Apa yang Kami Lakukan
Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam yang Partisipatif dan Terlegitimasi
Yayasan Tananua Flores memandang bahwa pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila masyarakat menjadi subjek utama dalam setiap prosesnya. Oleh karena itu, pendekatan yang dikembangkan oleh Yayasan Tananua Flores menempatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan seluruh proses memiliki legitimasi sosial dan kelembagaan yang kuat.
Dalam praktiknya, Kami Yayasan Tananua Flores memfasilitasi ruang-ruang dialog bersama masyarakat desa dampingan,Petani, kelompok nelayan, tokoh adat, tokoh agama, perempuan, dan pemuda untuk mengidentifikasi persoalan lingkungan, potensi sumber daya alam, serta kearifan lokal yang masih hidup dan relevan. Proses ini dilakukan secara terbuka dan inklusif melalui diskusi kelompok terfokus (FGD), musyawarah desa, dan pertemuan komunitas, sehingga setiap keputusan yang diambil merupakan hasil kesepakatan bersama.
Partisipasi masyarakat tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi dilanjutkan hingga pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan. Masyarakat terlibat langsung dalam praktik-praktik pengelolaan sumber daya alam, seperti pengaturan pemanfaatan wilayah kelola, penutupan sementara sumber daya tertentu, rehabilitasi lingkungan, serta pengawasan/patroli berbasis komunitas. Dengan cara ini, rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan tumbuh secara alami di tengah masyarakat.
Untuk memastikan keberlanjutan dan kepastian hukum, Yayasan Tananua Flores juga mendorong proses legitimasi melalui pengakuan adat dan formal. Kesepakatan masyarakat dituangkan dalam aturan adat, peraturan kelompok, maupun didorong untuk diakui melalui kebijakan desa dan koordinasi dengan pemerintah setempat. Legitimasi ini menjadi landasan penting agar aturan yang disepakati dihormati, dijalankan, dan dilindungi oleh seluruh pihak.
Melalui pendekatan partisipatif dan terlegitimasi ini, Yayasan Tananua Flores berupaya membangun tata kelola lingkungan dan sumber daya alam yang adil, lestari, dan berpihak pada kehidupan masyarakat lokal, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang.
Langkah-Langkah Pengelolaan yang Partisipatif dan Terlegitimasi
Yayasan Tananua Flores melakukan pemetaan kondisi lingkungan, potensi SDA, serta aktor-aktor kunci di tingkat komunitas. Proses ini mencakup pemetaan wilayah kelola, jenis sumber daya yang dimanfaatkan, praktik lokal yang berlangsung, serta tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat
Masyarakat dilibatkan secara aktif melalui diskusi kelompok terfokus (FGD), musyawarah desa, dan pertemuan komunitas. Keterlibatan ini memastikan bahwa kebutuhan, pengetahuan lokal, dan aspirasi masyarakat menjadi dasar utama dalam perencanaan pengelolaan lingkungan dan SDA
Yayasan Tananua Flores memfasilitasi pembentukan dan penguatan kelompok masyarakat seperti kelompok nelayan, kelompok pengawas, kelompok perempuan, dan pemuda. Kelompok-kelompok ini berperan sebagai pelaksana, pengawas, sekaligus penggerak utama pengelolaan SDA di tingkat lokal.
Pengelolaan lingkungan dilakukan dengan menghidupkan dan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal serta hukum adat yang relevan. Aturan adat menjadi dasar etika pemanfaatan sumber daya dan menjadi rujukan dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian.
Bersama masyarakat, Yayasan Tananua Flores memfasilitasi penyusunan kesepakatan tertulis mengenai tata kelola lingkungan dan SDA, termasuk aturan pemanfaatan, larangan, sanksi, serta mekanisme pengawasan. Kesepakatan ini disepakati secara kolektif dan transparan
Kesepakatan yang telah disusun kemudian dilegitimasi melalui pengakuan tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah desa. Yayasan Tananua Flores mendorong agar aturan tersebut diintegrasikan dalam kebijakan desa atau dokumen resmi lainnya untuk memperkuat kepastian hukum dan keberlanjutan
Pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan SDA dilakukan langsung oleh masyarakat dengan pendampingan Yayasan Tananua Flores. Masyarakat menjadi pelaku utama dalam praktik konservasi, pemanfaatan berkelanjutan, dan pengawasan wilayah kelola.
Yayasan Tananua Flores memfasilitasi sistem pengawasan berbasis masyarakat, di mana kelompok lokal berperan aktif memantau kepatuhan terhadap aturan yang telah disepakati. Monitoring dilakukan secara berkala dan dilaporkan secara terbuka kepada komunitas.
Evaluasi kegiatan dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat untuk menilai dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi. Hasil evaluasi menjadi bahan pembelajaran bersama dan dasar perbaikan pengelolaan di periode berikutnya.
Yayasan Tananua Flores secara berkelanjutan melakukan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, pendampingan teknis, dan penguatan kelembagaan lokal, agar pengelolaan lingkungan dan SDA dapat terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan
Pengorganisiran Masyarakat dan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok
Yayasan Tananua Flores melakukan pengorganisiran masyarakat sebagai pendekatan utama dalam mendorong kemandirian, partisipasi aktif, dan keberlanjutan pembangunan di desa-desa dampingan. Proses ini diawali dengan pendampingan intensif kepada masyarakat untuk mengenali potensi, kebutuhan, serta permasalahan yang dihadapi secara bersama melalui dialog, musyawarah, dan forum komunitas.
Dalam pengorganisiran tersebut, Yayasan Tananua Flores memfasilitasi pembentukan dan penguatan kelompok-kelompok masyarakat berbasis desa, seperti kelompok nelayan, kelompok perempuan, kelompok pemuda, dan kelompok pengelola sumber daya alam. Kelompok-kelompok ini didorong menjadi ruang belajar bersama, pengambilan keputusan kolektif, serta pelaksana utama program-program pengembangan masyarakat.
Penguatan kapasitas kelembagaan kelompok dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan yang mencakup peningkatan kemampuan kepemimpinan, tata kelola organisasi, administrasi kelompok, perencanaan kegiatan, pengelolaan keuangan, serta mekanisme monitoring dan evaluasi. Selain itu, Yayasan Tananua Flores juga mendorong kelompok untuk memiliki aturan internal, struktur organisasi yang jelas, dan kesepakatan bersama sebagai dasar pengelolaan kelompok yang transparan dan akuntabel.
Melalui pengorganisiran masyarakat dan penguatan kapasitas kelembagaan ini, Yayasan Tananua Flores berupaya membangun kelompok-kelompok masyarakat yang solid, berdaya, dan mampu mengelola inisiatif pembangunan secara mandiri, serta berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah dampingan
Yayasan Tananua Flores membangun relasi dan kepercayaan dengan masyarakat desa melalui pertemuan awal bersama tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, dan warga. Tahap ini bertujuan memahami konteks sosial-budaya serta membuka ruang partisipasi masyarakat sejak awal.
Bersama masyarakat, dilakukan pemetaan potensi, permasalahan, dan kebutuhan desa secara partisipatif melalui diskusi dan musyawarah. Hasil pemetaan menjadi dasar perencanaan program dan pengorganisiran kelompok.
Yayasan Tananua Flores memfasilitasi pembentukan atau penguatan kelompok masyarakat berbasis desa, seperti kelompok nelayan, perempuan, dan pemuda, dengan struktur organisasi, peran, dan tujuan yang jelas
Kelompok didampingi melalui pelatihan dan pembelajaran untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, tata kelola organisasi, administrasi, serta pengelolaan keuangan kelompok secara transparan dan akuntabel.
Kelompok masyarakat menyusun dan melaksanakan rencana kerja berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal. Yayasan Tananua Flores berperan sebagai fasilitator yang mendukung proses belajar dan penguatan kapasitas selama pelaksanaan kegiatan
Dilakukan monitoring dan evaluasi partisipatif untuk menilai capaian dan pembelajaran. Kelompok didorong membangun jejaring, memperkuat kemandirian, serta menjaga keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan di desa dampingan.
Literasi Keuangan Keluarga Yayasan Tananua Flores
Yayasan Tananua Flores melaksanakan program Literasi Keuangan Keluarga sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga masyarakat desa dampingan. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga tentang pengelolaan keuangan yang sehat, terencana, dan berkelanjutan sesuai dengan kondisi sosial dan budaya lokal.
Melalui pendampingan partisipatif, Yayasan Tananua Flores mendorong keluarga untuk mampu menyusun anggaran rumah tangga, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola pendapatan, menabung secara rutin, serta merencanakan keuangan untuk pendidikan anak dan kebutuhan masa depan. Kegiatan ini juga memperkenalkan praktik keuangan sederhana yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program literasi keuangan ini dilaksanakan melalui diskusi kelompok, pelatihan praktis, simulasi pengelolaan keuangan, serta pendampingan berkelanjutan yang melibatkan ibu, ayah, dan anggota keluarga lainnya. Dengan pendekatan ini, Yayasan Tananua Flores berharap keluarga memiliki kesadaran finansial yang lebih baik, mampu mengambil keputusan ekonomi secara bijak, dan membangun kemandirian ekonomi keluarga secara bertahap.
Yayasan Tananua Flores memulai setiap intervensi dengan melakukan pemetaan sosial secara partisipatif bersama masyarakat. Proses ini bertujuan mengidentifikasi kondisi sosial-ekonomi, potensi lokal, tantangan utama, serta kebutuhan riil masyarakat desa dampingan sebagai dasar perencanaan program
Program dirancang melalui musyawarah bersama masyarakat, tokoh adat, kelompok perempuan, pemuda, dan pemangku kepentingan lokal. Pendekatan ini memastikan setiap kegiatan sesuai dengan konteks budaya, kebutuhan masyarakat, serta mendorong rasa memiliki dan tanggung jawab bersama
Yayasan Tananua Flores melaksanakan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, termasuk literasi keuangan keluarga, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, penguatan kelompok usaha, serta peningkatan keterampilan dasar yang mendukung kemandirian ekonomi
Dalam pelaksanaan program, yayasan mendampingi masyarakat secara langsung dan berkelanjutan. Masyarakat dilibatkan sebagai pelaku utama, sementara yayasan berperan sebagai fasilitator, pendamping, dan penguat proses agar program berjalan efektif dan berkelanjutan
Yayasan Tananua Flores mendorong terbentuk dan menguatnya kelompok-kelompok masyarakat seperti kelompok nelayan, kelompok perempuan, dan kelompok usaha bersama. Penguatan kelembagaan ini bertujuan meningkatkan kemampuan organisasi, pengelolaan program, dan keberlanjutan inisiatif masyarakat.
Setiap program disertai dengan monitoring dan evaluasi partisipatif bersama masyarakat untuk menilai capaian, tantangan, dan dampak kegiatan. Hasil evaluasi menjadi bahan pembelajaran bersama dan dasar perbaikan program ke depan.
Yayasan Tananua Flores membangun jejaring dan kolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga adat, mitra pembangunan, dan pihak terkait lainnya untuk memperluas dampak program serta memastikan keberlanjutan dan dukungan lintas sektor
Kesadaran Dini Masyarakat terhadap Pola Hidup Sehat, Lingkungan Hidup, serta Gizi dan Pangan Lokal
Yayasan Tananua Flores bersama masyarakat dampingan akan melaksanakan program peningkatan kesadaran dini terhadap pola hidup sehat, pelestarian lingkungan hidup, serta pemenuhan gizi keluarga berbasis pangan lokal. Program ini bertujuan membangun pemahaman sejak dini bahwa kesehatan keluarga, kualitas lingkungan, dan ketahanan pangan merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan menentukan kualitas hidup masyarakat.
Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, Yayasan Tananua Flores mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pengelolaan sanitasi sederhana, serta pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup yang bersih, lestari, dan dikelola secara bertanggung jawab sebagai sumber kehidupan jangka panjang.
Dalam aspek gizi dan pangan, program ini mengangkat kembali nilai dan potensi pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga yang sehat, terjangkau, dan berkelanjutan. Masyarakat didorong untuk mengenali, mengolah, dan memanfaatkan pangan lokal secara beragam dan bergizi, khususnya untuk mendukung kesehatan ibu, anak, dan keluarga. Edukasi gizi dilakukan secara sederhana dan kontekstual, menyesuaikan dengan kebiasaan makan dan ketersediaan bahan pangan setempat.
Pelaksanaan program dilakukan melalui diskusi kelompok, kelas edukasi keluarga, praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan yang melibatkan kader lokal, kelompok perempuan, dan pemuda desa. Dengan pendekatan ini, Yayasan Tananua Flores berharap tumbuh kesadaran kolektif dan kebiasaan positif dalam masyarakat untuk hidup lebih sehat, peduli lingkungan, serta mandiri dalam pemenuhan gizi dan pangan lokal.
