinya, menegaskan dengan melibatkan publik, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, mobilisasi dukungan untuk memperkuat argumen dan memperluas pengaruh politik bisa mencapai perubahan yang diinginkan.

Lanjut Ariawan, Mobilisasi Dukungan juga memungkinkan pengumpulan individu atau kelompok dengan minat atau tujuan yang sama, meningkatkan visibilitas, akses ke sumber daya, dan kekuatan tawar.

Peserta CSO yang terlibat dalam kegiatan pelatihan itu terdiri dari Yayasan Harapa Sumba-NTT, Yayasan Sanpukat Maumere-NTT, Yayasan Cannosa Malaka-NTT, Yayasan Kita Juga Manggarai Barat-NTT, Yayasan Sehati Manggarai-NTT, Yayasan Tananua Flores-NTT, Universitas Katolik Waitabula-NTT, SKPKC-Fransiskn Papua dan Yayasan Dedikasi Tjipta Indonesia (PERMATA)-Gowa Sulawesi Selatan. Dari Sembilan (9) Mitra dari Indonesia Timur saling berbagi dan memberi spirit-kolaboratif dengan berbagai isu yang dikerjakan bersama komunitas tapak.

Koordinator bidang Pelatihan Satunama Debora Dwi mengatakan Sebagai mitra nasional Program Change the Game Academy (CtGA) di Indonesia, SATUNAMA Yogyakarta berupaya membantu meningkatkan kemampuan dan kapasitas organisasi-organisasi masyarakat sipil, organisasi komunitas berbasis masyarakat, dan kelompok swadaya dalam hal Mobilizing Support (MS). Kegiatan pelatihan ini salah satu program yang diagendakan bersama dan fokus pada meningkatkan pengetahuan, keterampilan,  sikap melalui metode pelatihan partisipatif-adaptif yang didukung oleh teknologi.

Khusus pelatihan Mobilizing support, mencakup beberapa langkah-langkah trajectory yakni: Pertama, pertemuan pengantar (Leaders Meeting) merupakan kesempatan bagi pimpinan organisasi untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada anggota tim yang akan terlibat dalam pelatihan, serta memastikan bahwa organisasi memiliki kesiapan untuk mengikuti pelatihan dengan maksimal. Pertemuan ini, pimpinan organisasi dapat membahas strategi dan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan setelah pelatihan selesai, serta memastikan bahwa seluruh anggota tim memahami tujuan dan manfaat dari pelatihan yang akan diikuti.

Kedua pelatihan tatap muka (Face to face training). Kegiatan ini dilakukan selama 8 hari kick off dari tanggal, 22-30 Juli 2024 yang berlokasi di balai pelatihan SATUNAMA-Jogjakarta, dengan tujuan memberikan pengetahuan dan skill yang dibutuhkan dalam ranah Mobilizing support. Ini merupakan pelatihan untuk membekali peserta dengan berbagai pengetahuan fundamental dan strategis serta keterampilan Mobilizing support.

Ketiga, Tindak Lanjut Coaching. Pasca pelatihan tatap muka selesai, peserta akan menjalankan aktivitas/project Mobilizing support bagi lembaganya dan akan mendapatkan coaching selama 11 bulan. Tahap ini merupakan program coaching yang bertujuan untuk membantu peserta pelatihan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan membangun sikap dan mindset (pola pikir) yang tepat pada diri peserta pelatihan.

Keempat, Graduation (Face to face) Trajectory Pelatihan Mobilizing support akan ditutup dengan pelaksanaan MS Graduation selama 2 hari yang merupakan bagian dari pembelajaran, peningkatan keterampilan dan pembangunan mindset sebagai seorang (Game Changer).

Lanjut Debora “Keseluruhan trajectory berlangsung selama 11 bulan, dimulai sejak Pertemuan Pengantar (Leaders Meeting) dilakukan. Trajectory ini dimaksudkan untuk memberikan secara penuh, tidak hanya materi pelatihan namun juga memberikan keterampilan serta membangun mindset terkait yang dapat mendukung keberlanjutan kerja-kerja organisasi CBO, CSO dan kelompok Swadaya.

Dok. Heri Se kegiatan MS 15 Juli 2024. SatunamA-Jogja

Kunjungan Lapangan Mitra SATUNAMA.

Ada hal menarik untuk menjadi pembelajaran penting dalam mengembangkan MS ini yakni belajar dari Yayasan Kebaya . Poin pentingnya adalah berkolaborasi dengan semua stakeholder yang ada disekitar komunitas, pemerintah dari level tapak sampai Nasional, Akademisi (professor dan kampus) dan juga Dokter, sehingga terus eksis sampai sekarang.

Selain itu Tantangan  yang dihadapi SANKEBAYA ada keberlanjutan lembaga dan regenerasi kepemimpinan masa depan yang militant dan memiliki pession serta keberlanjutan, sehingga system yang dikembangan sekarang lebih terbuka dan tersistematis untuk keberlanjutan lembaga.

Pada kegiatan pelatihan MS peserta diperkuat dengan Teknik-teknik membuat berita dan video sebagai model dan Bahasa advokasi untuk kampanye dan promosi kerja-kerja bersama untuk menjacapi tujuan bersama.

Pupu Perwaningsi Koordinator/Konsultan program untuk mitra Indonesia mengungkapkan bahwa Latihan MS ini terjadi didasari hasil refleksi tahunan MISEREOR yang melihat Lembaga-lembaga yang terus bergantung pada Donor dan belum memiliki kemandirian yang berkelanjutan dalam penelolaan program atau isu yang dikerjakan.

Konsultan Misereor itu mengharpakan semua dari Latihan ini bisa memberi dampak pada masing masing organisasi mitra untuk berpikir dan memulai menggerakan lokomotif sumberdaya (potensi) organisasi secara efektif.

“Saya mengharapkan kita semua dari Latihan ini bisa memberi dampak pada masing masing organisasi mitra untuk berpikir dan memulai menggerakan lokomotif sumberdaya (potensi) organisasi secara efektif,Mabilizing support akan kelihatan jika kita bekerja sungguh-sungguh secara secara kolaboratif”, Ungkapnya.

Oleh : Heri Se

Misereor/KZT-German Gelar Pelatihan Mobilizing Support untuk 9 mitra CSO Indonesia bagian Timur Read More »

Pertukaran Belajar ke Pontianak Dorong Program Perbaikan Hak Alam dan Hak Masyarakat di Kabupaten Ende

Shere Sekarang

Pontianak, Tananua Flores|Dalam menjalin Kemitraan yang strategi Yayasan Tananua Flores dan Yayasan Planet Indonesia Dorong Program Perbaikan Hak Alam dan Hak Masyarakat sebagai upaya menjaga dan melindungi lingkungan agar tetap lestari dan berkelanjutan.

Kegiatan itu diwujudkan dalam Petukaran belajar bersama kedua Lembaga di Pontianak Kalimantan Barat pada 17-22 juli 2024 lalu.

Peserta yang turut terlibat dalam pertukaran belajar bersama itu terdiri dari utusan Perwakilan dari pemerintah desa, Masyarakat di desa dampingan,lembaga LPHAM dan Tananua Flores.

Tujuan dari kegiatan pertukaran belajar tersebut yakni untuk Memperkuat pemahaman konseptual dan penerapan Pendekatan PUMK yang akan diteruskan pada model pendekatan LPHAM dari 6 desa, Memperluas pengetahuan dan pemahaman peserta dari 6 desa serta staf YTNF tentang manajemen keorganisasian berbasis masyarakat, dana ketahanan, dan pelaksanaan Smart Patrol dan pertukaran pembelajaran dan inspirasi antara Perwakilan Desa Dampingan YTNF dan kelompok PUMK di Dusun Ladak Desa Meragun Kabupaten Sekadau.

Direktur Yayasan Tananua Flores Bernadus Sambut dalam kesempatan awal Memperkenal organisasi Yayasan Tananua Flores sekaligus menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan ke YPI di Pontianak, dengan harapan semoga proses berlajar dapat berjalan dengan baik dalam program Ketahanan alam dan warga di Flores khususnya Kabupaten Ende.

Menurutnya,Pertukaran  belajar ke Yayasan Plent Indonesia sebagai bagian dari Transfer Pengetahuan dan pengamatan secara langsung kondisi masyarakat di pontianak dari program YPI bekerja secara langsung dengan Masyarakat.

Dokumen Belajar Bersama/Dok Ytnf

Harapan Tananua yang disampaikan oleh Direktur yakni, Meningkatnya pemahaman dalam konseptual dan dampak penerapan pendekatan PUMK & LPHAM dengan terbangunnya dokumen Perencanaan Penerapan Pendekatan PUMK ke dalam Pendekatan LPHAM di 6 Desa Dampingan, Meningkatnya manajemen keorganisasian berbasis masyarakat, khususnya dana ketahanan dan SMART Patrol dengan terbangunnya Dokumen Strategi Penerapan di dalam LPHAM, Terbentuknya jaringan komunikasi dan koordinasi antar desa dampingan YTNF yang terinspirasi dari pertukaran pembelajaran dalam bentuk komitmen Pengelolaan Sumber Daya Alam Adaptif yang akan difasilitasi oleh YTNF; sesuai konteks dan strategi lokal

Sementara itu Adam dari YPI menyampaikan Apresiasi kepada Tananua atas kunjungan ke Komunitas masyarakat dampingan YPI dan menilai Tananua Sangat terbuka untuk berbagi dan memanfaatkan waktu untuk belajar dan berdiskusi bersama.

Yayasan Planet Indonesia mengajak peserta pertukaran belajar agar berlajar dan memanfaatkan waktu kunjungan secara baik untuk lebih mengenal dan memahami dengan baik pembelajaran positif bersama masyarakat di pontianak.

Pertukaran belajar antara Tananua dan YPI ada beberapa pembelajaran Positif yang menjadi poin untuk ditindak lanjuti didaerah masing-masing antara lain

Pertama, Yayasan Planet Indonesia adalah sebuah NGO Nasional dan Internasional yang mendampingi masyarakat di Daerah Hulu dan Pesisir dengan Pendekatan PUMK ; YPI bekerja langsung dengan Masyarakat dan bekerja sama dengan beberapa NGO Lokal yang ada di Indonesia.

Kedua, Kondisi Pontianak sedikit berbeda dengan Nusa Tenggara Timur khususnya Ende .  Wilayah luas dan masih banyak lahan kosong , jumlah penduduknya di satu desa bisa 5 kali besar dari jumlah penduduk satu desa di Ende dan dodominasi oleh Tanaman sawit , karet dan kebun berpindah pindan dan tebas bakar.

Ketiga, YPI memulai program di Dusun Ladak dengan Pendekatan PUMK kondisi Dusun Ladak sulit dijangkau dari Pusat Desa apalagi Kecamatan dan belum ada organisasi lain yang masuk disana dan belum ada kelompok atau asosiasi apapun yang dibentuk baik oleh Pemerintah atau Swasta lain. YPI mendampingi seluruh masyarakat di Dusun Ladak dengan program Litersi , Kesehatan , Dana Ketahanan , Smart Patrol dan Program Pertanuan Berkelanjutan

Ke Empat,Program Literasi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan baik ditingkat Kabupaten dan Kecamatan. Peran YPI Memfasilitasi ( menemukan masyarakat akan ikut paket A, B , mencari tutor , menyediakan alat peraga untuk belajar mengajar ) . Program ini ada dengan pertimbangan keberlanjutan program. Program ini yang belum menjadi perhatian Tananua Flores selama ini . Dari diskusi Panjang dalam perjalanan ini menjadi pertimbnagan Tananua Flores  ke Depan .

Ke lima,Program Kesehatan  mendampingi keluarga sehat  – 1 kader mendampingi 1- 5 Keluarga . Kader kader dilatih oleh YPI sebelum mereka mendampingi keluarga sehat . Kader Kesehatan ini berbeda dengan Kader Kesehatan yang ada dan dibiayai oleh Desa . Kondisi di Wilayah Dampingan Yayasan Tananua Flores yang juga mengembangkan program Kesehatan tidak merekrut kader baru tapi memperkuat kader posyandu, kader KB yang dibiayai oleh Desa Peran Tananua peningkatan Kapasitas Kader melalui Pelatihan , kunjungan Silang dan Pertemuan.

Ke Enam,Dana Ketahanan, melihat kondisi Dusun Ladak yang aksesnya sangat sulit YPI berinisiatif membentuk kelompok Dana Ketahanan masyarakat dusun ladak di sisi Ekonomi dengan satu tujuan mulia saling membantu diantara orang-orang didalam dusun ketika ada situasi yang emergensi . Keuntungan tidak menjadi tujuan utama mereka akan tetapo paling tidak ada dana mandiri yang ada ditingkat mereka tanpa tergantung dari pihak manapun, sebab akses dari desa ke Kota Kecamatan membutuhkan waktu 2 jam dengan biaya transportasi ojek Rp 400.000.

Ke tujuh, Smart Patrol di Dusun Ladak ,anak- anak muda terorganisir untuk melakukan pengawas secara berkala dan membuat laporan untuk disampekan kepada YPI dan Pemerintahan Desa .Untuk Proses ini YPI dan orang-orang Muda yang melakukan Patroli dan mengorganizir orang muda, memperkuat kapasitas , menyiapkan apa yang menjadi kebutuhan patroli dan melinkkan kelompok smart patrol dengan dinas atau badan terkait untuk kebutuhan di wilayah tersebut. ***

Ditulis oleh : Halimah Tus’adyah

Editor : JFM

 

Pertukaran Belajar ke Pontianak Dorong Program Perbaikan Hak Alam dan Hak Masyarakat di Kabupaten Ende Read More »

Lowongan Kerja Tananua Juli 2024

Shere Sekarang

Pengumuman  Lowongan Kerja juni 2024 

Di tujukan Kepada Seluruh Pencari Kerja di mana saja berada.

Isi Pengumuman :

Disampaikan bahwa Yayasan Tananua Flores  Sedang Membuka Lowongan Kerja  untuk tahun 2024 pada Posisi “ Staf  Lapangan ”

Syarat Umum

  1. Pendidikan Minimal S1, Semua jurusan
  2. Umur maksimal 35 Tahun
  3. Mampu mengoperasikan Komputer ( Word, Exel, Power Point,dll)
  4. Memiliki sertivikat Kursus  komputer
  5. Mampu bekerja dalam Tim
  6. Dapat Mengendarai Sepeda Motor dan memiliki Sim C
  7. Mampu menfasilitasi Kegiatan dan Tim
  8. Pengelaman Kerja minimal 1 tahun

 

Persyaratan Khusus   

  1. Scan Surat Lamaran ( tulis tangan)
  2. Scan ijasah terakhir 1 lembar
  3. Scan transkip nilai 1 lembar
  4. Scan KTP
  5. Scan Foto Pas ukuran 3×4, 1 lembar
  6. Scan Sertivikat Kursus
  7. Scan Surat keterangan pengelaman bekerja , bagi yang sudah pernah bekerja
  8. Scan Daftar Riwayat Hidup, disertai Alamat Tinggal Lengkap dan Nomor HP, email

Penerimaan ini di buka setiap Jam kerja , sejak tanggal 22  juli  2024 – 1 Agustus 2024 dilakukan secara Online pada Web tananua Flores   disetiap Jam kerja.

Buka di sini: Link Form lamaran

 

 

Lamaran Langsung Ditujuan Kepada : Direktur Yayasan Tananua Flores, Dengan Alamat : Jl. Gatot Subroto, Lorong Bita Beach. Gang Ke 3 Kiri, Ende, NTT.

 

Demikian Pengumuman ini atas Perhatian dan kerja samannya di ucapkan Terimah Kasih.

Ende, 22 Desember 2024

 

Ttd

Bernadus Sambut

Direktur Yayasan Tananua Flores

Lowongan Kerja Tananua Juli 2024 Read More »

Tananua Flores Gelar Refleksi Spiritual dan TOT Bagi Relawan Komunitas, Kader Kesehatan serta Orang Muda.

Shere Sekarang

Ende,Detusoko – Tananua Flores | Yayasan Tananua Flores baru-baru ini gelar kegiatan Refleksi Spiritual bagi Relawan Komunitas,Kader Kesehatan serta Orang Muda dalam rangka berkontribusi dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal untuk mitigasi persoalan pertanian di wilayah kabupaten Ende.

Kegiatan itu  bertempat di Wisma St. Fransiskus Detusoko yang diselenggarakan selama dua hari, dari tanggal 20 – 21 juni 2024. Peserta yang terlibat 75 orang dari utusan 23 desa terdiri dari Relawan Komunitas , Kader Kesehatan, Orang Muda dan Staf Tananua dalam Program  Livelihood Sustainable.

Kegiatan ini   cukup menarik karena mengangkat tema Bersiap, Berbagi Peran Dan Berkontribusi Merawat Dan Mengembangkan Komunitas Bersama Yang Mandiri Dalam Gerakan Laudato Si.

Elias Mbani dari Badan Pengurus Tananua Flores mengapresiasi terhadap Tim kerja Tananua Flores yang telah menginisiasi kegiatan refleksi Spiritualitas  dan menghadirkan Peserta dari desa -desa dampingan Tananua.

Menurutnya, bahwa kegiatan Refleksi tersebut merupakan salah satu cara dalam menumbuh kembangkan Nilai-nilai kehidupan sosial serta dapat menemukan Spirit dalam membangun desa dengan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni.

“Konsep, pemikiran dan keterampilan perlu didorong dan dikembangkan dalam membangun Desa serta memperbaiki sistem pertanian yang berdaya saing, sehingga kita tidak tergilas oleh perkembangan kemajuan teknologi ini,”katannya.

Sambung Elias “Dunia saat ini perkembangannya cukup cepat dan kita sebagai generasi muda dan petani-petani muda harus turut terlibat dan memanfaatkan teknologi itu, dan kita harus mempertahankan nilai-nilai Spiritual untuk memposisikan diri kita sebagai pelaku dalam perubahan-perubahan di desa”, tuturnya.

Sementara itu dalam Homili RD. Agustinus W. Wangga, menegaskan konsep Bonum commune/kebaikan bersama dan sekurang-kurangnya ada tiga landasan spirit yang harus dimiliki oleh setiap peserta yakni Relasi antara sesama relawan,komunitas,alam semesta dan Tuhan pencipta.

Kata RD Agustinus “ Tiga landasan spirit tersebut merupakan Inti yang harus dipegang dan membangun masyarakat di pedesaan dengan melihat kondisi saat ini”,ujarnya.

Romo Agustinus mengungkapkan dalam Khotbahnya Tugas seorang pendamping dan Relawan Komunitas adalah tugas yang sangat mulia di mana dia memberikan segala pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki kepada orang lain, dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Dia diharapkan mampu mengorganisir dan menggerakkan masyarakat dalam membangun kelompok dan desanya.

Lanjut Romo itu, bahwa dalam Ensiklik Paus Laudato Si, Bapa Paus mengajak kita sekalian umatnya untuk membangun relasi yang baik antar sesama manusia dan lingkungan yang didiami. Kita semua diberi tanggung jawab untuk menjaga dan merawat bumi ini dari kerusakan lingkungan. Perubahan iklim dan cuaca yang semakin ekstrim menuntut kita agar tanggung jawab bersama untuk melindungi alam ini dari kerusakan.

Baca Juga : Catatan Refleksi Spiritual

Dok.Tananua Flores

Kilas Balik Kerja Pemberdayaan oleh Tananua

Yayasan Tananua Flores merupakan salah satu LSM yang ada di wilayah Kabupaten  Ende dan kiprahnya telah teruji sejak tahun 1989 bersama masyarakat Desa dalam kerja-kerja pendampingan dan Pemberdayaan.

Dalam kerja mendampingi  masyarakat di daerah pedesaan telah menemukan berbagai macam situasi yang oleh masyarakat di desa yang sebagian besar berprofesi sebagai Petani.  Berbicara tentang Petani adalah pemberi kehidupan bagi banyak orang. Petani merupakan salah satu tiang penopang dalam membangun bangsa dan negara serta kehidupan masyarakat yang tinggalnya di kota-kota. Tanpa Petani tentu dalam kehidupan ada yang pincang. Saat ini Para Petani harus kuat dan harus berkembang. Salah satu kekuatan yang harus dibangun adalah dengan menggabungkan diri dalam kelompok-kelompok Tani serta melakukan kegiatan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang ini dicapai.

Kelompok Tani menjadi salah satu alat untuk merawat dan mewujudkan nilai-nilai kearifan lokal  dalam mengatasi persoalan Pertanian, Kesehatan dan juga pembangunan  yang ada di desanya.

Komunitas atau Kelompok bukan hanya sebagai wadah kerja tetapi belajar dan berusaha bersama. Dengan semakin berkembangnya peran dan fungsi kelompok, orang muda diharapkan ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggotanya.

Diharapkan dengan pengetahuan yang  dimiliki dapat membantu kader Desa dalam membangun komunitas atau kelompok di desanya.

Situasi saat ini dengan perkembangan teknologi banyak tantangan yang dihadapi  salah satunya adalah, kurangnya minat orang  muda dalam mencintai dunia pertanian, padahal dunia pertanian telah mengajarkan banyak hal dan sumber pengetahuan ada di dunia pertanian .

Di Sisi yang lain saat ini banyak orang mencintai profesi petani semakin berkurang, bagi  sebagain orang mereka menganggap petani adalah profesi yang identic dengan lumpur dan tanah padahal Petani adalah suatu profesi yang sangat mulia  yang memberikan kehidupan bagi banyak orang. Kondisi hari ini banyak orang muda memilih meninggalkan desanya dan merantau keluar daerah.

Yayasan Tananua Flores dalam meluncurkan program Pemberdayaannya didukung MISEREOR Jerman, dengan kerja sama itu poin penting yang menjadi modal keberlanjutan adalah melakukan kegiatan Refleksi Spiritual bagi Relawan Komunitas, Kader Kesehatan dan Orang Muda.

Kontributor,

Emilia L. Kumanireng

Tananua Flores Gelar Refleksi Spiritual dan TOT Bagi Relawan Komunitas, Kader Kesehatan serta Orang Muda. Read More »

Catatan Refleksi Spiritual

Shere Sekarang

Kegiatan Refleksi Spiritual  Relawan Komunitas, Kader Kesehatan dan Orang Muda  ini rutin dilakukan setiap tahun dan kali ini dilakukan di Wisma St Fransiskus Detusoko, pada (21/6)

Relawan komunitas dan Kader Kesehatan serta orang muda  dalam melakukan tugasnya pasti akan menghadapi berbagai tantangan dan kritik , namun hal ini jangan membuat kita menyerah.

Kita dituntut untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas perutusannya kita masing masing. Sebagai kader kesehatan , peran kita adalah melayani masyarakat khususnya Ibu hamil, bayi balita dan orang sakit agar sehat dan selamat.

Walaupun cuaca buruk atau hujan angin, Kader Kesehatan  tetap menjalankan tugasnya dengan baik demi menyelamatkan Ibu dan anak.(menyelamatkan jiwa-jiwa). Perjuangan dan rasa tanggung jawab tidak memerlukan pujian dari siapapun, karena hasil dari kerja dan perjuangan kita menjadi pelajaran dan contoh bagi orang lain.  Mari, sebagai Relawan Komunitas , Kader kesehatan dan orang Muda melangkah bersama untuk terus menebarkan kasih dan kebaikan bagi sesama kita

Kegiatan Refleksi spiritualitas ini di isi dengan misa Perutusan dan Selesai Misa Perutusan dilanjutkan dengan kegiatan Pelatihan peningkatan Kapasitas Relawan Komunitas , kader kesehatan dan Orang yang di fasilitasi oleh  Heribertus Se, Manajer Program Yayasan Tananua Flores.

Misa Perutusan

Kegiatan ini diawali dengan Brainstorming. Adapun poin poin penting yang dibahas adalah Bagaimana memecahkan masalah,mengembangkan inovasi  atau gagasan baru, menemukan dan mengenali diri dengan kekuatan dan kelemahan diri serta mendorong kreativitas dan melatih diri untuk berpikir kritis.  Relawan Komunitas dan kader Kesehatan, kita diajak untuk mengenal diri kita dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Kelebihan dan kekuatan yang kita miliki dapat kita gunakan untuk melakukan hal hal baik. Sebagai Relawan Komunitas dan kader Kesehatan, kita dituntut untuk berperan aktif, menyumbangkan segala pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki untuk masyarakat kita. Berani  menerima tantangan dalam karya pelayanan kita.

Selain itu, Pada hari kedua 21 Juni 2024 dilanjutkan dengan  Pelatihan Kepemimpinan, dan Seni Memfasilitasi bagi Relawan Komunitas , Kader Kesehatan dan Orang Muda. Orang Muda diharapkan sebagai  Pemimpin masa depan diharapkan memiliki beberapa kriteria yaitu berani, percaya diri, memiliki kemampuan  ( pengetahuan dan keterampilan ), mampu mengorganisir dan menggerakkan masyarakat dalam membangun desa. Seorang Pemimpin juga diharapkan sebagai role model atau panutan bagi masyarakat di desanya. Menjadi Pemimpin besar, tidak mudah, perlu ditempa dan butuh proses yang panjang. Untuk itu sebagai Relawan kita harus terus berproses dan belajar true agar dapat melakukan sesuatu untuk masyarakat kita.

Dalam kegiatan ini juga  ada Pelatihan Kader kesehatan yang difasilitasi oleh Emilia  L Kumanireng dengan topik  Peran dan Fungsi Tugas Kader serta Sistem Lima Meja.

Hal ini diterapkan dalam kegiatan  Pendampingan POSYANDU dimana  mereka berbagi Peran  mulai dari Pendaftaran peserta POSYANDU,  Penimbangan Berat Badan, Pencatatan dan Pengukuran, Penyuluhan Kesehatan dan Pemberian Makanan Tambahan dan meja ke 5 ada Pelayanan Kesehatan yang dilakukan oleh tenaga medis.

Sebagai Kader Kesehatan ,mereka dituntut bekerja dengan hati  untuk melayani dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kader Kesehatan, harus  memiliki pengetahuan  pengetahuan tentang kesehatan  sehingga mampu memberi motivasi kepada Ibu hamil dan  Ibu menyusui agar  bisa memberikan pola asuh yang baik kepada anaknya.

Kader Kesehatan juga dituntut untuk memiliki keterampilan yang memadai dalam mengolah makanan bergizi dari pangan lokal sebagai Makanan Tambahan bagi Ibu hamil dan Menyusui untuk meningkatkan status gizi anak.

Dengan tanggung jawab yang diembannya, Kader bersama tenaga medis mampu memotivasi dan meningkatkan kesehatan ,masyarakat.

Selesai kegiatan yang dilakukan selama dua hari peserta  bersama sama membuat RTL ( Rencana Tidak Lanjut ). Adapun beberapa Rencana penting  akan dilakukan adalah :

  1. Mendorong Pemerintah Desa agar mengalokasikan Dana Desa untuk  Kegiatan Pemberdayaan (Peningkatan Kapasitas Relawan Komunitas dan Kader  Kesehatan serta Orang Muda).
  2. Mendorong Pemerintah Desa untuk memanfaatkan bahan Pangan lokal sebagai menu PMT Pemberian Makanan Tambahan bergizi bagi bayi balita dan Ibu hamil  saat posyandu.
  3. Menjaga kelestarian Lingkungan dengan menerapkan Pertanian ramah lingkungan serta melakukan penghijauan pada sumber mata air dan lahan kering.

Kontributor,

Emilia L. Kumanireng

Catatan Refleksi Spiritual Read More »