

Ende, Ndori- Tananua Flores | Pelaksanaan feedback data perikanan gurita dan ikan bersirip di Kecamatan Ndori pada 12 Februari 2025 bukan sekadar agenda rutin triwulanan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Ndori dan dibuka langsung oleh Camat Ndori, Bapak Fidelis Sobha, S.IP., menjadi momentum penting yang menegaskan satu hal mendasar: data telah menjadi instrumen strategis dalam menentukan arah pembangunan wilayah pesisir.
Apresiasi Pemerintah Kecamatan Ndori kepada Yayasan Tananua menunjukkan adanya pola kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan masyarakat sipil. Pendampingan yang dilakukan bersama mitra seperti Bluventures tidak hanya berhenti pada pengumpulan data, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Data Mengubah Arah Kebijakan
Salah satu bukti paling konkret dari kekuatan data adalah ketika hasil presentasi yang disampaikan pada kunjungan Bupati bulan Agustus lalu berujung pada penetapan Kecamatan Ndori sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tahun ini. Ini menunjukkan bahwa data yang akurat dan terukur mampu mendorong advokasi kebijakan hingga tingkat kabupaten.
Dalam konteks pembangunan daerah seperti di Kecamatan Ndori, data bukan hanya angka statistik. Ia menjadi dasar legitimasi untuk pengambilan keputusan, pengalokasian anggaran, dan penentuan prioritas pembangunan, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Ende yang memprioritaskan sektor kelautan.
Membaca Tren: Penurunan yang Kontekstual
Secara kuantitatif, tren tiga bulan terakhir memang menunjukkan penurunan signifikan:
- November ke Desember:
Tangkapan turun ±54,7%, pendapatan turun ±15,3%. - Desember ke Januari:
Tangkapan turun ±54,8%, pendapatan turun ±75%. - Akumulatif November–Januari:
Tangkapan turun ±79,5%, pendapatan turun ±78,9%.
Angka-angka tersebut, jika dibaca secara parsial, dapat memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan stok sumber daya. Namun, analisis kontekstual menunjukkan bahwa faktor utama penurunan adalah kondisi cuaca ekstrem gelombang tinggi dan angin kencang yang membatasi aktivitas melaut.
Pernyataan perwakilan nelayan, Bapak Muhamad Hasan, mempertegas bahwa dinamika tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor musim. Dengan demikian, interpretasi data tidak boleh dilepaskan dari variabel lingkungan dan siklus musiman. Inilah pentingnya pendekatan ilmiah dan monitoring habitat yang kini telah berjalan lebih sistematis.
Gambaran Tiga Tahun: Fondasi yang Kuat
Jika dilihat dalam rentang tiga tahun terakhir, pengelolaan perikanan di Ndori justru menunjukkan tren positif:
- Total tangkapan: 62,735 ton
- Total pendapatan: Rp 1.917.959.774
- Khusus gurita: 36.309,5 ton
- Pendapatan dari gurita: Rp 1.511.954.986
Data ini mengindikasikan bahwa sektor gurita menjadi tulang punggung ekonomi pesisir. Artinya, intervensi kebijakan perlu diarahkan pada penguatan tata kelola perikanan gurita yang berkelanjutan, termasuk pengaturan musim tangkap, peningkatan alat tangkap ramah lingkungan, dan penguatan perlindungan habitat. Penurunan produksi akibat cuaca ekstrem juga membuka diskusi lebih luas mengenai aspek keselamatan dan perlindungan nelayan. Keterbatasan alat pelindung diri dan sarana keselamatan menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian dalam program Kampung Nelayan Merah Putih.
Jika pembangunan hanya berfokus pada infrastruktur fisik tanpa memperhatikan mitigasi risiko dan adaptasi terhadap perubahan iklim, maka dampak jangka panjangnya tidak akan optimal.


Menuju Pembangunan Berbasis Bukti
Apa yang terjadi di Ndori memperlihatkan transformasi penting: dari pembangunan berbasis asumsi menuju pembangunan berbasis bukti
Data tidak lagi berhenti sebagai laporan administratif, tetapi telah menjadi alat advokasi, instrumen dialog kebijakan, sekaligus dasar perencanaan ekonomi masyarakat pesisir.
Ke depan, konsistensi dalam pengumpulan data triwulanan harus diiringi dengan:
- Penguatan literasi data bagi kelompok nelayan.
- Integrasi data perikanan dengan perencanaan desa dan kecamatan.
- Pengembangan sistem peringatan dini cuaca dan perlindungan nelayan.
- Diversifikasi sumber pendapatan untuk mengurangi ketergantungan musiman.
Jika sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendamping terus dijaga, maka Ndori berpotensi menjadi model pengelolaan perikanan berbasis komunitas di Kabupaten Ende.
Akhirnya, pengalaman Ndori mengajarkan satu pelajaran penting:
Data yang dikelola dengan baik bukan hanya mencatat realitas, tetapi mampu mengubah arah masa depan pembangunan.
Penulis : Agnes Ngura- Staf Pendamping di kecamatan Ndori
Editor : Jhuan Mari
Eksplorasi konten lain dari Tananua Flores
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

